
"Maaf Tuan Muda David, rekaman cctv nya rusak dan satu perawat yang membawa makanan dan minuman yang mengandung racun meninggal di dalam lorong yang tidak ada rekaman cctv." Jawab Michael menjelaskan apa yang telah terjadi.
"Sial, ternyata ada niat orang itu ingin membunuhku." Ucap David dengan nada kesal.
"Aku minta selidiki lagi, siapa dalangnya dan jika sudah tertangkap bawa ke markas karena Aku akan menyiksanya dengan cara mengelupas kulitnya sampai habis hingga dia merasakan sakit di seluruh tubuh nya dan akhirnya mati." ucap David dengan tatapan membunuh.
"Baik Tuan Muda David, Aku akan menyelidiki kembali." ucap Michael dengan patuh.
Tiba - tiba pintu terbuka dengan lebar membuat David dan Michael menatap ke arah pintu dengan sekilas. Tampak dua dokter cantik dan seksi masuk ke dalam bersama seorang pria siapa lagi kalau bukan dokter Sandra, dokter Alesandra dan Federick.
Federick membuka pintu ruang perawatan dengan lebar kemudian dokter Alesandra mendorong troli yang berisi makanan ke arah mereka dan dikuti oleh dokter Sandra di susul Federick dari arah belakang.
"Kenapa bawa makanan di sini?" tanya David dengan wajah bingung begitu pula dengan Michael.
"Aku dan Sandra membuat masakan buat sahabatku Karen dan juga buat Tuan - tuan kalau Tuan - tuan bersedia memakan masakan kami." Jawab dokter Alesandra.
"Tenang saja kami tidak mungkin kasih racun karena sahabat Tuan yang bernama kak Federick melihat kami berdua memasak." sambung dokter Alesandra.
"Aku percaya kalau tidak ada racunnya dan kebetulan memang kami sudah lapar." ucap Michael dengan jujur.
"Kalian makanlah, Aku menunggu istriku sadar." ucap David yang tidak ada selera untuk makan.
"Sebentar lagi Karen sadar tuan karena efek obat biusnya akan hilang." ucap dokter Alesandra.
"Jangan panggil Aku dengan sebutan Tuan, panggil namaku David." ucap David yang berusaha untuk percaya dengan teman - temannya dokter Karen terlebih percaya dengan istrinya.
"Tidak sopan bagaimana kalau kak David." tanya dokter Sandra.
"Terserah." Jawab David acuh tak acuh.
"Ok. Boleh kenalan Tuan? Saya Alesandra sahabat Karen" Ucap dokter Alesandra sambil memperkenalkan dirinya dan mengulurkan tangan kanannya.
"Bukannya kamu sudah tahu namaku? Bahkan setiap hari mengirimkan makanan untukku tanpa punya rasa malu." ucap Michael dengan nada menyindir tanpa membalas uluran tangannya.
"Maaf kalau itu membuat Tuan terganggu, Aku janji mulai sekarang dan seterusnya tidak akan mengirim makanan ke Tuan." Ucap dokter Alesandra sambil tersenyum dan menurunkan tangannya.
Deg
Jantung Michael berdetak kencang ketika dokter Alesandra tidak lagi mengirimkan makanan untuk dirinya. Sebenarnya apa yang dikatakan Michael bertentangan dengan kata hatinya tapi Michel berusaha bersikap biasa saja.
"Oh ya maaf, Aku permisi dulu karena sudah ada janji dengan seseorang." Ucap dokter Alesandra sambil membalikkan badannya kemudian memberikan kode ke arah dokter Sandra.
Dokter Sandra yang mengerti kode ke dokter Alesandra hanya tersenyum sedangkan dokter Alesandra berjalan ke arah dokter Karen tanpa memperdulikan keberadaan Michael.
"Janji dengan orang yang dijodohkan orang tuamu ya." Ucap dokter Sandra sambil melirik sekilas ke arah Michael yang terlihat merasa bersalah terhadap dokter Alesandra atas ucapannya.
"Betul sekali karena orang yang Aku kejar tidak suka maka Aku terpaksa menerima perjodohan orang tuaku." Ucap dokter Alesandra sambil memasang wajah sedih.
"Dih, jaman sekarang mau saja dijodohkan." Ucap Michael dengan nada cemburu.
"Tidak apa - apa. Asalkan pria itu baik dan bertanggung jawab kenapa Aku harus menolaknya? Daripada pria yang Aku sukai malah menyakiti perasaan Aku padahal Aku selalu memberi perhatian." Jawab dokter Alesandra.
"Apalagi biasanya pilihan orang tuanya selalu tepat." Sambung dokter Alesandra sambil membuka tasnya.
"Oh ya Kak David, ini usb yang berisi rekaman cctv di mana seorang pria memberikan racun ke dalam bubur dan minuman yang di makan dan di minum oleh Karen." Ucap dokter Alesandra sambil memberikan usb ke arah David.
"Bukankah rekaman cctvnya rusak?" Tanya David sambil menatap ke arah Michael kemudian mengambil usb dari tangan dokter Alesandra.
"Memang benar rekaman cctvnya rusak pasti Dia berbohong." Ucap Michael sambil menatap tajam ke arah dokter Alesandra.
'Pantas saja pemilik tubuh pergi meninggalkan pria bermulut pedas seperti bon cabe level seratus dan akhirnya pemilik tubuh menikah dengan pria lain yang sangat tulus mencintainya.' Ucap dokter Alesandra dalam hati.
"Memang benar rekaman cctvnya rusak tapi Aku bisa memperbaiki rekaman cctv yang rusak." Jawab dokter Alesandra.
"Terserah mau percaya atau tidak, Aku tidak akan memaksa." Sambung dokter Alesandra sambil berjalan ke arah pintu.
"Aku pergi dulu." Ucap dokter Alesandra sebelum menutup pintu.
David dan Michael hanya terdiam ketika dokter Alesandra berbicara kemudian ke dua pria tampan tersebut menatap ke arah dokter Sandra. Dokter Sandra yang mengerti arti tatapan menghembuskan nafas nya dengan perlahan.
"Apa yang dikatakan sahabatku benar adanya selain Alesandra, Karen dan Aku juga bisa program IT. Kami bertiga sangat suka belajar jadi selain sebagai dokter, kami juga bisa mengerti program IT dan juga mengerti tentang bisnis." Ucap dokter Sandra menjelaskan.
"Kenapa Karen tidak pernah bercerita?" Tanya David seakan tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh dokter Sandra.
"Karen seperti kami jika tidak di tanya maka tidak akan bercerita." Jawab dokter Sandra.
"Termasuk menguasai ilmu bela diri." Tebak David yang tiba - tiba dirinya teringat ketika pertama kalinya bertemu dengan mereka.
"Tepat sekali." Jawab dokter Sandra.
"Termasuk membantu Kami ketika Kami terdesak dan terkena luka tembak?" Tanya David sambil menatap ke arah dokter Sandra.
'Waduh Aku bilang tidak ya?' Tanya dokter Sandra dalam hati sambil berpikir.
David, Michael dan Federick melihat perubahan pada wajah dokter Sandra membuat ke tiga pria tampan sudah bisa menebaknya kalau apa yang dikatakan David benar adanya.
"Sayang, satu hal yang tidak Aku suka adalah kebohongan jadi katakan dengan jujur. Apakah benar kalau kamu dan ke dua sahabatmu membantu David dan Michael?" Tanya Federick.
"Sayang?" tanya ulang David dan Michael dengan serempak yang berada di ruang perawatan dokter Karen.
Dokter Sandra hanya tersenyum malu dan menyembunyikan wajahnya di punggung Federick.
'Untung saja ucapan Kak Federick membuat mereka lupa dengan pertanyaan yang diajukan Kak David karena itu rahasia kami.' Ucap dokter Sandra dalam hati.
"Oh iya maaf, Aku lupa memberitahukan kalau dokter Sandra dan Aku adalah pasangan kekasih." Jawab Federick memperkenalkan diri ke David dan Federick.
"Sejak kapan?" tanya David.
"Tadi pagi." Jawab Federick.
Tiba - tiba pintu ruang perawatan terbuka membuat mereka menatap ke arah pintu dan melihat dokter Alesandra sudah berganti pakaian. Di mana awalnya memakai jas dokter, celana panjang hitam, kemeja putih dan sepatu datar.
Tapi sekarang memakai dress selutut dan sepatu hak tinggi membuat dokter Alesandra sangat cantik dan seksi. Terlebih dua gunung kembarnya yang mempunyai ukuran lumayan besar. Michael berulang kali menelan salivanya dengan kasar melihat perubahan dokter Alesandra.
Selama ini dokter Alesandra, dokter Karen dan dokter Sandra selalu menyembunyikan kecantikannya dan seksinya dengan menggunakan pakaian agak besar dan tidak ketat.
"Alesandra, tidak jadi pergi?" Tanya dokter Sandra.
"Paling prianya ketemu gadis yang sangat cantik dan tidak mau dijodohkan." Ucap Michael yang menjawab pertanyaan dokter Sandra.
"Tidak kok, Kak Alex lagi ada meeting dan tidak bisa ditinggalkan tapi nanti dua jam lagi akan datang menjemputku." Jawab dokter Alesandra berbohong.
'Temanmu kak Michael masih jomblo tidak?' bisik dokter Sandra sambil mengikuti langkah Federick ke arah sofa.
"Kamu sudah menjadi kekasihku, apakah kamu ingin mencari cadangan?" Tanya Federick sambil menatap tajam ke arah dokter Sandra dengan nada kesal.
Dokter Sandra mengecup singkat bibir Federick kemudian tersenyum manis.
'Kalau jomblo mau Aku jodohin sama sahabatku kebetulan sahabatku juga jomblo.' bisik dokter Sandra kembali.
"Hai jangan bisik - bisik dan mesraan di sini kasihan ada yang jomblo." ucap dokter Alesandra sambil melirik ke arah Michael.
"Makanya cari pacar." ucap Michael dengan nada ketus.
"Memangnya kak Michael sudah punya pacar? Tapi Aku tidak yakin kalau Kak Michael punya pacar." ucap dokter Alesandra.
"Kenapa tidak yakin?" tanya Michael sambil menatap tajam ke arah dokter Alesandra.
"Karena Kak Michael dingin kayak es batu, galak dan judes plus julid melebihi emak - emak yang ada di komplek. Jadi mana mau orang dekat sama kak Michael." ucap dokter Alesandra dengan nada santai.
Michael yang mendengar ucapan dokter Alesandra langsung menatap tajam ke arah dokter Alesandra dan dokter Alesandra tidak takut malah membalas dengan tatapan tajam juga.
"Hati - hati nanti matanya copot." ledek dokter Alesandra.
"Pffttttt.." Federick tertawa tidak terlalu kencang karena mengingat dirinya berada di rumah sakit.
"Kita makan saja yuk." ajak dokter Alesandra sambil memalingkan wajahnya dan menatap ke arah dokter Sandra tanpa memperdulikan Michael.
Dokter Alesandra dan Federick setuju dengan ucapan dokter Alesandra sedangkan Michael yang melihat dokter Alesandra duduk di sofa, di mana terlihat jelas sebagian ke dua paha mulusnya membuat Michael melepaskan jasnya.
"Jangan di lepas!" perintah Michael dengan nada dingin sambil melempar jasnya ke arah ke dua paha mulus milik dokter Alesandra.
Dokter Alesandra yang ingin menolak tiba - tiba terdengar dari sistem untuk tidak membalas ucapan Michael membuat dokter Alesandra menghembuskan nafasnya dengan perlahan.
'Hadeuhh ...ribet banget .... Baru kali ini misi pemeran pendamping nyebelin banget.' Ucap dokter Alesandra dalam hati.
"Lain kali kalau memakai pakaian yang sopan." ucap Michael dengan nada masih kesal.
"Baik Tuan Muda." Jawab dokter Alesandra sambil menahan rasa kesal.
Michael menatap tajam ke arah dokter Alesandra namun dokter Alesandra tidak takut sama sekali. Mereka berempat duduk saling berhadapan. Dokter Sandra duduk di sofa bersebelahan dengan Federick sedangkan Michael duduk bersebelahan dengan dokter Alesandra.
Dokter Sandra mengambilkan makanan dan diberikan oleh kekasihnya kemudian baru dirinya.
"Mau aku ambilkan?" tanya dokter Alesandra basa basi.
"Tidak usah, Aku punya tangan." Jawab Michael dengan nada ketus.
Dokter Alesandra hanya mengangkat ke dua tangannya sambil ke 10 jarinya perlahan di tekuk.
"Mau apa kamu?" tanya Michael sambil menatap tajam ke arah dokter Alesandra.
"Tidak ada apa - apa." Jawab dokter Alesandra.
'Aku ingin memukul mulut Kak Michael dengan menggunakan ke dua tanganku agar mulutnya berhenti bicara.' Ucap dokter Alesandra dalam hati.
'Awas saja setelah misi ini selesai, Aku akan diamkan suamiku sampai perasaan kesalku hilang.' Sambung dokter Alesandra dalam hati.
Michael yang mendengar jawaban dokter Alesandra sama tidak perduli, Michael mengambil makanan begitu pula dengan dokter Alesandra. Mereka makan dalam diam, tanpa sadar Federick dan Michael makannya nambah membuat ke dua gadis tersebut tersenyum melihatnya.
"Kenapa kalian berdua tersenyum?" tanya Michael dan Federick dengan serempak ketika makanan dalam mulutnya sudah habis.
"Kami senang pada nambah." jawab dokter Sandra dan dokter Alesandra dengan serempak.
"Makanannya enak, kalau Aku kerja tolong bawakan Aku makan siang ya?" pinta Federick penuh harap.
"Ok. Nanti Aku antar ke kantormu atau Aku akan meminta seseorang jika Aku sedang ada pasien atau sedang operasi." jawab dokter Sandra.
"Terima kasih sayang." ucap Federick sambil mengusap rambut dokter Sandra dengan lembut.
Dokter Sandra hanya tersenyum begitu pula dengan Federick membalas senyuman kekasihnya.
"Kalau menurutku makanan ini biasa saja." ucap Michael dengan nada santai.
"Kalau makanan biasa saja kok nambah." ledek dokter Alesandra.
"Terpaksa dari pada tidak di makan kan sayang." ucap Michael dengan nada santai.
"Ingin rasanya sambal itu aku masukkan ke mulutnya." Gumam dokter Alesandra sambil menahan kesal.
Walau suaran dokter Alesandra pelan tapi masih bisa di dengar jelas oleh Michael. Michael langsung menatap tajam ke arah dokter Alesandra.
'Semoga ke selek.' ucap dokter Alesandra dalam hati sambil membalas menatap tajam ke arah Michael tanpa takut sedikitpun.
"Uhuk uhuk uhuk uhuk."
Tiba - tiba Michael terbatuk - batuk dan tanpa sadar langsung mengambil minuman milik dokter Alesandra sedangkan dokter Alesandra tersenyum puas.
'Akhirnya doaku dikabulkan.' ucap dokter Alesandra dalam hati sambil masih tersenyum.
"Kamu mengumpat ku ya? Sampai Aku keselek begini." ucap Michael dengan nada kesal.
"Tepat sekali." Jawab dokter Alesandra dengan jujur.
"Habis Kak Michael jadi laki - laki sangat menyebalkan dan Aku harap kita tidak akan bertemu lagi." ucap dokter Alesandra.
"Idih siapa yang mau bertemu denganmu lagi." ucap Michael dengan nada ketus.
"Kalian berdua kalau makan bisa diam tidak sich! Apa perlu kalian Aku nikahin?" Tanya David dengan nada setengah oktaf karena kesal mendengar percakapan dokter Alesandra dan Michael.
"Idih amit - amit." jawab mereka dengan serempak.
Federick dan dokter Sandra hanya tertawa melihat kelucuan mereka berdua sedangkan David menatap tajam ke arah Michael membuat Michael langsung terdiam.
Akhirnya dokter Alesandra dan Michael diam sambil menghabiskan makanan yang berada di piring hingga tandas tidak tersisa. Dokter Alesandra dan dokter Sandra merapikan piring - piring dan gelas - gelas yang kotor dan diletakkan di troli.
"Oh ya Sandra, tadi orang tuaku menghubungiku katanya Aku di minta untuk mengurus cabang perusahaan di negara S kemungkinan selama sebulan kita tidak bertemu." Ucap dokter Alesandra sambil melirik sekilas ke arah Michael.
"Kok mendadak sih?' Tanya dokter Sandra dengan wajah sedih.