
"Hiks..hiks... Aku ingin nasi goreng buatanmu honey... hiks...hiks.." ucap dokter Karen sambil terisak.
"Aku hari ini lagi malas masak. Lebih baik Aku suruh pelayan atau beli di restoran." ucap David memberikan usulan.
"Aku tidak mau, sudahlah lupakan saja apa yang tadi Aku minta. Aku ingin tidur." ucap dokter Karen sambil membalikkan badannya dan membelakangi David.
"Sayang, kamu marah?" tanya David berusaha menahan amarahnya karena David bukan prialah yang sabar.
Jika David mengatakan tidak maka jawabannya tetap tidak dan itu sulit untuk di rubah. Dokter Karen yang merasakan kalau suara suaminya mulai berbeda membuat dokter Karen langsung membalikkan badannya dan memeluk suaminya sambil membenamkan kepalanya di dada bidang suaminya.
"Tidak ada honey, Aku hanya mengantuk." Jawab dokter Karen berbohong.
David tahu kalau dokter Karen berbohong membuat David menghembuskan nafasnya dengan perlahan untuk menghilangkan rasa amarahnya.
"Baiklah aku akan masak." ucap David dengan pasrah.
Dokter Karen duduk dan menatap wajah tampan suaminya sambil tersenyum bahagia.
"Benarkah honey?" tanya dokter Karen tidak percaya.
"Ya, temani Aku masak dan katakan apa bumbunya." Jawab David.
"Baik honey ayo kita ke dapur." ajak Karen.
skip
Kini David sedang meracik bumbu sesuai arahan istrinya hingga setengah jam berkutat di dapur kini masakan nasi goreng buatan David sudah jadi dan David memberikan nasi goreng ke istrinya yang sedang duduk di kursi makan menunggu masakan suaminya.
"Sudah jadi sayang, maaf kalau rasanya kurang enak." ucap David.
"Pasti enak." Jawab dokter Karen sambil matanya berbinar menatap nasi goreng buatan suaminya dan mengecup pipi suaminya.
Dokter Karen mulai memasukkan nasi goreng ke dalam mulutnya sambil memejamkan matanya menikmati nasi goreng yang sedang dimakannya.
"Enak sayang?" tanya David dengan nada kuatir.
"Hmmm enak banget sayang." Jawab dokter Karen sambil menyendokkan nasi gorengnya kemudian dimasukkan ke dalam mulutnya.
David tersenyum mendengar pujian dari istrinya sedangkan dokter Karen memakan dengan sangat lahap hingga tinggal seperempat lagi.
"Sayang pelan - pelan nanti keselek. Boleh aku cobain?" tanya David penasaran.
"Boleh honey." jawab dokter Karen.
David pun mengambil sendok bekas dokter Karen namun baru masuk sebentar ke dalam mulutnya langsung dimuntahkan.
"Enak apanya? Rasanya asin banget dan pahit karena nasi gorengnya gosong. Sudah sini Aku buang nanti kamu keracunan." Ucap David dengan nada kesal sambil menarik piring dokter Karen tapi tangannya di tahan oleh dokter Karen.
"Tidak boleh di buang ini enak." ucap dokter Karen.
"Tidak enak sayang." ucap David setelah dirinya sudah selesai meminum 2 gelas untuk menghilangkan rasa asin dan pahit di mulutnya.
"Enak honey." ucap dokter Karen dengan mata mulai berembun tanda air matanya akan keluar.
"Buang nanti kamu keracunan!!" bentak David.
"Hiks... hiks... buanglah... hikss... hikss... memang honey tidak sayang sama Aku." Ucap dokter Karen sambil terisak kemudian mendorong piring yang masih ada sisa nasi gorengnya ke arah David.
David yang tidak tega melihat istrinya menangis hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"Maaf, makanlah." ucap David sambil mendorong piringnya ke arah istrinya.
"Terima kasih honey." jawab dokter Karen tersenyum sambil menghapus air matanya.
David bingung dengan sikap dokter Karen yang tadi nangis sekarang tersenyum sedangkan dokter Karen melanjutkan makannya hingga nasi gorengnya habis.
"Makasih honey." ucap dokter Karen sambil mengecup pipi suaminya ketika dirinya sudah selesai makan dan minum.
"Perutmu terasa sakit?" tanya David dengan wajah kuatir.
"Tidak kok, nasi goreng buatan suamiku sangat enak sekali." puji dokter Karen.
"Apakah lidahmu bermasalah?" tanya David penasaran.
"Tidak, memangnya kenapa?" tanya dokter Karen dengan wajah bingung.
"Nasi goreng rasanya tidak enak sekali. Sangat asin dan pahit masa kamu tidak merasakan sama sekali?" tanya David dengan wajah masih bingung.
"Sudahlah kita istirahat, Aku sangat mengantuk." ucap David mengalihkan pembicaraan sambil menggenggam tangan dokter Karen.
Merekapun berjalan menaiki anak tangga menuju ke kamarnya sedangkan para pelayan membersihkan dapur dan meja makan hingga bersih mengkilat.
Dokter Karen dan David duduk berdampingan di sofa, David mengambil dompetnya yang berada di meja dekat sofa kemudian mengeluarkan dua kartu, kartu kredit tanpa batas dan kartu debit yang berisi Rp. 100.000.000
"Sayang ambillah 2 kartu ini dan pakailah sesuka hatimu." ucap David sambil menyerahkan dua kartu ke tangan dokter Karen.
"Tidak honey, apa yang Aku perlukan sudah ada semua." tolak dokter Karen dengan nada halus.
"Aku bekerja untuk istri dan kamu adalah istriku jadi gunakanlah sesuka hatimu. Terserah kamu sayang mau dibelikan apapun Aku tidak akan marah." ucap David.
"Baiklah Aku simpan saja dulu." ucap dokter Karen pasrah karena dokter Karen sepenuhnya sudah tahu watak suaminya yang tidak suka di bantah.
"Sayang aku ingin itu, maukah?" tanya David sambil menyentuh privasi dokter Karen.
Dokter Karen hanya menganggukkan kepalanya membuat David tersenyum dan langsung menggendong dokter Karen ke arah ranjang dan merekapun melakukan kegiatan panasnya di sore hari. Setelah selesai mereka berdua pun tertidur dengan pulas.
Selama mereka tidur bersama, mimpi buruk David sudah hilang dan David sudah jarang menyiksa ataupun membunuh orang dengan cara yang sangat kejam. Tanpa mereka ketahui kalau dokter Alesandra dan sistem menatap ke arah mereka dan mendengarkan percakapan mereka dari awal hingga akhir.
"Semoga saja Kak David benar - benar berubah dan mereka hidup bahagia." Ucap dokter Alesandra penuh harap.
"Sayangnya Tuan David belum sepenuhnya berubah kecuali pemilik tubuh meninggal dunia dan berinkarnasi."
"Tugas Nona adalah melindungi pemilik tubuh dan Tuan David agar kejadian itu tidak terjadi."
Dokter Alesandra hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menghilang dari tempat tersebut begitupula dengan sistem.
Siang berganti malam lebih tepatnya jam tujuh malam, mereka terbangun dan membersihkan tubuhnya yang lengket. Selesai mandi dan memakai pakaian santai seperti biasa dokter Karen memasak buat suaminya yang sedang menunggu di meja makan.
Selesai memasak merekapun makan dalam diam tanpa banyak bicara. Selesai makan bersama merekapun berjalan ke arah kamar untuk istirahat.
xxxxx
Malam pun berganti pagi dan dokter Karen perlahan membuka matanya dan melihat suaminya yang masih setia memejamkan matanya. Dokter Karen perlahan melepaskan tangan David yang memeluk dirinya. Setelah berhasil lepas dokter Karen turun dari ranjang untuk membersihkan dirinya.
