
"Lima menit lagi sayang masih ngantuk berat, badanku sakit." ucap Alessandra yang masih memejamkan matanya.
"Kalau tidak bangun, Kakak akan menerkam mu lagi sampai berkali - kali sampai dirimu bangun." ucap Michael sambil memainkan dua gunung kembar milik Alessandra.
Alessandra yang mendengar ucapan Michael langsung membuka matanya dan bersiap turun dari ranjang tapi bagian bawahnya sangat perih hal itu membuat Alessandra hanya duduk tidak berani turun.
"Kenapa pengen nambah lagi?" Tanya Michael dengan suara menggoda.
"Aish siapa yang mau nambah, bagian bawahku sakit, mau bangun perih sekali." Ucap Alessandra dengan bibir cemberut.
Tanpa menjawab Michael menggendong Alessandra membuat Alessandra tersipu malu dan menutup wajahnya di dada Michael.
"Kak Michael keluar ya." Pinta Alessandra ketika Mereka masuk ke dalam kamar mandi.
"Kenapa?" Tanya Michael.
"Aku malu." Jawab Alessandra.
"Kenapa malu? Bukankah Aku sudah melihat tubuh polos mu? Kamu pun juga sama sudah melihat tubuh polos ku." Ucap Michael.
"Aku tahu tapi tetap saja malu, kak Michael keluar ya." pinta Alessandra.
"Ok." Jawab Michael yang tidak bisa memaksa Alessandra.
Michael membaringkan perlahan tubuh polos Alessandra di bathtub kemudian Michael keluar dari kamar mandi dan berjalan ke arah sofa.
Michael duduk di sofa sambil memperhatikan tempat tidur dan terdapat noda merah milik Alessandra di seprei.
Michael merasa sangat senang karena dialah yang mendapatkan semuanya dari ciuman pertama milik Alessandra di tambah harta paling berharga milik Alessandra. Michael merasa beruntung mendapatkan semuanya.
ceklek
Pintu terbuka keluarlah Alessandra dari kamar mandi dengan memakai jubah handuk berjalan perlahan - lahan karena miliknya masih terasa sangat perih. Michael hanya tersenyum melihat istri yang baru dinikahi kemarin sangat imut dan menggemaskan.
Alessandra mengambil pakaian dan masuk ke kamar mandi. Alessandra masih malu jika harus mengganti pakaian di depan suaminya.
Selesai berganti pakaian Alessandra pun keluar. Michael menatap Alessandra tanpa berkedip melihat istri barunya yang sangat cantik. Alessandra kini sudah menikah dan kini mulai memakai pakaian yang sesuai bentuk tubuhnya.
tok tok tok tok
Alessandra membuka pintu kamar hotel dan seorang pelayan datang membawa makanan, Alessandra mengucapkan terima kasih sambil tersenyum dan menerima troli yang berisi makanan dan di dorong dekat sofa dekat Michael.
Makanan sudah datang merekapun mulai berdoa kemudian memakan tanpa bersuara, menikmati makan bersama.
Selesai makan Alessandra mendorong troli dan membawanya ke luar pintu.
Alessandra duduk bersebelahan dengan Alessandra saling menatap dan tersenyum. Michael pun memeluk Alessandra dari samping.
"Sayang, hari ini kita pulang, kita pergi ke rumah ayahmu untuk berpamitan kemudian ke rumah ibuku kita juga berpamitan karena mulai hari ini kita akan tinggal di rumah yang Aku beli. Rumah untuk kita tinggal bersama - sama dengan anak - anak kita nantinya, apakah kamu bersedia sayang?" tanya Michael.
"Aku ikut apa katamu sayang." Jawab Alessandra.
Cup
"Terima kasih sayang." Ucap Michael.
Alessandra bangkit dan membereskan barang - barangnya untuk keluar dari hotel. Setelah beres Michael membawa koper sambil menggandeng Alessandra.
Di dalam mobil mereka berdua bercanda dan tertawa bersama sambil Michael memegang tangan Alessandra terkadang mencium punggung tangan Alessandra.
Michael dan Alessandra keluar dari hotel dan pulang menuju ke mansion ayahnya Alessandra.
Tidak terasa Alessandra dan Michael sudah sampai di rumah orang tua Alessandra. Alessandra senang bisa bertemu dengan ayahnya.
''Daddy, Alessandra kangen." Ucap Alessandra sambil menangis dan memeluk Daddy David kemudian memegang tangan Daddy David sambil mencium punggung tangannya.
