Alessandra

Alessandra
Bagian Ke 53



"Hei itu gelasku." Ucap David dengan nada kesal.


"Maaf Tuan Muda, pedes banget." Jawab Michael.


"Nyonya Karen tidak salah masak mie goreng super pedas?" tanya Michael sambil mengipasi mulutnya dengan tangan.


Dokter Karen mengambil gelas baru kemudian di isi air untuk diberikan ke suaminya kemudian mengisi gelas kosong milik Michael.


"Tidak makanya aku kasih 2 helai mie goreng super pedas. Mau Aku tambahin mie goreng super pedas? Masih banyak di penggorengan." ucap dokter Karen sambil menahan senyum.


"Aish tidak terima kasih. Tuan Muda David, apakah tidak merasakan kepedasan?" tanya Michael karena mie goreng super pedas milik David sudah habis.


"Tidak kok, enak banget malah." Jawab David.


"Sayang tambah lagi." pinta David sambil menyodorkan piringnya.


"Sudah cukup honey, ini pedes banget nanti honey sakit perut." ucap dokter Karen dengan nada lembut.


"Hiks...hiks... hiks... Sayang, Aku mau mie goreng super pedas nya hiks... hiks.. hiks..." ucap David sambil terisak.


Michael sangat terkejut melihat bosnya menangis seperti anak kecil membuat Michael menatap ke arah bosnya kemudian ke arah dokter Karen untuk meminta penjelasan.


"Jangankan kamu Michael, Aku saja sebagai istrinya sangat bingung dengan sikap suamiku. Tadi saja nangis karena tidak dibuatkan mie goreng super pedas." Ucap dokter Karen menjelaskan.


"Hiks... hiks... hiks... Kalian malah mengobrol bukannya ngurusin Aku. Istriku memang jahat, Aku ingin makan lagi mie goreng super pedas tapi tidak di kasih hiks... hiks.. hiks.." ucap David sambil menangis dengan air mata yang bercucuran.


Dokter Karen yang melihat David menangis tidak tega, membuat dokter Karen mengambil piring David yang kosong kemudian berjalan ke arah dapur untuk mengambil mie goreng super pedas untuk diletakkan di piring David.


"Honey ini mie goreng super pedasnya tapi ini yang terakhir." ucap dokter Karen dengan nada lembut sambil memberikan piring yang sudah berisi mie goreng super pedas kemudian menghapus air mata David yang bercucuran dengan menggunakan ke dua ibu jarinya.


"Sayang memang istriku yang paling baik, terima kasih sayang." ucap David sambil memegang tangan dokter Karen yang sedang memegang pipinya.


Dokter Karen hanya tersenyum dan kemudian menatap Michael yang sedang menatap tuan David seakan tidak percaya dengan sikap tuan David. Di mana David merupakan seorang psycophath yang sangat suka menyiksa orang tanpa membedakan pria atau wanita, dewasa ataupun anak - anak tapi kini David seperti anak kecil.


"Michael, kamu mau makan atau minum sesuatu? Aku siapkan." tanya dokter Karen.


"Aku minta kopi hitam saja dan gulanya sedikit." Jawab Michael.


"Baik." Jawab dokter Karen dengan singkat.


"Honey mau dibuatkan sesuatu? tanya dokter Karen.


"Aku ingin minta susu coklat hangat." ucap David.


"Tapi honey bukannya tidak suka susu coklat hang.." ucapan dokter Karen terpotong karena air mata David hendak keluar.


"Baik honey akan Aku buatkan." ucap dokter Karen.


Dokter Karen membuatkan minuman susu coklat hangat untuk suaminya dan kopi hitam untuk Michael.


"Maaf Tuan Muda, apakah Tuan Muda sakit?" Tanya Michael dengan wajah bingung.


"Tidak memang kenapa?" Tanya David sambil meletakkan sendoknya ke atas piring karena David sudah selesai makan.


"Bukannya Tuan tidak suka mie goreng super pedas dan tidak suka susu coklat hangat?" tanya Michael penasaran.


"Aku tidak ta.." ucap David menggantungkan kalimatnya sambil berlari karena perutnya tiba - tiba terasa sangat mual seperti di aduk - aduk.


David berlari menuju ke arah kamar mandi dekat dapur kemudian mengeluarkan yang tadi di makannya. Dokter Karen yang mendengar David muntah - muntah membuat dokter Karen meletakkan susu coklat hangat dan kopi pahit ke atas meja.


"Honey, kita ke rumah sakit ya." Ajak dokter Karen sambil mendekati suaminya.


"Aku tidak apa-apa sayang, jangan dekat ini bau dan kotor." ucap David sambil membersihkan mulutnya.


Setelah selesai David keluar dari kamar mandi kemudian memeluk dokter Karen.


