
"Aku sudah tahu dan Aku sudah ada rencana untuk orang itu." Jawab Alessandra sambil tersenyum menyeringai.
"Senyuman Nona sangat jelek."
"Sama sepertimu sangat dan sangat jelek." Ucap Alessandra sambil menyentil kening kucing tersebut.
"Aduh! Nona akan Aku kurangi poinnya karena menyetil kening sistem."
"Tidak takut." Jawab Alessandra cuek.
Kucing tersebut memutar bola matanya dengan malas kemudian menghilang bersamaan waktu berjalan seperti biasanya.
"Sayang, maaf Aku tinggal ya hari ini ada jadwal meeting dan ketemu klien." ucap Michael.
"Iya sayang, hati - hati di jalan dan jaga kesehatan." ucap Alessandra sambil berdiri dan memeluk suaminya dari arah samping.
Alessandra tanpa sadar terisak dan mengeluarkan airmatanya. Michael yang mendengarkan isak tangis istrinya melepaskan pelukan istrinya dan menghapus airmatanya.
"Kamu kenapa sayang? kok menangis?" tanya Michael dengan wajah bingung.
" Tidak ada apa - apa sayang, kamu hati - hati ya sayang." ucap Alessandra mengulangi perkataannya.
'Entah kenapa Aku tiba-tiba menangis? Padahal Kami masih bisa bersama sembilan tahun lagi.' Sambung Alessandra dalam hati.
"Iya, kamu juga hati - hati jaga ke dua anak kita." ucap Michael kemudian mencium kening istrinya dengan lembut.
Michael menurunkan kepalanya ke arah perut Alessandra dan mengecupnya.
"Anak - anak Daddy jangan nakal ya? jagain mommy." ucap Michael.
Michael kemudian berdiri dengan tegak sambil mengelus - ngelus perut istrinya dan mendapatkan respon tendangan dari ke dua anak kembarnya.
Michael sangat senang mendapatkan respon ke dua anaknya. Kemudian Michael pun keluar menuju ke lantai satu menuju ke ruang keluarga dimana Mike sedang menunggunya.
Kini tinggallah Alessandra dan Mommy Elisabeth berada dikamar Mommy Elisabeth.
tok tok tok tok
ceklek
Pintu terbuka tanpaklah kepala pelayan membawa nampan berisi bubur dan air putih hangat. Mommy Elisabeth memintanya untuk meletakkan di meja dekat ranjangnya dan kepala pelayan itupun menurutinya.
Selesai melakukannya kepala pelayan keluar dari kamar Mommy Elisabeth dan kini tinggallah mereka berdua lagi.
Alessandra mengambil mangkok dan mengambilnya sedikit demi sedikit seukuran setengah sendok teh karena buburnya lumayan panas.
Alessandra dengan telaten menyuapi Mommy mertua Michael hingga tidak terasa bubur itupun habis tak sisa sedikitpun. Alessandra kemudian meletakkan mangkok bubur yang sudah habis ke meja dekat ranjang kemudian memberikan obat yang sudah disiapkan oleh kepala pelayan beserta gelas berisi air hangat.
Selesai meminum obat, gelasnya kembali diletakkan di meja dekat ranjang. Alessandra kemudian membaringkan Mommy Elisabeth ke ranjangnya lalu menyelimutinya tubuh Mommy Elisabeth.
cup
Alessandra mengecup kening Mommy Elisabeth kemudian membawa nampan yang berisi mangkok dan gelas kotor.
"Mommy istirahat dulu nanti Alessandra kesini lagi." Ucap Alessandra dengan nada lembut.
"Terima kasih sayang." Ucap Mommy Elisabeth yang merasa terharu dengan apa yang dilakukan oleh Alessandra.
"Terima kasih untuk apa Mom?" Tanya Alessandra.
"Terima kasih karena sudah mengurus Mommy." jawab Mommy Elisabeth.
"Mommy sudah Alessandra anggap sebagai Ibu kandungku jadi sebagai seorang anak sudah sepantasnya melakukan ini semua." Ucap Alessandra.
'Sungguh beruntung putraku mendapatkan Alessandra.' Ucap Mommy Elisabeth dalam hati sambil tersenyum menatap ke arah Alessandra.
'Maaf Aku hanya bisa menemani Kalian selama sepuluh tahun dan sekarang tinggal sembilan tahun.' Ucap Alessandra dalam hati.
Alessandra kemudian keluar dari kamar Mommy Elisabeth dan berjalan perlahan menuruni anak tangga sambil membawa nampan.
'Waktunya membuat drama pertunjukan.' Ucap Alessandra dalam hati sambil tersenyum miring.