
"Tentu saja." Jawab Alessandra.
Waktu Kembali Seperti Semula
" Pelayan, cepat usir wanita itu!" teriak Moko.
"Baik Tuan." jawab pelayan itu dengan patuh.
Valen Kamprat di seret oleh pelayan tersebut sedangkan Moko menarik koper milik Valen Kamprat yang tadi disiapkan oleh pelayan.
"Lepaskan tanganmu yang kotor itu." ucap Valen Kamprat sambil berusaha melepaskan tangan pelayan itu tapi tangan pelayan itu lebih kuat.
Pelayan itu membuka pintu utama kemudian melepaskan Valen Kamprat. Valen Kamprat yang ingin masuk ke mansion di dorong oleh Moko sambil melemparkan tas milik Valen Kamprat.
"Pelayan, antar wanita ini ke rumahnya lalu pulang kembali ke sini lagi dan ajak salah satu bodyguard." ucap Moko.
"Baik Tuan." Jawab pelayan tersebut.
Moko hanya menganggukkan kepalanya kemudian membalikan badannya dan berjalan masuk kembali ke dalam rumahnya.
Moko membanting pintu dengan keras dan berjalan menuju ke arah tangga untuk masuk ke dalam kamarnya. Valen Kamprat akhirnya terpaksa pulang dengan di dampingi oleh bodyguard suruhan suaminya.
'Awas kamu Moko dan Alessandra, aku akan membalas dendam pada kalian berdua, tunggu saja pembalasanku. ucap Valen Kamprat dalam hati sambil menahan amarahnya.
Duag
"Akhhhhhhhh..." teriak Valen Kamprat kesakitan.
Bruk
Alessandra yang sangat kesal dengan Valen Kamprat menendang bokongnya membuat Valen berteriak kesakitan dan jatuh dengan posisi tengkurap.
"Siapa yang menendang ku?" Tanya Valen Kamprat sambil berusaha bangun lalu membalikkan badannya.
"Nona, jangan pura-pura gi*a karena di sini tidak ada orang." Ucap pelayan tersebut yang berdiri di sampingnya sambil kembali menarik tangan Valen Kamprat yang sempat terlepas.
"Tapi Aku sangat yakin kalau ada yang menendang bokongku." Ucap Valen sambil menarik tangannya kemudian mengusap bokongnya yang terasa sakit.
Tanpa menjawab bodyguard dan pelayan tersebut menarik tangan Valen Kamprat dengan paksa tanpa memperdulikan Valen Kamprat memberontak agar dirinya di lepaskan.
Merekapun pergi meninggalkan mansion milik Moko sedangkan Alessandra dan sistem yang berbentuk kucing hanya menatap kepergian Mereka sambil tersenyum menyeringai.
Di tempat yang sama hanya berbeda ruangan di mana Moko kini berbaring di ranjang sedangkan Alessandra dan sistem kini berdiri menatap apa yang akan dilakukan oleh Moko.
"Sial, seandainya aku tahu kalau Alessandra anak orang kaya dan cantik. Aku tidak akan melepaskannya, sungguh Aku sangat menyesal memutuskan hubungan Kami!"teriak Moko dengan nada frustrasi dan menyesali kebodohannya selama ini sambil mengingat masa lalu
FLASHBACK ON
"Aku dari pagi belum sarapan karena bosan dengan masakan pembantu sedangkan orangtuaku sibuk tidak pernah mau memasak dan sekarang mau makan siang di kantin juga bosan, masa hari ini tidak makan sih." ucap Moko dengan nada kesal.
"Aku bawa bekel kalau Kak Moko mau makan bekelku." ucap Alessandra menawarkan bekel makan siangnya.
"Kamu bawa bekel apa?" tanya Moko penasaran.
"Aku tadi pagi sudah sarapan, makanlah nanti sampai rumah kan aku bisa makan." jawab Alessandra sambil tersenyum
"Alessandra, terima kasih banyak ya, kamu memang gadis yang paling baik." ucap Moko sambil tersenyum.
"Terima kasih atas pujiannya." jawab Alessandra sambil membalas senyuman Alessandra.
