Alessandra

Alessandra
Novel : Alessandra Si Gadis Culun 26



📱"Kok tidak dijawab?" tanya temannya lagi


📱"Suamimu jadikan ngasih uangnya? soalnya uang itu mau aku pakai buat bayar kuliah? Utangku Rp. 5,500,000.00 jadi bayar ke aku Rp. 11, 000,000.00." ucap teman ke duanya.


📱"Pasti jadilah, kan suaminya orang kaya, kemarin malam pinjam uang ke Aku Rp. 500,000.00 jadi dapatnya Rp. 1,000,000.00 deh." ucap teman ketiganya


📱"Pasti donk diganti sama suaminya, aku lebih kecil darimu Rp. 300,000.00 jadi Rp. 600,000.00." ucap teman ke empatnya


📱"Wah sama donk kayak aku Rp. 300,000.00 jadi Rp. 600,000.00 ucap teman ke limanya.


hening


hening


hening


📱"Hallo Valen Kamprat kok kamu diam aja? kamu pasti gantikan?" tanya teman - temannya sambil menampilkan wajahnya yang kuatir.


tut tut tut tut tut


Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak oleh Valen Kamprat, Valen Kamprat terdiam dan menunduk bingung apa yang harus dikatakan oleh keluarga suaminya.


Prok prok prok prok prok


Moko bertepuk tangan dan memandang sinis ke arah Valen Kamprat dan orangtua Valen Kamprat. Sedangkan orang tua Moko sangat shock mendengar penuturan teman - teman Valen Kamprat.


"Valen Kamprat, Aku minta uang yang kamu traktir ke teman - temanmu kamu harus ganti semuanya tapi dengan catatan menggunakan uang pribadi mu." Ucap Moko sambil menatap tajam ke Valen Kamprat.


"Bukannya waktu itu Kak Moko bilang, terserah aku pakai buat apa? Tapi kenapa sekarang Aku yang mengeluarkan uangnya?" Tanya Valen Kamprat dengan nada kesal.


"Kalau dipakai buat keperluan rumah tangga saya tidak perhitungan tapi ini dipakai buat traktir teman - temannya. Selama satu hari kamu sangat boros begitu juga yang ada nanti belum ada sebulan perusahaan milik Papa Aku bangkrut gara - gara kamu!" bentak Moko


"Itukan uang sedikit kenapa sih protes!" Teriak Valen Kamprat tidak terima.


"Apa dikit? Kamu tahu Valen Kamprat dalam satu hari kamu sudah menghabiskan uang Rp. 200,000,000.00 selain kartu kredit, kamu juga mengambil uang tunai di brangkas tempat ruangan kerjaku dan bukan itu saja kamu juga mengambil uang dari kepala pelayan padahal itu uang buat belanja seminggu sampai aku pulang tidak ada makanan!" teriak Moko dengan nada satu oktaf.


plak


plak


Ibunya Moko menampar pipi kanan dan pipi kiri milik Valen Kamprat karena sangat kecewa dengan menantunya karena tidak menyangka sama sekali kalau menantunya sangat boros.


"Hai, kenapa kamu menampar anakku!" Teriak Ibunya Valen Kamprat dan membalas menampar Ibunya Moko tapi Ibunya Moko dapat menggenggam tangan Ibunya Valen Kamprat dan memplintir tangannya.


"Akhhhhhhh !" Teriak Ibunya Valen Kamprat.


"Sekarang kalian bertiga keluar dari mansion putraku!!" usir Ibunya Moko.


"Untuk kamu Moko segera urus surat perceraian kalian. Mama tidak setuju kamu menikah dengan cewe matre dan pemboros seperti Valen Kamprat!" perintah Mommy Moko dengan nada tegas.


"Hei, enak saja anak saya diceraikan? Mereka sudah menikah dan anak saya sudah tidak perawan lagi karena kehormatannya sudah di ambil pada malam pertamanya oleh anakmu, kalau anakmu tidak ambil kehormatannya saya tidak apa - apa kalau kalian bercerai!" Teriak ibu Valen Kamprat tidak terima putrinya diceraikan.


hening


hening


Moko berdiam dan tidak berapa lama tersenyum sinis.


"Valen Kamprat, apa kamu mau mengatakan sesuatu kepada kita semua?" tanya Moko sinis


Valen Kamprat mendadak pucat pasi dan menunduk karena merasa takut. Valen Kamprat hanya menggelengkan kepala sedangkan Moko yang melihat itu hanya tersenyum devil.


