
"Sebelum itu terjadi, Aku akan meminta pemilik tubuh asli untuk hadir agar Pangeran Ke 9 jatuh cinta dengan pemilik tubuh. Apalagi bukankah Pangeran Ke 9 akan menikah dengan pemilik tubuh asli?" Tanya Alesandra.
"Memang benar Nona."
"Kalau begitu setiap tugas Aku akan hadir tapi setelah Aku menyelesaikan tugasku maka pemilik tubuh bisa berinteraksi dengan Pangeran Ke 9 agar perasaan Mereka bertumbuh dan akhirnya menikah karena mereka saling mencintai." Ucap Alesandra.
"Berarti Nona ingin ada dua kepribadian sama seperti misi sebelumnya?"
"Kalau bisa begitu, kenapa tidak? Hanya saja di saat genting Aku akan hadir untuk membantu pemilik tubuh dan Pangeran Ke 9 tapi jika tidak ada maka Aku kembali ke dunia virtual." Jawab Alesandra yang tidak ingin dirinya jatuh cinta dengan Pangeran Ke 9 karena bagaimanapun Alesandra adalah wanita normal.
Siapapun yang dekat dengan Pangeran Ke 9 terlebih setiap hari bertemu dan sering berpegangan tangan lama - lama akan jatuh cinta. Terlebih Alesandra tahu kalau Pangeran Ke 9 mulai ada perasaan suka dengan dirinya karena itulah Alesandra menghindari itu. Biarlah Pangeran Ke 9 jatuh cinta dengan pemilik tubuh.
"Kalau itu maunya Nona, Aku tidak akan memaksa."
"Oh ya kenapa tubuhku sangat lelah?" Tanya Alesandra sambil menyandarkan tubuhnya di sofa yang sangat empuk.
"Karena Nona mengeluarkan banyak tenaga karena itulah tubuh Nona sangat lelah."
"Bisakah selama Aku istirahat pemilik tubuh menemani Pangeran Ke 9 agar perasaan masing - masing saling mengenal dan jatuh cinta?" Tanya Alesandra.
"Bisa saja tapi jika pemilik tubuh dalam bahaya, bagaimana?"
"Aku akan membantu pemilik tubuh atau meminta bantuan dengan cara mengutus seseorang untuk menggantikan aku menjalankan misi untuk sementara waktu." Jawab Alesandra.
"Untuk sementara semua Nona sibuk menjalankan misi jadi tidak bisa meminta bantuan."
"Kalau begitu biarlah Aku akan membantu pemilik tubuh jika dalam bahaya." Ucap Alesandra dengan pasrah karena saat ini tubuhnya seperti tidak bertulang.
"Tapi Nona bisa terluka."
"Aku akan lebih berhati - hati dan kalau seandainya terluka itu sudah menjadi bagian dari tugas." Jawab Alesandra.
"Baiklah kalau begitu untuk seminggu ini pemilik tubuh setiap hari berinteraksi dengan Pangeran Ke 9."
Sambil berbicara sistem tersebut mengutak atik keyboard sambil menatap ke layar lebar.
"Apakah pemilik tubuh berubah menjadi batu giok?" Tanya Alesandra.
"Tidak."
"Kok tidak? Kenapa Aku yang berubah menjadi batu giok?" Tanya Alesandra dengan nada protes.
"Itu karena Nona berasal dari dunia masa depan sedangkan pemilik tubuh berasal dari dunia ini."
"Tidak adil." Ucap Alesandra dengan nada kesal.
"Hehehehe...."
"Tawamu sangat jelek." Ucap Alesandra sambil memejamkan matanya.
Tidak berapa lama Alesandra tidur dengan pulas sedangkan sistem hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Alesandra.
Di dunia yang berbeda lebih tepatnya di istana milik Pangeran Ke 9 di mana pemilik tubuh tiba - tiba muncul dan berbaring di sisi ranjang Pangeran Ke 9 bersamaan hilangnya batu giok yang ada di dada bidang Pangeran Ke 9.
Pangeran Ke 9 yang tertidur terlentang tanpa sadar memiringkan tubuhnya kemudian memeluk pemilik tubuh membuat Pangeran Ke 9 membuka matanya sambil mengarahkan tangannya ke leher pemilik tubuh karena saat itu kamarnya gelap gulita.
