Alessandra

Alessandra
Bagian Ke 45



"Jika Tuan bertemu dengan Nyonya Karen, apakah masih ingin menyiksanya?" tanya Michael penasaran.


"Mungkin bisa iya atau mungkin saja tidak." jawab David dengan nada santai.


"Jika Nyonya Karen hamil bagaimana? Apakah Tuan akan menyiksanya?" tanya Michael yang masih penasaran dengan sikap David.


"Tidak mungkin istriku hamil karena kami hanya melakukannya pada malam itu, jadi tidak mungkin hamil." ucap David dengan nada masih santai.


"Tapi jika benar Nyonya Karen hamil apa yang akan Tuan lalukan?" tanya Michael penasaran.


"Aku akan tes DNA jika Dia ternyata putraku maka Aku akan mengambilnya dan melanjutkan menyiksa nya kembali tapi jika ternyata bukan putraku maka Aku akan menyiksanya bersama anak yang dikandungnya" ucap David dengan nada masih santai tanpa punya perasaan iba sedikitpun.


"Apakah Tuan masih ingat akan perkataan dengan Federick?" tanya Michael.


"Federick memang mengatakan apa?" tanya David menjawab pertanyaan dengan pertanyaan.


"Jika Nyonya Karen hamil maka mengalami pendarahan karena efek samping dari obat yang waktu itu diberikan dan bisa mengakibatkan kematian untuk Nyonya Karen. Apa yang akan Tuan lakukan?" tanya Michael.


"Jika ternyata anak kandungku maka Aku akan memeliharanya dan membiarkan istriku meninggal dunia mungkin itu sudah menjadi karmanya karena orang tuanya telah membunuh orang tuaku dan Aku yakin orang tuanya akan sedih dan terpukul atas meninggalnya putri kesayangan mereka. Tapi jika bukan maka Aku akan membunuh bayi itu." ucap David tanpa punya rasa empati sedikitpun.


"Kenapa Tuan mencari Nyonya Karen jika hanya menginginkan kematiannya?" tanya Michael dengan wajah bingung.


"Karena Aku belum puas untuk menyiksanya." jawab David dengan nada santai.


Michael hanya menghembuskan nafasnya secara kasar dan tidak berapa lama ponsel milik Michael berdering. Michael mengambil ponselnya di atas meja dan melihat siapa yang menghubungi dirinya. Setelah tahu Michael menggeser tombol berwarna hijau.


Michael mendengarkan informasinya sambil menatap bosnya. Setelah kurang dari 5 menit Michael mematikan ponselnya secara sepihak kemudian menatap ke arah David.


"Tuan, Nyonya Karen berada di kota xxxx, apakah kita menyusul ke sana?" tanya Michael.


"Ya kita susul istriku." Jawab David.


Merekapun meninggalkan hotel tersebut untuk pergi ke kota xxxx dengan menggunakan mobil. Dua jam lamanya barulah David dan Michael sudah sampai di kota xxxx.


"Tuan, Nona Karen menginap di rumah sederhana itu." ucap Michael menunjukkan rumah yang sangat sederhana dan pintunya sudah tertutup dengan rapat.


"Kamu sewa hotel yang dekat dari sini dan besok pagi jemput Aku." ucap David sambil turun dari mobilnya.


"Baik Tuan." jawab Michael sambil melajukan kembali kendaraannya.


David berjalan menuju ke arah rumah sederhana. Tangan David diarahkan ke pintu hendak mengetuk pintu bertepatan dengan seorang wanita paruh baya membuka pintu.


"Tuan ingin mencari siapa?" Tanya wanita paruh baya tersebut.


"Aku ingin bertemu dengan istriku yang menginap di rumah ini." Jawab David dengan nada dingin.


"Maaf Tuan Muda, empat jam yang lalu ada dua gadis menginap di rumah ini tapi dua jam kemudian ke dua gadis itu pergi menuju ke arah pantai naik perahu." Jawab wanita paruh baya menjelaskan.


David menatap ke arah wanita paruh baya tersebut dan tidak ada kebohongan di matanya membuat David mengeluarkan ponselnya untuk mengirim pesan ke Michael.


"Oh ya tadi salah satu gadis itu menitipkan surat untuk seorang pria jika ada yang mencari dirinya." Ucap wanita paruh baya tersebut sambil memberikan kertas ke David.


"Boleh Aku masuk ke dalam?" Tanya David sambil menerima surat tersebut.


"Silahkan Tuan Muda." Jawab wanita paruh baya tersebut.


Wanita paruh baya tersebut membuka pintu tersebut dengan lebar agar David masuk ke dalam. David menatap sekeliling ruangan dan melihat pakaian milik istrinya di lipat rapih di atas meja dekat ranjang.


