
Alessandra menatap suaminya kemudian menatap ke arah Mike secara bergantian. Alessandra menghembuskan nafasnya dengan perlahan membuat Michael dan Mike saling memandang sebentar dengan perasaan bingung.
Alessandra pun menceritakan apa yang telah terjadi dengan Valen sedangkan Michael dan Mike mendengarkan cerita Alessandra.
"Itulah yang terjadi." Ucap Alessandra mengakhiri ceritanya.
Michael dan Mike sangat terkejut dan tidak percaya apa dengan apa yang telah terjadi setelah mendengar cerita dari Alessandra.
"Aku dan Mommy tadi juga hampir saja kepleset jika seandainya Aku tidak melihat ada minyak di salah satu anak tangga." Ucap Alessandra berbohong.
"Mike, coba cek di cctv siapa yang meletakkan minyak di salah satu anak tangga." Ucap Michael dengan nada dingin.
"Baik Tuan." Jawab Mike patuh.
Mike membuka laptopnya yang selalu dibawanya kemudian mengecek cctv. Hingga beberapa saat kemudian Mike memperlihatkan rekaman cctv ke Michael.
Mereka melihat salah satu bodyguard istrinya membawa sebuah botol. Kepalanya menengok ke kanan dan ke kiri kemudian berjalan naik ke lantai, sampai di tengah anak tangga bodyguard istrinya itu menuangkan sesuatu dan bisa dipastikan minyak.
Setelah selesai bodyguard istrinya berjalan dengan terburu - buru sambil sesekali melihat ke kanan dan ke kiri.
Tidak berapa lama Alessandra keluar dari kamar Mommy Elisabeth dan menuruni anak tangga sampai ditengah Alessandra menghentikan langkahnya kemudian memanggil Valen.
"Lihat Valen bersembunyi di balik tembok." Ucap Alessandra sambil menunjuk ke layar laptop.
Sontak saja Michael dan Mike menatap ke arah layar laptop yang ditunjuk oleh Alessandra dan benar saja Valen pura - pura tidak mendengar.
"Apakah sayangku tahu kalau ada minyak?" Tanya Michael.
"Aku tidak tahu." Jawab Alessandra berbohong.
"Aku memanggil Valen selain untuk membawa nampan juga Aku ingin mengatakan ke Valen untuk menemani Mommy dan Aku ke rumah sakit." sambung Alessandra beralasan.
Michael dan Mike hanya menganggukkan kepalanya kemudian Mereka kembali menatap ke layar laptopnya begitu pula dengan Alessandra. Walau Alessandra sudah tahu tapi Alessandra pura - pura tidak tahu agar Michael dan Mike tidak curiga.
Mereka melihat Valen terguling bersamaan dengan nampan yang dipegangnya kemudian wakil kepala pelayan datang bersamaan Alessandra duduk di anak tangga sambil membelai perutnya.
"Sayang, kenapa Kamu meringis?" Tanya Michael sambil mengusap perut istrinya yang sudah membuncit.
"Sepertinya sangat terkejut ketika melihat Valen terjatuh dari tangga karena itulah ke dua anak Kita serentak menendang perutku membuatku meringis." Jawab Alessandra.
'Maaf ya anak-anak, Kalian dijadikan alasan.' Sambung Alessandra dalam hati.
Duag
Duag
Tiba-tiba Michael merasakan tangannya seperti di tendang sedangkan Alessandra meringis membuat Michael mendekatkan wajahnya ke arah perut istrinya.
"Anak-anak Papi jangan pada nakal." Ucap Michael.
"Pfftttt... " Tawa Michael sambil berdiri dengan tegak.
Alessandra tersenyum mendengar tawa Michael begitu pula dengan Mike karena sebelum mengenal Alessandra, Michael jarang tertawa ataupun tersenyum.
'Semoga Tuan Muda dan Nyonya Muda selalu bahagia.' Ucap Mike dengan tulus.
'Sayang sekali Aku hanya bisa menemani suamiku hanya tinggal sembilan tahun lagi.' Ucap Alessandra.
"Oh ya, sekarang Valen masih di ruang operasi. Apa rencana selanjutnya?" Tanya Alessandra setelah beberapa saat Mereka terdiam.
"Menurut Mami, apa hukuman yang pantas untuk Valen?" Tanya Michael tanpa menjawab pertanyaan Alessandra.
"Wanita itu sangat jahat karena ingin membuatku keguguran dan bisa saja setelah Aku terjatuh dari tangga, Mommy ikut terjatuh karena ketika mendengar suara teriakan Valen dan suaraku, Mommy langsung keluar dari kamarnya." Ucap Alessandra.
"Menurut Mami lebih baik wanita ini dilaporkan polisi dan dimasukkan ke dalam penjara ketika keluar dari rumah sakit selain itu Kita tidak perlu membayar pengobatan untuk perawatan selanjutnya. Cukup perawatan hari ini Kita bayar semuanya sampai lunas." Sambung Alessandra.
"Terdengar kejam ya?" Tanya Alessandra.
Alessandra mengatakan hal itu karena ke dua pria tersebut terdiam mendengarkan ucapan Alessandra.
"Tidak juga." Jawab Michael.
"Mike, Kamu hubungi polisi dan memberikan bukti rekaman cctv!" perintah Michael.
"Baik Tuan Muda." Jawab Mike.
"Kalau begitu Aku ingin istirahat dulu." Ucap Alessandra sambil berdiri dan di bantu oleh Michael.
"Kalau begitu, saya pamit mau pergi ke kantor." Pamit Mike.
"Hati-hati Kak Mike." Ucap Alessandra.
Alessandra mengatakan hal itu karena Michael hanya menganggukkan kepalanya tanpa menjawab ucapan Mike.
"Terima kasih Nyonya Muda." Ucap Michael.
Michael pun pergi meninggalkan Mereka berdua sedangkan Alessandra dan Michael berjalan ke arah ruang perawatan.
Tanpa sepengetahuan Michael dan Mike kalau ada sepasang mata melihat dan mendengar apa yang Mereka katakan.
Sedangkan Alessandra tahu ada yang mendengar percakapan Mereka tapi Alessandra pura-pura tidak tahu.
"Saat ini Nyonya Muda selamat tapi belum tentu setelah mempunyai anak selamat lagi." Ucap orang tersebut sambil menatap Alessandra dengan tatapan kebencian.
Selesai mengatakan hal itu orang tersebut pergi meninggalkan rumah sakit tersebut menuju ke tempat tujuan untuk mengatur rencana jahatnya bersama teman-temannya.