"Siapa kamu?" Tanya Pangeran Ke 9 sambil mencekik leher pemilik tubuh.
"A .... ku A ... le ..... sandra ..." Jawab Alesandra dengan suara terbata - bata.
Deg
Jantung Pangeran Ke 9 berdetak kencang sambil melepaskan tangannya yang tadi mencekik leher pemilik tubuh kemudian menjentikkan jarinya.
Ruangan yang gelap tersebut langsung terang karena adanya cahaya lilin yang menyinari ruangan milik Pangeran Ke 9.
"Uhuk .... Uhuk .... Uhuk ...."
Pemilik tubuh langsung terbatuk - batuk ketika Pangeran Ke 9 sudah melepaskan tangannya yang mencekik lehernya di mana dirinya hampir kehabisan nafas.
"Tidak apa - apa." Jawab pemilik tubuh.
"Bukankah tadi Kamu mengatakan kalau perlu istirahat dan beberapa hari Kita tidak bisa bertemu karena Kamu habis mengeluarkan banyak tenaga?" Tanya Pangeran Ke 9 sambil menatap ke arah pemilik tubuh.
'Apa yang harus Aku katakan?' Tanya pemilik tubuh dalam hati.
'Katakan saja memang benar tapi Aku minta bantuan sistem agar Aku bisa menemani Pangeran Ke 9 tanpa berubah menjadi batu giok dan untunglah sistem bisa melakukannya hanya saja untuk sementara waktu belum bisa mengeluarkan ilmu sihir dan juga tidak bisa mengeluarkan senjata rahasia.'
"Memang benar tapi Aku minta bantuan sistem agar Aku bisa menemani Pangeran Ke 9 tanpa berubah menjadi batu giok dan untunglah sistem bisa melakukannya hanya saja untuk sementara waktu belum bisa mengeluarkan ilmu sihir dan juga tidak bisa mengeluarkan senjata rahasia." Jawab pemilik tubuh yang mendapat bisikan dari sistem.
"Sekaligus untuk sementara tubuhmu lemah dan tidak bisa bela diri?" Tanya Pangeran Ke 9 yang bisa menebak kalau pemilik tubuh termasuk orang lemah karena tidak ada bantuan sistem.
'Benar sekali, jika Pangeran Ke 9 kecewa denganku maka Aku akan meminta bantuan sistem agar Aku kembali ke tempat asalku.'
"Benar sekali, jika Pangeran Ke 9 kecewa denganku maka Aku akan meminta bantuan sistem agar Aku kembali ke tempat asalku." jawab pemilik tubuh yang masih mendapatkan bisikan dari sistem.
"Tidak ... Tidak ... Lebih baik temani Aku. Tidak masalah jika Kamu tidak bisa melakukan apa - apa dan biarkan Aku yang menjagamu dari orang jahat." Ucap Pangeran Ke 9.
'Kenapa Aku familiar dengan gadis di depanku? Mungkinkah Alesandra di depanku ini kekasihku yang sudah reinkarnasi?' Tanya Pangeran Ke 9 dalam hati sambil menatap ke arah Alesandra.
'Akhirnya Kita bertemu lagi dan Aku tidak tahu apakah Pangeran Ke 9 masih ingat denganku yang sudah berinkarnasi.' Ucap pemilik tubuh dalam hati.
"Hoam ... Aku sangat mengantuk, tidurlah di ranjang ini dan Aku akan tidur di kursi panjang itu." Ucap Pangeran Ke 9 sambil turun dari ranjang.
"Tidak, lebih baik Aku tidur di kursi panjang dan Pangeran Ke 9 tidur di ranjang." Ucap pemilik tubuh sambil ikut turun dari ranjang.
"Tidak, kamu seorang wanita jadi sudah sepantasnya seorang wanita tidur di ranjang." Ucap Pangeran Ke 9 dengan nada tegas.
"Tapi ...." Ucapan pemilik tubuh terpotong oleh Pangeran Ke 9.
"Tidak ada tapi - tapian, untuk sementara Kamu tidur di ranjangku tapi untuk besoknya bisa tidur di kamar sebelahku." Ucap Pangeran Ke 9 dengan nada tegas sambil berbaring di kursi panjang.