''Daddy juga kangen sayang, sudah jangan menangis malu sama suamimu.'' jawab Daddy David sambil melepaskan pelukannya.
''Bagaimana kabar Daddy? '' tanya Michael sambil bersalaman kemudian mencium punggung tangan Daddy David.
''Kabar Daddy baik - baik saja Michael.'' jawab Daddy David.
Merekapun mengobrol sambil sesekali Daddy David memberikan nasehat bijak ke putri kesayangan serta menantu kesayangannya.
''Sayang kini kamu sudah menikah, turuti apa yang diperintahkan suamimu dan layani suamimu dengan baik.'' ucap Daddy David dengan bijak.
''Iya Dad.'' Jawab Alessandra.
''Nak Michael, kini kamu sudah menjadi suaminya Alessandra jangan sakiti hatinya. Kamu membawa Alessandra dari rumahku dalam keadaan baik dan kembalikan Alessandra dengan baik pula apabila kamu sudah bosan dan membencinya, Daddy tidak akan marah padamu.'' pinta Daddy David.
''Terimalah Alessandra apa adanya, terimalah segala kekurangannya.'' sambungnya lagi
''Michael berusaha menjadi suami yang baik buat Alessandra dan mencintainya dengan tulus.'' ucap Michael dengan nada tegas.
''Daddy percaya padamu Michael, kalau kamu adalah laki - laki yang baik."' ucap Daddy David.
''Terima kasih Dad.'' jawab Michael.
''Tiga hari lagi Michael dan Alessandra bisa ke kontor Daddy?'' tanya Daddy David.
''Bisa Dad.'' jawab mereka serempak.
''Ada apa ya Dad, kami pergi ke kantor Daddy?'' tanya Alessandra penasaran.
''Kenapa Dad? tanya Michael dan Alessandra bersamaan karena mereka bingung dengan keputusan Daddy David yang mendadak.
''Daddy sudah tua, Daddy ingin menikmati hari tua Daddy dan menunggu cucu dari kalian.'' jawab Daddy David.
''Alessandra kamu istirahat dulu di kamar!" perintah Daddy David.
"Baik Dad." Jawab Alessandra patuh.
Alessandra pun naik ke lantai dua menuju kamarnya untuk istirahat.
"Nak Michael, Daddy ingin bicara denganmu secara pribadi di ruang kerja!" perintah Daddy David.
"Baik Dad," jawab Michael.
Daddy David dan Michael berjalan ke ruangan kerja milik Daddy David. Mereka masuk ke dalam. Daddy David duduk di kursi sofa diikuti oleh Michael lalu duduk disampingnya.
''Nak Michael , Daddy ingin bertanya padamu? Bolehkah Alessandra berpenampilan apa adanya?" tanya Daddy David penuh harap.
"Terserah Alessandra saja Dad." jawab Michael.
"Mana yang buatnya nyaman, Michael akan menerimanya." sambung Michael.
"Daddy kasihan sama Alessandra sejak dari kecil hingga selesai kuliah sebelum menikah denganmu Alessandra selalu di bully dengan penampilan yang culun." jawab Daddy David dengan mata berkaca - kaca.
"Lebih parahnya lagi di saat Alessandra lulus wisuda Alessandra di hina oleh mantannya yang bernama Moko dan kekasihnya Moko yang bernama Valen Kamprat yang brengsek itu, di depan teman - temannya dan mengumumkannya kalau laki - laki brengsek itu akan menikah dengan pacarnya. Hati Alessandra sangat hancur belum lagi hinaan demi hinaan dari mantannya juga teman - temannya." Ucap Daddy David panjang lebar.
"Laki - laki brengsek itu orang yang tidak tahu terima kasih, Alessandra membantu keuangan laki - laki brengsek itu, juga memberikan contekan agar nilainya bagus. Alessandra terlalu polos dan orangnya tidak tega bila orang mengalami kesusahan mirip Mommy nya." sambungnya lagi dan tidak terasa airmata Daddy David keluar.
Alessandra selalu menyembunyikan identitas dirinya karena menurut Alessandra dia ingin mempunyai teman yang tulus bukan karena hartanya tapi ternyata itu menjadi bumerang baginya, teman - temannya menghina dan sering membuly nya." cerita Daddy David.
Michael hanya terdiam mendengarkan cerita tentang masa lalu Alessandra namun dalam hatinya Michael akan membalas orang-orang yang telah menyakiti Alessandra dan melindungi Alessandra dari orang-orang yang berniat jahat.
