Alessandra

Alessandra
3 Pria Psycophat VS 3 Dokter Baik Hati Bagian Ke 4



"Baik Tuan Muda David." Jawab manager butik dengan pasrah.


Tirai pun di tutup kembali kemudian manager butik memilihkan gaun pengantin dan Karen pun melepas gaun pengantin tersebut dan mengganti gaun pengantin yang ke empat kemudian tirai pun kembali di buka.


"Tuan Muda David, bagaimana dengan gaun pengantin ini?" tanya sang manager butik dengan wajah lelahnya.


Jantung David kembali berdetak dengan sangat kencang dan matanya menatap wajah cantik dokter Karen tanpa berkedip.


"Cantik." ucap David tanpa sadar.


"Jadi, apakah Tuan Muda David setuju?" tanya manager butik sambil berharap agar David menyetujuinya dan membelinya.


"Aku setuju dengan gaun pengantinnya dan yang tadi dipakainya bungkus juga." Jawab David.


Dokter Karen dan manager butik saling menatap ketika mendengar ucapan David pasalnya tadi dirinya bilang kalau pakaian yang tadi dikenakan dokter Karen jelek.


'Apakah Tuan Muda David akan menikah lagi setelah diriku?' tanya Karen dalam hati.


'Jika itu terjadi maka Aku akan pergi dari kehidupannya karena Aku tidak ingin menjadi perusak kebahagiaan Tuan Muda David.' Sambung dokter Karen dalam hati.


"Baik Tuan." jawab manager butik dengan senyum bahagia.


"Pakaikan pakaian yang cocok dan jangan memakai pakaian yang tad!." perintah David dengan nada dingin tanpa menjawab ucapan manager butik.


"Baik Tuan." Jawab manager butik dengan semangat.


Manager butik tersebut memperlihatkan beberapa dress dan kini giliran dokter Karen memilih salah satu dress tersebut dan memakainya.


Setelah memakainya manager butik memerintahkan salah satu karyawannya untuk merias wajah dokter Karen dan juga menyanggul rambutnya.


"Nona memang sangat cantik sekali." puji sang manager butik.


"Terima kasih atas pujiannya." ucap dokter Karen dengan tulus.


Manager butik tersebut tersenyum mendengar ucapan dokter Karen sambil berharap agar Mereka berdua hidup bahagia dan mempunyai anak.


"Semoga pernikahan Nona dan Tuan Muda David selalu bahagia." ucap manager butik tersebut dengan nada tulus.


"Amin, terima kasih atas doanya dan semoga Nona juga menemukan jodohnya yang sangat tulus dan mencintai Nona apa adanya serta bertanggung jawab."ucap dokter Karen dengan nada lembut dan tulus sambil tersenyum.


"Amin." Jawab manager butik tersebut sambil tersenyum bahagia karena doa dari dokter Karen.


Selama ini dirinya tidak ada yang mendoakannya dan manager butik tersebut tidak membencinya karena memang dirinya berdoa dengan tulus karena biasanya doa akan kembali kepada orang yang mendoakannya.


Tirai mulai di buka dan dokter Karen melihat calon suaminya sibuk mengerjakan sesuatu di laptopnya tanpa memperdulikan keberadaan dokter Karen.


"Maaf Tuan, semuanya sudah selesai." ucap manager butik tersebut.


"Michael." panggil David tanpa menjawab dan melihat dokter Karen dan manager butik.


"Iya Tuan Muda David." jawab Michael dengan nada sopan.


Michael yang mengerti panggilan tuannya langsung membayar dengan menggunakan kartu kredit tanpa batas. Selesai pembayaran mereka bertiga berjalan memasuki sebuah restoran karena hari sudah menjelang siang.


Dokter Karen membuka buku menu kemudian menatap calon suaminya.


"Tuan Muda David, mau memesan apa?" tanya dokter Karen dengan lembut.


"Daging Stick dan lemon tea." ucap David sambil membuka laptopnya kembali dan mengerjakan sesuatu tanpa menatap dokter Karen.


"Kalau Kak Michael memesan apa?" tanya dokter Karen dengan nada lembut.


