
Dokter Karen mengecup pipi ke dua orang tuanya secara bergantian sedangkan dokter Sandra dan dokter Alesandra berdiri kemudian menyium punggung tangan ke dua orang tua dokter Karen secara bergantian.
Kemudian Mereka duduk di kursi makan lalu Mereka berdoa bersama. Selesai berdoa mereka makan dalam diam tanpa ada yang mengeluarkan suara sedikitpun.
Selesai makan dokter Karen, dokter Sandra dan dokter Alesandra membersihkan meja makan dan mencuci piring - piring dan gelas - gelas kotor. Mereka sangat rajin walau ada pelayan tapi mereka yang mengerjakannya.
Selesai membereskan meja makan dan mencuci piring dan gelas kotor, mereka berjalan menuju ke ruang keluarga. Mereka mengobrol dengan serius dan terkadang tertawa bersama.
"Mommy dan Daddy setelah menjual mansion ini mau tinggal di mana?" tanya dokter Karen.
"Kami berencana tinggal di desa tempat oma dan opamu dulu tinggal, rumah yang sangat sederhana tapi penuh kedamaian. Mommy dan Daddy meminta maaf padamu karena gara - gara kami, kamu mengalami ini semua." Jawab ibunya sambil menatap putri semata wayangnya dengan tatapan sendu.
"Tidak apa - apa Mom, Dad. Karen menerimanya dengan ikhlas jadi Mommy dan Daddy jangan pernah merasa bersalah." ucap dokter Karen sambil tersenyum menutupi kesedihannya namun orang tuanya tahu kalau dokter Karen menutupinya.
"Kamu tidak tahu sayang, kalau Tuan Muda David adalah pria yang sangat kejam, pria yang sangat senang menyiksa tidak perduli itu anak - anak atau para wanita. Kalau para pria saja Daddy akan tenang tapi Tuan Muda David tidak pernah membeda - bedakan baginya menyiksa dan membunuh adalah hobbynya." ucap Ayahnya dokter Karen dengan suara tercekat.
"Daddy dan Mommy. Jika seandainya aku mati di tangan Tuan Muda David, Karen minta sama Mommy dan Daddy juga kalian berdua untuk tidak membalas dendam pada Tuan Muda David." pinta dokter Karen sambil memaksakan untuk tersenyum.
"Sayang, jangan bicara seperti itu Mommy dan Daddy tidak sanggup kehilanganmu." ucap Mommy dan Daddy dengan air mata mulai keluar.
"Mommy dan Daddy hidup dan mati sudah ditentukan sama yang di Atas dan kita tidak bisa mengelaknya. Karen hanya minta sudahi rasa dendam karena tidak akan pernah ada habisnya biarlah Karen yang menerima hukuman dari Tuan Muda David. Anggap saja nyawa di bayar nyawa, Mommy dan Daddy telah membunuh orang tua Tuan Muda David dan Tuan Muda David akan membunuhku." ucap dokter Karen sambil menggenggam ke dua tangan orang tuanya sambil memaksakan untuk tersenyum.
"Seharusnya kami saja yang mati sayang karena kamilah yang salah." ucap Mommynya Karen dengan deraian air mata di mana matanya bengkak karena semalaman habis menangis.
"Tidak Mommy, Karen tidak sanggup kehilangan Mommy dan Daddy. Anggap saja apa yang Karen lakukan sebagai balas budi karena Mommy dan Daddy memberikan kasih sayang yang sangat tulus selama Karen dari dalam kandungan hingga sekarang." ucap dokter Karen dengan nada tulus.
Ketika ke dua orang tuanya ingin berbicara tiba - tiba datang seorang kepala pelayan menemui mereka.
"Maaf Tuan Besar, Nyonya Besar dan Nona - Nona. Tuan Muda David sudah datang dan menunggu Nona Muda Karen di dalam mobil." ucap kepala pelayan.
