
"Sayang kamu kenapa?" Tanya Valen dengan wajah terkejut.
"APAKAH KAMU TULI, AKU BILANG KELUAR DAN JANGAN TEMUI AKU !!! bentak Michael dengan suara menggelegar.
"Sayang, biasanya kamu selalu menuruti apa yang Aku minta. Aku minta uang segitu kan karena Sayangku sudah lama tidak memberiku uang." Ucap Valen dengan suara menggoda tanpa memperdulikan bentakan Michael.
'Si*l, awas saja kalau Aku sudah berhasil menghabiskan uangnya akan Aku tendang Kak Michael.' Sambung Valen dalam hati.
"DASAR WANITA TIDAK TAHU MALU, AKU TAHU KAMU HANYA MEMANFAATKAN AKU! PENGAWAL!" Teriak Michael.
Tidak berapa lama datang dua pengawal dan langsung masuk ke dalam kamar Michael.
"Ada apa tuan?" tanya ke dua bodyguard tersebut.
"Usir wanita itu dan jangan ijinkan dia masuk ke rumahku!" perintah Michael.
"Hahaha Hahaha... tawa Valen dan dua bodyguard bersamaan.
"Kenapa kalian tertawa?" Tanya Michael dengan nada satu oktaf.
"Kamu tahu Michael? Ke dua bodyguard mu adalah Kakak sepupu jauhku dan Kepala pelayan adalah bibiku." Ucap Valen sambil tersenyum devil.
"Bagaimana bisa?" Tanya Michael dengan wajah terkejut.
"Bisa saja dan sekarang ini Kamu sendirian Michael dan tidak ada orang yang bisa membantumu." Jawab Valen.
"Kakak dudukkan Dia ke kursi roda itu dan paksa menandatangani surat kekuasaan untuk pemindahan perusahaan dan mansion ini atas namaku. Jika menolak maka siksa ibunya!" Perintah Valen tanpa rasa empati sedikitpun.
Ke dua bodyguard itupun melakukan perintah Valen dengan membawa Michael dan didudukkan di kursi roda kemudian memberikan kertas pemindahan atas nama Valen.
Michael menandatangani kertas tersebut karena tidak ingin ibunya di siksa. Tanpa sepengetahuan mereka Michael memencet tombol darurat di pegangan kursi roda bagian bawah.
Valen yang melihat Michael sudah selesai menandatangani dokumen tersebut membuat Valen mengambil paksa dokumen tersebut yang sudah ditandatangani oleh Michael.
"Hahaha ..... Akhirnya semua kekayaanmu sekarang menjadi milikku. Kamu tahu Michael kata - katamu memang benar aku memang memanfaatkan mu, Kamulah mesin atm ku." Ucap Valen sambil tertawa jahat.
"Awalnya tadi aku pura - pura bunuh diri karena aku ingin kamu mau memaafkan aku dan bisa bersama kembali karena Aku tidak ingin melukaimu. Tapi karena kamu tidak memberi uang yang ku minta dan membentak ku bahkan mengusirku maka kamu harus mati. Kakak beri dia obat bius dan ceburkan dia di kolam renang!" Perintah Valen.
"Ok."Jawab ke dua bodyguard tersebut.
Salah satu bodyguard tersebut memegang tangan Michael dan bodyguard satunya lagi memberi kain yang sudah diberi obat bius. Setelah Michael tidak sadarkan diri barulah Mereka membawa menuju ke lantai bawah dengan menggunakan lift.
Michael dibawa ke dalam ruangan kolam renang dan tidak ada satupun yang membantunya karena Valen memang sudah merencanakannya dengan sangat matang.
Ketika Michael di dorong oleh Valen menuju ke kolam renang datang Alessandra dan menampar ke dua pipi Valen.
xxxxxxx Rekaman CCTV OFF xxxxxxxxx
Mommy Elisabeth, Michael dan Mike terkejut melihat Alessandra ternyata bisa bela diri melawan ke dua bodyguard tersebut dan juga melawan kepala pelayan.
"Alessandra ternyata bisa bela diri." Ucap Mommy Elisabeth dengan wajah terkejut.
"Iya Mom." Jawab Michael sambil menonton rekaman video cctv.
Di kamera cctv tersebut terlihat Alessandra berusaha menahan kursi roda yang diduduki Michael yang didorong oleh Valen sampai Alessandra dipukul oleh salah satu dari mereka.
Tanpa sepengetahuan Mereka kalau rekaman tersebut ada yang ditambahkan dan ada yang dikurangi oleh Alessandra.
Hingga Mereka melihat Michael tersadar dan berusaha berjalan dan menolong Alessandra yang tercebur di kolam renang.
Tampak Valen, dua bodyguard dan kepala pelayan terkejut dan ingin menyerang lagi tapi muncul Mommy Elisabeth, para pengawal dan juga Mike kemudian mereka menangkap Valen, kepala pelayan dan dua orang bodyguard.
"Mike apakah mereka semua sudah dimasukkan keruangan bawah tanah?" Tanya Michael dengan nada dingin sambil menahan amarahnya setelah mengetahui apa yang telah terjadi.
"Sudah tuan, Mereka sudah diikat. Aku sudah menanyakan apa motifnya dan siapa dalang dibalik semuanya tapi karena tidak dijawab Aku menyiksanya dan baru diketahui mereka menginginkan harta tuan."Jawab Mike menjelaskan.
"Kurung mereka jangan dikasih makan." Ucap Michael.
"Baik Tuan." Jawab Mike.
"Aku mau melihat Alessandra dulu, Mom." Ucap Michael.