"Aku pesan..." ucapan Michael terpotong karena mendapatkan tatapan tajam David.


"Pesan apa Kak Michael?" tanya ulang dokter Karen dengan nada lembut.


"Terserah nona saja." Jawab Michael dengan nada pasrah.


Dokter Karen melambaikan tangannya ke arah pelayan kemudian dokter Karen yang ingin menyebutkan pesanannya tidak jadi karena bersamaan kedatangan dokter Alesandra seorang diri.


"Karen." Panggil dokter Alesandra sambil berjalan ke arah Mereka.


"Kok Kamu ada di mall? Sama siapa?" Tanya dokter Karen.


"Sendiri." Jawab dokter Alesandra.


"Maaf Tuan Muda David, Aku ingin mengajak Tuan Michael sebentar." sambung dokter Alesandra sambil menarik tangan Michael.


Michael ingin menarik tangan Alesandra namun Alesandra menatap tajam seakan mengatakan untuk ikut. Sedangkan David hanya mengerutkan dahinya sebentar lalu menganggukkan kepalanya tanda setuju.


Dokter Alesandra berjalan ke arah meja lain sambil menarik tangan Michael tanpa memperdulikan tatapan kesal Michael. Michael sangat kesal karena baru kali ini ada seorang gadis yang berani menyentuhnya.


"Duduklah." Ucap dokter Alesandra sambil melepaskan tangannya kemudian duduk di kursi dan melambaikan tangannya ke arah salah satu pelayan.


"Kenapa kamu menarik tanganku?" Tanya Michael dengan nada kesal.


"Maaf Tuan Michael, Aku terpaksa melakukannya karena Aku tidak ingin sahabatku di bentak oleh Tuan Muda David." Jawab dokter Alesandra.


Dokter Alesandra tahu jalan ceritanya jika dirinya tidak datang di restoran tersebut. Maka dokter Karen akan memesan makanan yang sama di mana nantinya membuat David menatap tajam ke arah dokter Karen.


Setelah pelayan pergi dokter Karen menatap mata David yang terlihat menahan amarahnya. Membuat dokter Karen bertanya apa kesalahannya karena di tatap tajam dan jawabannya : Kenapa pesanannya sama semua di mana dokter Karen di bentak oleh David.


Hal itu membuat dokter Karen meminta maaf dan akan menggantinya sambil menahan hatinya yang terluka. Namun David melarangnya dan memintanya cukup sekali melakukan hal itu. Hal itulah yang membuat dokter Alesandra datang untuk mencegah hal itu terjadi agar David tidak memarahi dokter Karen.


"Darimana kamu tahu kalau Tuan Muda David akan membentak Nona Karen?" Tanya Michael.


"Lihatlah wajahnya yang memerah seperti kompor yang siap meledak." Ucap dokter Alesandra sambil menunjuk ke arah David.


Michael menatap ke arah David dan wajahnya biasa saja membuat Michael menatap ke arah Alesandra seakan meminta penjelasan.


"Aku tadi melihatnya dari jarak jauh mungkin mataku mulai rabun." Ucap dokter Alesandra sambil menggosok matanya.


"Jangan di gosok nanti matanya rusak." Ucap Michael sambil menahan tangan dokter Alesandra.


Untuk pertama kalinya dirinya perduli dan memegang tangan seorang gadis hingga beberapa saat Michael tersadar dan menarik tangannya.


"Apa saja." Jawab Michael dengan nada dingin.


'Kak Michael benar - benar di buat lupa ingatan kalau di depannya adalah istrinya yang sangat dicintainya.' Ucap Alesandra dalam hati.


Tiba - tiba Michael berdiri membuat Alesandra menahan tangannya agar Michael tidak pergi.


"Temani Aku makan dan biarkan Tuan Muda David bersama temanku makan berdua." Mohon dokter Alesandra.


Michael menghembuskan nafasnya dengan perlahan dan entah kenapa dirinya tidak tega untuk menolaknya. Michael akhirnya kembali duduk kemudian dokter Alesandra mulai memesan makanan dan minuman yang sama hal itu membuat Michael terkejut.


