Alessandra

Alessandra
Bagian Ke 66



Dokter Karen menaiki anak tangga hingga sampai di kamarnya dokter Karen masuk ke dalam sambil berpikir. Dokter Karen duduk dengan menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang sambil memejamkan matanya sejenak.


Setelah beberapa saat dokter Karen membuka matanya kemudian mengambil ponselnya yang diletakkan di atas meja untuk menghubungi sahabatnya yang bernama dokter Alessandra untuk datang ke mansion karena dirinya merasa bosan tidak melakukan kegiatan apapun.


Setelah selesai dokter Karen meletakkan ponselnya di atas meja. Sambil menunggu sahabatnya dokter Alessandra datang, dokter Karen membuka aplikasi novel toon karena dokter Karen sangat hobby membaca novel terutama yang berhubungan dengan romantis.


Terlebih karangan Yayuk Triatmaja dan juga membaca beberapa komik romantis. Hingga setengah jam lamanya terdengar suara ketukan pintu.


"Masuk." jawab dokter Karen.


Pintu kamar dokter Karen terbuka dan melihat sahabatnya yang bernama dokter Alessandra tersenyum dan masuk ke dalam kamar dokter Karen. Seperti biasa mereka melakukan cipika cipiki.


"Kita mengobrol di balkon yuk?" ajak dokter Karen.


"Ayuk." jawab dokter Alessandra dengan singkat.


Mereka berdua berjalan hingga sampai ke balkon, mereka duduk berdampingan sambil menikmati udara segar.


"Karen, apakah kamu sudah tahu kalau Aku..." ucapan dokter Alessandra terpotong oleh dokter Karen.


"Aku sudah tahu, jika seandainya nanti Aku melahirkan kemungkinan Aku akan mati. Bolehkah Aku meminta tiga hal darimu." tanya dokter Karen sambil tersenyum namun hatinya terluka.


"Apa itu?" tanya dokter Alessandra penasaran.


"Apapun yang terjadi nanti tolong selamatkan anakku walau taruhannya nyawaku, Aku tidak memperdulikannya asalkan anakku selamat dan yang kedua Aku minta tolong jika suamiku menikah lagi tapi ternyata istrinya tidak mencintai anak kami dengan menyiksa anak kami tolong berikan bukti ke suamiku tapi jika suamiku lebih memilih istrinya Aku mohon bawa kabur anakku." pinta dokter Karen.


"Yang ke tiga kalau ternyata memang Aku harus mati karena melahirkan tolong sumbangkan ke dua ginjalku untuk suamiku karena ginjal suamiku sudah rusak parah." Sambung dokter Karen.


"Dari mana kamu tahu?" tanya dokter Alessandra dengan wajah pura - pura terkejut.


'Aneh, perasaan waktu itu Aku sudah memberikan penawarnya dan Karen sudah tahu hal itu tapi kenapa jadi lupa?' tanya dokter Alessandra dalam hati.


'Itu karena pengaruh dari sisa racun yang terdahulu di mana ada beberapa bagian yang membuatnya lupa tentang beberapa kejadian yang di alami.'


'Pantas saja.' jawab dokter Alensandra dalam hati.


'Apakah bisa disembuhkan?' Tanya dokter Alesandra dalam hati.


'Bisa.'


'Kalau begitu Aku ingin membelinya sekalian obat untuk mengembalikan ginjal yang rusak menjadi ginjal yang bagus.' Pinta dokter Alesandra dalam hati.


'Bukankah waktu itu Nona sudah membelinya?'


"Oh ya Aku lupa. Sekarang di mana obatnya?" Tanya dokter Alessandra.


'Ada di lemari pakaian milik Nona Karen.'


'Oke." Jawab dokter Alessandra.


"Alessandra." Panggil dokter Karen sambil melambaikan tangannya ke arah wajah dokter Alessandra.


"Apa tadi kamu mendengar apa yang Aku katakan?" Tanya dokter Karen menjawab pertanyaan dengan pertanyaan.


"Aku mendengar kalau kamu meminta tiga permintaan." Jawab dokter Alessandra.


"Setelah itu?" Tanya dokter Karen.


Dokter Alessandra hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum sedangkan dokter Karen hanya menggelengkan kepalanya.