"Baik, aku akan menemuinya paman." ucap dokter Karen dengan nada lembut
"Mommy dan Daddy dan ke dua sahabatku maaf aku ingin menemui Tuan Muda David." pamit dokter Karen.
Dokter Karen mengecup punggung ke dua orang tuanya secara bergantian kemudian berlanjut ke dua sahabat baiknya di mana mereka saling cipika cipiki.
"Aku juga mau pulang dan kebetulan mobilku sudah datang." ucap dokter Sandra.
"Aku ikut ya? Karena kata sopirku mobilnya mogok." ucap dokter Alesandra.
"Oke." Jawab dokter Sandra.
Ke dua sahabat dokter Karen berpamitan dengan ke dua orang tua dokter Karen kemudian dokter Alesandra dan dokter Sandra berjalan ke arah garasi mobil di mana sopir dokter Sandra sudah menunggunya.
Sedangkan dokter Karen berjalan ke arah pintu utama dan melihat mobil milik David di parkir. Michael yang melihat kedatangan dokter Karen membuka pintu mobil dan dokter Karen masuk ke dalam mobil dan menemui Tuan Muda David di dalam mobil.
"Maaf Tuan Muda David lama menunggu." ucap Karen dengan nada lembut.
Tuan Muda David menatap Karen dari atas sampai ke bawah hingga matanya membulat sempurna karena melihat betapa cantik dan seksinya Karen terlebih Karen hanya menggunakan kaos lengan pendek dan celana pendek yang menampilkan paha putih dan mulus membuat adik kecil David mulai menegang.
'Si*l, kenapa gadis ini bikin adik kecilku tiba - tiba terbangun? Biasanya jika melihat tubuh polos, adik kecilku tidur dengan nyenyak." Ucap David dalam hati.
"Apakah kamu tidak ada pakaian yang lain?" tanya David dengan nada dingin.
"Maaf aku akan mengganti pakaianku." ucap Karen dengan nada lembut sambil membuka pintu mobil kemudian menurunkan ke dua kakinya hendak keluar.
"Aduh." Ucap dokter Karen.
David yang melihat dokter Karen hendak keluar dari mobil langsung menarik tangan dokter Karen. Dokter Karen yang belum ada persiapan membuatnya jatuh dan tidak sengaja kepalanya terkena benturan bibir David membuat dokter Karen berteriak saking terkejutnya.
Dokter Karen mendongakkan kepalanya dan matanya membulat sempurna melihat bibir David memerah akibat terkena benturan kepalanya.
Karena merasa bersalah membuat dokter Karen mendekati bibir David kemudian meniupnya dengan lembut. Hembusan aroma mint dari mulut dokter Karen membuat David merasa nyaman.
"Maaf, Aku tidak sengaja." ucap dokter Karen kemudian meniup bibir David.
Entah kenapa David menatap bibir mungil milik dokter Karen hingga David memberanikan diri mengecup bibir dokter Karen sekilas.
"Ciuman pertamaku." ucap Karen dengan nada kesal.
David sangat senang mendengarnya karena dialah pria pertama yang menciumnya begitu pula sebaliknya dokter Karen adalah wanita pertama yang mencium bibirnya.
"Ini hukuman ringan dan lain kali hukumannya lebih dari ini. Sekarang duduklah menjauh jangan dekat denganku." ucap David tidak memperdulikan ucapan dokter Karen karena David sedang menetralkan jantungnya yang berdetak kencang.
"Baik Tuan Muda David dan sekali lagi maafkan Aku." ucap Karen sambil menggeser tubuhnya menjauh sampai ke ujung pintu mobil.
"Kenapa Tuan Muda David menarik tanganku? Aku ingin mengganti pakaianku." tanya Karen sambil menatap David dengan kesal.
"Tidak usah waktuku sangat berharga dan lain kali kalau pergi pakailah pakaian yang pantas bukan pakaian kampungan seperti yang Kamu kenakan." Jawab David dengan ketus yang berlawanan kata hatinya.
