Alessandra

Alessandra
Batu Giok dan Pangeran Kesembilan Bagian Ke 10



"Karena membunuh Pangeran Ke 2 dan Pangeran Ke 4 agak sulit dan waktuku sangat terbatas jadi tidak bisa sekaligus." Jawab Alesandra.


"Kenapa sulit? Aku bisa bela diri dan di tambah pasukan bayanganku pasti bisa membunuh Pangeran Ke 2 dan Pangeran Ke 4." Jawab Pangeran Ke 9.


"Pangeran Ke 2 dan Pangeran Ke 4 mempelajari ilmu sihir karena itulah agak sulit. Sedangkan untuk Putra Mahkota yang di bantu monster sangat sulit melawannya karena ilmu sihirnya sangat kuat. Walau Kita mengetahui kelemahannya namun Putra Mahkota sangat licik." Ucap Alesandra.


"Kenapa kita tidak membunuh Putra mahkota baru membunuh pangeran lainnya?" Tanya Pangeran Ke 9.


"Lusa adalah bulan purnama di mana Putra Mahkota akan memberikan tumbal untuk monster itu dan di saat itulah Kita bisa menyelamatkan korban dan menyerang monster berikut Putra Mahkota sekaligus." Jawab Alesandra.


"Kalau begitu lakukan apa yang Kamu katakan." Ucap Pangeran Ke 9 yang percaya dengan Alesandra.


"Oke." Jawab Alesandra dengan singkat.


Pangeran Ke 9 terdiam sambil melanjutkan ritual mandi sedangkan Alesandra masuk ke dunia virtual untuk menjalankan rencana besok dengan meminta bantuan sistem.


"Nona lihat, Pangeran Ke 2, Pangeran Ke 3 dan Pangeran Ke 4 marah - marah karena orang suruhannya tidak kembali."


Alesandra menatap ke arah layar besar dan melihat ke 3 pangeran berjalan mondar mandir seperti setrikaan sambil marah - marah karena orang kepercayaannya belum kembali.


"Apa yang Mereka lakukan?" Tanya Alesandra yang melihat ke tiga Pangeran duduk bersila di ranjang seperti orang sedang semedi.


"Mereka ingin melihat keadaan istana milik Pangeran Ke 9."


"Pagar pembatas yang Aku berikan, apakah ke 3 pangeran itu tidak bisa melihat istana milik Pangeran Ke 9 seperti orang yang mereka suruh?" Tanya Alesandra penasaran.


"Bagaimana caranya supaya Putra Mahkota tidak bisa melihat istana milik Pangeran Ke 9?" Tanya Alesandra dengan wajah terkejut karena Putra Mahkota dapat melakukannya.


"Menggunakan alat ini di mana manusia dengan menggunakan ilmu sihir dengan kekuatan tinggi tidak bisa melihat ke dalam istana milik Pangeran Ke 9."


Alesandra menerima alat tersebut kemudian melihatnya dengan teliti sedangkan sistem tersebut menjelaskan cara menggunakannya. Alesandra hanya diam dan mendengarkan petunjuk dari sistem hingga selesai.


"Sudah mengerti cara menggunakannya?"


"Sudah." Jawab Alesandra.


"Oh ya, apakah ada cara yang tepat untuk membunuh Pangeran Ke 2 dan Pangeran Ke 4? Misalnya pistol peredam suara jadi tidak perlu lama - lama membunuhnya. Jadi setelah membunuh Pangeran Ke 2 dan Pangeran Ke 3 langsung berlanjut ke Pangeran Ke 3 beserta keluarganya." Ucap Alesandra.


"Bisa saja tapi dengan catatan menembaknya tepat di jantungnya kemudian gunakan sihir untuk menutup luka tembak dan menghilangkan darah yang keluar dari tubuhnya agar penghuni istana tidak ada yang curiga."


"Oke, kalau begitu besok Aku akan menembak ke 3 pangeran itu. Oh ya bagaimana dengan Pangeran Ke 5, Pangeran Ke 6, Pangeran Ke 7 dan Pangeran Ke 8? Apakah mereka jahat?' Tanya Alesandra penasaran.


"Pangeran Ke 5, pura - pura sakit dengan berbaring di ranjang sehingga tidak ada yang curiga. Intinya Pangeran Ke 5 membiarkan saudara - saudaranya saling membunuh hingga tinggal Putra Mahkota dan satu pangeran yang tersisa barulah membunuh Pangeran yang tersisa dan Putra Mahkota."


"Pangeran Ke 5 ternyata licik juga." Ucap Alesandra.


"Betul sekali sangat licik sekali tepuk dapat banyak nyamuk."


"Kalau Pangeran Ke 6?" Tanya Alesandra.