"Baik Mom." Jawab Michael.
Mommy Elisabeth dan Michael berjalan ke arah lift kemudian Michael menekan tombol lift.
Kini Mommy Elisabeth dan Michael masuk ke dalam kamar tamu di mana Alessandra berbaring di ranjang. Michael mendekati ranjangnya yang ditiduri oleh Alessandra namun Michael sangat terkejut pasalnya melihat perubahan drastis pada tubuh dan wajah Alessandra.
"Mommy, benarkah ini Alessandra? Berarti kemarin benar Aku melihat wajah Alessandra? Karena waktu itu Aku menuruni anak tangga dan melihat ada seorang gadis sedang naik tangga." Ucap Michael.
"Iya Sayang , Dia memang Alessandra." Jawab Mommy Elisabeth.
Mommy Elisabeth pun menceritakan yang sebenarnya kepada Michael kenapa Alessandra melakukan ini semua.
xxxxxx Flashback On xxxxxx
Mommy Elisabeth waktu itu sedang di rumah dan ingin istirahat hingga tiba-tiba di telephone oleh Daddy David.
("Hello Eli?" Panggil Daddy David).
(Iya hello, tumben telephone ada apa Kak?" Tanya Mommy Elisabeth).
("Ada yang ingin kukatakan padamu tapi kumohon jangan beritahu Alessandra terlebih dahulu karena nanti kalau sudah menikah baru aku akan mengatakannya." ucap Daddy David).
("Alessandra sebenarnya sangat cantik mirip mendiang ibunya tapi gara-gara waktu Alessandra masih kecil, Alessandra sempat diculik dan meminta tebusan ke Kami. Aku bersyukur bisa menyelamatkannya dan sejak kejadian itu Aku terlalu over protektive menyuruh Alessandra berpenampilan culun agar Alessandra terlindungi oleh orang - orang jahat." Sambung Daddy David).
("Waktu sekolah, Alessandra sering dibully hingga suatu ketika salah seorang temannya menjelekkan ibunya Alessandra yang juga istriku. Selama ini Alessandra selalu pendiam namun karena menjelekkan Ibunya membuat Alessandra sangat marah dan akhirnya Alessandra memukul dan melukai teman-teman yang menghina Ibunya." Sambung Daddy David).
("Aku sebagai orangtuanya dipanggil, para ibu sangat marah dan tidak terima anak - anaknya dihukum dan diminta Alessandra dikeluarkan dari sekolah dan dipenjara karena melukai anak - anaknya." Sambung Daddy David lagi).
("Lalu apa yang terjadi selanjutnya?" Tanya Mommy Elisabeth sambil menahan amarahnya terhadap teman-temannya Alessandra).
("Aku diam mendengarkan ocehan - ocehan mereka setelah mereka bicara Aku menanyakan ke putri kesayanganku dan Alessandra menceritakan semuanya. Kami semua terkejut terlebih setelah melihat kamera cctv." Jawab Daddy David).
("Aku sebagai orangtuanya marah dan meminta pihak sekolah mengeluarkan mereka yang membully anak kesayanganku." Sambung Daddy David).
("Bukan itu saja Aku menyuruh orang kepercayaan ku untuk menarik semua saham milik orangtuanya karena anaknya telah menghina putriku." Sambung Daddy David).
("Karena itulah kalau memang Michael mencintainya dengan tulus Aku rela memberikannya pada Alessandra karena Alessandra hidupnya sangat menderita." Sambung Daddy David lagi).
("Aku Mommy Elisabeth berjanji untuk menjaga Alessandra dan menasehati Michael jika melakukan kesalahan." Ucap Mommy Elisabeth dengan nada tegas).
("Aku percaya padamu. Hingga tiga tahun kemudian Alessandra kembali di bully lagi ketika Alessandra makan siang makanannya sengaja di senggol hingga terjatuh ke lantai. Alessandra sangat marah dan akhirnya bertengkar lagi. Akhirnya Kami sebagai orang tuanya di panggil dan Aku melakukan seperti tadi." Ucap Daddy David).
("Aku setuju dengan apa yang Kak David lakukan karena Mereka pantas mendapatkannya." Ucap Mommy Elisabeth).
("Terima kasih dan maaf, sudah dulu ya Alessandra datang." Ucap Daddy David).
("Ok." Jawab Mommy Elisabeth singkat dan padat).
tut tut tut tut
Suara sambungan telepon terputus secara sepihak oleh Daddy David kemudian Mommy Elisabeth meletakkan kembali ponselnya.
xxxxxxx Flashback Off xxxxxx
"Kamu sudah tahukan, kuharap kamu jangan marah terhadap Alessandra, kasihan hidupnya menderita." ucap Mommy Elisabeth mengakhiri ceritanya.
"Baik Mam, Aku berjanji akan menjaganya." Ucap Michael.
"Ok. Mommy percaya padamu, Mommy tinggal dulu Mommy ingin istirahat sangat lelah." Ucap Mommy Elisabeth sambil turun dari ranjang.
"Baik Mom, Aku akan menjaganya." Ucap Michael.
"Jaga dia dan jangan kamu apa - apain Alessandra karena Kalian belum resmi menikah." Ucap Mommy Elisabeth.
"Mommy tenang saja." Ucap Michael.
Mommy Elisabeth pun keluar dari kamar tersebut sedangkan Michael duduk di ranjang memperhatikan Alessandra terbaring dan masih memejamkan matanya.
"Sangat cantik dan seksi." Ucap Michael sambil tersenyum bahagia.