Alessandra

Alessandra
Bagian Ke 37



Para pelamar yang gagal di suruh pulang sedangkan para pelamar yang lulus mengikuti tes ke dua dan masuk kedalam ruangan meating.


"Kami sudah membaca CV kalian kalau kalian menguasai beberapa bahasa dan untuk membuktikan kalau kalian bisa maka buat surat dengan menggunakan bahasa asing." ucap salah satu petugas interview bernama A.


"Contoh suratnya mengunakan bahasa Inggris dan kalian gunakan bahasa negara lain. Gunakan laptop yang ada di meja dan di print." sambung salah satu petugas lainnya yang bernama B.


"Waktu kami berikan sebanyak 20 menit untuk mengetik." sambung salah satu petugas lainnya yang bernama C.


Mereka pun melakukan apa yang di suruh oleh petugas interview. Mereka sangat serius begitu pula dengan dokter Karen. Jari jemari dokter Karen yang sangat lincah mengetik di atas keyboard tanpa melihat tombol keyboard hingga tidak terasa waktu dua puluh menit berlalu.


"Stop, sekarang print tugas kalian." ucap salah satu petugas lainnya yang bernama C.


Merekapun mulai mengeprint hingga terdengar suara print yang saling bersahutan namun terdengar halus dan tidak berisik.


"Kasih nama kemudian berikan pada kami." sambung salah satu petugas lainnya yang bernama B.


Merekapun menuliskan namanya setelah selesai mereka memberikan ke para petugas interview.


"Kalian boleh makan siang nanti setelah makan siang kalian boleh kumpul di sini lagi. Kami akan memanggil nama - nama untuk tes ke 3." ucap salah satu petugas lainnya yang bernama B.


Merekapun keluar meninggalkan ruangan meating, dokter Karen yang sangat cantik dan cepat beradaptasi sudah mempunyai beberapa teman baik laki-laki maupun perempuan.


"Karen kita makan siang bareng yuk." ajak Vincent.


"Boleh." jawab dokter Karen sambil tersenyum.


"Kita mau makan di mana?" tanya Viona.


"Di restoran depan perusahaan saja." Jawab Mikodo.


"Ok." jawab mereka dengan serempak.


Vincent berjalan berdampingan dengan dokter Karen sedangkan Viona dengan Mikodo. Sebenarnya Viona ingin dekat dengan Vincent namun Vincent berjalan mendekati dokter Karen, mereka berjalan menuju ke lift khusus karyawan.


Ting


Mereka keluar dari kotak persegi empat bertepatan David dan Michael keluar dari pintu lift khusus CEO. Tanpa di sadari oleh dokter Karen kalau David menatap tajam ke arah dokter Karen dan entah mengapa hatinya ingin marah ketika dokter Karen berjalan berdampingan dengan seorang pria. Terlebih dokter Karen sering tertawa dan tersenyum di depamn teman - teman barunya.


"Selamat siang Tuan - tuan." Sapa dokter Karen dan teman - teman barunya sambil menundukkan kepalanya.


"Siang." Jawab Michael dengan singkat.


David hanya diam dan berjalan dengan angkuh diikuti oleh Hendrik dari arah belakang. Mereka berjalan menuju keluar lobby untuk menyebrang dan entah kenapa David yang ingin pergi ke restoran lain sekalian ada janji temu dengan klien bisnisnya membatalkannya dan berjalan mengikuti mereka menyebrang menuju restoran.


"Mau pesan apa?" tanya dokter Karen sambil melihat menu makanan.


"Aku pesan ..." jawab Viona terpotong oleh Vincent.


"Aku samain kayak kamu." ucap Vincent pada dokter Karen.


"Aku juga samain juga." ucap Mikodo.


"Kalau Viona?" Tanya dokter Karen.


"Samain saja." Ucap Viona sambil menahan amarah terhadap dokter Karen.


'Ish ... Nyebelin ... Padahal Aku juga cantik tapi kenapa dua pria ini menatap ke arah wanita mu x ra x han ini?' Tanya Vioana dalam hati sambil menahan kesal dan amarah secara bersamaan.


"Ok. Aku akan tulis pesanannya." jawab dokter Karen.


Dokter Karen melambaikan tangannya ke arah pelayan untuk memesan makanan. Sedangkan David hanya menatap dokter Karen dengan tatapan amarah dan ada rasa cemburu dihatinya.


Hal itu membuat dokter Karen merasakan ada yang memperhatikannya membuat dokter Karen menengok ke arah samping dan melihat suaminya yang sedang menatapnya dengan tatapan tajam dan amarah.


Dokter Karen memalingkan wajahnya kembali dan berbicara dengan teman-teman nya tanpa memperdulikan kemarahan suaminya. Karena saat ini dirinya sangat kesal dengan ucapan suaminya yang tidak mengakui dirinya sebagai seorang istri.


"Maaf tuan, tuan tidak memesan makanan?" tanya Michael yang sejak tadi melihat David diam sambil menahan amarah yang teramat sangat.


"Pesankan saja." Jawab David dengan nada dingin.


Michael pun melambaikan tangannya ke arah pelayan untuk memesan makanan. Setelah selesai memesan dan mencatat pesanannya pelayan itupun pergi meninggalkan mereka berdua.


"Apakah Tuan Muda David cemburu?" tanya Michael sambil melirik sekilas ke arah dokter Karen yang sedang asyik mengobrol.


'Aduh Nyonya, kenapa Nyonya sengaja memanas - manasi Tuan Muda David?' Tanya Michael dalam hati.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Ayo dong Vote, like, kopi, bunga, komentar, rate bintang lima dan tip agar author semangat menulisnya. 😚😚😍😍😘😘


Terima kasih yang sudah memberikan Vote, like, kopi, bunga, komentar, rate bintang lima dan tip nya serta terima kasih juga buat para pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘


Salam Author,


Yayuk Triatmaja