
Selesai mengobati dokter Alessandra dan mengobrol sebentar, dokter Sandra dan Federick pulang ke mansion. Sedangkan Michael membersihkan tubuhnya yang lengket tanpa memperdulikan jahitannya terbuka dan darah segar keluar dari tubuhnya.
Perlahan dokter Alessandra membuka matanya menatap ke arah pintu kamar mandi di mana Michael sedang mandi.
"Nona, jalan ceritanya jadi berubah."
xxxxxxxxxxxxxxxxxx
Jalan Cerita Seharusnya
Selesai melakukan hubungan suami istri mereka tertidur dengan pulas. Hingga jam empat pagi dokter Alessandra perlahan bangun dari ranjangnya sambil menahan rasa perih di bagian privasinya.
Dokter Alessandra berjalan perlahan sambil menahan rasa perih menuju ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket kemudian memakai pakaian.
Dokter Alessandra membawa beberapa pakaian dan juga mengambil buku tabungan serta uang simpanan yang di simpan di dalam lemari.
Dokter Alessandra menulis sepucuk surat setelah selesai dokter Alessandra perlahan keluar dari kamarnya sambil membawa tas yang tidak begitu besar. Sampai di lantai satu dokter Alessandra memesan taksi setelah selesai memesan dokter Alessandra keluar dari apartemennya.
Setelah menunggu agak lama taksipun datang, dokter Alessandra naik taksi.
"Pak bandara Soekarno Hatta, cepat ya pak." ucap dokter Alessandra.
"Baik Nona." Jawab sopir taksi itu.
Dokter Alessandra membuka ponselnya untuk memesan tiket ke luar negri lewat online. Satu jam lamanya di perjalanan akhirnya dokter Alessandra sudah sampai di bandara dan mengambil tiket.
Dokter Alessandra berjalan masuk ke dalam toilet untuk memakai hoodie berwarna hitam kemudian memakai masker. Setelah selesai dokter Alessandra menutupi kepalanya dengan topi berwarna hitam dan memakai kacamata hitam juga agar dirinya tidak dikenali terlebih untuk berjaga - jaga kalau sewaktu-waktu Michael meretas cctv bandara.
'Untung beberapa orang yang ada di bandara sepertiku jadi Michael akan sulit mencariku.' ucap dokter Alessandra dalam hati.
Baru saja beberapa langkah berjalan dokter Alessandra mendengar seorang gadis sedang menangis membuat dokter Alessandra tidak tega. Dokter Alessandra menghampiri gadis tersebut.
"Kenapa menangis?" tanya dokter Alessandra dengan nada lembut.
"Aku sudah beli tiket ke negara S tapi aku baru saja di telp tanteku katanya mommy dan daddyku meninggal sedangkan aku tidak ada uang lagi untuk beli tiket." ucap gadis tersebut sambil mengusap air matanya.
"Memangnya kamu mau ke negara mana?" tanya dokter Alessandra dengan nada lembut.
"Aku mau ke negara A." jawab gadis tersebut.
"Kalau begitu tiketnya tukar punyaku saja." usul dokter Alessandra dengan nada lembut.
"Benarkah? tapi KTP dan pasportku kan beda?" tanya gadis tersebut
"Kita tukar semuanya termasuk tas yang berisi pakaian." jawab dokter Alessandra dengan nada lembut.
"Beneran?" tanya gadis tersebut dengan nada senang.
"Benar." Jawab dokter Alessandra.
Akhirnya mereka menukar identitasnya juga pakaian yang berada di dalam tas mereka karena dokter Alessandra tidak tega kalau gadis itu tidak mempunyai uang dokter Alessandra juga memberikan jam tangan, ponsel dan gelang yang semua dibelikan Michael waktu itu untuk diberikan oleh gadis tersebut.
"Terimalah ini jam tangan, Ponsel dan gelang. Kamu bisa menjualnya jika membutuhkan uang." ucap dokter Alessandra dengan nada lembut.
" Tapi ke tiga barang ini sangat mahal." ucap gadis itu yang mengerti kalau milik dokter Alessandra adalah barang branded.
'Dasar bodoh, mau saja Aku bohongin kalau Aku tidak punya uang.' sambung gadis tersebut dalam hati.
"Tidak apa-apa santai saja." ucap dokter Alessandra sambil tersenyum.
"Terima kasih banyak, apakah kamu mempunyai ponsel?" tanya gadis tersebut.
"Ada, memang kenapa?" Tanya dokter Alessandra.
'Jangan bilang mau di minta.' ucap dokter Alessandra dalam hati.
"Kita tukaran nomer untuk saling berhubungan dan siapa tahu suatu saat nanti Aku gantian yang menolongmu." ucap gadis itu sambil memasukkan ke tiga barang tersebut ke dalam tas dokter Alessandra yang sekarang menjadi miliknya.
"Boleh, sebentar lagi pesawatnya mau jalan. Oh ya aku ikut berduka cita semoga Mommy dan Daddymu semoga tenang di alam sana." ucap dokter Alessandra dengan nada tulus.
"Amin. Terima kasih semoga dirimu selalu bahagia." ucap gadis itu sambil berjalan meninggalkan dokter Alessandra.
"Amin." Ucap dokter Alessandra.
'Mungkin ini sudah jalannya, Aku harus ke negara S dengan identitas baru dan ke tiga barang pemberian Michael kuberikan sama gadis tersebut karena jika Aku pegang akan membuatku terluka dan sakit hati." ucap dokter Alessandra dalam hati.
Dokter Alessandra berjalan dengan santai memasuki pos pemeriksaan, setelah beberapa lama dokter Alessandra kini sudah berada di dalam pesawat dan duduk sambil menatap kota Jakarta.
'Maafkan aku Karen dan Sandra, Aku pergi tanpa pamit. Aku ingin menenangkan diriku dan ingin pergi menjauh dari Michael orang yang sangat ku cintai sekaligus orang yang Aku benci.' ucap dokter Alessandra dalam hati.
Air mata dokter Alessandra keluar dan langsung di hapus dengan kasar karena lelah dokter Alessandra tertidur terlebih jarak dari Jakarta ke negara S membutuhkan waktu 18 jam lebih.
Sedangkan di tempat yang berbeda lebih tepatnya di apartemen milik dokter Alessandra di mana tangan kanan Michael bergerak ke arah samping tapi tangan Michael tidak merasakan ada tubuh dokter Alessandra.
Hal itu membuat tangannya meraba-raba tapi dokter Alessandra tidak ada membuat Michael terpaksa membuka matanya walau matanya sangat mengantuk.
Michael duduk di kepala ranjang dan melihat ranjang di sebelahnya tidak ada dokter Alessandra.
"Alessandra kemana ya?" tanya Michael sambil menatap sekeliling kamar.
"Alessandra!!!" teriak Michael.
hening
hening
Michael menatap ke arah kamar mandi namun tidak terdengar suara gemericik air membuat Michael menatap sekeliling kamar. Hingga Michael tanpa sengaja menatap ke atas meja dan melihat uang 200 lembar berwarna merah dan kartu kredit tanpa batas masih tergeletak dan juga ada selembar kertas. Michael pun mengambilnya dan membacanya.
Untuk kak Michael,
Jujur aku ingin mengatakan pada kak Michael kalau kebersamaan kita selama ini membuat hatiku merasa nyaman dan Aku mulai jatuh cinta padamu. Segala bentuk perhatian kak Michael membuatku sebagai seorang wanita sangat bahagia.
Ketika kak Michael terluka hatiku terasa sakit sekali karena Aku tidak bisa melihat orang yang Aku cintai terluka. Lebih baik Aku yang terluka dari pada kak Michael yang terluka.
Maaf Kak, Aku bukan seperti wanita yang di luaran sana yang suka menjajakan tubuhnya demi uang karena itu semua uang dan kartu kredit tanpa batas Aku tidak sentuh sama sekali semuanya ada di atas meja.
Aku pergi kak meninggalkan rasa sakit teramat sangat karena perbuatan kak Michael mengambil mahkota ku yang paling berharga dan menganggap Aku sebagai wanita murahan serta tidak mempunyai harga diri.
Aku hanya mendoakan semoga Kak Michael selalu bahagia dan menemukan seorang gadis yang lebih baik dariku.
