
Alesandra yang sangat familiar dengan suara tersebut membalikkan badannya dan melihat Pangeran Ke 9 berdiri tepat di belakangnya.
"Aku sudah mengubur Mereka." Jawab Alesandra sambil menunjuk ke arah tanah yang sudah tertutup dengan rumput secara sempurna.
Pangeran Ke 9 hanya menatap ke arah rumput tersebut kemudian menganggukkan kepalanya. Pangeran Ke 9 dan Alesandra kembali berpegangan tangan untuk melanjutkan misi berikutnya yaitu istana milik Pangeran Ke 4.
Sama seperti yang terjadi dengan Pangeran Ke 2, Pangeran Ke 3 di mana Mereka bersama pasangannya mati di tembak oleh Alesandra dan Pangeran Ke 9, begitupula yang terjadi dengan Pangeran Ke 4 dan Pangeran Ke 5.
Mereka mati dengan cara di tembak namun ketika Pangeran Ke 5 meninggal bersamaan Alesandra berubah menjadi batu giok. Seperti yang dikatakan oleh Alesandra jika dirinya berubah wujud menjadi batu giok maka pistol yang di pegang Pangeran Ke 9 langsung menghilang.
"Kalau di tinggal seperti ini akan ketahuan kalau Mereka mati secara tidak wajar karena di dalam dadanya ada peluru." Ucap Pangeran Ke 9 sambil menggenggam batu gioknya.
"Memang benar apalagi ilmu sihir milik Pangeran Ke 9 juga ikut menghilang." Ucap Alesandra sambil berpikir.
"Lebih baik Kita bakar saja istana ini agar tidak ketahuan." Ucap Pangeran Ke 9.
"Menggunakan apa?" Tanya Alessandra.
Pangeran Ke 9 melihat sekeliling ruangan hingga dirinya melihat ada dua lilin yang tergeletak di atas meja di sudut kamar Pangeran Ke 5. Pangeran Ke 9 berjalan ke arah sudut tersebut sambil meletakkan batu gioknya ke pinggangnya agar tidak hilang.
"Aneh, kenapa ada bunga - bunga di dalam mangkok?" tanya Pangeran Ke 9 dengan wajah terkejut.
"Pangeran Ke 9, tusuk dada Pangeran Ke 5 dan harus tepat mengenai jantungnya dengan menggunakan pedang." Ucap Alesandra.
"Memangnya kenapa?' Tanya Pangeran Ke 9 dengan wajah bingung.
"Nanti akan Aku ceritakan karena sudah tidak ada waktu lagi." Jawab Alesandra.
Pangeran Ke 9 langsung membalikkan badannya kemudian berjalan ke arah ranjang di mana Pangeran Ke 5 sudah meninggal dunia dengan mata melotot.
Pangeran Ke 9 langsung menarik pedangnya kemudian menusuknya di dada Pangeran Ke 5 hingga tembus ke jantungnya bersamaan teriakan kesakitan yang keluar dari mulut Pangeran Ke 5 dan tidak berapa lama suara teriakan tersebut menghilang.
"Kenapa Pangeran Ke 5 berteriak kesakitan?" Tanya Pangeran Ke 9 dengan wajah sangat terkejut.
"Sekarang hancurkan mangkok yang berisi bunga yang tadi Pangeran Ke 9 lihat lalu bakar istana milik Pangeran Ke 5 kemudian Kita pergi dari sini." Ucap Alesandra tanpa menjawab pertanyaan Pangeran Ke 9.
Pangeran Ke 9 dengan patuh melakukan apa yang dikatakan Alesandra setelah selesai Pangeran Ke 9 pergi meninggalkan istana milik Pangeran Ke 5 yang perlahan mulai terbakar dengan cara menghilang.
Kini Pangeran Ke 9 berada di atas atap istana miliknya sambil menatap istana milik Pangeran Ke 5 yang mulai terlihat asap hitam tanda istana tersebut akan terbakar.
"Jika istana milik Pangeran Ke 5 terbakar pasti sepenuhnya tidak terbakar karena penghuni istana Pangeran Ke 5 dan di luar istana Pangeran Ke 5 pasti akan memadamkannya." ucap Pangeran Ke 9 yang merasa tidak yakin kalau istana milik 5 akan terbakar sepenuhnya.
"Aku tahu karena itu tolong cium batu gioknya agar Aku bisa berubah menjadi manusia." Ucap Alesandra.
Cup
Tanpa menjawab Pangeran Ke 9 mengambil batu gioknya kemudian menciumnya dengan lembut dan batu giok itupun langsung berubah wujud menjadi Alesandra.
"Sekarang kita duduk dan saling berhadapan lalu mengeluarkan ilmu sirep di mana semua penghuni istana Pangeran Ke 5 dan penghuni istana yang ada disekitarnya tidak tahu karena tertidur dengan pulas." Ucap Alesandra sambil duduk di atas genteng.
Pangeran Ke 9 lagi - lagi patuh dengan apa yang dikatakan oleh Alesandra kemudian Pangeran Ke 9 duduk saling berhadapan dengan Alesandra. Alesandra yang melihat Pangeran Ke 9 sudah duduk membuat Alesandra mengangkat ke dua tangannya ke arah Pangeran Ke 9.
Pangeran Ke 9 yang mengerti ikut mengangkat ke dua tangannya dan diarahkan ke arah Alesandra kemudian mereka berdua mengeluarkan ilmu sirep di mana penghuni istana Pangeran Ke 5 dan penghuni istana yang ada istananya tertidur dengan pulas.