Selesai mandi dan berpakaian dokter Karen berjalan keluar menuju ke dapur. Sampai di dapur dokter Karen membuat sarapan pagi buat suaminya dan juga untuk dirinya. Selesai masak semua makanan diletakkan di atas meja makan.
Dokter Karen menaiki anak tangga menuju ke arah kamarnya untuk menyiapkan air hangat dan pakaian kerja suaminya. Setelah selesai melakukannya dokter Karen duduk di ranjang suaminya dan membelai wajah tampan suaminya.
"Honey sudah siang bangun yuk." ucap dokter Karen dengan nada lembut.
"Masih mengantuk, Sayang." ucap David sambil masih memejamkan matanya dan enggan membuka matanya.
Dokter Karen mendekati wajahnya ke wajah suaminya kemudian mengecup bibir suaminya dengan singkat namun ketika menarik wajahnya David menahan tengkuk dokter Karen untuk melum**nya. Setelah agak lama baru dilepaskan karena dokter Karen menepuk dada David tanda nafasnya sudah mulai kehabisan.
"Ciuman pagi sayang." ucap David sambil membuka matanya yang tadi terpejam.
"Mandilah honey." pinta dokter Karen sambil tersenyum.
"Baik honey kita mandi bersama yuk." ajak David.
Tanpa menunggu jawaban David menggendong istrinya dan berjalan ke arah kamar mandi. Dokter Karen mengalungkan ke dua tangannya di leher suaminya dan wajahnya disembunyikan di wajah suaminya. Senyum bahagia dokter Karen selalu menghiasi di wajah dokter Karen karena kini suaminya sudah tidak menyiksanya lagi.
Mereka pun mandi hampir 1 jam lamanya karena David sangat kecanduan dengan tubuh istrinya. Kini mereka sudah berpakaian dan duduk di meja makan. Dokter Karen mengambil makanan untuk suaminya kemudian untuk dirinya. Mereka makan dalam diam tidak ada yang berbicara. Selesai makan dan minum David dan dokter Karen berangkat ke kantor bersama - sama.
Dokter Karen dan David berjalan berdampingan sambil saling menggenggam tangan. Seperti biasa Michael berjalan mengikuti mereka dari belakang. Banyak karyawan yang menyapa mereka bertiga dan seperti biasanya dokter Karen lah yang membalas sapaan para karyawan dan para karyawati.
Kini David dan dokter Karen berada di ruang kerja milik David di mana dokter Karen membantu pekerjaan suaminya sebagai sekretaris.
xxxxxxx
Di Tempat Yang Berbeda
Federick pergi menyusul dokter Sandra karena dirinya sangat merindukannya. Federick mendapatkan informasi dari dokter Alesandra kalau dokter Sandra tinggal di desa terpencil.
Hal itu dilakukan karena dokter Alesandra ingin mereka segera menikah sekaligus dokter Sandra bisa menghilangkan jiwa psycophat pada diri Federick dan tidak lagi menjual obat - obatan yang mengandung racun.
Sampai di kota xxxx Federick menginap di hotel xxxx karena jarak ke kota ke desa xxxx membutuhkan 2 jam perjalanan.
Tubuh Federick yang lelah membuatnya ingin istirahat dulu di hotel. Setelah dua jam istirahat Federick berangkat ke desa xxxx dengan mengendarai mobil.
Dua jam kemudian Federick sudah sampai dan menanyakan alamat rumah dokter Sandra. Setelah tahu Federick pergi ke alamat yang ditunjukkan oleh warga sekitar. Sampai di sana Federick melihat rumah yang ditinggali dokter Sandra yang sangat sederhana dan kecil.
'Kamu harus menjadi milikku dan Aku buat Kamu tidak bisa melarikan diri lagi.' ucap Federick sambil mengarahkan tangannya ke pintu untuk mengetuk pintu.