Nomer pin apartemen ku adalah tanggal, bulan dan tahun Kak Michael karena Aku sangat mencintaimu. Semoga orang yang kucintai selalu bahagia.
Love,
Nb. Kak Michael jika seandainya Aku mati tolong kuburkan Aku bersebelahan kuburan orang tuaku.
Michael meremas surat dari dokter Alessandra hingga menjadi lecek kemudian membuangnya secara asal.
"Kenapa hatiku sangat sakit ketika Alessandra menulis seperti ini." ucap Michael sambil menarik rambutnya.
Michael menghubungi dokter Alessandra tetapi nomer ponselnya tidak aktif. Sampai berulang-ulang Michael menghubunginya tapi tetap saja tidak aktif.
"Kenapa ponselnya tidak aktif ya?" tanya Michael dengan wajah bingung.
"Kamu tidak mungkin bisa pergi menjauh dariku karena apa yang sudah menjadi milikku akan selamanya milikku. Kamu boleh pergi tapi jam tangan, ponsel dan gelang sudah Aku kasih pelacak sehingga sejauh apapun kamu pergi Aku pasti menemukanmu." ucap Michael sambil tersenyum menyeringai.
Michael belum menyadari kalau dirinya juga sudah jatuh cinta tapi karena tertutup oleh rasa empatinya membuat Michael seperti itu.
Michael menghubungi temannya untuk melacak keberadaan dokter Alessandra. Sambil menunggu Michael membersihkan dirinya kemudian memakai handuk bekas dokter Alessandra sambil menunggu ke datangan anak buah kepercayaannya untuk mengantar pakaian ganti.
"Uang dan kartu ini akan aku simpan di laci apartemen Alessandra dan menguncinya. Jika suatu saat dia datang Alessandra bisa menggunakannya." ucap Michael sambil meletakkan uang dan kartu kredit tanpa batas ke dalam laci dan menguncinya.
"Kunci ini aku sembunyikan di kolong lemari agar aman." sambung Michael.
Hampir satu jam Michael berada di apartemen milik dokter Alessandra hingga akhirnya Michael pergi meninggalkan apartemen tersebut untuk mencari keberadaan dokter Alessandra.
xxxxxxxxxxxxxxxxxx
"Iya dong, harus berubah jalan ceritanya." Ucap dokter Alessandra.
"Setelah ini apa yang akan Nona lakukan?"
"Ada deh." Jawab dokter Alessandra.
"Nyebelin."
Dokter Alessandra hanya tersenyum memandangi sistem tersebut yang berwujud kucing yang sangat menggemaskan. Sedangkan sistem tersebut menjulurkan lidahnya kemudian menghilang dari pandangannya.
Ceklek
Dokter Alessandra yang masih menatap ke arah pintu kamar mandi melihat Michael keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk.
"Sudah sadar, mana yang sakit?" Tanya Michael sambil berjalan ke arah dokter Alessandra.
"Bekas luka tembak terasa nyeri." Jawab dokter Alessandra.
"Maaf, seharusnya Aku mempercayaimu kalau Kamu tidak mungkin mencelakaiku." Ucap Michael dengan wajah merasa bersalah sambil duduk di sisi ranjang dokter Alessandra.
"Lupakan apa yang telah terjadi." Ucap dokter Alessandra sambil menatap dada kekar Michael.
"Aku sudah sangat jahat padamu tapi kenapa kamu masih baik padaku?" Tanya Michael sambil mengusap rambut dokter Alessandra dengan lembut.
"Aku sangat tulus mencintai Kak Michael karena itu Aku melupakan apa yang Kak Michael lakukan padaku." Jawab dokter Alessandra.
"Aku mohon jangan lelah untuk mencintaiku. Aku akan berusaha untuk menghilangkan jiwa psychophat yang kadang muncul tanpa bisa Aku kendalikan." Ucap Michael sambil menggenggam tangan dokter Alessandra.
"Aku tidak akan mungkin lelah untuk mencintai Kak Michael. Sekarang Kak Michael pakai baju nanti masuk angin." Ucap dokter Alessandra.
