
Malam menjelang pagi dokter Alessandra perlahan membuka matanya dan melihat Michael masih tertidur dengan pulas. Dokter Alessandra mengarahkan tangannya ke pipi Michael sambil tersenyum.
"Semoga saja Kak Michael bisa menghilangkan jiwa psycophat begitu pula dengan Kak David dan Kak Federick agar Aku dan ke dua sahabatku bisa hidup bahagia bersama pasangan masing - masing." Ucap dokter Alessandra penuh harap.
"Aku sangat mencintaimu dan berharap Kak Michael jodohku di mana Aku bisa menikah dengan Kak Michael seperti ke dua sahabatku yang sudah menikah dengan Kak David dan Kak Federick." Sambung dokter Alessandra.
"Aku juga sangat mencintaimu dan secepatnya kita menikah." Ucap Michael sambil menahan tangan dokter Alessandra yang memegang pipinya dan membuka matanya.
"Setelah kamu sembuh kita pergi ke rumah orangtua untuk Aku perkenalkan dengan Ibuku." Ucap Michael,
"Kalau Ibu Kak Michael tidak setuju, bagaimana?" Tanya dokter Alessandra.
Dokter Alessandra tahu kalau Ibunya Michael tidak akan setuju dengan hubungan mereka karena Ibunya Michael ingin memperkenalkan Michael dengan calon istri pilihannya.
"Kenapa tidak setu ..." Ucapan Michael terhenti karena ponselnya berdering membuat Michael duduk dan menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang.
Michael mengambil ponselnya yang tergeletak di meja kemudian melihat di layar ponselnya kalau Ibunya menghubungi dirinya.
"Ibuku telepon." Ucap Michael.
"Angkat saja siapa tahu penting." Ucap dokter Alessandra.
"Ok." Jawab Michael dengan singkat.
'Berikan Aku alat agar Aku bisa mendengar apa mereka bicarakan.' Ucap dokter Alessandra lewat telepati.
"Pembelian alat pendengar berhasil, poin dikurangi dua ratus lima puluh."
("Hallo, Bu." Panggil Michael).
("Hari ini bisa pulang?" Tanya Ibunya tanpa basa basi).
("Memang ada apa, Bu?" Tanya Michael tanpa menjawab pertanyaan Ibunya).
("Ibu ingin menjodohkanmu dengan teman Ibu, anaknya sangat cantik dan kaya." Jawab Ibunya).
("Maaf Bu, Michael tidak bersedia." Ucap Michael yang menolak dijodohkan).
("Kenapa?" Tanya Ibunya dengan nada kesal).
("Karena Michael sudah mempunyai kekasih dan Michael berencana ingin memperkenalkan Ibu dengan kekasih Kak Michael." Jawab Michael dengan nada tegas).
("Ibu tidak setuju, kamu harus menerima perjodohan ini." Ucap Ibunya dengan nada kesal).
("Maaf Bu, Michael tidak bisa karena Michael ingin menikahi gadis pilihan Michael." Ucap Michael dengan nada tegas).
Ibunya Michael tahu kalau sifat putranya sangat mirip dengan suaminya yang sangat dibencinya. Setelah sudah bisa mengatur emosinya Ibunya Michael berbicara dengan nada lembut.
("Bawa kesini calon istrimu." Ucap Ibunya Michael).
("Baik." Jawab Michael dengan singkat).
Tut Tut Tut
Sambungan komunikasi langsung terputus secara sepihak oleh Ibunya Michael kemudian Michael meletakkan ponselnya di atas meja.
"Ada apa?" Tanya dokter Alessandra pura - pura tidak tahu apa yang barusan mereka bicarakan.
"Tidak ada apa - apa. Ibu ingin kenal denganmu tapi karena kamu lagi sakit kita tidak bisa pergi sekarang." Jawab Michael sambil turun dari ranjang.
"Mau kemana?" Tanya dokter Alessandra.
"Ke kamar mandi. Mau mandi bersama?" Tanya Michael dengan nada menggoda.
"Tidak, badanku masih sakit untuk digerakkan." Jawab dokter Alessandra mencari alasan.
"Berarti kalau tidak sakit, mau mandi bersama ya?" Tanya Michael dengan nada masih menggoda.
"Mau saja tapi kalau sudah resmi menikah." Jawab dokter Alessandra sambil tersenyum.
"Setelah lukamu sembuh baru kita menikah." Ucap Michael.
"Sungguh?" Tanya dokter Alessandra.
"Sungguh." Jawab Michael.
Dokter Alessandra tersenyum bahagia dan Michael membalas senyuman dokter Alessandra kemudian Michael berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.
'Ceritakan tentang Ibunya Michael." Pinta dokter Alesandra dalam hati dengan menggunakan telepati.
Di dalam cerita novel tidak begitu dijelaskan lebih detail tentang Ibunya Michael karena itulah dokter Alessandra penasaran.
"Ibunya Michael sangat licik dan sangat jahat di mana Ibunya Michael tega membunuh suaminya sekaligus Ayahnya Michael dengan menyuruh selingkuhannya ketika Ibunya Michael hamil."
"Apa? Kenapa tega membunuh suaminya?" Tanya dokter Alessandra dengan wajah terkejut.
"Karena ini ada hubungannya dengan Ibu dari pemilik tubuh yang membuat dirinya sangat membenci suami dan Ibu dari pemilik tubuh yang Nona tempati."
"Apa hubungannya dengan Ibu pemilik tubuh yang Aku tempati?" Tanya dokter Alessandra dengan wajah bingung sekaligus penasaran.