"Baik Tuan Muda David. Aku akan mengingatnya." ucap dokter Karen dengan nada lembut.
'Aku harus banyak bersabar menghadapi ucapan pedas yang akan menjadi suamiku ini." ucap Karen dalam hati.
Michael yang duduk di kursi pengemudi membiarkan David dan dokter Karen berbicara karena dirinya fokus mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke sebuah mall xxxx terbesar milik bosnya siapa lagi kalau bukan Tuan Muda David.
Hingga lima belas menit mereka sudah sampai di mall xxxx lalu Michael turun dari mobil lalu menutupnya dengan perlahan. Michael memutar tubuhnya ke arah pintu mobil untuk membuka pintu mobil bosnya Tuan Muda David sedangkan dokter Karen membuka pintu mobilnya tanpa perlu menunggu Michael membukanya.
David berjalan di depan dengan angkuh di ikuti oleh Karen dan Michael dari arah belakang. Namun Michael membungkukkan badannya ke arah dokter Karen membuat dokter Karen menghentikan langkahnya.
"Nona jalan di depan jangan jalan berdampingan denganku." ucap Michael dengan suara pelan.
"Panggil aku Michael, nanti Tuan Muda David akan marah jika Nona tidak berjalan di samping Tuan Muda David." Ucap Michael dengan suara pelan lagi.
"Tidak. Aku tidak mau karena yang ada Aku kena marah lagi." Jawab dokter Karen.
'Oh ya bagaimana kalau Aku memanggilnya dengan sebutan kak Michael? Tidak sopan kalau memanggil namanya." bisik Karen menolak permintaan Michael.
"Terserah dirimu nona memanggilku apa?" ucap Michael dengan nada pasrah.
Michael hanya menghembuskan nafas dengan perlahan. Dirinya juga mengakui kalau dirinya tidak sepenuhnya paham dengan sikap Tuan Muda David yang sering berubah - ubah.
'Biasanya tanpa di minta para gadis dan para wanita langsung menempel ke Tuan Muda David tapi ini sama sekali tidak bersedia. Nona Karen memang sangat berbeda dan semoga saja bisa merubah sifat Tuan Muda David.' ucap Michael dalam hati.
Semua gadis dan para wanita menatap tanpa kedip ketika melihat dua pria tampan yaitu Tuan Muda David dan juga Michael karena selain sangat tampan juga sangat kaya raya.
Sedangkan para lelaki memuji kecantikan dokter Karen karena selain cantik dan seksi kulitnya yang sangat putih dan bersih tanpa ada bercak noda membuat para pria tidak berkedip menatap dengan tatapan mesum.
Tuan Muda David yang melihatnya sangat geram dan langsung menghentikan langkahnya secara tiba - tiba. Dokter Karen yang berjalan sambil memandangi lalu lalang orang berjalan tanpa sengaja menabrak punggung David.
Membuat tubuh Karen terhuyung ke belakang, untunglah Tuan Muda David menahan tangan Karen dengan menggunakan tangan kanannya kalau tidak kemungkinan Karen akan terjatuh.
"Kalau jalan itu lihat - lihat." ucap David dengan nada dingin.
"Maafkan aku." ucap Karen sambil melepaskan genggaman tangan David tapi David tidak melepaskan tangannya.
Karen hanya bisa pasrah dan membiarkan David memegang tangannya. David menggengam tangan Karen hingga mereka sampai ke sebuah butik yang terkenal di negara tersebut.
"Pilihkan dia pakaian pengantin." Ucap David dengan nada dingin tanpa menatap ke arah manager butik yang tersenyum manis.
"Baik Tuan Muda." ucap manager butik tersebut dengan ramah.
Manager tersebut memberikan hasil rancangan gaun pengantin yang ada di toko butik tersebut.
"Nona, gaun ini sangat cocok dengan Nona. Silahkan di coba dulu Nona." pinta manager tersebut.
"Baik, terima kasih." Jawab Karen sambil tersenyum ramah.
'Sungguh beruntung Tuan Muda David menikah dengan gadis ini. Selain sangat cantik dan seksi juga sangat ramah dan tidak sombong.' ucap manager butik dalam hati.
Dokter Karen memakai gaun pengantin berwarna putih sesuai dengan warna kulitnya. Gaun pengantin yang sangat seksi dan memperlihatkan tubuh dokter Karen di mana leher, separuh dua gunung kembar, lekuk tubuhnya yang sangat seksi bak gitar spanyol dan paha putih mulus tanpa noda.
"Nona sangat cantik dan sangat seksi memakai gaun pengantin ini." puji sang manager.
"Terima kasih atas pujiannya tapi maaf gaun pengantin ini saya kurang suka." ucap Karen dengan lembut.
" Kita tanya Tuan Muda David dulu nona." ucap manager sambil membuka tirai tersebut.
Dokter Karen merasa risih dengan gaun tersebut namun dirinya tidak bisa berbuat apa - apa karena keputusan ada di tangan David.
Dokter Karen menatap calon suaminya yang sedang sibuk memainkan ponsel mahalnya sambil membelakangi dirinya.
"Tuan Muda David, bagaimana dengan gaun pengantin Nona? Nona kelihatan cantik dan seksi dengan menggunakan gaun pengantin ini?" tanya sang manager butik tersebut.
David membalikkan badannya dan matanya langsung membulat sempurna tanpa berkedip, menatap wajah Karen yang sangat cantik dan sangat seksi.
Hingga jantung Tuan Muda David berdetak kencang dan lagi - lagi adik kecilnya kembali menegang membuat Tuan David berdecak kesal.
"Ganti gaunnya terlalu jelek." ucap Tuan Muda David dengan nada dingin.
"Baik Tuan Muda David." Jawab manager butik dengan patuh.
Tirai pun di tutup kembali kemudian manager butik memilihkan gaun pengantin dan Karen pun melepas gaun pengantin tersebut dan mengganti gaun pengantin yang ke dua.
"Nona sangat cantik dan sangat seksi memakai gaun pengantin ini." puji sang manager kembali.
"Terima kasih atas pujiannya tapi gaun pengantin ini seperti aku tidak memakai gaun saja." guman Karen pelan nyaris tak terdengar karena dirinya merasa risih dengan gaun tersebut.
Tirai pun kembali di buka, tampak calon suaminya yang masih sibuk memainkan ponsel mahalnya sambil membelakangi dirinya.
"Tuan Muda bagaimana dengan gaun pengantin ini?" tanya sang manager butik.
David kembali membalikkan badannya dan lagi - lagi jantung David berdetak kembali melihat tubuh seksi calon istrinya membuat adik kecilnya semakin berdenyut dan merasakan sakit seakan ingin meminta untuk keluar.
"Ganti gaunnya terlalu jelek." ucap David dengan nada dingin kembali sambil kembali membalikkan badannya.
'Si*l, kenapa pikiranku jadi mesum?' Tanya David dalam hati.
"Baik Tuan Muda David." Jawab manager butik dengan pasrah.
Tirai pun di tutup kembali kemudian manager butik memilihkan gaun pengantin dan dokter Karen pun melepas gaun pengantin tersebut dan mengganti gaun pengantin yang ke tiga. Setelah selesai memakai gaun pengantin barulah tirai kembali di buka.
"Tuan Muda David, bagaimana dengan gaun pengantin ini?" tanya sang manager butik.
'Si*l, kenapa gadis ini bikin adik kecilku menegang terus. Ucap David dalam hati dengan nada kesal.
David biasanya jika melihat gadis atau wanita tanpa menggunakan sehelai benangpun, adik kecilnya tidak menegang malah menyiksanya dan membunuhnya. Tapi ketika melihat tubuh seksi dokter Karen, adik kecilnya langsung bereaksi padahal dokter Karen masih menggunakan pakaian lengkap.
"Ganti gaunnya terlalu jelek." ucap David dengan nada dingin kembali.