
Tiba - tiba perut David bernyanyi riang membuat dokter Karen tersenyum begitu pula dengan David.
"Aku akan masak buat honey." Ucap dokter Karen sambil berjalan ke arah pintu kamarnya.
David hanya menganggukkan kepalanya sedangkan dokter Karen berjalan sambil tersenyum bahagia karena David akan beusaha untuk menghilangkan jiwa psycophatnya.
Hingga dua puluh menit kemudian pintu kamar David terbuka membuat David menatap ke arah pintu dan melihat dokter Karen mendorong troli di mana ada dua piring dan dua gelas air mineral.
"Sayang makan dulu ya? aku suapi." ucap dokter Karen.
"Kita makan masing - masing saja." Ucap David.
"Tapi Aku ingin menyuapi suamiku." Ucap dokter Karen.
"Baiklah." jawab David dengan singkat sambil tersenyum bahagia.
Dokter Karen pun mengambil sendok yang sudah ada makanannya kemudian mulai menyuapi David. Namun ketika suapan ke dua David menutup mulutnya dan tangan kanan dokter Karen digenggamnya lalu sendok diarahkan ke mulut dokter Karen.
"Selain menyuapi Aku, istriku juga makan." ucap David sambil tersenyum
Dokter Karen hanya tersenyum dan membuka mulutnya hingga tidak terasa makanannya tersebut habis tanpa sisa. Dokter Karen pun meletakkan piring tersebut ke troli kemudian dokter Karen mengambil gelas yang berisi minuaman mineral. David meminum setengah gelas air dan sisanya dokter Karen yang menghabiskan.
"Aku masih lapar." Ucap David.
Dokter Karen hanya menganggukkan kepalanya kemudian mengambil piring satunya. Mereka makan saling suap - suapan hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makam dan minum.
"Sekarang kamu istirahat karena Aku ingin melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda." ucap David.
"Baik honey." jawab dokter Karen dengan patuh.
Dokter Karen berbaring di ranjang dan tidak membutuhkan waktu lama dokter Karen tertidur dengan pulas sedangkan David berdiri dan membalikkan badannya menuju ke arah sofa untuk mengerjakan pekerjaan kantor yang sempat tertunda.
xxxxxxx
Tiga Hari Kemudian
Tidak terasa hari berlalu dengan cepatnya dan hubungan David dengan dokter Karen berjalan dengan harmonis. Sedangkan dokter Alesandra dengan Michael mereka tidak pernah bertemu apalagi berkomunikasi.
Hal itu dikarenakan dokter Alesandra ingin bermain dengan ke dua anak kembarnya dan membiarkan Michael yang sibuk mencari keberadaannya.
Untuk dokter Sandra dengan Federick di mana dokter Sandra enggan bertemu dengan Federick karena dirinya masih kecewa dan ingin sendiri dulu.
"Honey besok aku kerja lagi di tempatmu ya?" pinta dokter Karen sambil menatap suaminya.
"Di pusat apa di cabang?" tanya David.
"Terserah honey, Aku bosan honey kalau di rumah terus." ucap dokter Karen sambil menggambar abstrak di dada bidang suaminya dengan menggunakan tangannya.
"Di pusat saja sayang, biar Aku semangat kerjanya." ucap David.
"Benarkah honey?" Tanya dokter Karen sambil tersenyum bahagia.
"Iya sayang, agar kemana - mana sama Aku terus." ucap David.
"Honey tidak bosan seharian ketemu sama Aku terus? Di rumah juga di kantor?" tanya dokter Karen penasaran.
"Apa kamu bosan setiap hari melihatku?" tanya David dengan nada kesal.
"Tidak honey, Aku mana bosan melihatmu malah Aku pikir honey yang bosan jika melihatku terus." ucap dokter Karen kemudian mengecup pipi suaminya dengan singkat.
"Aduh... honey... sakit.." ucap dokter Karen dengan nada manja sambil mengusap keningnya yang disentil oleh suaminya.
David mengelus kening dokter Karen sambil meniupnya sedangkan dokter Karen menghirup aroma mint yang keluar dari mulut David.
"Habis kamu ngomongnya seperti itu, mana bisa Aku bosan denganmu istriku? Aku ingin kita seperti ini terus." ucap David sambil menatap mata istrinya.
Dokter Karen melihat mata David dan tidak ada kebohongan di matanya membuat dokter Karen tersenyum bahagia.
"Honey." panggil dokter Karen.
"Iya sayang." jawab David.
"Honey Aku ingin merasakan nasi goreng buatan honey." pinta dokter Karen dengan menampilkan puppy eyes nya.
"Maaf sayang, hari ini Aku lagi malas masak." ucap David terus terang.
Dokter Karen hanya terdiam dan wajahnya dibenamkan ke dada bidang suaminya dan tidak berapa lama keluar air mata. Sedangkan David yang membelai rambut dokter Karen merasakan kemejanya basah.
"Sayang kenapa kamu menangis?" tanya David terkejut sambil menarik perlahan dagu dokter Karen.