Michael hanya tersenyum kemudian Michael turun dari ranjang kemudian membalikkan badannya dan berjalan ke arah meja. Di mana di atas meja ada paper bag yang berisi pakaian ganti sedangkan dokter Alessandra tanpa sengaja melihat punggung Michael yang berbalut perban putih berubah warna menjadi warna merah.
Hal itu membuat dokter Alessandra berusaha untuk bangun sambil meringis menahan rasa perih. Michael yang mempunyai pendengaran tajam langsung membalikkan badannya kemudian berjalan ke arah ranjang di mana dokter Alesandra berbaring.
"Mau kemana?" Tanya Michael sambil menahan tubuh dokter Alessandra agar kembali berbaring.
"Luka tembak Kak Michael terbuka, Aku ingin mengobati luka tembak Kak Michael." Jawab dokter Alessandra.
"Biarkan saja, ini tidak sebanding dengan apa yang sudah Aku lakukan padamu." Ucap Michael.
"Kak Michael harus memperdulikan diri Kak Michael, jadi Aku ingin mengobati luka Kak Michael agar tidak infeksi." Ucap dokter Alessandra.
"Tapi ..." Ucapan Michael terpotong oleh dokter Alessandra.
"Kalau memang Kak Michael sayang sama Aku, Aku mohon obati luka Kak Michael." Mohon dokter Alessandra.
"Tapi kamu masih terluka bahkan kamu mau duduk saja kamu meringis." Ucap Michael yang tidak tega melihat kondisi dokter Alessandra.
"Aku akan menahannya apalagi kedua tanganku baik - baik saja." Ucap dokter Alessandra sambil kembali bangun.
Michael yang ingin melarang dokter Alesandra di mana dokter Alessandra berusaha duduk sambil meringis menahan rasa perih. Namun dokter Alessandra tetap memaksanya kemudian dokter Alessandra mulai mengobati luka Michael hingga lima menit kemudian dokter Alesandra sudah selesai mengobatinya.
"Sudah selesai, besok usahakan jangan terkena air." Ucap dokter Alessandra sambil tersenyum.
Michael hanya menganggukkan kepalanya kemudian Michael kembali turun dari ranjang kemudian berjalan ke arah meja dekat sofa.
"Kenapa memakai pakaian di depanku?" Tanya dokter Alessandra sambil memalingkan wajahnya ke arah samping ketika melihat Michael menarik lilitan handuk.
"Memangnya kenapa?" Tanya Michael sambil memakai pakaiannya dengan santai.
"Memangnya Kak Michael tidak malu memakai pakaian di depanku? Apa jangan - jangan Kak Michael sudah biasa memakai pakaian di depan wanita lain?" Tanya dokter Alessandra tanpa menjawab pertanyaan Michael.
"Hanya di depanmu Aku memakai pakaianku jadi buat apa Aku malu." Jawab Michael sambil masih memakai pakaiannya.
Setelah selesai Michael berjalan ke arah dokter Alessandra kemudian duduk di sisi ranjang sambil menatap wajah cantik dokter Alessandra.
"Jujur baru kali ini Aku dekat dengan seorang wanita dan wanita itu adalah kamu." Ucap Michael.
Dokter Alessandra hanya tersenyum mendengar ucapan Michael sedangkan Michael berbaring di sisi ranjang kemudian menatap ke arah dokter Alessandra.
"Hoam ... Aku mau tidur." Ucap dokter Alessandra sambil menguap.
"Tidurlah. Aku akan menemanimu tidur." Ucap Michael sambil masih menatap dokter Alessandra.
"Jangan kuatir aku tidak akan menyakiti atau melakukan hubungan suami istri sebelum kita menikah." Sambung Michael.
Dokter Alesandra hanya menganggukkan kepalanya kemudian memejamkan matanya. Tanpa menunggu lama dokter Alessandra tertidur dengan pulas.
"Aku sangat mencintaimu." Ucap Michael sambil memejamkan matanya.
Tidak membutuhkan waktu lama Michael tidur dengan pulas sama seperti dokter Alessandra. Sesuai perkataan Michael kalau dirinya tidak menyakiti atau melakukan hubungan suami istri.
xxxxxxxxxxxxxxxxxx