"Untuk Mama dan Papa serta kedua orang tua Valen Kamprat, saya ingin memberitahukan sesuatu. Pada saat kami melakukan pertama kali ternyata Valen Kamprat sudah tidak virgin lagi, benar begitu Valen Kamprat?" tanya Moko sambil tersenyum miring.


Valen Kamprat hanya menganggukkan kepalanya dan tidak terasa airmatanya mengalir menahan malu dihadapan orangtuanya juga dihadapan mertuanya.


Orangtua Valen Kamprat sangat shock menghadapi kenyataan ini. Karena tidak menyangka ternyata putri semata wayangnya membuat malu dihadapan besannya.


plak


plak


Ayahnya Valen Kamprat dadanya merasa nyeri mendengar semua perkataan menantunya Moko, anak yang disayang, anak yang dimanja dan apa yang diinginkan selalu dipenuhinya tapi sungguh memalukan sikap anak kesayangannya.


Bruk


Ayahnya Valen Kamprat tiba-tiba dadanya terasa sangat sesak hingga tidak berapa lama tidak sadarkan diri karena terkena serangan jantung. Dirinya sangat malu dengan ke dua besannya terlebih dengan sifat putrinya yang menuruni istrinya yaitu sangat boros.


Ibunya Valen Kamprat dan Valen Kampret sangat panik kecuali Moko dan Ibunya Moko sedangkan Ayahnya Moko hanya diam membatu karena tidak percaya kalau menantunya seperti itu.


"Ayah!" teriak Ibunya Valen Kamprat dan Valen Kamprat bersamaan


"Ujang...Ujang..." panggil Ayahnya Moko


Ujang sang sopir pun berjalan dengan cepat menuju tuan besar.


"Iya Tuan?" jawab Ujang


"Antar mereka bertiga ke rumah sakit!!." perintah Ayahnya Moko.


"Baik tuan." jawab Ujang


Ujang yang di bantu pelayan pria membopong Ayahnya Valen Kamprat menuju ke mobil diikuti oleh Ibunya Valen Kamprat dan Valen Kamprat.


Sepanjang jalan mereka berdua menangis dan dalam hati Valen Kamprat ingin membalas perbuatan Moko karena membuat dirinya dipermalukan di depan orang tuanya dan orang tua Moko.


Tidak terasa mobil sudah sampai di rumah sakit. Ayahnya Valen Kamprat langsung di bawa ke ruangan ugd.


Tidak berapa lama pintu ruangan ugd terbuka dan keluarlah dokter dengan wajah sedih.


"Dokter, bagaimana keadaan suamiku / Ayahku?" tanya Ibunya Valen Kamprat dan Valen Kamprat bersamaan.


"Maaf, saya sudah berusaha semaksimal mungkin tapi takdir berkata lain, Suami Nyonya tidak bisa diselamatkan." Jawab dokter dengan nada sedih.


"Tidak!!!!" teriak Ibunya Valen Kamprat dan Valen Kamprat bersamaan.


Mereka berdua masuk ke dalam ruangan dengan berlari hingga Mereka melihat ranjang yang sudah ditutupi dengan kain putih.


Ibunya Valen Kamprat dengan tangan kanan bergetar membuka kain putih yang menutupi muka suaminya.


bruk


Ibunya Valen Kamprat langsung tidak sadarkan diri karena dirinya tidak percaya dengan apa yang telah terjadi seperti mimpi rasanya.


Valen Kamprat yang melihat Ibunya tidak sadarkan diri memanggil dokter untuk diperiksa.


Waktu Tiba-tiba Berhenti


"Tidak Aku sangka nasibnya sangat tragis."


"Itulah hukuman yang telah memfitnah pemilik tubuh." Ucap Alessandra yang sejak tadi memperhatikan dan mendengarkan apa yang telah terjadi.


"Bukankah orang tuanya tidak bersalah? seharusnya yang di hukum adalah Valen bukan orang tuanya."


"Orang tuanya terkenal dengan kesombongannya jadi sudah sepantasnya Mereka semua mendapatkan karmanya masing-masing." Ucap Alessandra.


"Nona sungguh kejam."


"Lebih kejam Mereka karena orang tuanya mendukung untuk merebut Moko dari pemilik tubuh." Ucap Alessandra.


Waktu Berjalan Seperti Biasanya