"Gadis itu mengganti pakaiannya dengan pakaian milik temannya kemudian meletakkan pakaiannya di atas meja." Ucap wanita paruh baya.


David hanya menganggukkan kepalanya kemudian mengambil pakaian milik dokter Karen. Aroma bunga lavender kesukaan dokter Karen masih tercium di pakaian milik dokter Karen membuat David menghirupnya.


'Aku sangat merindukannya.' Ucap David dalam hati.


Tidak berapa lama datang Michael dan berjalan ke arah David yang sedang duduk di sisi ranjang.


"Dia sudah pergi." Ucap David sambil berdiri.


Michael hanya menganggukkan kepalanya kemudian David dan Michael pergi dari tempat tersebut menuju ke hotel untuk istirahat sedangkan di tempat yang berbeda di mana dokter Alesandra, dokter Karen dan dokter Sandra berkumpul di sebuah rumah minimalis milik seorang wanita paruh baya.


"Karen." Panggil dokter Alesandra yang sejak tadi melihat dokter Karen hanya diam saja.


"Ya." jawab dokter Karen dengan singkat.


"Kamu ingat dengan suamimu?" Tanya dokter Alesandra yang melihat mata dokter Karen berkaca - kaca.


Dokter Karen menganggukkan kepalanya membuat dokter Alesandra menghembuskan nafasnya dengan perlahan sambil mengingat dua jam sebelum dirinya berada di rumah terpencil yang ditempati oleh seorang wanita paruh baya.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Dua Jam Sebelumnya


"Kita harus pergi dari sini." Ucap dokter Alesandra sambil mengeluarkan dua stell pakaian.


"Kenapa?" Tanya dokter Karen penasaran.


"Suamimu dan Kak Michael akan kesini jadi lebih baik kita pergi dari sini." jawab dokter Alesandra sambil memberikan satu stell pakaian ke dokter Karen.


"Gantilah pakaian yang kamu kenakan agar kita berhasil kabur dari sini." Sambung dokter Alesandra sambil mengganti pakaian.


Tanpa banyak bertanya dokter Karen mengganti pakaiannya kemudian mereka pergi dari tempat tersebut menuju ke tempat pantai di mana mereka naik perahu untuk menemui dokter Sandra yang berada di sebrang pulau.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Jalan cerita yang sebenarnya :


Dokter Alesandra sudah membaca isi cerita novel di mana David dapat menemukan dokter Karen namun sifat David tidak berubah di mana David melakukan seperti di bawah ini.


"Honey." panggil dokter Karen dengan wajah sangat terkejut sambil berusaha menutup pintunya dengan rapat.


Namun David mendorong pintu tersebut dengan sekuat tenaga hingga dokter Karen mundur ke belakang karena tenaganya kalah jauh dari David.


Kemudian David masuk ke dalam rumah tersebut lalu menutup pintunya dengan kasar. David menatap tajam ke arah dokter Karen begitu pula dengan dokter Karen menatap tajam ke arah suaminya.


"Kenapa mencariku?" tanya dokter Karen dengan nada dingin.


David diam hanya menarik tangan dokter Karen dan berjalan ke arah kamar dokter Karen kemudian mendorong tubuh dokter Karen ke ranjang membuat dokter Karen tidur terlentang.


David menarik paksa pakaian dokter Karen hingga tubuhnya polos tanpa sehelai benangpun. David menatap nyalang tubuh mulus istrinya terlebih David yang baru merasakan nikmatnya melakukan hubungan suami istri membuat David menginginkannya kembali.


David pun melepaskan satu persatu pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benangpun kemudian David menaiki tubuh dokter Karen dan menciumnya dengan kasar.


Awalnya dokter Karen menolaknya tapi akhirnya pasrah karena tenaga David lebih kuat darinya. David pun memasukkan wortel importnya ke dalam area privasi dokter Karen.


"Sakit.. Aku mohon pelan - pelan." mohon dokter Karen menahan rasa perih di daerah privasinya karena David tidak melakukan pemanasan terlebih dahulu.


"Aku tidak perduli." ucap David sambil menggoyangkan pinggulnya secara berulang - ulang.


Dokter Karen hanya bisa mengeluarkan air matanya sambil mencengkram seprai untuk mengalihkan rasa perih pada bagian privasinya.


Dokter Karen membiarkan suaminya melakukan semaunya atas tubuhnya karena dirinya sudah pasrah apa yang akan terjadi. Setelah keluar lahar David merasa puas kemudian David menarik tombak saktinya kemudian menggulingkan tubuhnya ke arah samping dokter Karen.


Dokter Karen membelakangi tubuh David sambil menutup mulutnya agar tidak mengeluarkan suara ketika dirinya menangis.


