
"Tuan Muda." Ucap Michael dengan wajah terkejut karena jarum peraknya berwarna hitam.
"Apakah ada jarum perak lagi?" Tanya David sambil menahan amarahnya.
Tanpa menjawab Michael mengambil paper bag kemudian membukanya untuk mencari jarum perak dan ternyata masih ada satu lagi. Michael mencoba masakan dokter Karen dan jarum peraknya sama sekali tidak berubah.
Michael langsung berdiri dan berjalan ke arah tong sampah di mana tadi dirinya membuang makanan yang tadi di makan oleh David. Ketika jarum tersebut ditusukkan ke makanan mendadak jarum perak tersebut berwarna hitam.
"Tuan Muda, ternyata ada yang ingin meracuni Kita." Ucap Michael sambil menahan amarahnya.
David hanya menganggukkan kepalanya kemudian tanpa sengaja melihat selembar kertas membuat David mengambilnya kemudian membacanya dengan mengeluarkan suaranya.
"Kak Michael, makanan buatanku sudah Aku tambahkan penawar racun agar Kak Michael baik - baik saja begitu pula masakan buatan Karen juga aku berikan penawar racun."
"Pelakunya adalah wakil CEO, kalau tidak percaya retas cctv di ruangan wakil CEO di mana pria itu menyuruh office boy untuk menambahkan racun di makanan Kak Michael dan Tuan Muda David."
"Kenapa dokter Alesandra bisa tahu?" Tanya David dengan wajah terkejut.
"Kita tanyakan nanti saja karena yang terpenting kita makan yang sudah disiapkan oleh Nyonya Karen dan dokter Alesandra." Ucap Michael.
David hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju kemudian mereka makan tanpa mengeluarkan suara sedikitpun. Namun dalam hati yang paling terdalam David merasa bersalah terhadap dokter Karen karena sudah menuduhnya tapi perasaan itu segera ditepisnya. Hingga dua belas menit kemudian ke dua pria tampan sudah selesai makan dan minum.
"Kamu perintahkan orang untuk menangkap wakil ceo dan di bawa ke markas." Ucap David dengan nada dingin.
"Baik Tuan." Jawab Michael dengan patuh.
Michael mengeluarkan ponselnya kemudian mengirim pesan ke orang kepercayaannya untuk menangkap wakil ceo setelah selesai Michael membereskan kotak makanan untuk di buang di tong sampah.
'Aku tidak menyangka kalau dokter Alesandra begitu perhatian denganku? Tidak ... Tidak ... Pasti dokter Alesandra ada maksud yang tersembunyi dengan berpura - pura melakukan perbuatan baik.' ucap Michael dalam hati
Michael dan David sama - sama menyangkal perasaannya kalau mereka masing - masing menyukai dokter Alesandra dan dokter Karen. Hal itu membuat dokter Alesandra dan author mencari cara agar ke dua pria tampan tidak lagi menyangkal perasaannya dan mengakui di depan pasangannya masing - masing kalau mereka sudah jatuh cinta dengan jodoh yang sudah di atur.
"Kamu cari profesor yang terbaik, bagaimana caranya Aku tidak perduli." ucap David sambil mengerjakan dokumennya.
"Maaf Tuan, untuk apa?" Tanya Michael dengan wajah bingung.
"Untuk wanita itu, karena Aku ingin agar wanita itu besok harus sudah sembuh total dan harus bisa memasak untukku. Karena Aku tidak ingin kejadian seperti ini tidak terulang lagi." Jawab David menjelaskan dengan singkat yang tidak ingin diracuni lagi.
"Baik Tuan Muda." jawab Michael sambil mengerjakan dokumen.
Michael pun menghubungi kenalannya untuk mencari profesor, setelah selesai telephone Michael melanjutkan pekerjaannya kembali. Satu jam kemudian ponsel milik Michael berdering dan Michael langsung menggeser tombol berwarna hijau. Selesai mengakhiri percakapan lewat ponselnya Michael berdiri dan berjalan mendekati bosnya yang arogant.
"Tuan Muda David." panggil Michael.
"Ya, ada apa?" tanya David yang masih sibuk mengecek dan menandatangani dokumen.
