Alessandra

Alessandra
Bagian Ke 52



Malam pun berganti pagi suara burung saling bersahutan membuat Federick perlahan membuka matanya. Federick menatap wajah cantik dokter Sandra yang bersandar di dada bidangnya sambil mengingat kejadian panas semalam.


'Selama bertahun-tahun Aku selalu bisa menahan hasratku tapi tidak tahu sejak kenal denganmu terlebih melihat tubuh polosmu tanpa sehelai benang di mansionku waktu itu membuat ku selalu memikirkannya dan ingin merasakannya dan ternyata setelah melakukannya Aku sangat menikmatinya. Terima kasih sayang telah memberikan mahkota berharga mu untukku." ucap Federick dalam hati kemudian mengecup pucuk kepala dokter Sandra.


Dokter Sandra perlahan membuka matanya dan melihat Federick sedang menatapnya dengan mengangkat kepalanya.


"Maaf Sayang, sudah sudah mengganggu tidurmu." ucap Federick sambil tersenyum.


"Tidak apa - apa honey." Jawab dokter Sandra sambil tersenyum malu kemudian membenamkan wajahnya ke dada bidang Federick.


"Sayang setelah kita mandi, kita menikah dengan cara sederhana nanti kalau kita pulang ke kota, baru kita mengadakan resepsi besar - besaran." ucap Federick yang tidak sabar menikah dengan dokter Sandra.


"Resepsi secara sederhana juga tidak apa-apa honey yang penting kita menikah sah di mata hukum dan agama." ucap dokter Sandra.


"Tidak sayang agar seluruh dunia tahu kalau kamu adalah istriku." ucap Federick yang tidak tahu kalau itu nantinya akan menjadi boomerang buat dirinya.


"Terserah honey, Aku ikut saja. Honey Aku mau mandi dulu badanku sangat lengket." ucap dokter Sandra.


"Baik sayang." jawab Federick.


Dokter Sandra membawa selimut untuk menutupi tubuh polos nya kemudian menurunkan kakinya ke lantai namun ...


"Ssstt... sakit." rintih dokter Sandra.


Federick yang mengerti langsung menggendong dokter Sandra menuju ke kamar mandi membuat dokter Sandra membenamkan wajahnya di dada bidang Federick dan ke dua tangannya dikalungkan ke leher Federick.


"Sayang kenapa?" tanya Federick.


"Malu karena melihat kita tanpa sehelai benangpun." Jawab dokter Sandra.


"Kenapa malu? Kitakan masing-masing sudah melihat tubuh polos masing-masing." ucap Federick sambil tersenyum melihat telinga dokter Sandra memerah.


Perlahan Federick menurunkan dokter Sandra kemudian menyalakan showernya. Federick yang sudah kecanduan dengan tubuh dokter Sandra melakukan penyatuan kembali hingga keluarlah suara merdu dari mulut mereka berdua.


skip


Kini mereka sudah selesai berpakaian dan bersiap untuk mendaftarkan diri untuk menikah di mana semuanya sudah disiapkan oleh anak buahnya.


"Sayang setelah kita menikah kamu ikut denganku ya dan tidak usah bekerja." ucap Federick yang lebih suka istrinya di rumah.


"Maaf honey, Aku mendapatkan tugas di desa xxxx selama 4 bulan nanti setelah 4 bulan barulah Aku ikut denganmu." ucap dokter Sandra.


"Hmmm baiklah tapi kita pindah dari rumah ini." ucap Federick.


"Baik honey, Aku ikut honey saja." ucap dokter Sandra.


Federick tersenyum karena dokter Sandra tipe wanita penurut dan tidak pembangkang. Mereka pun pergi untuk menikah secara sah baik secara hukum dan agama agar jika ingin melakukan hubungan suami istri tidak merasa berdosa lagi.


Federick sangat mencintai dokter Sandra karena itulah dirinya mengajak dokter Sandra untuk menikah agar jika dokter Sandra hamil tidak ada orang yang menghinanya dan menghina anaknya.


xxxxxxx


2 Bulan Kemudian


David dan dokter Karen tidur sambil berpelukan dan tiba - tiba perut David terasa di aduk - aduk membuatnya melepaskan tangannya yang tadi memeluk tubuh dokter Karen.


David berlari ke arah kamar mandi dan masuk ke dalam kamar mandi. David mengeluarkan isi di dalam perutnya yang hanya air saja membuat dokter Karen terbangun.


"Honey masuk angin?" tanya dokter Karen sambil mendekati David.