"Kenapa menunya sama?" Tanya Michael setelah pelayan restoran mencatat pesanan kemudian pergi meninggalkan Mereka berdua.


"Makanan yang Aku pesan adalah makanan kesukaanku karena itulah Aku mengira kalau Tuan Michael juga suka. Tapi jika Tuan Michael tidak suka Aku akan memanggil pelayan untuk menggantinya." Ucap dokter Alesandra.


'Sebenarnya itu kesukaanmu karena itulah Aku sengaja memesan makanan kesukaan suamiku.' sambung dokter Alesandra dalam hati.


"Tidak usah." Jawab Michael dengan nada dingin.


'Itu juga kesukaanku.' Sambung Michael dalam hati.


Tidak berapa lama pesanan dokter Alesandra datang, mereka berdua makan dalam diam tidak ada satupun yang berbicara. Selesai makan Michael berdiri sedangkan dokter Alesandra melambaikan tangannya ke arah salah satu pelayan namun tangannya di tahan oleh Michael.


"Aku yang membayar makanan dan minumannya." Ucap Michael sambil melepaskan tangannya kemudian berjalan ke arah meja di mana David dan dokter Karen juga selesai makan.


"Terima kasih dan lain kali Aku traktir makan." Ucap dokter Alesandra.


Michael tetap berjalan tanpa menjawab ucapan dokter Alesandra hanya senyuman tipis yang nyaris tidak terlihat. Dokter Alesandra yang merasa dokter Karen baik - baik saja langsung pergi meninggalkan restoran tersebut.


Sedangkan David, dokter Karen dan Michael langsung berangkat ke gedung untuk melihat bagaimana persiapan acara resepsi pernikahan besok malam. Namun sebelumnya Michael membayar makanan dan minuman terlebih dahulu.


Setelah selesai melihat gedung tempat yang akan dilangsungkan pesta pernikahan, mereka pulang ke mansion milik orang tua dokter Karen. Setelah dokter Karen turun dari mobil dan ingin mengucapkan terima kasih tiba - tiba mobil tersebut melaju meninggalkan dokter Karen membuat dokter Karen menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


'Sabar Karen.' Ucap dokter Karen dalam hati sambil masuk ke dalam mansion.


xxxxxxxxxxxxxxxxx


Pernikahan dokter Karen dan David


Tidak terasa hari ini dokter Karen dan David akan menikah di sebuah gedung yang sangat megah tanpa memperdulikan kalau suatu saat nanti membuat istrinya yang bernama dokter Karen menjadi target para musuhnya.


Di mana David banyak memiliki musuh di mana - mana karena itulah dokter Alesandra hadir menjalankan misinya untuk menolong dokter Karen dan David dari bahaya yang setiap saat mengancam nyawa mereka.


Dokter Karen sangat cantik sedangkan David, pria yang sangat tampan dan kaya raya membuat siapa saja iri hati melihat keberuntungan dokter Karen kecuali ke dua sahabatnya.


Mereka tidak tahu kalau pernikahan dokter Karen merupakan penderitaan dokter Karen namun dokter Alesandra yang mendapatkan misi berusaha agar dokter Karen tidak terlalu menderita di siksa oleh suaminya maupun musuhnya yang ingin menyerang David lewat dokter Karen.


Banyak tamu undangan berdatangan dan mengucapkan selamat atas pernikahan mereka. Hingga tidak terasa sudah jam 10 malam barulah para tamu undangan satu persatu pulang ke rumah masing - masing.


Dokter Karen dan David masuk ke dalam kamar hotel yang super mewah. David langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah sangat lengket. Sedangkan dokter Karen melepas semua assesories yang menempel di rambut indahnya.


David membuka pintu dengan menggunakan handuk untuk menutupi bagian tubuh intinya membuat dokter Karen menatap tanpa kedip melihat perut bidang suaminya yang kekar terlebih perutnya yang berkotak - kotak. David dengan cuek melihat tatapan istrinya malah mengambil pakaian di dalam lemari dan memakainya di depan dokter Karen.