"Tuan Muda David, kebetulan sahabatku seorang profesor katanya dirinya bisa dan besok pagi datang memberikan obat tapi ada efek sampingnya." ucap Michael menjelaskan.
David menghentikan pekerjaannya dan menatap Michael untuk melanjutkan perkataannya. Michael yang mengerti tatapan bosnya langsung melanjutkan perkataannya.
"Jika obat itu dimasukkan berbarengan dengan infus maka efeknya jika Nyonya Karen hamil maka bisa mengalami pendarahan dan bisa saja Nyonya Karen dan bayinya meninggal. Apa Tuan Muda David, bersedia?" tanya Michael.
"Lakukanlah. Apalagi Aku tidak perduli karena yang paling penting Dia harus sembuh dan aku ingin menyiksanya kembali. Apalagi Karen tidak mungkin hamil karena aku tidak akan menyentuhnya jadi tidak mungkin dirinya hamil dan mati karena pendarahan." Jawab David dengan nada santai.
"Baik Tuan Muda." ucap Michael sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"Tidak apa - apa Tuan Muda. Aku akan menghubungi sahabatku." ucap Michael tanpa menjawab yang sejujurnya.
"Bagus, lakukanlah." ucap David sambil melanjutkan pekerjaannya kembali.
Michael membalikkan badannya kemudian berjalan ke arah mejanya kemudian menghubungi sahabatnya setelah selesai menghubungi Michael melanjutkan pekerjaannya kembali. Hingga tidak terasa hari sudah sore dua pria tampan itu membereskan pekerjaannya dan Michael mengunci ruangan bosnya dan menyimpan kuncinya di balik jas mahalnya.
skip
Kini David sudah berada di mansionnya dan duduk di meja makan dan sama seperti tadi siang David hanya memakan sedikit. Selesai makan David berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya untuk beristirahat.
Namun baru beberapa saat dirinya memejamkan matanya tiba - tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya membuat David menyuruhnya masuk.
Seseorang membuka pintu dengan lebar kemudian masuk ke dalam sedangkan David membuka matanya dan melihat kepala pelayan membawa satu paper bag.
"Dari siapa?" Tanya David sambil duduk di sisi ranjang dengan menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang.
"Maaf Tuan, Nyonya Karen membawakan paper bag berisi kotak makanan." Jawab kepala pelayan sambil menghentikan langkahnya ketika dirinya sudah berada tepat di ranjang milik David.
"Siapa yang mengantar?" Tanya David penasaran sambil mengambil paper bag tersebut.
"Salah satu bodyguard yang berjaga di rumah sakit." Jawab kepala pelayan.
David hanya menganggukkan kepalanya kemudian kepala pelayan pamit dan pergi meninggalkan kamar milik David untuk melanjutkan pekerjaan. Sedangkan David membuka paper bag dan mengambil kotak makanan yang di atasnya ada selembar surat kecil.
"Selamat makan sayang, semoga suka."
David tersenyum membaca tulisan tersebut kemudian mulai memakannya. Hingga lima belas menit kemudian David sudah selesai makan dan minum kemudian membuangnya ke dalam tong sampah yang ada di luar pintu kamarnya.
David kembali berbaring di ranjang dan tidak berapa lama dirinya tertidur pulas namun tiba - tiba terdengar suara David memanggil ke dua orang tuanya.
David membuka matanya dan tanpa sengaja memegang sesuatu membuat David memegangnya. David menekan tombol tersebut dan terdengar suara merdu dari alat kecil tersebut.
Di mana suara merdu tersebut adalah rekaman suara dokter Karen. Tidak berapa lama David baru bisa tidur dengan nyenyak dan tidak mimpi buruk lagi.
xxxx
Tidak terasa malam berganti pagi tapi David masih setia memejamkan matanya. Hingga tidak berapa lama terdengar suara ketukan pintu berulang - ulang karena tidak mendapat jawaban.
ceklek
Michael membuka pintu kamar David kemudian masuk ke dalam dan melihat David masih tertidur dengan pulas.
"Tuan Muda David." panggil Michael dengan suara agak pelan.
hening
"Tuan Muda." panggil Michael ulang dengan suara agak kencang.
hening
"Tuan Muda David... Tuan Muda David ..." panggil Michael berulang - ulang dengan suara kencang.