David beristirahat hanya 20 menit setelah itu David menarik tubuh dokter Karen hingga terlentang kemudian kembali menaiki tubuh polos dokter Karen lalu kembali tubuhnya disatukan.


"Tubuhmu terasa nikmat." bisik David sambil menggoyangkan pinggulnya berulang-ulang kali hingga laharnya kembali keluar.


Dokter Karen hanya diam dan memejamkan matanya menahan rasa sakit hatinya dan juga menahan rasa perih di bagian privasi nya secara bersamaan.


Sampai ke tiga kali barulah David berhenti dan menarik tombak saktinya kemudian menggulingkan tubuhnya ke arah samping. David berbaring di samping dokter Karen sambil memeluknya dari arah belakang karena dokter Karen membelakangi dirinya.


Tidak berapa lama merekapun tertidur dengan pulas dan tanpa sadar dokter Karen membalikkan badannya dan memeluk David dan kepalanya bersandar di dada bidang suaminya untuk mencari kehangatan.


Hingga malam berganti pagi suara kicau burung saling bersahutan. David perlahan membuka matanya dan melihat istrinya sedang tertidur pulas dan kepalanya bersandar didadanya.


"Aku sudah mulai menyukaimu tapi di sisi yang lain Aku belum bisa memaafkan orang tuamu. Aku ingin menyiksamu hingga kamu mati tapi ketika kamu terluka Aku sangat takut kehilanganmu. Aku bingung dengan diriku ini haruskah Aku melanjutkan dendamku pada orang tuamu dengan melampiaskan padamu?" Tanya David dengan nada lirih.


David melepaskan pelukan dokter Karen dan turun dari ranjang kemudian memunguti pakaiannya yang berserakan di lantai lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.


Dokter Karen membuka matanya ketika suaminya menutup pintu kamar mandinya. Air matanya kembali keluar dan menatap sendu ke arah kamar mandi. Dokter Karen bangun dari ranjangnya dan mengambil handuk untuk menutupi tubuhnya yang polos sambil membawa pakaiannya dan duduk di ranjang menunggu suaminya keluar dari kamar mandi.


Pintu kamar mandi terbuka, dokter Karen melihat David mengusap rambutnya yang basah dengan menggunakan handuk kecil milik istrinya. Dokter Karen yang melihat David sudah keluar langsung masuk ke kamar mandi tanpa memperdulikan David.


Selesai mandi dan berpakaian dokter Karen keluar dari kamar mandi kemudian menyisir rambutnya tanpa memperdulikan kehadiran suaminya.


"Bersiaplah hari ini kita pulang ke kota xxxx." ucap David sambil berdiri dengan melipatkan tangannya ke dadanya.


" Aku ingin tinggal di sini pulanglah sendiri." ucap dokter Karen sambil masih menyisiri rambutnya yang panjang.


"Tidak, kamu harus ikut Aku pulang." ucap David dengan nada dingin.


Dokter Karen membalikkan badannya dan berdiri menatap tajam ke arah suaminya.


"Kenapa Aku mesti ikut denganmu?" tanya dokter Karen.


"Karena Aku masih belum puas untuk menyiksamu." Jawab David tanpa merasa bersalah sedikitpun.


"Aku tidak yakin honey akan menyiksaku." ucap dokter Karen dengan nada meremehkan David.


David yang melihat wajah dokter Karen yang meremehkan dirinya membuat David menampar pipi kanan dokter Karen hingga sudut bibirnya berdarah membuat tubuh dokter Karen mundur ke belakang.


Dokter Karen tahu kalau saat ini tempramen suaminya sedang tinggi membuat dokter Karen ingin memancing kemarahan David agar membunuh dirinya karena dirinya sudah sangat lelah dengan sikap suaminya.


"Aku tidak mau pulang, kalau honey mau pulang, pulanglah sendiri." ucap dokter Karen dengan nada kesal.


David kembali menampar pipi kiri dokter Karen sedangkan dokter Karen hanya tersenyum sambil menahan rasa sakit di pipinya terlebih sudut bibirnya mengeluarkan darah segar.


"Jangan pernah memancing kemarahanku kalau kamu tidak ingin pisau tajam ini menembus kulit putih mu yang mulus." ancam David sambil mengeluarkan pisau lipatnya di balik saku celana panjangnya.


Dokter Karen tidak menjawab hanya berjalan dengan perlahan mendekati suaminya setelah dekat dokter Karen memeluk suaminya membuat suaminya sangat terkejut.


Pisau itupun menusuk di perut dokter Karen dan dokter Karen hanya tersenyum sambil menahan rasa sakit di perutnya hingga darah segar keluar dari perutnya.


