Alessandra

Alessandra
Batu Giok dan Pangeran Kesembilan Bagian Ke 25



Lagi - lagi Alesandra menghembuskan nafasnya dengan perlahan sambil berpikir kemudian menganggukkan kepalanya tanda setuju.


'Baiklah, kapan misi dijalankan?' tanya Alesandra akhirnya.


'Besok.'


'Lalu misi Pangeran Ke 9 dengan pemilik tubuh bagaimana? Bukankah misinya belum selesai?' Tanya Alesandra.


'Setelah Nona memberikan sebagian ilmu Nona maka misi ini di anggap selesai terlebih sudah ada orang yang menggantikan tugas Nona.'


'Baiklah kalau begitu.' Ucap Alesandra.


Sistem tersebut menganggukkan kepalanya kemudian menghilang bersamaan dirinya mendengar suara - suara orang yang sedang mengobrol membuat Alesandra membuka matanya. Alesandra melihat tubuhnya sudah menggunakan pakaian lengkap membuat Alesandra tersenyum dalam hati.


'Tidak terasa mengobrol dengan sistem tahu - tahu aku sudah memakai pakaianku. Suamiku ternyata menepati janjinya untuk tidak melakukan hubungan suami istri.' Ucap Alesandra dalam hati.


Alesandra melihat suaminya, ke dua anak kembarnya dan Mommy Elisabeth sedang menatap dirinya sambil tersenyum bahagia. Alesandra pun membalas senyuman mereka dengan tulus sambil duduk kemudian merentangkan ke dua tangannya ke arah ke dua anak kembarnya.


"Mami." Panggil ke dua anak kembarnya yang bernama Marcel dan Marcella dengan serempak.


"Hallo Sayang, Mami kangen dengan kalian." Ucap Alesandra sambil memeluk ke dua anak kembarnya begitu pula sebaliknya.


"Kami juga Mam, kapan datang?" tanya Marcel dan Marcella dengan serempak.


"Beberapa jam yang lalu." Jawab Alesandra.


"Kok tidak langsung menemui Kami?" Tanya Marcella dengan wajah cemberut.


"Maaf sayang, tubuh Mami sangat lelah." Ucap Alesandra sambil melepaskan pelukannya begitupula sebaliknya.


"Mami sangat lelah jadi biarkan Mami istirahat." Ucap Michael.


"Tapi Pi ..." Ucapan Marcel dan Marcella terpotong oleh Michael.


"Kalau Mami tidak lelah baru menemui kalian." Ucap Michael dengan nada tegas.


"Tidak apa - apa Mami juga kangen dengan ke dua anak kita." Ucap Alesandra sambil sesekali menguap.


"Mami istirahat saja nanti kalau Mami tidak lelah bisa menemui Kami." Ucap Marcella yang tidak tega melihat Alesandra sangat lelah.


"Betul kata Daddy dan Marcela kalau Mami perlu istirahat. Jadi Mami istirahat saja sampai rasa lelah Mami hilang." Sambung Marcel.


Alesandra hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju karena sebenarnya dirinya sangat lelah walau sebenarnya dirinya sangat merindukan ke dua anak kembarnya. Marcel dan Marcella kemudian pergi meninggalkan kamar orang tuanya sedangkan Michael berbaring di sisi ranjang sambil memeluk istrinya.


Alesandra menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya sambil memeluk pinggang suaminya dan tanpa menunggu waktu lama Alesandra tertidur dengan pulas.


'Istriku ternyata sangat lelah karena langsung tidur dengan pulas.' Ucap Michael dalam hati sambil mengusap punggung istrinya dengan lembut.


Tidak berapa lama Michael tertidur dengan pulas menyusul mimpi indah bersama istrinya. Untuk pertama kali Michael tidur dengan pulas karena selama ini Michael jarang tidur siang dan jika malam Michael susah tidur karena sangat merindukan istrinya.


Dua Jam Kemudian


Tidak terasa dua jam berlalu, perlahan Alesandra membuka matanya dan melihat wajah tampan suaminya yang masih tertidur dengan pulas. Alesandra perlahan mengangkat tangannya dan membelai wajah tampan suaminya dari salah satu pipinya, salah satu matanya, hidung dan bibir.


"Aku sangat mencintaimu dan Aku harap suamiku selalu mencintaiku walau dunia nyata maupun di misi yang sebentar lagi Aku jalani di mana misi itu adalah misi terakhir jika Aku bisa menyelesaikannya." ucap Alesandra.


"Tentu saja Aku akan selalu mencintaimu." Ucap Michael sambil menggenggam tangan istrinya.


"Papi sudah bangun? Maafkan Mami." Ucap Alesandra tidak enak hati.


"Papi sudah bangun sejak tadi jadi Mami jangan merasa bersalah sedikitpun." Ucap Michael sambil membuka matanya kemudian tersenyum menatap wajah cantik istrinya.


"Oh ya tadi Mami bilang tentang misi, apakah itu berarti Papi dan keluarga kita bisa ikut misi?" Tanya Michael penuh harap.


Alesandra hanya menganggukkan kepalanya membuat Michael tersenyum bahagia karena dirinya tidak merasakan kesepian. Walau ada ke dua anak kembar dan Mommy Elisabeth tapi tanpa Alesandra terasa sepi terlebih jika dirinya tidur seorang diri.


"Tapi ..." Ucap Alesandra menggantungkan kalimatnya.


