
"Hal itu tentu saja membuat wanita paruh baya itu berteriak kesakitan kemudian dengan menggunakan tangan wanita itu juga Kak David menarik pelatuknya. Hingga akhirnya wanita paruh baya itu pun mati di tempat dan mayatnya di buang di kandang buaya yang merupakan binatang peliharaan wanita paruh baya itu." Jawab dokter Karen.
"Lalu selanjutnya apa yang terjadi?" tanya dokter Alessandra yang masih penasaran.
"Polisi mencari keberadaan wanita paruh baya tersebut untuk dipenjarakan seumur hidup karena terbukti melakukan tindakan asusila terhadap beberapa remaja pria tapi Kak David bilang tidak tahu keberadaan wanita paruh baya itu." Jawab dokter Karen.
"Karena tidak ada bukti Kak David tidak di tahan. Semua hartanya kebetulan atas nama Kak David dan Kak David menggunakan kekayaan wanita paruh baya untuk kuliah. Sedangkan perusahaan yang di jalani milik wanita paruh baya itu di ambil alih Kak David hingga perusahaannya menjadi besar sampai sekarang." ucap dokter Karen mengakhiri ceritanya.
"Kisahnya sangat menyedihkan." ucap dokter Alessandra.
"Karena itulah Aku meminta padamu untuk menyumbangkan ke dua ginjalku." Pinta dokter Karen.
"Jika kamu selamat dan tidak meninggal apakah kamu tetap menyumbangkan ginjalmu?" tanya dokter Alessandra yang sudah tahu jawabannya.
"Tetap di sumbangkan tapi satu saja ginjalku di saat Aku sudah melahirkan." Jawab dokter Karen.
"Kamu maukan melakukan permintaanku ini? Karena hanya kamulah sahabatku karena sahabat kita yaitu Sandra sedang hamil dan tinggal di daerah terpencil bersama suaminya Federick jadi Aku tidak mungkin bisa meminta pertolongan." Sambung dokter Karen menjelaskan.
"Sandra sudah menikah dan sekarang sudah hamil? Kenapa kita tidak di undang ke pernikahannya." tanya dokter Alessandra pura - pura tidak tahu.
"Sebelum menikah mereka melakukannya makanya mereka menikah secara sederhana." ucap dokter Karen menjelaskan ke sahabatnya.
"Oh begitu. Oh iya kamu kan bisa bilang ke sahabat kita agar suaminya membuat ramuan baru agar kamu jika melahirkan kamu dan anakmu selamat." usul dokter Alessandra.
"Aku takut terjadi dengan kandungan Sandra ketika mengetahui apa yang terjadi dengan diriku karena kalau orang hamil tidak boleh stress. Jadi biarkan saja sampai kandungannya kuat baru aku akan meminta pertolongan." Jawab dokter Karen.
'Bagaimana caranya mengambil obat yang ada di lemari pakaian milik Karen?' Tanya dokter Alesandra dalam hati sambil berpikir.
'Apa Aku tanya saja ya?' Tanya dokter Alesandra dalam hati sambil masih berpikir.
"Oh ya waktu itu Aku pernah memberikanmu obat untuk suamimu. Apakah Kamu sudah memberikannya?" Tanya dokter Alessandra pura - pura tidak tahu.
"Kapan ya?" Tanya dokter Karen balik bertanya dengan wajah bingung.
"Waktu itu Aku memberikan botol obat yang di dalamnya ada tablet, coba cek di lemari pakaian milikmu." Jawab dokter Alesandra.
"Ok." Jawab dokter Karen dengan singkat.
Dokter Karen berjalan ke arah lemari setelah sampai di lemari dokter Karen membukanya dan mencari botol obat yang dikatakan dokter Alesandra. Hingga beberapa saat dokter Karen melihat di bagian rak tengah ada botol yang terselip di antara pakaiannya.
"Apa ini ya?" Tanya dokter Karen.
Dokter Karen mengambil botol obat tersebut kemudian menutup pintu lemari tersebut. Dokter Karen berjalan ke arah balkon di mana sahabatnya yang bernama dokter Alesandra sedang menunggu dirinya.
"Apakah yang ini?" Tanya dokter Karen sambil memperlihatkan botol obatnya yang di pegang olehnya,
"Tepat sekali." Jawab dokter Alesandra.
"Kenapa Aku tidak ingat ya?" Tanya dokter Karen sambil berusaha mengingat kejadian di mana dokter Alesandra memberikan botol obat.
"Mungkin lupa karena memikirkan yang lain." Ucap dokter Alesandra asal bicara.
"Memperbaiki ginjal yang rusak dan meredam emosi Kak David." jawab dokter Alesandra.
"Apakah ada efek samping?" Tanya dokter Karen.
"Tidak ada karena obat itu mengandung obat herbal." Jawab dokter Alesandra menjelaskan.
"Ok. Terima kasih." Ucap dokter Karen dengan tulus.
"Sama - sama." Jawab dokter Alesandra,
"Oh iya tiga jam lagi, jam makan siang lebih baik kita pergi ke perusahaan milik suamiku sambil membawa bekal makan siang." usul dokter Karen.
"Ok, aku juga mau membuatkan makanan untuk Kak Michael karena waktu itu Aku janji akan memasak untuk Kak Michael." ucap dokter Alessandra.
"Kalau begitu ayo kita ke dapur." ajak dokter Karen.
"Ayo." Jawab dokter Alesandra sambil berdiri begitupula dengan dokter Karen.
"Udara di balkon sangat sejuk ya? Padahal cuacanya lumayan panas." ucap dokter Alessandra sambil berjalan keluar dari kamar dokter Karen dan David.
"Iya benar makanya Aku betah duduk di balkon." Jawab dokter Karen sambil berjalan berdampingan dengan dokter Alessandra.
Mereka berdua memasak di dapur sambil menceritakan kejadian masa lalu waktu mereka kuliah. Kadang serius dan kadang juga mereka tertawa bersama ketika mengingat kejadian lucu.
xxxxxxx
Di tempat yang tidak Jauh Dari manson milik David seseorang menghubungi bosnya dan sambungan pertama langsung di angkat.
("Tuan, tadi kekasih Tuan Michael datang ke mansion milik tuan David." ucap anak buahnya melaporkan apa yang barusan di lihatnya).
("Bagus awasi terus. Jika kekasih Tuan Michael keluar ikuti dan cegat mobilnya lalu bunuh kekasihnya Tuan Michael secepat mungkin di tempat jalan yang sepi." Ucap pria tersebut).
("Baik Tuan." Jawab anak buahnya dengan patuh).
("Aku harap istri tuan David juga ikut jadi sekali tepuk dua wanita langsung mati" ucap pria paruh baya tanpa punya rasa iba sedikitpun).
("Baik tuan." jawab anak buahnya).
Tut Tut Tut Tut Tut Tut
Sambungan komunikasi tiba - tiba diputuskan secara sepihak membuat anak buahnya hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan perlahan.
"Semoga tugasku segera selesai karena Aku sangat lelah." Ucap pria tersebut.
Semoga saja mereka berdua berada di dalam satu mobil jadi dengan mudah bisa membunuh mereka." Ucap pria paruh baya sambil tersenyum devil.
Pria paruh baya tersebut sangat lelah membuatnya langsung berjalan ke arah ranjang kemudian berbaring di ranjang sambil memejamkan matanya. Tidak membutuhkan waktu lama pria paruh baya tersebut tertidur dengan pulasnya.