
"Akhhhhhhhhh..." teriak seseorang dari atas pohon.
Bruk
Sambil mendorong Pangeran Ke 9 dengan menggunakan tangan kirinya Alesandra melempar jarum perak ke arah pria yang menggunakan pakaian serba hitam. Lemparan jarum perak tersebut tepat mengenai kakinya membuat pria tersebut langsung jatuh dari atas pohon.
"Maaf Pangeran Ke 9, Aku terpaksa mendorong Pangeran Ke 9 karena pria itu ingin membunuh Pangeran Ke 9." Jawab Alesandra.
"Tidak apa - apa dan terima kasih atas bantuannya." Ucap Pangeran Ke 9 untuk pertama kalinya mengucapkan terima kasih.
"Sama - sama." Jawab Alesandra sambil berjalan ke arah pria tersebut dan diikuti oleh Pangeran Ke 9.
"Siapa yang menyuruhmu?" tanya Pangeran Ke 9 dengan nada dingin.
Waktu tiba - tiba berhenti bersamaan kedatangan sistem yang nangkring di bahu Alesandra.
"Nona, pria itu sebentar lagi bunuh diri dan sebentar lagi Nona akan kembali menjadi batu giok."
"Siapa yang menyuruh membunuh Pangeran Ke 9?" tanya Alesandra penasaran.
"Pangeran Ke dua."
"Pangeran ke dua sangat jahat kalau begitu aku akan membalas perbuatannya." Ucap Alesandra yang ingin cepat menyelesaikan misinya secepat mungkin.
"Bilang saja Nona ingin menyelesaikan misinya agar bisa bertemu dengan suami dan ke dua anak kembarnya."
"Hehehehe ... Tambah pintar saja." puji Alesandra.
Sistem tersebut langsung menjulurkan lidah bersamaan Alesandra menarik lidah kucing tersebut. Sistem yang sangat kesal dengan ulah Alesandra sengaja menggigit jari telunjuk dan ibu jari membuat Alesandra melepaskan ke dua jarinya yang menarik lidahnya.
"Akhhhhh.... Sakit ..." Teriak Alesandra sambil meniup jari telunjuk dan ibu jarinya yang terasa sakit akibat di gigit.
"Sistem kejam." Ucap Alesandra dengan nada kesal.
"Biarin, salah siapa menarik lidahku."
Alesandra hanya bisa menatap sebal ke arah sistem dan tidak berapa lama waktu berjalan seperti biasa.
"Sebelum Kamu bunuh diri, Aku akan memberitahukanmu kalau Pangeran Ke Dua adalah dalang untuk membunuh Pangeran Ke 9. Benar bukan kataku?" Tanya Alesandra sambil tersenyum devil.
Tanpa sepengetahuan Pangeran Ke 9 dan pria tersebut kalau Alesandra mengeluarkan sihirnya agar pria tersebut tidak terluka parah.
"Darimana Nona tahu saya akan bunuh diri dan pelakunya adalah Pangeran Ke dua?' tanya pria tersebut dengan wajah terkejut sambil menahan rasa nyeri di tubuhnya.
'Aneh, pohon setinggi itu tidak membuatku langsung mati.' Sambung pria tersebut dalam hati dengan wajah bingung.
"Tahu dari Pangeran Ke Dua, di mana Pangeran Ke Dua mengatakan ke Pangeran Ke 9 kalau pengawalnya ada yang berkhianat dan meminta Pangeran Ke 9 untuk membunuhnya.'' Jawab Alesandra berbohong.
'Tentu saja Aku tahu.' sambung Alesandra dalam hati.
"Tidak mungkin, Pangeran Ke 2 bilang kalau Pangeran Ke 9 pura - pura lemah dan pura - pura cacat karena itulah Pangeran Ke 2 memintaku untuk membunuh Pangeran Ke 9." Jawab pria tersebut menjelaskan.
"Kok beda ya dengan apa yang dikatakan Pangeran Ke 2?" tanya Alesandra pura - pura berpikir.
"Apalagi bagaimana Pangeran Ke 2 bisa tahu kalau Pangeran Ke 9 wajahnya tidak rusak dan tidak lemah? Apakah di istana Pangeran Ke 9 ada mata - mata?" Tanya Alesandra penasaran begitu pula dengan Pangeran Ke 9.
"Tentu saja ada." Jawab pria tersebut keceplosan.
"Siapa?" Tanya Alesandra.
"Si*l, Aku di jebak." ucap pria tersebut dengan nada kesal.
Selesai mengatakan hal itu pria tersebut bunuh diri bersamaan Alesandra berubah menjadi batu giok dan nyaris terjatuh jika saja Pangeran Ke 9 tidak menangkap batu giok tersebut dengan menggunakan tangan kanannya.
"Aku sekarang sangat percaya." ucap Pangeran Ke 9.
"Percaya apa?" Tanya Alesandra penasaran.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx