
Kini Mereka sudah sampai di rumah sakit dan Valen langsung di bawa ke ruangan UGD. Sedangkan Alessandra di bawa ke ruangan dokter kandungan untuk di cek dengan di temani Mommy Elisabeth.
"Nyonya, sebentar lagi mau melahirkan jadi lebih baik tinggal di sini sambil menunggu pembukaan." Ucap dokter kandungan tersebut setelah selesai memeriksa keadaan Alessandra.
"Baik Dok." Jawab Alessandra patuh.
"Kalau begitu Kami akan siapkan ruang perawatan vvip." Ucap dokter kandungan tersebut.
"Terima kasih Dok." Jawab Alessandra.
"Mommy sebelum Kita pergi ke ruang perawatan, Mommy periksa dulu." Ucap Alessandra sambil menatap Mommy Elisabeth yang berada di sampingnya.
"Tapi sebentar lagi Kamu mau melahirkan." Ucap Mommy Elisabeth.
"Tidak apa-apa Mom, ayo kita ke dokter." Ajak Alessandra.
Mommy Elisabeth hanya menganggukkan kepalanya kemudian Mereka keluar dari ruangan tersebut menuju ke dokter umum.
Setelah di cek ke dokter Mommy Elisabeth di rawat di ruang perawatan vvip begitu pula dengan Alessandra.
"Alessandra coba Kamu hubungi Michael." Ucap Mommy Elisabeth.
"Baik Mom." Jawab Alessandra patuh sambil mengambil ponselnya yang ada di dalam tasnya.
Di tempat yang berbeda lebih tepatnya di perusahaan milik Michael di mana Michael mendengarkan salah satu manajer keuangan berbicara melaporkan keuangan perusahaan dengan ditemani oleh asisten setia nya siapa lagi kalau bukan Mike.
"Aku lihat sepintas laporan keuangan ini ada masalah, cek lagi!" perintah Michael tanpa memberitahukan bagian mana yang salah.
Hal itu dikarenakan setengah dari Mereka laporannya tidak ada yang benar dan bisa dipastikan jika ada satu lagi yang salah membuat laporan maka Mereka bersiap-siap kena amarah dan bonus ditiadakan.
"Lanjut." Ucap Michael.
Manajer pemasaran berdiri kemudian mulai melaporkan apa yang dikerjakan selama ini namun belum ada lima menit terdengar suara gebrakan meja yang lumayan keras membuat Mereka menundukkan kepalanya kecuali Mike.
'Aduh, Aku malas banget kalau Tuan Michael lagi marah karena membuat gendang telinga ku sakit. Semoga saja Nyonya Muda Alessandra menghubungi Tuan Muda.' Ucap Mike dalam hati penuh harap
'Seandainya ada keajaiban Nyonya Muda Alessandra menghubungi Tuan Muda.' Ucap Mereka bersamaan dalam hati penuh harap.
Bukan Mike saja yang malas mendengar teriakan Michael, semua manajer juga sama tapi mau bagaimana lagi Mereka tidak bisa melarang Michael untuk tidak marah karena yang ada Mereka bisa di pecat.
Walau Michael sangat galak, tegas dan suaranya menggelegar namun ada sisi baiknya yaitu jika perusahaan mendapatkan keuntungan besar maka semua pegawai mendapatkan bonus yang lumayan besar belum lagi setahun sekali perusahaan mengadakan jalan-jalan ke luar negri. Itulah mengapa Mereka masih betah bekerja di perusahaan milik Michael.
Mereka berharap sekali kalau Alessandra menghubungi Michael karena Mereka tahu jika istrinya telepon alamat Mereka tidak dimarahin. Kejadian tersebut tidak hanya sekali tapi beberapa kali dan kini Mereka berharap lagi walau kecil kemungkinan namun Mereka mengharapkan Alessandra telepon.
Michael berdiri sambil menggebrak meja kemudian menatap Mereka satu persatu dengan tatapan tajam dan bersiap mengeluarkan suaranya bersamaan ponselnya bergetar.
Michael yang ingin marah melihat sekilas ponselnya tertera nama istrinya yang di beri nama My Darling. Michael pun tidak jadi berbicara dan langsung mengambil ponselnya kemudian mengangkatnya.
("Ada apa Sayang?" Tanya Michael dengan nada lembut).
("Sayang, Aku di rumah sakit sama Mommy." Ucap Alessandra dengan nada merdu).
("Siapa yang sakit?" Tanya Michael dengan nada kuatir).