
Tiba di tengah lantainya Alessandra menghentikan langkahnya dan melihat ada minyak di salah satu anak tangga membuat Alessandra tersenyum menyeringai.
"Namanya sama hanya beda profesi tapi sama-sama jahat." Ucap Alessandra sambil berjalan mundur beberapa langkah.
"Tidak dokter Valen dan tidak Valen bodyguard ku sama saja yaitu sama-sama jahat karena ingin mencelakaiku dan juga mencelakai suamiku." Sambung Alessandra dengan nada kesal.
"Dokter Valen sudah meninggal dengan cara mengenaskan dan sekarang giliran Valen bodyguard ku karena sudah Aku kasih kesempatan tapi masih saja jahat." Sambung Alessandra.
Alessandra melihat sekeliling ruangan dan melihat Valen bersembunyi membuat Alessandra tersenyum menyeringai.
"Valen!" Teriak Alessandra.
Valen pura-pura tidak mendengar membuat Alessandra memanggil nama Valen lagi hingga akhirnya wakil kepala pelayan datang dan melangkahkan kakinya ke atas namun di tahan oleh Alessandra.
"Paman tolong panggil Valen." Ucap Alessandra.
" Baik Nyonya Muda." Jawab wakil kepala pelayan sambil membalikkan badannya.
Valen menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian keluar dari persembunyiannya dan berjalan ke arah tangga sambil menahan tangan wakil kepala pelayan agar tidak pergi. Hal itu tentu saja membuat wakil kepala pelayan bingung dengan apa yang dilakukan oleh Valen.
"Paman pergilah, Aku ingin berbicara dengan Valen." Ucap Alessandra.
"Baik Nyonya Muda." Jawab wakil kepala pelayan.
Selesai berbicara wakil kepala pelayan menundukkan kepalanya kemudian menatap sebentar ke arah Alessandra hingga dirinya melihat Alessandra membawa nampan.
"Maaf Nyonya Muda, saya akan bawa nampan yang Nyonya Muda bawa." ucap wakil kepala pelayan.
"Tidak usah Paman biar Valen yang membawanya." Ucap Alessandra.
"Baik Nyonya Muda." Jawab wakil kepala pelayan dengan patuh.
Wakil kepala pelayan itu pun membalikkan badannya dan berjalan meninggalkan Mereka berdua sedangkan Alessandra menatap ke arah Valen di mana wajah Valen mulai keluar keringat.
'Jangan - jangan Nyonya Alessandra tahu kalau Aku yang meletakkan minyak di anak tangga? Tapi ah tidak mungkin karena ketika Aku melakukan itu tidak ada yang melihatnya.' Ucap Valen dalam hati dengan perasaan tidak menentu.
'Tentu saja Aku tahu karena itulah Aku ingin Kamu merasakan apa yang Kamu rencanakan untukku.' Ucap Alessandra dalam hati.
"Ada apa Nyonya?" Tanya Valen tanpa menaiki anak tangga.
"Baik Nyonya." Jawab Valen sambil melirik ke arah anak tangga yang ada minyak goreng.
'Hentikan waktu.' Ucap Alessandra.
Waktu Mendadak Berhenti
"Ada apa Nona?"
"Hilangkan minyak yang ada di anak tangga agar Valen tidak kepleset." Ucap Alessandra sambil menunjuk ke arah salah satu anak tangga yang ada minyak pelumas.
"Nona tidak jadi menghukum wanita jahat itu? Tumben Nona baik hati."
"Kata siapa Aku tidak menghukum wanita jahat itu?" Tanya Alessandra sambil menatap ke arah kucing yang sangat menggemaskan dan siapapun yang menatapnya pasti jatuh cinta.
"Kalau tidak menghukum wanita jahat itu lalu kenapa minyak itu dihilangkan?"
Alessandra membisikkan sesuatu sedangkan kucing tersebut mendengarkan rencana Alessandra.
"Bagaimana menurutmu?" Tanya Alessandra.
"Rencana yang bagus karena wanita itu sangat jahat."
"Betul sekali padahal sudah jelas - jelas pemilik tubuh lagi hamil besar." Ucap Alessandra sambil menatap tajam ke arah Valen yang diam membatu.
"Apa yang menjadi rencana jahatnya menjadi bumerang buat dirinya."
"Betul sekali." Jawab Alessandra.
Kucing tersebut menganggukan kepalanya kemudian menghilang bersamaan waktu kembali berjalan seperti semula.
'Untung Aku memberikan minyak hanya satu lantai jadi Aku bisa melewati lantai yang ada minyaknya.' Ucap Valen dalam hati sambil berjalan ke arah Alessandra.
'Tunggu saja sebentar lagi senjata makan tuan.' Ucap Alessandra dalam hati.