"Daddy ingin menunjukkan ke mereka semua agar mereka menyesal telah menghina putri kesayangan Daddy. Jadi Daddy minta padamu tampil lah Alessandra apa adanya agar orang tidak menghinanya lagi. Minta tolong mamamu untuk mengubah Alessandra karena mamamu itu sangat pintar berdandan dan fashion." pinta Daddy David.
"Baik Dad." ucap Michael.
"Sekarang kamu istirahatlah dan menginap lah di mansion." pinta Daddy David.
"Baik Dad, Michael pamit." jawab Michael.
Michael pun keluar menuju kamarnya Alessandra untuk istirahat sedangkan Daddy David berdiri dan berjalan ke arah kursi kebesarannya kemudian duduk sambil memandangi foto istrinya yang tersenyum dan selalu meneduhkan hatinya.
"Sayang putri kita sudah besar dan sudah menikah, kamu senang sayang ? Aku sangat merindukanmu sayang? Tidak sabar Aku ingin menemui dirimu di sana sambil memandangi putri dan menantu kita." ucap Daddy David dengan mata berkaca-kaca.
Kerinduan terhadap istrinya sangat besar, Daddy David bertahan hidup demi putri kesayangannya mengikuti permintaan terakhir istrinya.
Sepeninggalan istrinya, Daddy David menutup hatinya untuk wanita lain walau banyak yang menggodanya sampai ada yang bersedia menjadi istrinya bahkan berbuat baik kepada anaknya Alessandra tapi Daddy David sangat sulit melupakan istri yang sangat dicintainya. Baginya istrinya adalah cinta pertama dan sekaligus cinta terakhirnya.
Cup
Daddy David mengecup foto istrinya kemudian menatap foto tersebut.
"Aku sangat mencintaimu istriku, belahan jiwaku dan tidak ada yang lain selain dirimu." ucap Daddy David tulus sambil memandangi foto istrinya dan memeluk foto itu.
Setelah agak lama Daddy David keluar dari ruangan kerja menuju kamarnya untuk istirahat.
xxxx
Pagi yang cerah, Alessandra sudah terbangun dan kini sedang memasak untuk Daddy David dan juga suaminya.
Pelayan ingin membantunya tapi Alessandra menolaknya karena Alessandra hari ini akan pergi ke rumah Mommy Elisabeth. Masakan ini spesial buat Daddy David karena Alessandra akan jarang memasaknya setiap hari untuk Daddy David mengingat Alessandra sudah menikah.
Masakan sudah selesai dan tertata rapi, Alessandra pun naik ke kamarnya untuk mandi karena tubuhnya lengket habis memasak.
Alessandra mandi menggunakan shower menikmati air hangat yang sangat menyegarkan tubuhnya.
Alessandra terkejut karena ada pelukan dari arah belakang, Alessandra tahu siapa orang itu kalau bukan suaminya.
"Sayang, Aku sudah tidak tahan satu ronde ya." pinta Michael sambil memainkan dua gunung kembarnya.
Alessandra hanya menganggukkan kepalanya setelah mendapatkan ijin dari istrinya terjadilah penyatuan. ******* demi ******* keluar dari mulut mereka hingga pada puncaknya Michael mengeluarkan laharnya.
Selesai bercinta merekapun mandi bersama, selesai mandi mereka keluar dari kamar mandi dengan menggunakan jubah handuk.
'Sayang, satu ronde lagi.' bisik Michael yang sudah kecanduan dengan tubuh istrinya.
"Sayang, Daddy pasti sudah menunggu kita untuk sarapan pagi, kasihan Daddy menunggu kita." ucap Alessandra.
'Untung Aku minum obat penghilang perih jadi setiap melakukan hubungan suami istri punyaku tidak perih lagi.' sambung Alessandra dalam hati.
Michael melepaskan pelukannya dan berjalan ke lemari pakaian dengan wajah cemberut.
'Sayang, nanti saya kasih double di rumah Mommy?' bisik Alessandra sambil memeluk Michael dari arah belakang.
"Benarkah sayang?" tanya Michael sambil membalikkan badannya dan memeluk tubuh Alessandra.
Alessandra membalas pelukan Michael sambil menganggukkan kepalanya.
"Ok," jawab Michael semangat.
Merekapun memakai baju dan turun ke bawah menuju meja makan.