Setelah beberapa lama dokter Karen tersadar ketika suaminya memakai pakaian di depan dirinya membuat dokter Karen memalingkan wajahnya dan mengambil pakaiannya dengan asal di dalam lemari kemudian masuk ke dalam kamar mandi.


Dokter Karen berusaha membuka resleting gaun pengantin yang berada di belakang tapi sangat sulit membuat dokter Karen membuka pintu kamar mandi.


"Tuan Muda David, boleh minta tolong?" Tanya dokter Karen dengan wajah memerah sambil berjalan ke arah David.


"Apa?" tanya David dengan singkat sambil mengerjakan pekerjaan di laptopnya tanpa menatap istrinya.


"Tolong bukakan resleting gaun pengantinnya." pinta Karen sambil membelakangi David.


Tanpa menjawab David berjalan mendekati dokter Karen kemudian membuka resleting membuat gaun pengantin langsung terjatuh di lantai hingga menampakkan bagian ********** saja membuat adik kecil David tiba - tiba menegang tapi David berusaha untuk menahannya.


Gaun pengantin yang terjatuh di lantai membuat dokter Karen langsung berlari dan langsung masuk ke dalam kamar mandi. Hingga lima belas menit kemudian Karen selesai mandi dan dirinya menatap tidak percaya melihat pakaian lingernie yang berwarna hitam yang tadi di bawanya.


"Ini sih sama saja tidak memakai baju." ucap dokter Karen dengan nada kesal.


"Tapi kalau Aku lama pasti Tuan Muda David marah, lebih baik lalu ditutupi dengan menggunkan jubah handuk." sambung dokter Karen yang tidak mempunyai pilihan lain.


Dokter Karen terpaksa memakai pakaian lingernie kemudian memakai jubah handuk untuk menutupi tubuh seksinya. Setelah selesai dokter Karen keluar dari kamar mandi dan menatap wajah tampan suaminya yang masih sibuk bekerja.


Karen berjalan memuju ke arah lemari untuk mencari pakaian lain namun mata dokter Karen membulat sempurna. Pasalnya semua pakaian miliknya tidak ada satupun hanya barisan lingernie dengan berbagai warna dan bentuk dan beberapa dress.


'Perasaan aku tadi menaruh pakaianku tapi kenapa tidak ada semua? masa aku tidur menggunakan dress?' tanya Karen dalam hati.


"Kamu mencari apa?" tanya David tanpa melihat dokter Karen.


"Kenapa pakaianku tidak ada semua?" tanya dokter Karen sambil melirik sekilas ke arah suaminya.


"Pakai saja apa yang ada di dalam lemari." ucap David yang tidak tahu kalau di dalam lemari hanya ada lingernie dan dress.


"Tapi ..." ucapan dokter Karen terpotong oleh David.


"Pakai atau tidak sama sekali." ucap David dengan nada satu oktaf.


"Baik Tuan Muda David." Jawab dokter Karen dengan pasrah.


Dokter Karen memilih dress kemudian mengambilnya kemudian dokter Karen kembali lagi ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya sedangkan jubah handuk di gantung di dalam kamar mandi.


Selesai mengganti pakaian, dokter Karen membuka pintu kamar mandi dan melihat suaminya masih sibuk mengerjakan pekerjaannya di laptop membuat dokter Karen berjalan perlahan dan mendekati suaminya.


"Maaf Tuan Muda David, Aku tidur di mana?" tanya Karen dengan nada pelan.


"Terserah mau tidur dimana." Jawab David tanpa menatap ke arah dokter Karen malah sibuk mengutak atik laptopnya.


"Baik Tuan Muda David." jawab dokter Karen.


Dokter Karen membalikkan badannya dan berjalan ke arah ranjang, tubuhnya yang sangat lelah membuat dirinya cepat tertidur dengan pulas.


Tidak berapa lama David sudah menyelesaikan pekerjaan kantor, karena sangat lelah membuat David duduk di kepala ranjang sambil menatap istri yang baru saja dinikahinya.


'Sangat cantik membuat Aku tidak tega untuk menyakitinya .... Tidak... tidak... Aku tidak boleh mencintainya.' Ucap David dalam hati sambil tersenyum devil.