"Waktu itu Aku meretas data tentang suamiku dan sungguh Aku sangat terkejut." Ucap dokter Karen.


"Sangat terkejut kenapa?" Tanya dokter Alessandra pura - pura tidak tahu.


"Sejak kematian orang tua Kak David, David kecil sering bermimpi dimana dirinya melihat ke dua orang tuanya di siksa dan di bunuh oleh orang tuaku hingga orang tua David dan David kecil di buang di sungai atas perintah orang tuaku." Jawab dokter Karen dan tidak terasa air matanya keluar begitu pula dengan dokter Alessandra.


"David kecil hingga remaja sering bermimpi di mana David kecil sering mengigau memanggil nama ke dua orang tuanya. Hingga David kecil selalu mengkonsumsi obat penenang agar bisa tidur dengan pulas." Ucap dokter Karen.


"Dari remaja hingga Kak David kerja sebagai CEO, Kak David sering meminum alkohol dan rokok hingga mengakibatkan salah satu ginjalnya rusak parah dan ginjal satunya juga mulai rusak." sambung dokter Karen.


"Karena itulah sumbangkan ke dua ginjalku ke suamiku sedangkan jantung dan ke dua mataku berikan ke seseorang yang membutuhkan. Semua yang bisa di butuhkan oleh orang lain ambil semua di dalam tubuhku." Sambung dokter Karen.


"Sungguh Aku rela, jika suatu saat nanti Aku mati setidaknya bisa memberikan sesuatu yang berharga untuk orang lain." sambung dokter Karen lagi.


"Hatimu terbuat dari apa sih Ren? Kamu bercerita seperti tidak akan takut akan kematian." ucap dokter Alessandra yang sangat salut dengan kebaikan dokter Karen.


"Hatiku sama seperti mu juga sama seperti orang lain. Semua orang pasti akan mati hanya saja tidak akan tahu kapan matinya." Jawab dokter Karen.


"Jika seandainya ternyata Aku ditakdirkan mati karena melahirkan maka Aku rela asalkan Aku bisa membuat orang lain bahagia karena apa yang ada di dalam tubuhku bisa berguna untuk orang lain." ucap dokter Karen sambil tersenyum.


"Oh iya apa yang terjadi dengan David kecil ketika hanyut di sungai?" tanya dokter Alessandra pura - pura tidak tahu.


Hal itu dilakukan agar bisa mengalihkan pembicaraan dan sekaligus dirinya tidak ingin dokter Karen stress mengingat sekarang dokter Karen sedang hamil.


"David kecil ditemukan sepasang suami istri yang tidak mempunyai anak namun ketika setahun kemudian pasangan itu mempunyai bayi dan mengusir David. Mereka sengaja merawat David agar istrinya bisa hamil dan mengusirnya ketika anak mereka lahir." Jawab dokter Karen.


"David kecil pergi dari rumah mereka dan tinggal di kolong jembatan, mencari makanan di tong sampah, menjadi pengamen dan sering di siksa oleh preman." Ucap dokter Karen kemudian menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


"Hingga suatu saat David membalasnya dengan cara preman tersebut ketika tidur di lempar batu yang besar membuatnya mati seketika." sambung dokter Karen.


"Sejak saat itu Kak David sering membunuh orang - orang yang berniat jahat dengan dirinya dan orang - orang yang sering menindas Kak David. Hal itu tentu saja orang - orang sangat takut padanya hingga Kak David dipertemukan oleh seorang wanita paruh baya." Sambung dokter Karen.


"Wanita paruh baya tersebut menyekolahkan Kak David hingga lulus sekolah tapi setelah selesai lulus sekolah wanita paruh baya itu ternyata meminta imbalan. Di mana wanita paruh baya itu meminta David menjadi kekasihnya dan menginginkan David memuaskan dirinya dan tentu saja David tidak setuju." Sambung dokter Karen lagi.


"Lalu?" Tanya dokter Alesandra yang belum membaca seluruh cerita tentang masa lalu David.


"Wanita paruh baya itu sangat marah dan mengeluarkan pistol untuk mengancam Kak David. Kak David tanpa takut sedikitpun menarik tangan wanita paruh baya itu kemudian tangannya langsung di putar." Jawab dokter Karen.


"Lalu selanjutnya?" Tanya dokter Alessandra.