Hingga lima belas menit kemudian Alesandra dan Pangeran Ke 9 yang sejak tadi mengeluarkan ilmu sirep dengan cara duduk saling berhadapan sambil memejamkan matanya kini membuka matanya. Alesandra dan Pangeran Ke 9 menurunkan ke dua tangannya bersamaan tubuh Alesandra mulai limbung jika saja Pangeran Ke 9 tidak menahan tubuhnya.
"Sejak tadi Aku mengeluarkan tenaga berlebihan dan perlu istirahat." Jawab Alesandra.
"Oh ya mengenai kenapa tadi Aku meminta Pangeran Ke 9 menusuk jantung Pangeran Ke 5 karena Pangeran Ke 5 bersekutu dengan iblis di mana jika Pangeran Ke 5 mati maka bisa kembali hidup dalam waktu lima belas menit kemudian. Kecuali menusuk jantungnya dan bunga yang ada di dalam mangkuk dihancurkan maka Pangeran Ke 5 baru bisa mati." Sambung Alesandra menjelaskan.
"Oh pantas saja tadi Pangeran Ke 5 berteriak kesakitan. Maafkan Aku karena sudah merepotkanmu, tapi Kamu baik - baik sajakan?" Tanya Pangeran Ke 9 dengan wajah kuatir.
"Tentu saja Aku baik - baik saja, hanya saja Aku perlu beberapa hari untuk istirahat dengan tidak menjadi manusia jadi Pangeran Ke 9 jangan kuatir dan jangan merasa direpotkan karena sudah menjadi tugasku untuk melindungi Pangeran Ke 9." Jawab Alesandra.
"Untuk beberapa hari ke depan Pangeran Ke 9 tenang saja karena istana milik Pangeran Ke 9 belum ada yang menyerang selama Aku istirahat." Sambung Alesandra sambil menatap wajah tampan Pangeran Ke 9 yang sedang menatapnya dengan tatapan kuatir.
"Terima kasih atas bantuanya dan mulai besok dan seterusnya Aku akan berlatih lebih keras termasuk belajar ilmu sihir untuk melawan orang - orang jahat dan orang - orang yang ingin menjatuhkan istana ataupun orang - orang yang berniat ingin membunuhku." ucap Pangeran Ke 9.
"Aku akan membantu Pangeran Ke 9 agar lebih kuat agar kelak menjadi seorang Kaisar." Ucap Alesandra.
"Sekali lagi terima kasih." Ucap Pangeran Ke 9 dengan nada tulus.
Alesandra hanya menganggukkan kepalanya dan tidak berapa lama Alesandra memejamkan matanya. Lama kelamaan tubuh Alesandra memudar hingga hilang tidak terlihat dan berubah menjadi batu giok.
"Aku akan menunggumu menjadi manusia." Ucap Pangeran Ke 9 sambil menggenggam batu giok tersebut.
Pangeran Ke 9 kemudian menatap istana Pangeran Ke 5 yang hampir seluruh istananya terbakar oleh si jago merah. Pangeran Ke 9 mendengar suara teriakan kesakitan ketika tubuh semua penghuni istana Pangeran Ke 5 terbakar tanpa bisa digerakkan.
Teriakan kesakitan saling bersahutan hingga tidak berapa lama tidak terdengar suara bersamaan istana milik Pangeran Ke 5 ambruk dan merembet istana milik Pangeran Ke 6 dan Pangeran Ke 7.
Pangeran Ke 9 langsung menarik ilmu sirepnya agar dua istana milik Pangeran Ke 6 dan Pangeran Ke 7 terbangun untuk memadamkan apinya yang merembet istananya.
"Untungnya jaraknya lumayan jauh jadi lebih baik Aku istirahat tapi sebelumnya membersihkan tubuhku yang lengket." Ucap Pangeran Ke 9.
Selesai mengatakan hal itu Pangeran Ke 9 langsung menghilang dan tiba - tiba sudah berada di dalam kamar khusus untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.
Hingga lima belas menit kemudian Pangeran Ke 9 sudah selesai mandi lalu istirahat di ranjang sambil memegang batu gioknya.
"Selamat tidur Alesandra." Ucap Pangeran Ke 9 kemudian mencium batu gioknya.
Pangeran Ke 9 kemudian meletakkan batu giok di atas dadanya lalu memejamkan matanya. Tidak membutuhkan waktu lama Pangeran Ke 9 tertidur dengan pulas sambil sesekali tersenyum dan sepertinya mimpi indah untuk pertama kalinya karena selama ini Pangeran Ke 9 jarang tersenyum dan mimpi indah.
"Pangeran Ke 9 memimpikan Nona."
Alesandra yang berada di dunia virtual melihat dari layar yang lumayan besar di mana di dalam mimpi Pangeran Ke 9, Pangeran Ke 9 dan dirinya berpegangan tangan sambil berjalan - jalan di taman yang dipenuhi dengan bunga beraneka warna.
"Sepertinya Pangeran Ke 9 jatuh cinta dengan Nona."
"Sepertinya begitu tapi sayang Aku tidak mungkin jatuh cinta dengan Pangeran Ke 9." Jawab Alesandra dengan nada penuh yakin.
"Kenapa tidak mungkin?"
"Karena Aku mencintai suamiku terlebih Kami sudah mempunyai sepasang anak kembar." Jawab Alesandra.
"Aku tahu tapi setiap hari bertemu bisa saja Nona jatuh cinta dengan Pangeran Ke 9."
"Jangan sampai hal itu terjadi." Ucap Alesandra sambil memijat keningnya yang tidak pusing.
"Pangeran Ke 9 sangat tampan dan perhatian bisa saja Nona jatuh cinta. Jika hal itu terjadi, apa yang akan Nona lakukan?"