Alessandra

Alessandra
Batu Giok dan Pangeran Kesembilan Bagian Ke 11



"Pangeran Ke 6 sebenarnya tidak tertarik dengan merebutkan tahta kerajaan tapi Ibunya sangat menginginkan putranya menjadi raja. Ibunya selalu berusaha membujuk dan menceritakan kejelekan ayahnya dan putra mahkota kalau mereka tidak pantas menjadi penguasa."


"Apakah Pangeran Ke 6 terpengaruh dan ingin menjadi seorang Raja?" Tanya Alesandra penasaran.


"Saat ini belum, tidak tahu nanti tapi yang pasti Pangeran Ke 6 sama seperti Pangeran Ke 9 tidak pernah menyakiti saudara - saudaranya sesama Pangeran."


"Kalau begitu untuk besok Pangeran Ke 6 tidak di tembak. Kalau Pangeran Ke 7?" Tanya Alessandra.


"Pangeran Ke 7 bekerjasama dengan kerajaan lain untuk menggulingkan kerajaannya agar menjadikannya seorang raja dan sebagai imbalannya kerajaan lain memintanya untuk menjadikan putri Mereka sebagai permaisuri atau selir kesayangan."


"Karena Pangeran Ke 7 sangat jahat berarti Pangeran Ke 7 target selanjutnya.'' ucap Alesandra yang ingin secepatnya menyelesaikan misinya.


"Tidak bisa Nona."


"Kenapa tidak bisa?" Tanya Alesandra dengan wajah bingung.


"Karena di dalam cerita Pangeran Ke 7 meninggal dunia di bunuh oleh Putra Mahkota ketika melakukan penyerangan istana dan Pangeran Ke 9 melawan Putra mahkota karena Putra Mahkota memerintahkan monsternya untuk membunuh semua Pangeran yang tersisa."


"Tapi kenapa Aku bisa membunuh Pangeran Ke 2, Pangeran Ke 3, Pangeran Ke 4 dan Pangeran Ke 5 bisa Aku tembak? Sedangkan Pangeran Ke 7 tidak bisa?" Tanya Alesandra penasaran.


"Mereka tidak diceritakan secara detail hanya dalam cerita novel Mereka mati secara misterius."


"Oh begitu. Lalu bagaimana dengan Pangeran ke 8?" Tanya Alesandra.


"Pangeran Ke 8 menjadi seorang biarawan dan tinggal di pedesaan terpencil, menolong orang - orang yang menderita."


"Apakah malam ini Aku bisa menembak Pangeran Ke 2, Pangeran Ke 3, Pangeran Ke 4 dan Pangeran Ke 5?" Tanya Alesandra penuh harap.


"Bisa saja hanya saja menunggu Pangeran Ke 9 mencium batu giok maka Nona bisa berubah menjadi manusia dan membunuh ke empat pangeran."


"Baiklah, kalau begitu Aku akan kembali menjadi batu giok." Ucap Alesandra.


"Tunggu dulu Nona."


"Ada apa?" Tanya Alesandra.


"Nona menjadi manusia hanya satu jam dan jika lebih dari satu jam maka Nona akan kembali menjadi batu giok."


"Lalu apa yang harus Aku lakukan?" Tanya Alesandra.


"Meminta persetujuan Pangeran Ke 9 agar Nona masuk ke dalam tubuh Pangeran Ke 9 untuk melanjutkan misinya."


"Apa masuk ke dalam tubuh Pangeran Ke 9?" Tanya ulang Alesandra dengan wajah terkejut.


"Benar Nona."


"Kenapa mesti masuk ke dalam tubuh Pangeran Ke 9?" tanya Alesandra.


"Karena senjata yang nona gunakan adalah senjata masa depan di mana masa sekarang hanya mengenal senjata pedang dan sejenisnya serta beberapa ilmu sihir yang mereka kuasai."


"Aku akan tanyakan ke Pangeran Ke 9 apakah setuju atau tidak." Ucap Alesandra.


Sistem tersebut hanya menganggukkan kepalanya kemudian Alesandra menghilang dari pandangan sistem dan masuk ke dalam batu giok milik Pangeran Ke 9.


Alesandra melihat Pangeran Ke 9 sedang berbaring di ranjang dan membelakangi dirinya sedangkan batu gioknya diletakkan di samping ujung tempat tidur Pangeran Ke 9.


"Pangeran Ke 9." Panggil Alesandra sambil meloncat - loncat ke arah Pangeran Ke 9 mirip hantu yang terkenal siapa lagi kalau bukan pocong.


"Hmmmm." Jawab Pangeran Ke 9 berupa deheman sambil membalikkan badannya dan melihat batu gioknya loncat - loncat ke arah dirinya.


"Pangeran Ke 9, apakah malam ini ingin membunuh Pangeran Ke 2, Pangeran Ke 3, Pangeran Ke 4 dan Pangeran Ke 5?" Tanya Alesandra.


