Alessandra

Alessandra
Novel : Alessandra Si Gadis Culun 14



Tidak berapa lama Alessandra menggerak - gerakkan tangannya dan membuka matanya, dilihatnya Michael sedang menatap dirinya.


"Kak Michael baik - baik saja? Tidak ada yang terluka kan? Kak Michael kenapa melihatku seperti itu, aku jelek ya?" tanya Alessandra beruntun.


Waktu Mendadak Berhenti


"Nona pantas menjadi artis karena Nona sangat pintar berakting."


"Hehehehe..." Tawa Alessandra.


"Aku ingin misi selanjutnya menjadi artis yang paling cantik dan seksi." Ucap Alessandra.



"Lucunya." Ucap Alessandra sambil mengarahkan tangannya ke lidah kucing namun segera di tarik.


"Aish ... Pasti selalu tidak pernah berhasil menarik lidahnya." Ucap Alessandra.


"Sampai kapanpun tidak akan berhasil."


"Kita lihat saja." Ucap Alessandra.


Waktu Berjalan Seperti Biasa


Michael tersenyum melihat Alessandra yang bertanya beruntun membuat Michael sangat gemas sekaligus bahagia karena Alessandra memperhatikan dirinya.


"Aku baik - baik saja tidak ada yang terluka terimakasih sudah menolongku." ucap Michael.


"Gadis itu siapa Kak? Kok jahat ingin mencelakai kakak?" tanya Alessandra pura-pura tidak tahu.


"Sudah lupakanlah dia tidak pantas untuk dibicarakan? Alessandra..?" panggil Michael.


"Kenapa kak?" tanya Alessandra sambil menatap wajah tampan Michael.


Michael mendekatkan wajahnya ke arah wajah Alessandra dan sangat dekat dengan wajah Alessandra. Ke dua tangan Michael di kanan dan kiri sisi di kepala Alessandra sehingga kepala Alessandra berada ditengah membuat Alessandra gugup dan memejamkan matanya.


'Kamu sangat cantik dan sangat seksi.' bisik Michael di telinga Alessandra kemudian menjauhkan wajahnya.


Alessandra tersenyum malu dan wajahnya langsung memerah karena Alessandra mengira kalau Michael akan menciumnya ternyata perkiraannya salah.


cetak


Michael menyentil dahi Alessandra membuat Alessandra mengusap dahinya.


"Aduh sakit." Ucap Alessandra sambil mengusap keningnya yang tidak sakit.


'Kenapa wajahmu memerah, pikiranmu mesum ya? mengira aku akan menciummu.' bisik Michael lagi tepat di telinga Alessandra.


"Tidak kok, Alessandra masih ngantuk makanya mata Alessandra dipejam." jawab Alessandra sambil memalingkan wajahnya yang sudah memerah.


"Ah masa." jawab Michael sambil memajukan wajahnya ke wajah Alessandra.


" Be...nar kok." jawab Alessandra agak gugup.


"Kenapa gugup?" tanya Michael semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Alessandra satu tangan kanannya memegang dagu Alessandra dan tangan kirinya menahan tubuhnya yang berada disisi kepala Alessandra.


"Aku tidak gugup mungkin hanya perasaan kak Michael." jawab Alessandra


Michaelpun menaiki tubuh Alessandra karena gemas dengan Alessandra yang tidak mengakuinya.


'Waduh niatnya iseng adik kecilku malah jadi tegang.' Ucap Michael dalam hati.


'Aku tidak tahu kenapa Aku jadi seperti ini? Kenapa dekat dengan Kak Michael Aku tidak bisa menahan perasaanku? Aku tidak tahu apa ini hanya perasaanku atau perasaan pemilik tubuh? Tapi yang pasti Aku ingin bersamanya.' Ucap Alessandra dalam hati.


Michael menatap wajah Alessandra yang terlihat gugup kemudian melihat kening, mata, hidung dan bibir. Michael yang tidak bisa menahannya kemudian mendekatkan bibirnya ke bibir Alessandra kemudian menciumnya dengan singkat.


cup


Karena tidak ada penolakan akhirnya Michael mencium bibir dan me x lu x mat x nya. Michael berusaha membuka bibir Alessandra karena tidak membukanya bibir Alessandra digigit agar bibir Alessandra terbuka.


Setelah terbuka Michaelpun memasukkan lidahnya sedangkan tangan kanannya memegang gunung kembar yang sangat montok pas ditangannya sesuai dengan bayangannya hingga keluarlah ******* - ******* dari mulut ke duanya.


