
Pria tersebut melihat wanita yang tadi tidur dengannya menghisap darah gadis tersebut yang sudah tidak sadarkan diri sedangkan pria yang berada di sebelahnya matanya melotot dan sudah meninggal dunia kehabisan darah.
"Menghisap darah Mereka berdua dengan demikian Aku menjadi kuat dan bertambah cantik." Jawab wanita tersebut sambil menjilati lidahnya yang penuh dengan darah gadis tersebut.
"Ka ... Kamu iblis." ucap pria tersebut yang masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Hahahahaha ... Tepat sekali dan ingat nanti malam siapkan gadis dan perjaka jika tidak darahmu yang akan Aku hisap hingga Kamu kehabisan darah sama seperti Mereka berdua." Ucap wanita tersebut.
Pria tersebut ingin mengatakan sesuatu namun wanita tersebut tiba - tiba menghilang. Pria itupun menghembuskan nafasnya dengan perlahan sambil memikirkan caranya untuk melenyapkan wanita tersebut.
'Untuk saat ini biarkan saja setelah ke dua anaknya Tuan Michael mati barulah Aku memikirkan caranya untuk membunuhnya." Ucap pria tersebut dalam hati.
Pria itupun memerintahkan anak buahnya untuk membereskan mayat ke dua orang tersebut setelah selesai barulah pria tersebut istirahat. Di tempat yang berbeda lebih tepatnya di dunia sistem di mana Alensandra dan sistem yang berupa kucing melihat apa yang terjadi membuat Alensandra sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya.
"Apakah wanita itu drakula atau vampir?" Tanya Alensandra.
"Drakula."
"Apakah ada kelemahannya?" Tanya Alensandra.
"Kenapa Nona ingin tahu?"
"Karena anak buah Kak Michael tidak akan mampu melawannya dan Aku tidak ingin ada korban lagi." Jawab Alensandra.
"Tentu saja untuk melawan wanita drakula harus berada di tempat yang ada sinar matahari atau di tempat yang sangat terang."
"Selain itu?" Tanya Alensandra.
"Pada siang hari wanita drakula itu tidur dengan pulas dan di saat itu pula Nona mempunyai kesempatan untuk membunuhnya dengan cara menusuknya dengan menggunakan pedang yang berada di sampingnya tepat di jantungnya."
"Kenapa pedangnya diletakkan di sampingnya? Bukankah itu membahayakan nyawanya?" tanya Alensandra dengan wajah bingung.
"Pertama pedang itu mempunyai mata jadi ketika hendak menyentuhnya pedang itu memberikan signal di mana wanita drakula itu akan terbangun dan membunuh orang itu kecuali ...."
"Kecuali apa?" Tanya Alensandra.
"Kecuali melakukannya berada tepat di bawah sinar matahari jadi mempermudah untuk membunuhnya. Sayangnya peti itu terletak di mansion bawah tanah di mana tempatnya gelap gulita dan lembab."
"Aku tahu caranya supaya tempat yang gelap gulita jadi terang." Ucap Alensandra.
"Bagaimana caranya Nona?"
"Mansionnya di bom." Jawab Alensadra sambil tersenyum devil.
Kucing tersebut hanya memutar bola matanya dengan malas sedangkan Alensandra dengan serius memandangi wanita drakula tersebut yang berbaring di dalam peti.
"Oh ya Ayah dari permilik tubuh ingin mengundurkan diri dari dunia mafia dan tidak ingin membantu untuk membunuh ke dua anak Nona karena ingin memperbaiki hubungannya dengan putrinya."
"Syukurlah." Jawab Alensandra.
"Berarti misiku sudah selesai." Sambung Alensandra.
"Belum.''
"Kok belum?' Tanya Alensandra.
"Keluarga dari Ibunya pemilik tubuh ikut andil yang membuat Ibu dari pemilik tubuh meninggal dunia."
"Oh iya Aku hampir lupa." Ucap Alensandra.
"****Selain itu karena Ayah dari pemilik tubuh mengundurkan**** ****diri dari dunia mafia membuat pria tersebut marah dan berencana menculik putrinya untuk dijadikan tumbal wanita drakula itu****."
"Aku akan menjaga pemilik tubuh agar tidak di culik Oh ya apakah putriku juga dalam bahaya?" Tanya Alensandra.
"Putriku dalam bahaya, apakah ada cara lain untuk melawan wanita drakula itu?" Tanya Alensandra.
"Ada."
"Apa?" Tanya Alensandra penasaran.