'Lakukanlah sesukamu honey jika itu bisa membuatmu puas.' bisik dokter Karen sambil tangannya menggenggam tangan David yang memegang pisau dan menekannya hingga masuk ke dalam.


Darah segar keluar dari perut dokter Karen dan tanpa sepengetahuan David kalau hal itu membuat mulut dokter Karen mengeluarkan darah segar. David tidak mengetahuinya hal itu karena dokter Karen memeluknya sangat erat.


"Mungkin dengan kematianku bisa membuat honey puas dan dendam honey pada orang tuaku bisa hilang. Jaga dirimu honey semoga honey selalu bahagia." ucap dokter Karen dengan nada lirih sambil memejamkan matanya menahan rasa sakit yang teramat sangat.


Perlahan dokter Karen melepaskan pelukannya dan terjatuh tapi tangan David menahannya. David mendorong tubuh dokter Karen secara perlahan agar David dapat melihat dokter Karen. Namun matanya membulat sempurna karena David melihat mulut dokter Karen mengeluarkan darah segar.


"Apa maksudmu?" Tanya David dengan nada dingin.


Dokter Karen perlahan membuka matanya dan menatap wajah suaminya dengan sayu namun dokter Karen berusaha untuk tersenyum.


"Aku lelah honey, Aku ingin tidur." ucap dokter Karen berusaha untuk selalu tersenyum dan dengan nada lirih.


Setelah mengucapkan kalimat terakhir dokter Karen memejamkan matanya dan tidak membutuhkan waktu lama dokter Karen tidak sadarkan diri.


"Hei bangun... bangun.." ucap David sambil mengguncang - guncangkan ke dua bahu dokter Karen dengan menggunakan ke dua tangan David.


David merasakan pakaian miliknya basah di tambah bau darah tercium olehnya membuat mata David diarahkan ke perut dokter Karen yang sudah basah karena darah segar yang tidak berhenti keluar.


David langsung menggendong dokter Karen ala bridal style dan membuka pintu kamarnya untuk keluar bersamaan Michael keluar dari pintu mobil.


"Kita ke rumah sakit." ucap David dengan wajah paniknya.


"Baik Tuan." jawab Michael sambil membuka pintu mobiluntuk keluar dan memutar tubuhnya kemudian membuka pintu mobil agar David duduk di kursi belakang pengemudi kemudian menutupnya kembali. Michael kembali memutar tubuhnya dan membuka pintu mobil dan duduk di kursi pengemudi kemudian menutup pintu mobilnya kembali.


David mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi agar sampai di rumah sakit terdekat. Hingga 20 menit perjalanan mereka sudah sampai di rumah sakit. David langsung membuka pintu mobilnya dan keluar sambil menggendong dokter Karen ala bridal style.


"Suster.. suster!!! " teriak David.


Para suster membawa brankar kemudian David menurunkan tubuh dokter Karen yang sudah mulai dingin. Dua suster mendorong brankar menuju ke ruang UGD.


"Maaf Tuan Muda sampai di sini." ucap suster dengan ramah.


David hanya diam dan melihat brankar dimana dokter Karen sedang berbaring di dorong menuju ke ruangan ugd sampai masuk ke dalam bertepatan kedatangan Michael.


"Tuan kenapa tidak membiarkan Nyonya Karen meninggal dunia saja." tanya Michael.


"Apa maksudmu Michael!" bentak David.


"Bukankah Nyonya Karen terluka karena ulah Tuan Muda David?" tanya Michael.


"Bukan, dia memelukku ketika Aku menggenggam pisau lipat." Jawab David tanpa merasakan bersalah sedikitpun.


"Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Michael penasaran.


David pun menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutupi tentang kejadian hari ini sedangkan kejadian semalam David tidak menceritakan nya sedangkan Michael hanya diam tanpa berkomentar.


"Tuan Muda sepertinya Nyonya Karen sangat lelah karena itulah Nyonya Karen melakukan seperti itu. Apakah Tuan terus menyiksa Nyonya Karen?" tanya Michael penasaran.


"Mungkin iya mungkin juga tidak." jawab David ambigu.


"Suatu saat jika Nyonya Karen tiada karena tidak kuat menahan siksaan dari Tuan Muda jangan pernah Tuan muda menyesalinya." ucap Michael dengan pasrah karena sulit merubah sifat David.


"Dia harus hidup bagaimanapun caranya. Michael ambilkan pakaian gantiku." ucap David mengalihkan pembicaraan sambil menunggu dokter Karen di ruangan UGD.


"Baik Tuan Muda." jawab Michael.


Karena itulah dokter Alesandra membawa dokter Karen pergi dari tempat tersebut agar David tidak melakukan perbuatan yang membuat dokter Karen kembali masuk ke rumah sakit.