Michael membuka kancing pertama milik Alessandra. Alessandra langsung tersadar dan mendorong supaya tubuh Michael mundur.


"Kak, cukup nanti keblablasan." pinta Alessandra sambil tubuh Michael agar mundur.


Michael sangat terkejut dan menyadari akan kesalahannya membuat Michael menyesali perbuatannya.


"Maafkan Kakak, jangan marah ya Kakak benar - benar khilaf." ucap Michael.


"Sudahlah kak, sudah terjadi. Tapi Aku mohon jangan di ulangi lagi ya." pinta Alessandra.


'Aku sebenarnya ingin merasakan lebih Kak tapi itu tidak mungkin karena Aku menjalankan misi dan selama misi Aku tidak boleh menggunakan perasaanku untuk menyukai seseorang.' Sambung Alessandra dalam hati.


"Kakak tidak sabar untuk menikahimu dan kita bisa melakukan lebih dari ini." ucap Michael.


"Iya kak." jawab Alessandra.


'Aku akan memberikan harta berhargaku untukmu Kak karena Aku sangat tulus mencintaimu.' Sambung Alessandra.


Waktu Mendadak Berhenti


"Nona serius ingin memberikan harta berharga milik Nona?"


"Aku serius ingin memberikannya hanya untuk Kak Michael." Jawab Alessandra.


"Berarti setiap misi jika ada adegan ini Nona bersedia melakukan hubungan suami istri? Lalu kenapa waktu misi sebelumnya Nona tidak mau?"


Cetak


"Kenapa Nona menyetil keningku?"


"Apakah Aku serendah itu memberikan tubuhku untuk semua pria? Aku hanya memberikan tubuhku untuk Kak Michael dan tidak ada pria lain." Jawab Alessandra dengan nada tegas.


"Terserah Nona saja."


Waktu Berjalan Seperti Biasanya


"Apa itu kak?" tanya Alessandra agak ragu takut meminta sesuatu yang tidak mungkin.


"Kakak sudah tahu semuanya tapi kakak minta ketika bersama kakak kamu berpenampilan seperti ini cantik dan seksi tapi ketika keluar kamu berpenampilan seperti dulu." ucap Michael.


"Memang kenapa kak?" tanya Alessandra yang tidak suka berpenampilan culun.


"Kakak tidak rela orang akan melihatmu dan menatap tubuhmu dan berpikiran mesum." ucap Michael jujur.


"Seperti kakak ya." ledek Alessandra.


"Iya betul, nakal kamu ya godain kakak." ucap Michael sambil menarik hidung Alessandra dengan pelan.


"Kamu tahu adik kecilku sudah mulai tegang." ucap Michael dengan suara berat.


"Maksud kakak ?" tanya Alessandra pura-pura polos.


Michael tidak menjawab pertanyaan Alessandra, Michael hanya memegang tangan kanan Alessandra dan diletakkan dibawah perut dekat di tengah - tengah pahanya.


"Coba kamu rasakan, adik kecilku mulai bergerak gelisah ingin masuk ke sarang milikmu." goda Michael.


Alessandra langsung menarik tangannya dan mencubit pinggang Michael.


"Auch sakit sayang." ucap Michael manja.


"Biarin, habis kakak pikirannya mesum terus." ucap Alessandra.


"Sayang, mulai sekarang dan seterusnya kamu aku panggil sayang ya." pinta Michael.


"Panggilan sayang buat yang sudah menikah." ucap Alessandra.


"Ya sudah deh terserah kamu aja." ucap Michael.


"Kak Canda tahu tidak? kakak adalah pria yang pertama mencium bibirku." ucap Alessandra mengalihkan pembicaraan.


"Kakak tahu Kamu belum pernah berciuman karena ciumanmu masih kaku. Kakak beruntung bisa mendapatkan ciuman pertama, memang Sayang tidak pernah pacaran?" tanya Michael penasaran.


"Pernah tapi tidak pernah berpegangan apalagi ciuman, sudahlah kak jangan diomongin terlalu sakit jika mengingat semuanya." Jawab Alessandra pura-pura sedih.


'Aku akan membalaskan sakit hati dari pemilik tubuh ini karena saat ini Aku belum membalaskan dendam pemilik tubuh ini baik mantan kekasihnya maupun orang-orang yang telah membulynya.' Sambung Alessandra dalam hati.


"Apakah kamu masih memikirkan dan mencintainya karena itu terlalu sakit jika mengingatnya?" tanya Michael agak kecewa.


Entah kenapa Michael merasa agak kecewa kalau di hati kekasih barunya masih ada perasaan untuk pria tersebut.


"Tidak kak, tapi perkataannya di depan teman - teman kampus sangat menyakiti perasaanku. Perasaan cintaku hilang bersamaan disaat dia mengatakan kata - kata yang terlalu kejam tanpa punya perasaan dan mempermalukan di depan umum." ucap Alessandra sendu.


Alessandra menangis mengingat kejadian tersebut. Michael kaget dan langsung menarik tubuh Alessandra dan memeluknya. Michael membiarkan Alessandra menumpahkan segala kepedihannya. Setelah berhenti Michael menghapus air matanya kemudian mengecup keningnya dan memeluknya kembali.


"Sudah lupakan semua kepedihanmu aku berjanji untuk selalu menjaga hatimu dan tidak membiarkan kamu menangis lagi." pinta Michael.


"Karena itu Kak, Aku ingin bernampilan seperti ini agar Mereka tidak lagi menghinaku. Kak Michael jangan kuatir, Aku sangat mencintai Kakak dan Aku akan selalu menjaga perasaan Kakak." Ucap Alessandra.


"Baik,Kakak percaya padamu." Ucap Michael yang mengerti perasaan Alessandra.


Walau sejujurnya Michael keberatan namun ketika melihat Alessandra menangis membuat dirinya ingat bagaimana dulunya Valen menghina dirinya habis-habis san karena wajahnya mirip monster dan ke dua kakinya cacat.


Michael tidak ingin egois apalagi perkataan Alessandra kalau Alessandra sangat mencintai dirinya di tambah akan menjaga hati untuk dirinya membuat Michael menyetujui permintaan Alessandra.


Alessandra hanya menganggukkan kepalanya dan Alessandra baru pertama kali ini merasakan kenyaman dari seorang pria yang akan menjadi suaminya nanti.


xxxxxxxxxxxxxx


Tidak terasa hari menuju ke pernikahan kian dekat, kini Alessandra dan Michael datang menuju butik.


Sesuai keinginan Michael, Alessandra disuruh berpenampilan culun karena Michael tidak rela jika kekasihnya dikagumi oleh orang lain.


"Lho bukannya waktu itu setuju?" Tanya Alessandra dengan nada protes.


"Aku lupa bilang nanti kalau sudah menikah baru boleh." Jawab Michael sambil tersenyum.


"Ish... Nyebelin." Ucap Alessandra dengan bibir bawahnya dimajukan.


"Nanti Aku belikan apapun yang Kamu minta." Ucap Michael sambil tersenyum betapa menggemaskan Alessandra.


"Apapun yang Aku minta?" Tanya Alessandra dengan mata berbinar.


"Ya apapun." Jawab Michael.


Michael tidak perduli jika Alessandra meminta untuk di belanjakan barang-barang branded asalkan Alessandra berpenampilan culun.


"Baiklah. Aku ingin setelah selesai mencoba gaun pengantin, Aku ingin minta dibelikan es krim ukuran jumbo yang ada di mall itu dan Kak Michael yang antri." Ucap Alessandra.


"Tidak masalah." Jawab Michael.


"Apa ada yang lainnya?" Tanya Michael.


"Tidak ada, hanya itu." Jawab Alessandra.


"Biasanya wanita suka belanja barang branded, kok Kamu tidak?" Tanya Michael.


"Aku bukan wanita seperti diluaran sana. Cukup Kak Michael belikan es krim jumbo itu sudah lebih dari cukup." jawab Alessandra.


'Kamu memang wanita berbeda dan Aku semakin mencintaimu.' Ucap Michael dalam hati.


'Tentu saja Aku wanita berbeda.' Jawab dalam hati.


Mereka kini sudah di butik langganan Mommy Elisabeth, Alessandra memilih jenis gaun pengantin yang akan dipakai sedangkan Michael duduk sambil mengecek pekerjaan lewat handphonenya.


Sejak kejadian penyerangan Valen terhadap Michael, Michael sudah mulai bekerja kembali seperti biasanya.


Ketika Alessandra asyik memilih gaun pengantin tiba - tiba muncul orang yang ingin ditemui untuk membalaskan dendam terhadap pemilik tubuh.


'Akhirnya datang juga.' Ucap Alessandra dalam hati sambil tersenyum menyeringai.