"Kalau bisa sekarang, kenapa tidak." Jawab Pangeran Ke 9 sambil duduk di sisi ranjang kemudian mengangkat batu giok miliknya.


"Tapi Aku yang membunuh ke 4 pangeran." Ucap Alesandra.


"Karena jika Pangeran Ke 9 yang membunuhnya akan ketahuan dan tidak menghemat waktu." Jawab Alesandra.


"Menghemat waktu? Memang cara apa yang kamu gunakan?" Tanya Pangeran Ke 9 penasaran.


"Nanti Pangeran Ke 9 akan tahu." Jawab Alesandra.


"Lalu tugasku apa?" Tanya Pangeran Ke 9.


"Aku hanya bisa menjadi manusia dalam waktu satu jam dan jika lebih dari satu jam maka Aku akan kembali menjadi batu giok. Setelah kembali menjadi batu giok maka Aku akan masuk ke dalam tubuh Pangeran Ke 9 untuk melanjutkan misinya." Jawab Alesandra panjang lebar.


"Apa? Kamu masuk ke dalam tubuhku?" Tanya Pangeran Ke 9 dengan wajah terkejut.


"Benar sekali, sebenarnya Aku tidak setuju tapi hanya dengan cara ini membuat ke 4 pangeran mati malam ini." Jawab Alesandra.


"Kenapa mesti masuk ke dalam tubuhku?" Tanya Pangeran Ke 9.


"Karena Aku menggunakan senjata masa depan dan Pangeran Ke 9 belum menguasainya." Jawab Alesandra.


Pangeran Ke 9 terdiam beberapa saat sambil berpikir hingga akhirnya Pangeran Ke 9 menganggukkan kepalanya tanda setuju.


"Baiklah Aku setuju. Sekarang apa yang harus Aku lakukan?" Tanya Pangeran Ke 9.


"Pangeran Ke 9 mencium batu giok agar Aku berubah menjadi manusia." Jawab Alesandra.


Tanpa banyak bertanya Pangeran Ke 9 mencium batu giok dan batu giok itupun langsung menghilang dan berganti Alesandra yang duduk di pangkuan Pangeran Ke 9.


Deg


Deg


Jantung Pangeran Ke 9 berdetak dengan kencang dan wajahnya bersemu merah sedangkan Alesandra langsung bangun dan turun dari ranjang.


"Mari Pangeran, kita pergi ke istana Pangeran Ke 2." Ucap Alesandra setelah beberapa saat mereka terdiam.


"Sebentar, Aku akan berganti pakaian." Ucap Pangeran Ke 9 yang melihat Alesandra memakai pakaian serba hitam.


Alesandra hanya menganggukkan kepalanya kemudian Pangeran Ke 9 mengganti pakaian serba hitam sedangkan Alesandra membalikkan badannya agar tidak melihat Pangeran Ke 9 mengganti pakaian.


'Ganti pakaian pasti ribet berbeda dengan pakaian jaman modern.' Ucap Alesandra dalam hati.


Tidak berapa lama Pangeran Ke 9 sudah selesai memakai pakaian ganti kemudian Mereka berdua terbang menuju ke istana Pangeran Ke 2 yang saat itu sedang tertidur dengan pulas.


Whushhhhh


Kini Alesandra dan Pangeran Ke 9 sudah berada di dalam kamar Pangeran Ke 2 di mana Pangeran Ke 2 berpelukan dengan salah satu pelayannya.


'Bagaimana membunuhnya? Apakah menggunakan pedang?' Tanya Pangeran Ke 9 dengan suara berbisik agar tidak di dengar oleh Pangeran Ke 2 dan pelayan tersebut sambil mengeluarkan pedangnya.


"Tidak, lebih baik gunakan senjata ini." Jawab Alesandra sambil menjentikkan jarinya dan muncul senjata berupa pistol.


'Stttt ... Aku bicara pelan supaya mereka tidak bangun tapi kenapa kamu berbicara tidak pelan?' Tanya Pangeran Ke 9 dengan suara masih berbisik.


"Aku sengaja berbicara agak keras agar mereka bangun." Jawab Alesandra sambil mengarahkan pistol ke arah Pangeran Ke 2.


"Pangeran Ke 2 bangunlah, ajalmu sudah dekat." sambung Alesandra.


Pangeran Ke 2 dan pelayan yang tertidur dengan pulas merasa berisik mendengar suara Alesandra membuat mereka berdua memaksakan membuka matanya dan matanya langsung membulat sempurna. Pelayan yang ada disebelahnya sangat ketakutan kemudian menutupi tubuhnya dengan menggunakan selimut.


"Siapa Kalian?" Tanya Pangeran Ke 2.


Pangeran Ke 2 melihat dua orang berpakaian serba hitam dan menggunakan penutup wajah dan hanya terlihat sepasang matanya sambil mengambil pedang yang ada di atas meja dekat ranjang.


"Kami hantu pencabut nyawa Pangeran Ke 2." Jawab Alesandra sambil menarik pelatuknya.