Moko mencoba satu suap dan ternyata terasa enak dan Moko dengan semangat memakan makanan itu hingga habis tanpa sisa sedikitpun.
"Alessandra enak banget, siapa yang masak?" tanya Moko penasaran.
"Aku masak sendiri, syukurlah kalau suka. Kalau mau setiap hari aku bawain bekel." tawar Alessandra
"Benar? boleh banget karena Aku sangat senang dengan masakan buatanmu, terima kasih ya." Ucap Moko.
Alessandra hanya menganggukan kepala sambil tersenyum. Sejak saat itu Alessandra selalu membawa dua bekal makanan hal itu tentu saja membuat Moko sangat bahagia.
Tidak hanya itu disaat Moko mendapatkan hukuman dari orang tuanya berupa semua aset keuangan dibekukan dan Moko bercerita tentang apa yang terjadi. Tanpa di minta Alessandra langsung membantunya tanpa pernah banyak bertanya.
Sampai pada suatu saat datang mahasiswi baru yang cantik dan seksi. Valen Kamprat nama gadis itu, Valen Kamprat sangat menyukai Moko dengan berbagai cara Valen Kamprat menghasutnya hingga kelamaan Moko percaya dan mulai berpacaran secara diam - diam tanpa sepengetahuan Alessandra.
FLASHBACK OFF
Moko menghubungi orangtuanya untuk menceritakan semuanya tentang Valen Kamprat. Awalnya orang Tuanya terkejut tapi akhirnya orangtuanya menyetujui keputusan anaknya.
Selesai menelephon Moko berbaring di kamar mengingat kebersamaan dengan Alessandra tentang kejadian demi kejadian yang dialaminya.
Alessandra yang polos dan baik hati, tidak pernah menuntut dan memberi bantuan dalam mata pelajaran serta tidak pernah perhitungan dalam finansial dengan dirinya tapi malah dihina di depan teman - teman alummi kampusnya.
Valen Kamprat mahasiswi baru gadis cantik dan seksi siapapun pasti sangat menyukai bahkan tergila - gila padanya.
Moko yang awalnya tidak menyukainya tapi Valen Kamprat tidak pernah putus asa untuk menggodanya hingga suatu saat Valen Kamprat datang ke apartemen Moko dan menggodanya dengan alasan ingin ke toilet tapi Valen Kamprat sengaja membasahkan pakaiannya hingga melepaskan seluruh pakaiannya.
Valen Kamprat keluar dari kamar mandi hanya memakai ********** saja dan pura - pura menjemur pakaian yang basah. Moko yang baru pertama kali melihat Valen Kamprat hanya memakai ********** membuat adik kecilnya tegang dan terjadilah apa yang diinginkan Valen Kamprat.
Hal itu membuat Moko merasakan pertama kali nikmatnya hubungan suami istri ingin dan ingin melakukan itu lagi dan lagi. Tapi lama kelamaan Moko merasa bosan dan ingin memutuskan Valen Kamprat tapi Valen Kamprat menolaknya.
Moko mengatakan kalau dirinya menyukai Alessandra tapi Valen Kamprat berbohong mengenai Alessandra hingga awalnya Moko menyukainya berubah menjadi benci, kecewa dan sakit hati.
Itulah mengapa sampai Moko sengaja membuat malu terhadap Alessandra tapi ketika suaminya menceritakan tentang istrinya yaitu Alessandra membuat dirinya sedih kenapa tidak mempercayai kekasihnya.
"Alessandra, maafkan aku? seandainya waktu bisa ku ulang?" ucap Moko sedih.
"Alessandra, aku yakin kamu pasti mencintaiku jika ada kesempatan aku akan mengatakan maaf dan ingin kembali padamu dan aku yakin kamu pasti mau menerima diriku." ucap Moko dengan percaya diri.
Karena lelah Moko pun tertidur dengan memeluk guling sambil tangannya menggenggam foto Alessandra.
Waktu Mendadak Berhenti
"Dalam mimpi jika pemilik tubuh kembali ke pria brengs*k sepertimu. Pria yang tidak punya hati tidak pantas mendapatkan gadis sebaik pemilik tubuh." Ucap Alessandra.
"Apa yang dikatakan Nona benar, pria itu tidak pantas dicintai. Penyesalan yang tidak bisa diperbaiki."
Waktu berjalan seperti biasa
XXXXXX
Jam sembilan pagi Moko masih tertidur karena Moko baru bisa tidur dengan pulas jam 3 pagi. Suara ketukkan pintu tiada henti membuat Moko yang masih ngantuk terpaksa bangun dari tidurnya.
ceklek
Moko membuka pintu tampak seorang kepala pelayan menunduk dengan rasa ketakutan karena melihat raut muka Moko seperti menahan amarahnya.
"Ada apa?" Tanya Moko dengan nada setengah oktaf.
"Maaf Tuan, di ruang keluarga ada nyonya besar dan Tuan besar juga orangtua dari Nyonya Valen Kamprat." jawab kepala pelayan sambil menunduk takut.
"Bilang, aku mau mandi dulu nanti aku ke bawah." ucap Moko
"Baik Tuan." jawab kepala pelayan.
Kepala pelayan itupun pergi kemudian Moko menutup pintu dan berjalan menuju ke kamar mandi.
Tidak berapa lama Moko badannya sudah terasa segar, Moko pun turun menuju ke ruang keluarga.
Moko berjalan ke ruang keluarga menatap orangtuanya, Valen Kamprat dan orangtua istrinya. Moko duduk di tengah - tengah ibunya dan ayahnya berhadapan dengan ke dua mertuanya dan istrinya yang menatapnya sambil menangis sesunggukkan.
"Ada apa mencariku?" tanya Moko dengan nada dingin.
"Kenapa Nak Moko mengusir putri kami?" tanya Ibunya Valen Kamprat dengan nada lembut sambil menahan amarahnya.
"Valen Kamprat, memang bilang apa Bu?" tanya Moko dengan nada masih dingin.
"Valen Kamprat bilang habis pulang jalan - jalan sama temannya sampai rumah, nak Moko langsung mengusirnya." jawab Mommy Valen Kamprat berusaha menutupi kesalahan putri semata wayangnya.
"Selain itu?" tanya Moko lagi.
"Apakah benar nak Moko ingin menceraikan putri kami Valen Kamprat?" tanya Ibunya Valen Kamprat tanpa menjawab pertanyaan Moko.
"Iya benar sekali." jawab Moko dengan nada santai.
"Apa???..." jawab Mereka bertiga dengan serempak.
"Memang kenapa?" tanya Moko sambil menatap ke arah ke dua orang tua Valen Kamprat.
"Apa salah putri kami? Kami tahu Valen Kamprat masih mempunyai hobby jalan - jalan sama teman - temannya apakah itu salah? Apakah hanya gara - gara itu Valen Kamprat itu diceraikan? Kan bisa bicara baik - baik. Apa karena nak Moko mau bercerai karena bosan dan ingin menikah lagi?" tanya Mommy Valen Kamprat beruntun.
"Tugas seorang istri adalah melayani suaminya, Saya menikah sama seperti tidak menikah. Semua Saya lakukan sendiri dari pakaian hingga makan semua dilayani oleh pelayan." Ucap Moko sambil menatap tajam ke arah Valen Kamprat.
"Saya bekerja Valen Kamprat masih tidur, pulang kerja Valen Kamprat belum pulang dari jalan - jalan." sambung Moko
"Tapikan bisa dibicarakan baik - baik." ucap Mommy Valen Kamprat.
"Saya cape bicara baik - baik setiap dikasih tahu malah melawan!! apa itu sikap seorang istri!!" teriak Moko yang tidak bisa menahan emosinya.
"Baru juga tiga hari menikah masa sudah minta cerai apa kata orang?" tanya Ibunya Valen Kamprat dengan nada protes.
"Maaf, seharusnya Anda berdua sebagai orang tuanya ngasih tahu cara menjadi istri yang baik? Bukannya keluyuran ngga jelas, kalau masih keluyuran ngapain juga nikah." ucap Moko dengan nada ketus.
