Alessandra

Alessandra
Batu Giok dan Pangeran Kesembilan Bagian Ke 9



"Karena Pangeran Ke 9 merupakan ancaman untuk dirinya menjadi seorang raja mengingat Pangeran Ke 9 tidak cacat dan berpura - pura lemah." Jawab salah satu dari Mereka.


Pangeran Ke 9 diam membatu ketika mendengar ucapan pria tersebut, dirinya tidak menyangka kalau Pangeran Ke 3 yang merupakan kakak kandungnya demi sebuah ambisi tega ingin mencelaki adik kandungnya.


"Apakah ada bukti kalau Pangeran Ke 3 ingin membunuhku? Apakah Ibu Kami mengetahui kalau putra pertamanya ingin membunuh adik kandungnya?" Tanya Pangeran Ke 9.


"Mengenai bukti tentu saja Kami ada." Jawab pria berpakain serba hitam sambil mengeluarkan sebuah benda milik Pangeran Ke 3 dan diberikan ke Pangeran Ke 9.


"Selir Kemonceng tentu saja mengetahuinya dan mendukung Pangeran Ke 3 untuk membunuh Pangeran Ke 9." sambung pria satunya.


"Apa? Ibuku mendukung? Aku ini putra kandungnya kenapa ibu tega padaku? Padahal selama ini ibuku selalu menyayangi Kakak tapi Aku selama ini diam dan menerimanya walau sebenarnya hatiku sangat sakit." Ucap Pangeran Ke 9 dengan wajah sangat terkejut sekaligus sangat sedih ketika mengetahui Ibunya tidak menyayangi dirinya malah membencinya.


"Sebenarnya Pangeran Ke 9 bukan putra kandungnya karena itulah Selir Kemonceng tidak mencintainya dan ingin membunuhnya." Ucap pria tersebut.


"Apa? Aku bukan putra kandungnya? Bukankah selama ini Ibuku merawatku walau sebenarnya lebih sering pengasuhku yang selalu ada menemaniku karena Ibuku lebih sering menemani Kakak Ke 3." Ucap Pangeran Ke 9 dengan wajah sangat terkejut.


"Sebenarnya Pangeran Ke 9 adalah anak dari pasangan suami istri dari salah satu pelayannya. Saat itu Selir Kemonceng berada dirumah orang tuanya ketika melahirkan bayinya meninggal dunia dan orang tuanya meminta pelayan untuk menukar putra Mereka dengan cucunya yang sudah meninggal dunia." Ucap salah satu pria tersebut.


"Awalnya Mereka tidak bersedia tapi karena mendapatkan ancaman akhirnya Mereka setuju. Tapi Selir Kemonceng meminta orang tuanya untuk membunuh siapa saja yang mengetahui kalau putranya meninggal dunia termasuk orang tua Pangeran Ke 9." Sambung pria satunya.


"Orang tuanya langsung setuju dan membunuh semua penghuni yang ada di rumahnya dengan cara membakar rumahnya pada malam hari di mana semua penghuni tertidur lelap." Sambung pria satunya lagi.


"Kalian kenapa bisa tahu?" Tanya Pangeran Ke 9 sambil menahan amarahnya karena ternyata Selir Kemonceng bukan Ibunya melainkan yang membunuh ke dua orang tuanya.


"Karena Kami adalah saksi sekaligus yang melakukan perintah Ayahnya Selir Kemonceng." Jawab pria tersebut.


"Dadaku sakit sekali." ucap Mereka bersamaan.


"Uhuk ... Uhuk ... Uhuk ..."


Tiba - tiba ke enam pria berseragam hitam tersebut batuk - batuk sambil mengeluarkan darah berwarna hitam membuat Pangeran Ke 9 sangat terkejut. Hingga Pangeran Ke 9 mendengar sebuah suara yang mirip dengan suara Alesandra, di mana memberitahukan kalau Mereka terkena racun dari jarum perak dan di minta menanyakan ke yang lain siapa yang menyuruh membunuh Pangeran Ke 9.