Alesandra menceritakan apa yang terjadi sedangkan Michael mendengarkan dengan serius hingga Alesandra selesai bercerita.


"Berarti Papi berperan jadi pria yang tidak bertanggung jawab dan Mommy berperan sebagai orang yang tidak menyetujui hubungan Kita." Ucap Michael yang mengerti garis besar misi yang akan dilakukan Alesandra.


"Tepat sekali. Padahal aku ingin pria itu bukan Papi lalu Mami bertemu Papi dan berakhir kita menikah tapi sayangnya tidak bisa." ucap Alesandra.


"Semoga di misi itu Papi menjadi pria bertanggung jawab walau Papi hilang ingatan dan Mommy menyetujui hubungan kita." Ucap Michael penuh harap.


"Semoga saja karena jika misi ini berhasil maka kita bisa bersama selamanya tanpa melakukan misi berikutnya." Ucap Alesandra yang ingin sekali menyelesaikan misinya secepat mungkin.


"Semoga saja Mam." Ucap Michael penuh harap.


Alesandra hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka turun dari ranjang dan berjalan ke arah kamar mandi untuk mandi bersama tanpa melakukan hubungan suami istri. Sebenarnya Michael ingin sekali melakukannya namun dirinya tidak tega jika istrinya kembali kelelahan.


Lima belas menit kemudian mereka sudah selesai mandi dan memakai pakaian santai. Mereka keluar dari kamarnya menuju ke ruang makan di mana makanan sudah tersedia di meja makan. Mereka melihat Mommy Elisabeth, Marcel dan Marcella sudah duduk di kursi makan dan menatap mereka dengan senyuman.


Mereka berdoa terlebih dahulu kemudian barulah makan tanpa ada yang bicara hingga dua puluh menit kemudian mereka sudah selesai makan dan minum. Mereka langsung berjalan ke arah ruang keluarga sedangkan kepala pelayan dengan di bantu pelayan lainnya merapikan meja makan.


Kini mereka sudah duduk di sofa ruang keluarga kemudian Alesandra menceritakan tentang misinya bersama keluarganya. Sedangkan Mommy Elisabeth, Marcel dan Marcella mendengarkan ceritanya dengan serius. Untuk Michael, Michael hanya menatap keluarganya secara bergantian sambil menunggu jawaban keluarganya.


"Bagaimana, apakah Mommy, Marcel dan Marcella? Tanya Alesandra sambil menatap mereka secara bergantian.


"Kami setuju Mam, asalkan kami selalu bersama." Jawab Marcel dan Marcella dengan serempak.


"Mommy juga setuju dan semoga saja Mommy berubah pikiran karena di dalam cerita itu Mommy dan Michael hilang ingatan." Ucap Mommy Elisabeth.


"Semoga saja misi ini berjalan lancar jadi kita bisa bersama lagi tanpa menjalankan misi berikutnya." Ucap Alesandra penuh harap.


"Amin." Jawab mereka dengan serempak.


"Oh iya, kapan misi dijalankan?" Tanya Marcel dan Marcella dengan serempak.


"Besok siang kita akan masuk ke dunia novel." Jawab Alesandra yang mendapatkan bisikan dari sistem lewat telepati.


"Ok." Jawab mereka bersamaan.


Merekapun mengobrol lebih tepatnya Marcel dan Marcella menceritakan apa yang terjadi selama Alesandra tidak ada. Alesandra hanya mendengarkan dengan setia dan terkadang berkomentar walau dalam hatinya sudah tahu apa yang terjadi dengan suami, ke dua anak kembarnya dan Mommy Elisabeth.


Alesandra tidak mengatakan ke Marcel dan Marcella karena dirinya sudah mengetahui semuanya hal itu dilakukan karena Alesandra tidak ingin ke dua anak kembarnya sedih karena ceritanya sudah diketahui oleh Alesandra.


Hingga tidak terasa jam, menit dan detik berlalu dan merekapun kembali ke kamar masing - masing untuk istirahat.


xxxxxxxxxxxx


Tidak terasa hari yang di tunggu sudah datang Alesandra, Michael, Mommy Elisabeth, Marcel dan Marcella kini berada di kamar Michael dan Alesandra.


"Sudah siap?" Tanya Alesandra.


"Sudah." Jawab mereka dengan serempak dengan jantung berdebar - debar karena untuk pertama kalinya mereka akan masuk ke dunia novel.


"Ok. Pejamkan mata karena sebentar lagi kita akan masuk ke sistem dan ingat jangan takut karena Mami akan menjaga Mommy, Daddy dan kalian berdua." Ucap Alesandra yang mengetahui kalau jantung mereka berdetak kencang.


Mereka hanya menganggukkan kepalanya kemudian menutup matanya dan tidak berapa lama tubuh mereka menghilang dan masuk ke dalam sistem.


"Sekarang bukalah mata Kalian." Ucap Alesandra.


Mereka serempak membuka matanya dan matanya membulat sempurna karena mereka berada di ruangan yang sangat asing di mana banyak layar ukuran besar seperti layar televisi masing - masing ukuran 75 inchi.


"Ini ruang kerja Mami di mana Mami bisa melihat apa yang terjadi seperti mirip cctv." Ucap Alesandra.


Mereka hanya menganggukkan kepalanya kemudian Alesandra menemui sistem yang sejak tadi menatap dirinya dan keluarganya.


"Apa judul novelnya?" Tanya Alesandra.