"Valen Kamprat kamu mau merubah tidak? Tidak keluyuran dan tinggal di rumah mengurus suami?" tanya Ibunya Moko untuk menengahi.
"Baik Ma, Saya akan merubah sikap Saya untuk tidak keluyuran dan mengurus semua keperluan suami." jawab Valen Kamprat yang terpaksa menuruti.
'Dalam mimpi, beberapa hari Aku akan turuti setelah itu kembali kebiasaan lamaku.' Ucap Valen Kamprat dalam hati.
"Tuhkan, putri Saya kalau dikasih tahu langsung nurut!" protes Ibunya Valen Kamprat dengan nada kesal.
"Ok Saya tidak jadi menceraikannya, asalkan semua fasilitas kartu kredit dan mobil Saya sita semuanya. Valen Kamprat hanya di rumah saja tanpa boleh pergi ke mana - mana dan turuti semua perintahku." ucap Moko dengan nada tegas.
'Si*l kalau itu sama saja aku terkurung di mansion ini bikin bosan tapi iyain aja deh daripada aku nanti diceraikan.' Ucap Valen Kamprat dalam hati.
"Baiklah aku setuju dan menuruti semua perintahmu." jawab Valen Kamprat terpaksa menyetujui permintaan Moko.
"Tuhkan, putri Saya kalau dikasih tahu langsung nurut!" protes Mommy Valen Kamprat mengulangi kata - katanya kembali.
Moko hanya diam dan langsung berdiri dan masuk ke dalam ruangan kerja. Tidak berapa lama Moko keluar dari ruangan kerja dan berjalan menuju ruang keluarga sambil membawa selembar kertas.
"Valen Kamprat, ini ada surat perjanjian disaksikan oleh orang tua kita masing - masing, isi surat ini isinya tentang bahwa dirimu berjanji untuk menjadi istri yang patuh terhadap suami, melayani semua kebutuhan suami termasuk memasak, tinggal di rumah tidak boleh keluyuran, tidak boleh ada yang disembunyikan dari pasangan, segala fasilitas mobil, kartu kredit dan lainnya aku cabut. Jika melanggar salah satu maka bersedia untuk diceraikan." ucap Moko sambil memberikan kertas itu ke Valen Kamprat.
"Baiklah." ucap Valen Kamprat dengan nada pasrah.
Valen Kamprat pun menandatangani disaksikan oleh kedua orangtuanya.
"Karena aku sudah tanda tangan berarti aku boleh kembali ke sinikan?" tanya Valen Kamprat penuh harap.
"Silahkan saja." ucap Moko.
Orang tua masing - masing sangat senang karena ke dua anaknya tidak jadi bercerai. Valen Kamprat dengan senang hati lalu berdiri namun baru beberapa langkah ponselnya berbunyi.
Valen Kamprat merasa gugup pasalnya panggilan video call dari teman - temannya.
"Maaf aku mau terima panggilan video call dulu sekalian mau ambil koperku." ucap Valen Kamprat gugup
"Tidak, duduk di sini kami semua ingin mendengarnya." pinta Moko tegas karena Moko curiga ada yang disembunyikan dari dirinya.
Dengan terpaksa Valen Kamprat duduk kembali dan menerima panggilan video call dari teman - temannya.
📱 "Hallo Valen Kamprat" sapa teman - temannya
📱"Iya Hallo, ada apa?" tanya Valen Kamprat tanpa basa basi.
📱"Ah, tidak cuman aku hanya mau tanya kemarin kan kita - kita di traktir di beliin barang branded terus pas makan di restoran kartumu kan di blokir terus pinjam sama kita, kan uangku Rp. 5,000,000.- sesuai janjimu kasih bunga jadi Rp. 10,000,000.- janjimu hari ini dikasih. Jadi jam berapa ngasihnya?" tanya temannya.
📱" Aku.." ucap Valen Kamprat menggantungkan kalimatnya dengan wajah pucat dan bingung untuk menjawabnya.