"Biarkan saja, perutku sekarang merasa enakkan ketika Aku memelukmu sayang." ucap David.


"Nyonya Karen memang Tuan David sejak kapan seperti ini?" Tanya Michael.


Michael sangat terkejut melihat perubahan David yang mendadak sambil meminum kopi dengan perlahan karena masih panas.


"Tadi pagi Aku juga bingung dengan sikap suamiku." ucap dokter Karen sambil membalas pelukan suaminya.


"Tapi Aku ikut senang karena Tuan David sekarang sayang sama Nyonya dan melupakan dendamnya." ucap Michael.


Michael tidak menyadari kalau perkataannya akan mencelakakan dokter Karen. Sedangkan dokter Karen yang mendengarkan ucapan Michael menggelengkan kepalanya dengan wajah pucat pasi. Michael bingung melihat wajah pucat pasi dokter Karen hingga dirinya melihat perubah wajah David.


'Aduh, kenapa Aku mengatakan itu?' Tanya Michael dalam hati yang menyesali perkataannya.


Perkataan Michael terdengar jelas di telinga David dan hal itu membuatnya mengingat kejadian di mana ke dua orang tuanya yang di siksa dan di bunuh di tambah dirinya dan orang tuanya di buang di sungai oleh orang tua dokter Karen.


David langsung mendorong tubuh dokter Karen dengan kencang hal itu membuat tubuh dokter Karen jatuh ke lantai membuat dokter Karen berteriak kesakitan sambil memegangi perutnya yang terasa sangat sakit.


"Jangan sentuh Aku. Aku sangat membencimu!" Teriak David sambil menatap dokter Karen dengan tatapan membunuh.


"Honey perutku sakit..." rintih dokter Karen bersamaan keluarnya darah dari sela - sela ke dua pahanya tanpa di sadari oleh David dan Michael.


David berjongkok agar sejajar dengan dokter Karen dan menarik rambut dokter Karen agar menatap wajahnya. Michael merasa bersalah dan ingin menolong dokter Karen namun dokter Karen memberikan kode tanda agar Michael jangan menolong dirinya.


'Maafkan Saya Nyonya.' ucap Michael dalam hati dengan perasaan bersalah.


"Jangan pernah menyebutku dengan sebutan honey. Tapi panggil Aku dengan sebutan Tuan Muda David." Ucap David sambil menatap dokter Karen dengan tatapan membunuh.


"Baik Tu.." Ucapan dokter Karen terpotong bersamaan matanya terpejam.


Kepala Karen sangat pusing tapi berusaha untuk bertahan tapi lama-lama dokter Karen tidak kuat dan akhirnya tidak sadarkan diri. Michael tanpa sengaja melihat lantai marmer yang berwarna putih ada genangan berwarna merah membuat marmer tersebut berubah warna menjadi merah.


"Tuan... Tuan... Nyonya Karen berdarah... " ucap Michael dengan wajah panik.


David langsung melepaskan tangannya yang menarik rambut dokter Karen kemudian mengangkat tubuh dokter Karen.


"Michael antar Aku ke rumah sakit. Cepat!!!!" teriak David.


"Baik Tuan Muda." Jawab Michael.


Ke dua pria tampan itu berlari ke arah garasi mobil, David melihat wajah dokter Karen yang sangat pucat seperti kapas membuat David menyesal karena sulit mengendalikan emosi ketika mendengar kata dendam dan kata masa lalu. David duduk di kursi belakang pengemudi sedangkan Michael duduk di kursi pengemudi.


"Sayang bangun, maafkan aku." ucap David dengan lirih.


"Michael cepat!!!" teriak David.


"Baik Tuan Muda." jawab Michael sambil mempercepat laju mobilnya tanpa memperdulikan semua kendaraan yang membunyikan klakson.


"Michael, Aku minta di depan kami jangan pernah menyembut kata dendam atau masa laluku karena membuatku ingin menyiksa istriku." ucap David dengan nada dingin.


"Jika kata itu terucap maka Aku tidak segan - segan memotong lidahmu." ancam David.


"Baik Tuan Muda." jawab Michael dengan patuh.


Michael tidak takut dengan ancaman David tapi dalam hatinya yang paling dalam dirinya sangat menyesal karena perkataannya membuat dokter Karen celaka.


Hingga sepuluh menit kemudian mereka sudah sampai di rumah sakit. Michael menghentikan mobilnya kemudian keluar untuk membukakan pintu mobilnya untuk David.


David menggendong dokter Karen ala bridal style sambil berlari menuju ke UGD. Para perawat yang melihatnya langsung membawa brankar dan David meletakkan perlahan tubuh dokter Karen yang sudah mulai dingin.


"Sayang bertahanlah dan maafkan Aku." Ucap David sambil menatap wajah pucat istrinya.