"Sayang jangan dekat ini kotor, Aku tidak apa-apa." ucap David.


Setelah perutnya merasa enak David membasuhnya wajahnya kemudian keluar dari kamar mandinya menuju ke arah ranjang.


"Honey wajahmu pucat, kita ke dokter yuk?" ajak dokter Karen.


"Tidak sayang, Aku tidak apa-apa. Sayang, Aku ingin makan mie goreng super pedas." ucap David tiba - tiba.


Pasalnya makanan yang super pedas adalah kesukaan dokter Karen sedangkan suaminya tidak suka makanan pedas karena perutnya langsung mulas.


"Hiks... hiks... hiks.. Sayang... Aku kan lagi ingin.." ucap David sambil terisak tanpa memperdulikan jika perutnya nanti mulas.


Dokter Karen bingung dan menatap wajah tampan suaminya yang sedang menangis mirip anak kecil yang minta dibelikan permen lolipop.


"Baik honey, Aku akan buatkan." ucap dokter Karen yang tidak tega melihat suaminya menangis seperti anak kecil.


"Terima kasih sayang." ucap David sambil memeluk dokter Karen dengan mata berbinar.


Dokter Karen lagi - lagi terkejut dengan sifat David yang tidak seperti biasanya. Dokter Karen pun mendorong perlahan tubuh David dan mengangkat tangan kanannya ke arah kening suaminya.


"Tidak panas tapi kenapa sikapnya seperti ini?" tanya dokter Karen pada dirinya sendiri.


"Sayang, Aku tidak sakit... Cepat bikin mie goreng super pedes." rengek David seperti anak kecil.


"Iya...Iya honey, Aku bikinkan sekarang." ucap dokter Karen.


"Gandeng tanganku." pinta David dengan nada manja.


"Ok." jawab dokter Karen dengan singkat sambil menggandeng tangan David.


"Untung tidak minta gendong karena yang ada badanku langsung remuk." Guman dokter Karen nyaris tidak terdengar namun telinga David yang sangat tajam mendengarnya.


"Sayang, Aku dengar lho? Sebenarnya Aku ingin minta di gendong tapi Aku tahu sayangku tidak mungkin bisa menggendongku." ucap David sambil tersenyum.


"Hah..." ucap dokter Karen dengan wajah terkejut.


'Aku mimpi apa semalam?' tanya dokter Karen dalam hati.


Kini mereka sudah berada di dapur, David duduk di kursi sedangkan dokter Karen masak mie goreng super pedas permintaan suaminya hingga dua belas menit kemudian mie goreng itupun sudah jadi.


"Honey ini mie goreng super pedasnya." ucap dokter Karen memberikan satu piring porsi ke suaminya.


"Terima kasih sayang." ucap David kemudian mengecup kening istrinya.


"Sama - sama, Honey." Jawab dokter Karen.


David bersiap untuk makan mie goreng super pedes bertepatan kedatangan Michael. Michael yang melihat David sedang duduk di kursi makan membuat Michael langsung ikut duduk di meja makan.


"Wih sepertinya enak, Nyonya Karen apakah masih ada?" tanya Michael penuh harap


"Masih ada, Kak Michael mau?" tanya dokter Karen.


"Boleh kebetulan Aku lapar." Jawab Michael sambil melihat David yang sedang lahap makan mie goreng.


Dokter Karen pun mengambil piring kemudian mengambil mie goreng super pedes hanya dua helai mie goreng dan diberikan ke Michael membuat Michael sangat - sangat dan sangat terkejut.


"Nyonya Karen tidak salah?" tanya Michael dengan wajah bingung.


'Kok tumben Nyonya Karen pelit banget.' Sambung Michael dalam hati.


"Tidak salah. Coba dulu kalau suka rasanya baru Aku tambahin." Jawab dokter Karen sambil menahan senyum.


"Tentu saja, saya pasti suka." ucap Michael dengan nada penuh keyakinan.


"Coba dulu nanti Aku tambahin kalau suka." ucap dokter Karen mengulangi perkataannya.


"Baiklah." Jawab Michael dengan pasrah mengikuti ucapan dokter Karen sambil menggelengkan kepalanya karena tidak percaya kalau dokter Karen memberikan dua helai mie goreng.


"Uhuk uhuk uhuk uhuk."


Michael yang baru memasukkan dua helai mie goreng super pedas ke dalam mulutnya langsung tersedak. Michael langsung mengambil gelas yang berada di sampingnya milik David hingga air di dalam gelas habis tanpa sisa sedikitpun.