
Alessandra dan Michael kini sudah sampai di rumah sakit. Alessandra pura-pura terkejut karena dokter yang biasa menanganinya tidak ada dan kata perawat dokter itu tidak tahu keberadaannya karena tidak ada kabar beritanya.
"Kenapa dokter kandungan yang memeriksa seminggu yang lalu tidak ada Kak?" Tanya Alessandra pura-pura bertanya.
"Kakak juga tidak tahu." Jawab Michael yang sudah tahu hanya saja dirinya pura - pura tidak tahu.
'Maaf, Kakak tidak bisa memberitahukan kalau dokter itu sudah mati dan maafkan Kakak juga karena berbohong.' Sambung Michael dalam hati.
'Tidak apa-apa Kak, Aku tahu kenapa Kakak terpaksa berbohong.' Ucap Alessandra dalam hati.
"Aku ingin dokter kandungan yang terbaik untuk istriku." ucap Michael mengalihkan pembicaraan.
"Baik Tuan, kebetulan ada dokter spog pindahan dari luar negri." Jawab perawat tersebut.
"Laki - laki atau perempuan?" tanya Michael dengan nada posesif.
"Laki - laki tuan dan sudah berkeluarga." jawab perawat tersebut.
"Baiklah tapi kalau kurang bagus saya akan memecatnya." ucap Michael dengan nada masih dingin.
"Sayang, sudah." ucap Alessandra dengan nada lembut sambil mengusap punggung suaminya untuk meredakan emosinya dan benar saja emosi Michael mulai berkurang.
Karena rumah sakit tersebut adalah milik Michael maka Michael dan Alessandra langsung masuk ke dalam tanpa perlu antri. Mereka melihat seorang dokter bule yang masih tampan dan sudah berumur.
Alessandra di gendong oleh suaminya kemudian di baringkan perlahan di ranjang dan diberikan selimut untuk menutupi sedikit perutnya kemudian perawat berjalan ke arah Mereka untuk memberikan gel ke perut Alessandra.
Dokter itupun mulai memeriksa kondisi janin Alessandra hingga sepuluh menit kemudian hasil pemeriksaan sudah selesai.
Michael dan Alessandra meminta di cetak foto usg dan dokterpun menekan tombol dan keluarlah hasil cetakan usg.
"Bayinya kembar dua dan semuanya sehat. Rajin makan sayur dan buah ya." pesan dokter spog.
"Baik dok." ucap Alessandra sambil tersenyum bahagia.
"Dokter bolehkan saya bertanya?" Tanya Michael.
"Silahkan tuan." Jawab dokter spog.
"Bolehkah kami berhubungan suami istri?" tanya Michael.
Alessandra yang mendengarnya merasa malu dan mencubit pinggang suaminya tapi suaminya tidak merasa sakit malah tersenyum sambil mengusap rambut istrinya dengan lembut. Dokter spog hanya tersenyum mendengar ucapan vulgar pasiennya.
"Boleh saja tuan, tapi hati - hati dan jangan sering - sering karena janinnya kembar dua." Jawab dokter spog.
"Baik dok, terima kasih atas penjelasannya." ucap Michael tersenyum bahagia pasalnya ada pelampiasan jika tidak bisa menahan hasratnya.
Selesai di periksa dan diberi resep obat penguat kandungan dan vitamin merekapun keluar dari ruangan tersebut menuju apotik yang berada di rumah sakit.
Selesai dengan urusan merekapun pulang kembali ke mansion. Sampai di mansion Michael dan Alessandra pergi ke kamar Mommy Elisabeth untuk memperlihatkan hasil usgnya. Mommy Elisabeth sangat bahagia melihat hasil usgnya dan tidak sabar melihat kelahiran ke dua cucunya.
xxxx
7 Bulan Kemudian
Tidak terasa usia kandungan Alessandra menginjak 9 bulan tinggal menunggu waktu melahirkan.
Pagi hari seperti biasa Alessandra mengerjakan tugas sebagai ibu rumah tangga kecuali memasak karena sudah ada koki yang terkenal di mana dulu pernah bekerja di restoran luar negri.
Alessandra seperti biasa membangunkan suaminya untuk mandi setelah melakukan berbagai drama akhirnya Michael masuk ke dalam kamar mandi.
Selesai mandi Michael memakai setelan pakaian kerja yang sudah disiapkan oleh Alessandra. Michael yang biasanya memakai pakaian sendiri, hari ini Alessandra memakaikan ke suaminya dari memakaikan kemeja dan mengancingkan kemejanya lalu berlanjut lengan kemejanya.
Setelah selesai di lanjutkan dengan memakaikan celana panjang kemudian memakaikan dasi suaminya dan terakhir jasnya.
Awalnya Michael menolaknya tapi Alessandra langsung sedih membuat Michael pasrah dan membiarkan apa yang akan dilakukan Alessandra pada dirinya.
"Suamiku bertambah tampan." Ucap Alessandra.