"Kalian terkena racun dari jarum perak, jadi siapa yang menyuruh Kalian kalau tidak racun itu akan menyiksa Kalian?" Tanya Pangeran Ke 9.


"Pangeran Ke 2." Jawab ke dua pria tersebut secara bersamaan.


"Pangeran Ke 4." Sambung ke dua pria lainnya secara bersamaan.


Selesai mengatakan hal itu Mereka meninggal dunia dengan mata melotot kemudian Pangeran Ke 9 menjentikkan jarinya. Pasukan bayangan tiba - tiba datang kemudian membuang ke enam mayat tersebut ke suatu tempat yang tidak di ketahui oleh siapapun.


Selesai memberikan perintah Pangeran Ke 9 berjalan ke arah istananya untuk membersihkan tubuhnya sambil merenungkan apa yang tadi didengarnya.


"Pangeran Ke 9." Panggil Alesandra yang masih berupa batu giok.


"Jangan mengintip Aku mandi." Ucap Pangeran Ke 9 yang sedang berendam di tong.


"Siapa juga yang mengintip." Ucap Alesandra yang sejak tadi memalingkan tubuhnya sambil memejamkan matanya.


"Syukurlah. Oh ya apakah benar apa yang dikatakan oleh Mereka?" Tanya Pangeran Ke 9.


"Tentu saja benar. Mereka mengatakan dengan jujur karena racun yang Aku berikan mengandung efek di mana orang berkata dengan jujur." Jawab Alesandra.


"Berarti sebenarnya Aku hanya anak dari seorang pelayan, jadi lebih baik Aku pergi dari istana ini." Ucap Pangeran Ke 9.


"Apakah Pangeran Ke 9 tidak berencana membalaskan dendam ke Mereka karena telah membunuh orang tua Pangeran Ke 9?" Tanya Alesandra.


"Apakah Pangeran Ke 9 tidak berencana membalaskan dendam ke Putra Mahkota karena telah membuat kekasih Pangeran Ke 9 bunuh diri?" Tanya Alesandra.


"Tunggu darimana Kamu tahu kalau kekasihku meninggal dunia karena bunuh diri?" Tanya Pangeran Ke 9 dengan wajah terkejut.


"Aku sudah bilang kalau Aku tahu apa yang telah terjadi." Jawab Alesandra.


"Ceritakan lebih detail." Pinta Pangeran Ke 9.


"Kekasih Pangeran Ke 9 di culik oleh orang suruhan Putra mahkota dan ketika Putra Mahkota ingin melakukan hubungan suami istri, kekasih Pangeran Ke 9 langsung bunuh diri dengan cara menggigit lidahnya. Putra Mahkota yang sangat kesal menjadikan kekasih Pangeran Ke 9 sebagai santapan monster peliharaan Putra Mahkota." Ucap Alesandra menceritakan secara singkat.


"Kalau begitu Aku akan membunuh Putra Mahkota dan juga Selir Kemonceng beserta keluarganya karena telah membunuh ke dua orang tuaku dan juga kekasihku." Ucap Pangeran Ke 9 sambil menahan amarahnya.


"Aku ada ide dan Aku harap Pangeran Ke 9 menyetujui ideku." Ucap Alesandra.


"Apa idemu?" Tanya Pangeran Ke 9.


"Besok malam, Kita akan membunuh Pangeran Ke 2 dan Pangeran Ke 4 karena telah Mereka tega mencelakai Pangeran Ke 9. Untuk Putra Mahkota dan Pangeran Ke 3, Kita biarkan dulu sampai keadaan istana mulai tenang barulah Kita menyerang lagi." Jawab Alesandra memberikan usulan.


"Kenapa tidak sekaligus membunuh Mereka?" Tanya Pangeran Ke 9 yang ingin menyelesaikan balas dendamnya.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx