
"Selamat ya Nyonya." ucap Mike sangat bahagia karena tuan mudanya dan Nyonya mudanya memperoleh keturunan.
"Terima kasih kak Mike. Kak Mike kata Kak Michael, Aku tidak boleh bekerja lagi di kantor suamiku jadi Aku minta tolong cari penggantiku seorang sekretaris pria. Selain itu Aku minta tolong jagain suamiku dari para wanita yang ingin menggodanya dan jika ada yang tidak beres tolong kabarin aku." pinta Alessandra.
"Kebetulan saudara sepupuku baru lulus kuliah namanya Miken namanya hampir sama denganku hanya beda di n." ucap Mike.
"Ok. Aku setuju, jika nanti suamiku tidak setuju kabarin aku ya." pinta Alessandra.
"Baik Nyonya Muda." ucap Mike.
"Suamiku memberikanku beberapa bodyguard karena itu jika ada masalah dengan para wanita pengganggu kabarin aku biar aku datang bersama bodyguard." ucap Alessandra.
"Baik Nyonya Muda, saya akan ingat semua pesan Nyonya." ucap Mike.
"Terima kasih Kak Mike, aku tidak tahu bagaimana membalas kebaikan Kak Mike." ucap Alessandra dengan nada tulus.
"Kebahagiaan tuan muda merupakan kebahagiaanku juga, karena itu aku minta agar Nyonya selalu membahagiakan tuan muda itu sudah cukup membalas kebaikanku." ucap Mike dengan nada tulus.
"Baik aku akan selalu berusaha menjadi istri yang baik dan maaf saya mau masak buat suamiku" ucap Alessandra.
"Baik Nyonya muda, silahkan." ucap Mike dengan nada sopan.
Alessandra berjalan menuju ke dapur dan memasak kesukaan suaminya. Selesai masak kesukaan suaminya, Alessandra berjalan naik ke lantai 3 menggunakan lift. Sampai di depan pintu kamarnya, Alessandra masuk ke dalam dan melihat suaminya sedang memakaikan dasi.
Alessandra pun masuk ke dalam kamarnya dan mengambil dasinya yang dipegang oleh suaminya kemudian memasang dasi di leher suaminya.
Michael sangat senang mendapat perhatian dari istrinya walau kecil sekalipun perhatiannya sangat berarti buat Michael. Michael memeluk pinggang istrinya karena tubuh Michael lebih tinggi dari Alessandra.
"Sayang hari ini jadikan bodyguard akan datang?" tanya Alessandra.
"Jadi sayang. Kenapa?" tanya Michael.
"Aku minta hari ini di kirimin motor sport keluaran terbaru dan dua jaket dan dua helm." pinta Alessandra.
"Sayang kamu mau naik motor? tidak boleh!" tolak Michael dengan nada tegas.
"Bukan untuk bodyguardku jadi aku naik mobil bersama satu orang bodyguard dan satu orang bodyguard menaiki motor." Ucap Alessandra terpaksa berbohong.
"Lalu untuk apa dua jaket dan dua helm?" tanya Michael yang masih belum percaya kalau istrinya tidak akan naik motor.
"Kalau misalnya aku di rumah dan ingin ngidam kan bisa menyuruh mereka berdua naik motor biar cepat." Jawab Alessandra beralasan.
"Benarkah?" tanya Michael sambil menatap tajam ke arah Alessandra.
"Kalau sayangku tidak setuju ya sudah tidak usah beli." ucap Alessandra dengan nada kesal sambil membalikkan badannya.
'Maaf sayang, Aku pura - pura ngambek karena dengan ini sayangku akan mengabulkan permintaanku.' Sambung Alessandra dalam hati.
Greb
Michael memeluk Alessandra dari belakang kemudian hidungnya mendusel - dusel ke rambut Alessandra.
"Jangan ngambek ya sayang, aku turuti permintaanmu." ucap Michael pasrah karena Michael tidak bisa menolak sekaligus tidak tega jika melihat istri kesayangannya ngambek ataupun menangis.
Michael melepaskan pelukannya kemudian membalikkan tubuh istrinya Alessandra agar menghadap dirinya.
cup
Michael mengecup kening istrinya dengan sangat lembut kemudian tersenyum menatap wajah cantik istrinya.
"Terima kasih sayang." ucap Alessandra sambil tersenyum manis.
Michael hanya tersenyum dan kemudian Alessandra mengambil jas kerja suaminya lalu memakaikan jas kerja ke tubuh kekar suaminya dan mengancingnya.
"Sudah selesai, suami semakin bertambah tampan." puji Alessandra sambil tersenyum sambil merapihkan kemeja suaminya.
"Baru tahu ya kalau suamimu ini sangat tampan" ucap Michael narcis sambil menoel hidung Alessandra.
Alessandra hanya tersenyum kemudian merekapun bergandengan tangan menuju ke lift untuk sarapan pagi. Selesai makan Michael pun berangkat ke kantor bareng dengan Mike.
Alessandra duduk di kamarnya mengambil ponselnya dan membuka ponselnya sambil membuka aplikasi noveltoon setelah puas membaca Alessandra membuka google tentang seputar kehamilan anak kembar.
Setelah puas membaca Alessandra iseng menanyakan apakah boleh berhubungan suami istri di saat hamil dan menanyakan yang lainnya. Walau sudah tahu tapi Alessandra ingin memastikan lebih lanjut. Alessandra sangat terkejut ternyata dokter kandungan itu berbohong.
"Baiklah dokter aku turuti permainanmu? sampai dimana kamu akan menggoda suamiku?" Tanya Alessandra sambil tersenyum menyeringai.
"Untuk suamiku maafkan Aku untuk sementara tidak berhubungan suami istri. Aku akan memakai baju agak longgar agar suamiku bisa menahan godaan tapi jika suatu saat nanti dirimu tidak kuat kita akan melakukannya tapi tidak sering asalkan suamiku bisa menuntaskan hasratnya." Ucap Alessandra.
Waktu Tiba-tiba Berhenti
"Bukankah Nona sudah tahu?"
"Apa yang akan Nona lakukan?"
"Kamu akan tahu." Jawab Alessandra sambil tersenyum.
"Walau memasang wajah imut, Aku tetap tidak akan mengatakannya." Ucap Alessandra sambil berjalan ke arah balkon.
"Ingat jangan pasang wajah jelek kalau tidak mau lidahmu Aku tarik." sambung Alessandra dengan nada mengancam.
"Poin Nona akan dikurangi."
"Silahkan nanti Aku lakukan suka-suka Aku." Ucap Alessandra sambil tersenyum manis.
"Senyuman Nona sangat jelek."
Alessandra tidak menjawab hanya mengusap kepala sistem tersebut yang berbentuk kucing. Di mana kucing tersebut sangat imut dan menggemaskan.
Waktu Kembali Seperti Semula
Tok
tok
tok
tok
Suara pintu kamar miliknya di ketuk berulang - ulang membuat Alessandra tersadar dari lamunannya bersamaan kucing tersebut menghilang.
Alessandra membalikkan badannya dan berjalan ke arah pintu kemudian membuka pintu kamarnya. Alessandra melihat kepala pelayan datang dan memberitahukan jika sudah datang 6 orang gadis. Alessandra pun keluar diikuti oleh kepala pelayan menuju lift.
Alessandra kini ada di bawah melihat 6 gadis calon bodyguard yang akan di pilihnya. Alessandra memandang satu persatu setelah agak lama Alessandra mulai mengetes satu persatu dengan wawancara. Mereka semua bisa menguasai ilmu beladiri dan mereka rata - rata mahir menggunakan senjata jika terdesak.
Dua diantaranya agak centil dan Alessandra tidak menyukainya dan meminta maaf kalau mereka berdua tidak di terima. Dua gadis itupun pulang tapi sebelumnya Alessandra memberikan uang sebagai kompesasi karena sudah datang.
Kini tersisa 4, Alessandra meminta mereka untuk berenang di kedalaman 2 meter di kolam renang miliknya. 1 orang langsung angkat tangan dengan alasan tidak bisa berenang jadi 1 orang gagal. Alessandrapun memberikan uang kompesasi dan meminta maaf dan gadis itupun tidak masalah karena uang kompesasi nya lumayan besar.
Kini tinggal 3 orang dan satu orang harus di eliminasi karena suaminya mengatakan membutuhkan 2 orang gadis bodyguard. Alessandra duduk berhadapan dengan 3 gadis tersebut memandang satu persatu.
"Aku ingin bertanya apakah kalian bisa mengendarai mobil dan motor sport keluaran terbaru?" tanya Alessandra.
"Aku bisa Nyonya muda, semua jenis mobil dan motor karena dulu saya pernah bekerja menjadi bodyguard." jawab gadis pertama.
"Kenapa berhenti?" tanya Alessandra pura-pura tidak tahu.
"Karena bos saya.." ucap gadis itu tidak melanjutkan perkataannya.
Alessandra yang mengerti kemudian menanyakan gadis yang lain.
"Untuk kalian berdua bagaimana apakah bisa?" tanya Alessandra mengalihkan pembicaraan karena mata gadis itu mulai berkaca - kaca dan bersiap untuk menangis.
"Saya bisa Nyonya, semua mobil ataupun motor." jawab gadis ke dua.
"Kenapa berhenti?" tanya Alessandra yang juga pura-pura tidak tahu.
"Karena... " ucap gadis ke dua menggantungkan kalimatnya.
Alessandra hanya membuang nafas perlahan dan melanjutkan pertanyaan terakhir untuk gadis yang belum ditanyakan.
"Kalau Kamu?" tanya Alessandra.
"Aku bisa naik mobil dan motor tapi motor matic saja." Jawab gadis ke tiga.
"Maaf saya tidak bisa karena saya membutuhkan orang yang bisa mengendarai semua jenis kendaraan mobil dan motor." ucap Alessandra sambil tersenyum.
"Tidak apa - apa Nyonya, mungkin bukan rejeki saya disini." ucap gadis ke tiga sambil membalas senyuman Alessandra.
"Tinggalkan kartu nama ke Kak Mike karena siapa tahu Aku membutuhkan bodyguard lagi." Ucap Alessandra.
"Baik Nona." Jawab gadis ke tiga dengan patuh sambil tersenyum.
"Kalau begitu Saya pamit pulang." sambung gadis ke tiga.
Alessandra hanya tersenyum dan tidak lupa memberikan uang kompesasi ke gadis itu. Kini tinggalah dua gadis itu kemudian Alessandra meminta ke dua gadis itu mengikutinya menuju gazebo untuk membicarakan sesuatu.
"Perkenalkan namamu." Pinta Alessandra.