Sistem itupun memberitahukan kelemahannya sedangkan Alesandra mendengarkan sambil sesekali memijat keningnya yang tidak pusing karena sangat sulit untuk membunuh wanita tersebut terlebih penculikan tersebut dilakukan pada malam hari.
"Ternyata sangat sulit untuk membunuh wanita drakula itu." Ucap Alensandra.
"****Memang sangat sulit tapi Aku sangat yakin Nona pasti bisa****."
"Semoga saja." Jawab Alesandra.
Selesai berbicara Alensandra menemui pemilik tubuh yang sedang bersiap ingin pergi berangkat kuliah.
"Alesandra, karena nama Kita sama bagaimana kalau pas kita berdua Aku memanggil namamu Sandra?" Tanya Alensandra.
"Boleh saja." Jawab Sandra yang tidak mempermasalahkan dirinya di panggil Sandra.
"Baik, Aku hanya minta selama jam dua belas siang Kamu ada di kampus dan tidak boleh kemana - mana." Ucap Alensandra.
"Memang kenapa?" Tanya Sandra.
"Ada orang yang ingin menculikmu karena itulah Aku memintamu untuk tidak keluar dari kampus. Karena setelah jam dua belas siang rohku akan masuk ke dalam tubuhmu untuk melawan para penculik." Jawab Alensandra.
"Baik, Aku paham." Ucap Sandra.
Selesai berbicara Sandra berangkat kuliah dengan ditemani Ayahnya sedangkan sahabatnya Sandra sekaligus mantan kekasih Ayahnya kini tinggal di rumah sakit jiwa.
Hal ini dikarenakan Ayahnya Sandra tidak menghiraukan Valen yang berada di rumah sakit. Di mana Valen mengalami lumpuh akibat jatuh dari tangga hal itu membuat Valen histeris dan marah - marah di rumah sakit. Ayahnya Sandra tanpa punya perasaan memerintahkan seseorang untuk memasukkan ke rumah sakit jiwa.
Kini Sandra berada di kampus dan mengikuti mata kuliah hingga tidak terasa jam mata kuliah pertama berakhir. Sandra di ajak teman - teman kuliahnya untuk makan di luar tapi Sandra tidak mau dan ingin makan di kantin dengan alasan lagi datang bulan.
Hingga tidak terasa waktu menunjukkan pukul dua belas siang di mana roh Alensandra masuk ke dalam jiwa Sandra. Sandra yang sudah dirasuki roh Alensandra masuk ke dalam mobil di mana Ayahnya Sandra menjemput dirinya sekalian makan bersama di restoran kesukaan Sandra.
"Alensandra." Panggil Ayahnya yang masih merasa bersalah dan ingin meminta maaf pada putri semata wayangnya.
"Ya." Jawab Alensandra singkat.
Ketika Ayahnya Alensandra ingin bicara tidak jadi bicara karena tanpa sengaja melihat dua mobil hitam mengikuti mobilnya dan Ayahnya Alesandra tahu kalau dua mobil hitam tersebut adalah milik bosnya. Sedangkan tanpa sepengetahuan pria tersebut kalau Alesandra tahu kalau mobilnya diikuti sejak tadi.
"Alensandra pegangan, mobil Kita diikuti.' Ucap Ayahnya Alesandra.
Tanpa menjawab Alesandra memegang mobil sedangkan Ayahnya Alesandra melajukan mobilnya dengan cepat. Hingga terjadi aksi kejar - kejaran namun tiba - tiba di depan mobil ada mobil hitam berhenti dan menghalangi jalan.
Cittttttttttttttt
Ayahnya Alesandra terpaksa mengerem mobilnya hingga tubuh Ayahnya Alesandra mengenai stir kemudi sedangkan Alesandra pura - pura nyaris terkena dasboard mobil.
"Kamu di sini saja biar Daddy yang melawan Mereka." Ucap Ayahnya Alesandra sambil membuka sealtbeltnya.
"Mereka sangat banyak dan kebetulan Alesandra bisa bela diri jadi Alensandra akan melawan Mereka." Ucap Alensandra yang juga melepaskan sealtbeltnya.
"Tapi Daddy tidak ingin Kamu terluka jadi lebih baik jika ada kesempatan bawa mobil dan tinggalkan Daddy." Ucap Ayahnya Alensandra sambil keluar dari mobil.
Tanpa menjawab Alensandra membuka pintu dan tanpa sengaja melihat enam orang yang sangat dikenalnya membuat Alensandra sangat terkejut.
"Kenapa Mereka ada di sini?' Tanya Alensandra sambil keluar dari mobil.