"Iya dong dan ketampanan suamimu ini hanya untuk istriku seorang." Jawab Michael.
Alessandra hanya tersenyum mendengar ucapan suaminya membuat Michael membalas senyuman istrinya sambil mengusap rambut istrinya dengan lembut.
"Tentu saja Sayangz suamimu ini akan selalu mencintaimu dan juga mencintai ke dua anak Kita." Ucap Michael sambil memeluk tubuh istrinya dari arah samping.
Alessandra membalas pelukan suaminya sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya.
"Aku selalu mendoakan yang terbaik untukmu dan seandainya jika suatu saat nanti kita berpisah, Aku harap sayangku menemukan wanita yang lebih baik dariku karena aku tidak akan mungkin marah asalkan menyayangi ke dua anak kembar Kita." ucap Alessandra.
Michael yang sangat terkejut dengan ucapan istrinya langsung melepaskan pelukannya kemudian mendorong perlahan tubuh istrinya. Michael menarik perlahan dagu istrinya agar menatap dirinya.
"Apakah kamu akan pergi meninggalkanku? Apakah kamu tidak mencintaiku?" tanya Michael dengan wajah terkejut karena tidak biasanya istrinya berkata demikian.
"Tidak sayang, Aku selalu mencintaimu. Kita kan tidak tahu jodoh dan mati seseorang karena itu rahasia Tuhan. Siapa tahu Aku pergi duluan meningalkanmu karena itulah Aku akan mendoakan sayangku dari atas." jawab Alessandra.
"Jangan bicara seperti itu aku tidak suka." ucap Michael dengan nada kesal.
"Kita saling mencintai dan Aku ingin kita sama - sama merawat anak kita bersama." Sambung Michael.
"Maaf sayang, kan aku hanya bilang misalnya." ucap Alessandra.
"Tapi aku tidak suka mendengarnya!" ucap Michael dan tanpa sadar membentak istrinya untuk pertama kalinya selama Mereka menikah.
"Iya maafkan aku." ucap Alessandra sambil matanya berkaca - kaca karena di bentak oleh suaminya untuk pertama kalinya.
Michael yang melihat istrinya matanya berkaca - kaca langsung memeluknya dari arah samping.
"Maafkan Aku yang tadi membentak, jujur Kakak tidak sanggup kehilanganmu." ucap Michael dengan nada lembut sambil melepaskan pelukannya kemudian menghapus air mata istri yang sudah mulai keluar menggunakan ke dua ibu jari tangannya.
"Tidak apa-apa, lupakan yang tadi Aku katakan." Ucap Alessandra.
'Seandainya Kak Michael tahu kalau sembilan tahun lagi Kita akan berpisah selamanya.' Sambung Alessandra dalam hati.
Merekapun keluar dari kamarnya dan berjalan menuju ke dapur namun Mereka tidak melihat Mommy Elisabeth di kursi makan seperti biasanya.
"Paman, Mommy kemana?" tanya Michael kepada kepala pelayan.
"Nyonya besar lagi kurang enak badan tuan." Jawab kepala pelayan.
"Sudah panggil dokter?" tanya Michael.
"Sudah tuan muda dan sekarang lagi menunggu dokter datang." jawab kepala pelayan.
"Baik, terima kasih." ucap Michael.
"Paman, tolong buatkan bubur buat Mommy dan kirim ke lantai dua tempat Mommy nanti aku yang akan menyuapkan buburnya." ucap Alessandra dengan nada lembut.
"Baik Nyonya." Jawab kepala pelayan.
Kepala pelayan itupun pergi meninggalkan mereka berdua yang sedang sarapan pagi. Kepala pelayan meminta koki untuk memasak bubur ayam.
Selesai makan Michael dan Alessandra naik ke lantai dua tidak menggunakan lift melainkan menggunakan tangga agar cepat proses kelahiran bayinya.
Michael dan Alessandra masuk ke dalam kamar Mommy Elisabeth untuk melihat kondisi Mommy Elisabeth. Tidak berapa lama dokter datang memeriksa kondisi Mommy Elisabeth.
Kata dokter, Mommy Elisabeth hanya sakit kelelahan maklum faktor umur, setelah di beri resep obat dokter itupun pergi.
"Mommy, maaf Michael tidak bisa menemani Mommy karena pagi ini ada jadwal meeting dan bertemu klien." ucap Michael kepada Mommynya.
"Tidak apa - apa sayang, Mommy ngerti apalagi badan Mommy juga sudah baikan." ucap Mommy Elisabeth.
"Terima kasih Mom? nanti kalau sudah selesai meeting dan bertemu klien Michael janji langsung pulang." ucap Michael.
"Mommy tidak apa - apa sayang yang penting kamu kerjanya fokus dan hati - hati." ucap Mommy Elisabeth.
"Baik Mom, Michael pergi ya mam." pamit Michael.
Tiba-tiba waktu berhenti mendadak
"Apakah Nona sudah tahu kalau sebentar lagi ada orang yang ingin berbuat jahat?"