Alessandra

Alessandra
Bagian Ke 77



"Aku tahu apa yang Kak Michael pikirkan dan Aku tidak akan menolaknya tapi sebelum melakukan itu, Aku ingin kita menikah terlebih dahulu agar ketika melakukan itu kita tidak berdosa." Jawab dokter Alessandra.


Michael terdiam beberapa saat karena dirinya langsung teringat dengan perkataan dokter Alessandra sedangkan dokter Alessandra meletakkan gelas yang kosong ke atas meja dekat ranjang.


"Kamu bilang ketika kita sudah melakukan ini Kamu akan pergi dari kehidupanku. Bagaimana kalau Aku tidak menikahimu dan mengikatmu agar kamu tidak pergi dari kehidupanku terlebih menikahi pria lain?" Tanya Michael.


"Berarti Kak Michael menjadikan Aku penghangat ranjang sampai Kak Michael bosan?" Tanya dokter Alessandra.


"Tepat sekali." Jawab Michael yang bertentangan dengan kata hatinya.


"Jika sudah bosan, apakah Aku akan mati di tembak oleh Kak Michael?" Tanya dokter Alessandra sambil menatap ke arah Michael.


"Mungkin saja." Jawab Michael sambil memalingkan wajahnya ke arah samping.


Dokter Alessandra menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian dokter Alessandra membawa piring dan gelas kotor untuk di cuci.


"Mau kemana?" tanya Michael dengan wajah terkejut karena dokter Alessandra tidak menjawab ucapannya.


"Mau menyuci piring dan gelas yang kotor kalau tidak di cuci takutnya besok bau." jawab dokter Alessandra.


"Ok." Jawab Michael dengan singkat.


Dokter Alessandra keluar dari kamar meninggalkan Michael sendirian di kamarnya.


"Kenapa Alessandra hanya diam ketika Aku berbicara seperti itu? Apa yang Dia rencanakan?" Tanya Michael dengan wajah bingung.


Michael dengan perlahan turun dari ranjang dan berjalan ke arah balkon. Michael berdiri di balkon sambil melihat suasana tersebut sangat tenang dan membuat dirinya sangat nyaman.


ceklek


Pintu kamar dokter Alessandra terbuka tampak dokter Alessandra masuk ke dalam kamarnya dan berjalan ke arah balkon.


Michael yang mendengar suara pintu terbuka membuat Michael membalikkan badannya dan melihat dokter Alessandra tersenyum menatap Michael.


"Aku mau mandi dulu badanku sangat gerah." ucap dokter Alessandra.


"Ok." ucap Michael sambil membalikkan badannya.


Dokter Alessandra membalikkan badannya dan berjalan ke arah lemari pakaian untuk mengambil pakaian tidur kemudian berjalan ke arah kamar mandi.


ceklek


Setengah jam lamanya dokter Alessandra selesai mandi dan memakai dress dan melihat Michael masih berdiri di balkon membuat dokter Alessandra berjalan ke arah balkon.


"Apa kamu tidak takut denganku?" Tanya Michael sambil membalikkan badannya dan menatap wajah cantik dokter Alessandra.


"Tidak, kenapa Aku harus takut?" Tanya dokter Alessandra balik bertanya.


"Kamu tahu apa yang Aku pikirkan dan kamu juga tahu kalau nantinya Aku tidak akan bertanggung jawab tapi kenapa Kamu tidak melarikan diri ketika kamu mencuci piring dan gelas? Apa yang kamu rencanakan?" Tanya Michael dengan nada curiga.


"Di luar apartemen ada anak buah Kak Michael yang berjaga jadi jika Aku kabur pasti Aku akan di tangkap karena itu Aku tidak kabur." Jawab dokter Alessandra.


"Walau Aku kabur sekalipun banyak musuh Kak Michael. Sebagian menginginkan kematian Kak Michael dan sebagian lagi menginginkan Kak Michael sedih yaitu mereka menargetkan diriku dengan cara membunuhku atau menyiksaku." Sambung dokter Alessandra.


"Kenapa menargetkan dirimu? Mereka musuhku seharusnya mereka menyerangku." Ucap Michael dengan wajah terkejut.


"Mereka tidak ingin Kak Michael bahagia karena itu mereka menargetkan wanita - wanita yang dekat dengan Kak Michael." Jawab dokter Alessandra.


Dokter Alessandra membalikkan badannya bersamaan Michael memeluk tubuh dokter Alessandra dari arah belakang.


"Saat ini mereka menargetkan Aku dan Aku tidak perduli jika terjadi sesuatu dengan diriku. Aku hanya bisa berpesan jika ada seseorang yang Kak Michael cintai jagalah orang tersebut dan jangan sakiti hatinya serta lindungi Dia dari orang yang ingin membunuhnya." Ucap dokter Alessandra.


Sambil berbicara dokter Alessandra berusaha melepaskan pelukan Michael tapi ke dua tangan kekar Michael menahan tubuh dokter Alessandra agar tidak bisa melepaskan pelukannya.


"Kenapa kamu tidak memperdulikan dirimu tapi malah memperdulikan Aku yang jelas - jelas tidak memperdulikan dirimu?" tanya Michael yang bertentangan dengan kata hatinya.


Michael melepaskan pelukannya kemudian membalikkan badan dokter Alessandra agar menatap dirinya.


Michael diam membatu mendengarkan ucapan dokter Alessandra sedangkan dokter Alessandra melihat ada kilatan cahaya dari sebrang jalan.


'Nona ada penembak jitu yang ingin menembak Tuan Michael.'


'Aku tahu.' Ucap dokter Alessandra lewat telepati.


Dokter Alessandra langsung memeluk Michael membuat Michael diam membatu sedangkan dokter Alessandra mengambil pistol milik Michael kemudian mendorong Michael dengan kasar.


Michael nyaris saja terjatuh jika saja Michael tidak menyeimbangkan tubuhnya. Michael sangat terkejut ketika dokter Alessandra mendorong tubuhnya dengan kasar di tambah pistol miliknya diarahkan ke dirinya.


"Kau membohongiku! Padahal Aku juga sangat tulus mencintaimu, menyesal Aku menciintai dirimu!" bentak Michael sambil menatap dokter Alessandra dengan tatapan ingin membunuhnya.


Michael mengira kalau dokter Alessandra berpura - pura mencintainya dengan tulus sedangkan dokter Alessandra sama sekali tidak menjawab ucapan Michael.


Dokter Alessandra menekan pelatuknya sedangkan Michael yang merasa dalam bahaya mengambil pistol mungil satunya yang di simpan di saku celananya kemudian di arahkan ke dokter Alessandra.


"Aku sangat mencintaimu." Ucap dokter Alessandra sambil masih menarik pelatuknya.


"Aku sangat membencimu." Ucap Michael sambil menggulingkan tubuhnya ke arah samping.


Selesai mengatakan hal itu dokter Alessandra menembak pria yang ada di sebrang jalan bersamaan penjahat tersebut menembak ke arah Michael.


Namun tindakan Michael membuat tembakannya salah sasaran dimana mengenai dada dokter Alessandra bersamaan Michael menembak ke arah perut dokter Alessandra.


Sedangkan dokter Alessandra berhasil menembak kening pria tersebut hingga mati di tempat. Tubuh dokter Alessandra terhuyung ke depan sambil memegang pagar pembatas balkon.


"Kenapa kamu menembak ke arah lain?" Tanya Michael dengan wajah terkejut.


"Ada orang yang ingin menembak Kak Michael tapi Kak Michael tenang saja orangnya sudah berhasil Aku tembak." Jawab dokter Alessandra sambil menunjuk ke arah sebrang jalan.


Michael sangat terkejut dengan ucapan dokter Alessandra membuat Michael menatap ke arah yang di tunjuk oleh dokter Alessandra.


"Kenapa kamu tidak mengatakannya dari awal?" Tanya Michael sambil berjalan ke arah dokter Alessandra.


"Aku hanya ingin tahu apakah Kak Michael percaya padaku atau tidak." Jawab dokter Alessandra.


Dokter Alessandra yang sejak tadi menahan rasa pusing dan sakit karena terkena dua tembakan membuat tubuh dokter Alessandra nyaris jatuh dari balkon jika saja tangan Michael tidak menahannya.


"Di sini jauh dari rumah sakit sedangkan lukaku sangat parah dan membutuhkan darah, jadi lepaskan tangan Kak Michael." Ucap dokter Alessandra sambil menatap Michael dengan tatapan sayu.


"Aku tidak akan melepaskannya." Ucap Michael sambil menarik tubuh dokter Alessandra.


Michael menggendong dokter Alessandra kemudian membawanya ke arah ranjang dengan perasaan bersalah.


"Aku sangat mencintaimu, semoga Kak Michael mendapatkan wanita yang lebih baik dariku." Ucap dokter Alessandra sambil memegangi pipi Michael.


"Aku juga sangat mencintaimu, Aku mohon jangan tinggalkan Aku. Berikan Aku kesempatan ke dua dan Aku berjanji untuk berusaha mengubah sifatku yang mempunyai kepribadian ganda." Ucap Michael.


Michael, David dan Federich mempunyai kepribadian ganda di mana mereka sangat suka menyiksa orang tanpa memperdulikan kalau orang itu adalah orang yang dicintainya.


Namun ketika orang yang dicintainya di ambang kematian barulah mereka menyadari akan kesalahannya. Tapi sayang setelah orang yang dicintainya sudah sembuh dan hati mereka sedang sangat marah maka mereka mengulangi kesalahan yang sama.


Dokter Alessandra tahu kalau saat ini baik Michael, David dan Federick belum sepenuhnya menyadarinya. Tapi dokter Alessandra tahu suatu saat nanti barulah mereka benar - benar menyadari kesalahannya dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.


Yaitu menyiksa orang yang di cintainya di mana dokter Alessandra, dokter Karen dan dokter Sandra sangat tulus mencintai pasangan masing - masing.


"Aku ..." ucapan dokter Alessandra terputus bersamaan dokter Alessandra tidak sadarkan diri begitu pula dengan tangan yang tadi memegang pipi Michael jatuh terkulai.


"Alessandra! Aku mohon jangan tinggalkan Aku." Ucap Michael dengan mata berkaca - kaca.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx