
Dokter Karen menghentikan langkahnya kemudian membalikkan badannya dan berjalan ke arah David di mana dirinya melihat kepala pelayan dan pelayan berdiri dengan kaki gemetaran.
"Maaf Tuan Muda David, yang memasak ..." ucapan kepala pelayan terpotong oleh dokter Karen.
"Aku yang memasak. Jika Tuan Muda David marah maka marahilah Aku. Jika ingin menghukum maka hukumlah Aku." Ucap dokter Karen sambil berjalan ke arah David.
"Apakah Kamu tahu bahan yang kamu masak harganya mahal? Dengan apa Kamu menggantinya?" Tanya David dengan nada sinis tanpa menjawab pertanyaan dokter Karen.
"Memang berapa harganya?" Tanya dokter Karen.
"Tujuh puluh juta." Jawab David.
"Aku akan menggantinya." Jawab dokter Karen sambil membalikkan badannya.
Dokter Karen berjalan ke arah anak tangga namun baru beberapa langkah tiba - tiba kepalanya terasa pusing namun dokter Karen memaksakan untuk berjalan hingga ....
Dokter Karen nyaris terjatuh jika saja David tidak menahan tubuhnya, David menggendong tubuh dokter Karen dan berjalan menaiki anak tangga.
"Michael, hubungi dokter!" Perintah David sambil masih menaiki anak tangga.
"Baik Tuan." Jawab Michael dengan patuh.
David membaringkan dokter Karen dengan perlahan ke ranjang kemudian duduk di sisi ranjang sambil menatap ke arah lain.
"Tuan Muda David." Panggil dokter Karen dengan lirih.
"Ada apa?" Tanya David tanpa memandang dokter Karen.
"Di atas meja dekat ranjang ada atm dan didalamnya ada uang lima puluh juta. Maaf Aku bayar segitu dulu dan sisanya menyusul besok." Ucap dokter Karen dengan nada lirih.
"Darimana uang sebanyak itu? Pasti habis menjual diri." Ucap David sambil melirik dokter Karen dengan sinis.
"Itu uang tabunganku dari Aku kecil hingga sekarang di mana sekarang ini Aku bekerja sebagai dokter dan wakil CEO. Besok aku gajian dari tempat aku bekerja di rumah sakit dan semua gajiku akan aku berikan ke Tuan Muda David." Jawab dokter Karen sambil berusaha untuk bangun.
"Mau kemana?" Tanya David yang melihat dokter Karen hendak turun dari ranjang.
"Aku mau kerja karena hari ini Aku ijin setengah hari dan para pasienku sudah menungguku." Jawab dokter Karen sambil berusaha untuk berdiri.
"Sakit seperti ini mau kerja? Yang ada pasien bukannya sembuh malah sakit." Ucap David.
"Aku tidak apa - apa hanya pusing saja." Jawab dokter Karen sambil berdiri dan memegang kepala ranjang.
"Bagaimana jika di jalan kamu kecelakaan karena tiba - tiba tidak sadarkan diri?" Tanya David.
"Jika itu terjadi Aku harap tidak bangun lagi agar Tuan Muda David sangat puas melihatku mati." Jawab dokter Karen yang sudah sangat lelah.
"KAREN!" Teriak David dengan suara menggelegar.
"HIDUP DAN MATI, BUKAN KAMU YANG MENENTUKAN TAPI AKU YANG MENENTUKANNYA!!" Teriak David dengan suara yang masih menggelegar.
"Masuk." Jawab David.
Pintu kamar David terbuka bersamaan dokter Karen nyaris terjatuh jika saja David tidak menahan tubuhnya.
"Aku sangat lelah dan Aku ingin tidur tanpa bangun la ..." ucapan dokter Karen terputus bersamaan dokter Karen tidak sadarkan diri.
"Cepat periksa!" Perintah David sambil meletakkan tubuh dokter Karen ke ranjang.
"Baik Tuan Muda David." Jawab dokter cantik tersebut yang tidak lain bernama dokter Alesandra.
Ketika Michael ingin menghubungi dokter keluarga tiba - tiba ponselnya berdering membuat Michael menunda telepon. Michael mengangkat ponselnya dan ternyata dokter Alesandra di mana dokter Alesandra mengatakan ada barang milik dokter Karen yang tertinggal.
Michael akhirnya meminta bantuan dokter Alesandra agar datang sambil memeriksa keadaan dokter Karen dan tentu saja sesuai rencana dokter Alesandra di mana langsung menyetujuinya.
Dokter Alesandra mulai memeriksa keadaan dokter Karen sedangkan David berdiri sambil melihat apa yang dilakukan oleh dokter Alesandra.
'Sesuai dugaanku, obatnya mulai bekerja di mana Karen bisa istirahat beberapa hari dan semoga saja Tuan Muda David tidak menyiksanya.' Ucap dokter Alesandra dalam hati.
"Kenapa bisa pingsan?" tanya David setelah melihat dokter Alesandra sudah selesai memeriksa keadaan dokter Karen.
"Karena belum makan dari kemarin dan sangat stres karena itulah Karen eh maaf maksudku Nyonya Muda tidak sadarkan diri." Jawab dokter Alesandra meralat ucapannya.
"Belum makan?" Tanya David mengulangi perkataan dokter Alesandra sambil berpikir.
"Tepat sekali." Jawab dokter Alesandra sambil membuka tasnya kemudian mengambil pisau yang sangat kecil namun sangat tajam.
"Untuk apa pisau itu?" Tanya David sambil menaikkan salah sat alis matanya.
"Jika Tuan Muda David sangat membencinya maka bunuhlah sahabatku agar rasa benci itu hilang tapi jika Tuan Muda David ada sedikit perasaan untuk sahabatku tolong jaga perasaannya karena sahabatku sangat baik. Karena jika tidak maka suatu saat nanti Tuan Muda David akan menyesalinya namun sayang semuanya sudah terlambat ketika sahabatku benar - benar pergi dari kehidupan Tuan." Ucap dokter Alesandra panjang lebar.
David terdiam sambil merenungkan ucapan dokter Alesandra sedangkan dokter Alesandra turun dari ranjang dan berjalan meninggalkan David.
"Maaf Tuan, saya pamit karena ingin mengecek pasien lain." Pamit dokter Alesandra.
David hanya mengibaskan tangannya tanda supaya dokter Alesandra untuk pergi membuat dokter Alesandra menghembuskan nafasnya dengan perlahan.
"Sahabatku berilah makan kalau tidak penyakit maag nya kambuh." Ucap dokter Alesandra sebelum menutup pintu kamar David.
Dokter Alesandra berjalan dengan santai hingga dirinya menghentikan langkahnya ketika melihat Michael dengan tatapan berbeda.
"Permisi, Tuan Michael." Ucap dokter Alesandra sambil menganggukkan kepalannya dan berjalan meninggalkan Michael.
Michael hanya terdiam membuat dokter Alesandra sangat sedih karena suaminya tidak mengenal dirinya namun dirinya berusaha untuk bersabar agar suaminya mencintai dirinya walau suaminya hilang ingatan.
'Bagaimana caranya agar suamiku jatuh cinta padaku?' tanya dokter Alesandra dalam hati.