
"Baik Tuan.'' Jawab Tio dan Kelik bersamaan.
"Kalian!" Teriak Daddy David dengan wajah terkejut.
Alessandra hanya diam saja karena dirinya sudah tahu kalau dua bodyguard tersebut memang pengkhianat. Tanpa sepengetahuan Mereka kalau Alessandra diam - diam mengambil dua kartu domino dan bersiap untuk melempar ke arah dua bodyguard tersebut.
"Tidak usah teriak." Ucap seseorang pria.
"Hallo sahabatku." Panggil pria yang berada di sebelahnya.
"Paman Vincent dan Paman Moko, kenapa Kalian jahat sama Kami? Apa salah Kami?" Tanya Alessandra pura-pura sangat terkejut karena Alessandra sudah tahu jalan cerita selanjutnya.
"Kalian tidak salah hanya saja Kami ingin menguasai harta Kalian." Ucap ke dua pria tersebut.
"Vincent, Kamu itu adik kandungku kenapa tega padaku? Sedangkan Kamu Moko, kenapa tega melakukan ini pada sahabatku?" Tanya Daddy David yang tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Satu adik kandungnya dan satunya lagi sahabatnya dengan tega berencana ingin membunuh dirinya dan juga ingin membunuh putri semata wayangnya. Hal itu tentu saja membuat Daddy David sangat shock.
"Kamu memang Kakakku tapi Aku ingin menguasai semua harta milik Kakak karena itulah Kami melakukan ini." Ucap Adiknya menjelaskan sambil tersenyum menyeringai.
"Sedangkan kalau Aku, Aku melakukan ini karena Aku di ajak oleh adik mu untuk menguasai harta Kalian." Sambung Moko.
"Terimalah kematian Kalian berdua." Ucap Vincent sambil mengarahkan pistolnya ke kening Daddy David sedangkan Moko ke kening Alessandra.
"Kalian boleh menguasai hartaku tapi bebaskan putriku. Aku mohon padamu Vincent, Kamu itu adikku satu-satunya tolong jangan sakiti ponakan mu." Mohon Daddy David.
"Aku tidak ingin putrimu menjadi penghalangku di saat Kami sudah menguasai harta Kakak." Ucap Adiknya sambil menarik pelatuknya.
Jleb
"Akhhhhhhhhhhh...." Teriak Vincent.
Bruk
Alessandra langsung melempar kartu domino ke arah Vincent di mana lemparan tersebut tepat mengenai keningnya membuat Vincent berteriak kesakitan
"Vincent!" Teriak Daddy David sambil mengeluarkan air mata kesedihan sambil berjalan ke arah adiknya.
Sejahat apapun tetaplah Vincent saudaranya dan hatinya sangat sakit melihat tubuh Vincent mulai kejang-kejang tanda sebentar lagi nyawanya akan di cabut.
"Paman Moko, baik padaku mengajariku cara melakukan terapi agar bisa jalan tapi kenapa Paman Moko jahat padaku dan juga Daddy?" Tanya Alessandra dengan wajah pura - pura kecewa sekaligus marah.
Dor
Jleb
"Akhhhhhhhh...." Teriak Paman Moko.
Bruk
Alessandra langsung menghindar dari peluru tersebut bersamaan dirinya melempar kartu domino ke arah kening Paman Moko. Hal itu tentu saja Paman Moko berteriak kesakitan dan ambruk seketika dengan tubuh kejang-kejang dan tidak membutuhkan waktu lama Paman Moko menghembuskan nafas terakhirnya begitu pula dengan Paman Vincent.
"Daddy, Ayo Kita pulang." Ajak Alessandra.
"Tapi Vincent ..." Ucapan Daddy David terpotong oleh Alessandra.
"Daddy hubungi anak buah Daddy untuk mengurus pemakaman Paman." Ucap Alessandra.
Tanpa menjawab Daddy David menghubungi anak buahnya untuk datang kemudian Mereka pergi meninggalkan tempat tersebut menuju ke tempat tujuan.
Seminggu Kemudian
Tidak terasa waktu berlalu dengan cepatnya dan sudah satu minggu Daddy David dan Alessandra berada di luar kota di cabang perusahaan milik Daddy David.
Kini Mereka kembali ke kota kelahiran Alessandra bersama Daddy David. Alessandra membantu perusahaan Daddy David yang banyak mengalami masalah karena banyaknya petinggi yang korupsi.
"Daddy, begitu banyak petinggi di perusahan milik Kita melakukan korupsi, apakah Alessandra boleh bertindak?" Tanya Alessandra.
"Silahkan saja, kan perusahaan itu milikmu juga." Jawab Daddy David.
Sebenarnya Daddy David bisa saja memecat semua petinggi yang melakukan korupsi namun dirinya ingin Alessandra yang melakukannya karena bagaimanapun perusahaan miliknya akan menjadi milik putrinya satu-satunya.
"Baik Dad, Daddy tenang saja perusahaan milik Daddy tidak akan bangkrut selama Alessandra yang mengurusnya." Ucap Alessandra.
"Daddy percaya padamu." Jawab Daddy David.
"Terima kasih atas kepercayaan Daddy." Ucap Alessandra.
"Sama-sama, oh ya kapan Kamu memperkenalkan kekasihmu ke Daddy?" Tanya Daddy David.