"Baiklah." Jawab pemilik tubuh sambil berbaring di ranjang.
'Sebenarnya Aku ingin tidur bersamamu tapi Aku tidak bisa karena aku takut tidak bisa menahan diriku. Bagaimanapun aku adalah pria normal dan Aku tidak ingin merusakmu. Setelah masalah ini selesai Aku akan melamarmu menjadi permaisuriku dan wanita satu - satunya karena Aku tidak akan mempunyai selir seperti Kaisar pada umumnya.' Ucap Pangeran Ke 9 dalam hati sambil memejamkan matanya.
Tidak berapa lama Pangeran Ke 9 tertidur dengan pulas sedangkan pemilik tubuh belum juga bisa tidur karena dirinya tidak menyangka bisa terlahir kembali untuk membalaskan dendam terhadap Putra Mahkota. Karena ulahnya dirinya terpaksa bunuh diri dan meminta bantuan sistem agar dirinya bisa berinkarnarsi.
Harga yang di bayar sangat mahal yaitu dirinya bisa hidup sampai umurnya tidak lebih dari empat puluh dua tahun sedangkan saat ini dirinya baru berumur dua puluh tahun. Berarti sisa umurnya tinggal dua puluh satu tahun setelah itu dirinya meninggal dunia dan tidak bisa lagi berinkarnasi.
Pemilik tubuh terpaksa menyetujuinya asalkan dirinya bisa membalaskan dendam yaitu membunuh Putra Mahkota yang terkenal dengan kekejamannya berikut monster yang di pelihara oleh Putra Mahkota.
'Selama Aku tinggal bersama Pangeran Ke 9, Aku akan belajar diri dengan giat agar Aku bisa melawan orang - orang yang ingin menindasku atau orang - orang yang ingin berbuat jahat.' ucap pemilik tubuh dalam hati.
Pemilik tubuh menguap beberapa kali membuat pemilik tubuh memejamkan matanya dan tidak membutuhkan waktu lama pemilik tubuh tidur dengan pulasnya.
xxxxxxxxx
Malam menjelang pagi perlahan pemilik tubuh membuka matanya dan matanya langsung membulat sempurna karena Pangeran Ke 9 duduk di sisi ranjang sambil menatap pemilik tubuhnya.
"Kenapa Pangeran Ke 9 menatapku?" Tanya pemilik tubuh dengan wajah terkejut.
"Tidak apa - apa. Sebentar lagi dua pelayan datang untuk membantumu mandi." Jawab Pangeran Ke 9 sambil berdiri.
'Kenapa Aku merasakan wanita itu berbeda dengan Alesandra yang Aku kenal? Apakah ada dua roh wanita di dalam satu tubuh? Di mana yang satu mirip kekasihku yang sudah meninggal dunia dan satunya lagi Alesandra dari masa depan?' Tanya Pangeran Ke 9 dalam hati.
"Baik. Oh ya Pangeran Ke 9, bolehkah Aku belajar ilmu bela diri?" Tanya pemilik tubuh.
"Bukankah setelah beberapa hari lagi, Kamu bisa bela diri lagi? Bahkan bisa mengeluarkan sihir dan senjata dari masa depan. Jadi buat apa bela diri?" Tanya Pangeran Ke 9 sambil membalikkan badannya kemudian menatap pemilik tubuh.
"Memang benar tapi dalam seminggu ini Aku masih manusia biasa. Jadi selama Aku menjadi manusia biasa, Aku ingin bisa bela diri agar tidak ada lagi orang yang menindasku ...( menjeda kalimatnya ) .... Maaf maksudku Aku ingin bisa bela diri agar tidak ada orang yang menindasku atau ada orang yang ingin berbuat jahat." Jawab pemilik tubuh panjang lebar.
Deg
Jantung Pangeran Ke 9 berdetak kencang dengan ucapan pemilik tubuh karena kata - katanya sama persis seperti kata - kata kekasihnya yang sudah meninggal dunia membuat Pangeran Ke 9 menatap pemilik tubuh tanpa berkedip membuat pemilik tubuh salah tingkah.
"Siapa kamu sebenarnya?" Tanya Pangeran Ke 9 dengan nada dingin.