Alessandra

Alessandra
Novel : Alessandra Si Gadis Culun 31



"Saya Valen, Nyonya Muda." ucap Valen memperkenalkan dirinya.


"Saya Ririn, Nyonya Muda." ucap Ririn memperkenalkan dirinya.


"Baik untuk Valen ceritakan tentang pengalaman kerjamu." pinta Alessandra pura-pura tidak tahu.


FLASHBACK ON


Valen bekerja sebagai bodyguard dari istri seorang ceo tampan dua bulan bekerja tidak terjadi apa - apa.


Di bulan ke tiga Valen bekerja seperti biasanya mengawal istri CEO ke perusahaan milik suaminya untuk mengantar makan siang karena suami paling suka masakan sang istri.


Dalam perjalanan mereka di hadang oleh para preman. Valen sebagai bodyguard keluar dan menyerang para preman tersebut dan sang nyonya yang ternyata bisa bela diri ikut membantu Valen tapi naas sang nyonya terluka parah.


Valen yang terdesak terpaksa mengeluarkan senjata dan menembak para preman hingga mereka meninggal di tempat.


Valen yang melihat sang nyonya yang sudah lemah tak berdaya dengan tubuh berlumuran darah sedang dihajar oleh seorang wanita membuat Valen langsung menembak mati wanita itu.


Semua para preman dan wanita itu di foto oleh Valen untuk diberikan ke suami bosnya kemudian Valen mendekati nyonya sang bos ceo.


Valenpun memegang pundak sang nyonya untuk membawanya ke rumah sakit. Di dalam mobil Valen menghubungi suami bosnya. Selesai menghubungi Valen membawa mobilnya dengan sangat kencang lampu merahpun di terobos hingga hanya 5 menit sudah sampai di rumah sakit.


Valen keluar dari mobil dan meminta bantuan perawat untuk membawa nyonya nya. Singkat cerita kini Valen menunggu di ruang ugd selang beberapa jam sang bos ceo datang dengan muka penuh amarah.


"Valen, kamukan kusewa jadi bodyguard istriku kenapa istriku jadi terluka!" bentak sang bos ceo.


"Maaf tuan, tadi pas kami dalam perjalanan mobil kami di serang para preman yang lumayan banyak dan saya sudah minta supaya nyonya untuk di dalam tapi nyonya tidak mau dengan alasan kalau nyonya bisa bela diri." ucap Valen ketakutan


"Lalu kenapa kalian bisa kalah? hah!" bentak sang bos ceo.


"Mereka terlalu banyak tuan karena terdesak saya tembak semua dan merekapun tewas di tempat dan ketika saya melihat nyonya sedang dipukuli oleh seorang wanita maka saya tembak saja wanita itu dan saya foto mereka yang mati kemudian saya bawa nyonya ke rumah sakit." ucap Valen menjelaskan.


"Mana fotonya." pinta sang bos ceo yang penasaran siapa wanita itu.


Valenpun memberikan ponselnya ke bosnya. Bosnya melihat semua foto itu satu demi satu sampai ke foto wanita itu, sang bos ceo mengenalnya.


Wanita itu adalah kekasih gelapnya dan meminta pertanggung jawaban karena hamil tapi dirinya tidak mau karena dia sangat mencintai istrinya. Dirinya merasa bersyukur wanita itu mati setidak - tidaknya dirinya tidak diganggunya lagi, dirinya merasa bosan karena wanita itu setiap hari menghubunginya.


"Maaf apakah mengenal wanita atau para preman itu?" tanya Valen


"Tidak, saya tidak mengenal mereka semuanya, lain kali kalau menjaga istriku pakailah senjata saya akan bertanggung jawab." ucap bosnya berbohong.


"Baik tuan." ucap Valen.


Ceklek


Pintu terbuka, seorang dokter keluar dan mengajak sang bos ceo keruangannya. Tidak berapa lama merekapun keluar kemudian dokter itupun masuk kembali ke ruang ugd.


Sang bos pergi entah kemana dan Valen dengan setia menunggu sang nyonya. Tidak berapa lama sang bos ceo datang dan memberi kunci.


"Ini kartu akses untuk masuk kamar hotel XXXX nomer 808 kamu istirahatlah. Nanti malam kamu ke sini jaga istriku karena jika pulang ke rumah jaraknya sangat jauh." ucap sang bos ceo sambil memberikan kartu akses.


"Tapi tuan saya tidak bawa pakaian." jawab Valen.


"Nanti ada pelayan yang mengantar pakaian dan makanan." ucap sang bos ceo.


"Baik tuan." ucap Valen


Valen pun pamit dan pergi meninggalkan bosnya untuk menuju ke hotel XXXX tanpa curiga sedikitpun.


Sampai di kamar hotel XXXX Valen menunggu pelayan datang dan benar saja pintu Valen di ketuk. Valenpun membuka pintunya dan dua orang pelayan membawa dua paper bag.


Paper bag pertama berisi makanan dan minuman sedangkan paper bag satunya lagi berisi pakaian kemudian dua pelayan itupun pergi dari kamar hotel.


Valen meletakkan dua paper bag di ranjang kemudian melepaskan semua pakaiannya kemudian mandi. Selesai mandi Valen memakai pakaian berupa dres selutut sangat pas di badan Valen dan tampak seksi.


Valen pun makan dengan lahap karena dirinya sangat lapar selesai makan Valen meminum lemon tea. Setelah selesai makan Valen membuang kotak makanan dan botol minuman di tong sampah.


Lima belas menit kemudian pintu kamarnya di ketuk oleh seseorang membuat Valen yang sedang berbaring di ranjang terpaksa turun dari ranjang dan berjalan ke arah pintu.


Valen membuka pintu dan melihat bosnya datang membuat Valen terkejut menatap bosnya.


"Ada apa tuan?" tanya Valen sambil menatap bosnya dengan tatapan bingung.


"Aku ingin mengobrol sebentar denganmu mengenai istriku tapi tidak enak kalau di luar boleh saya masuk?" tanya bosnya.


Tanpa curiga Valen mengijinkan bosnya masuk dan duduk di sofa. Selang berapa lama sikap Valen mulai berubah aneh, bosnya yang sudah tahu berdiri dan berjalan ke arah pintu kamarnya.


greb


Valen selalu mengikuti tuannya tanpa melepaskan pelukannya. Bosnya menarik Valen ke ranjang membuat Valen terjatuh di ranjang dengan posisi terlentang.


Bosnyapun langsung menaiki tubuh Valen dan menciu****inya. Kemudian Bosnya melepaskan seluruh pakaian miliknya dan juga pakaian milik Valen hingga keduanya polos tanpa sehelai benangpun.


Terjadilah sesuai keinginan bosnya tapi tidak keinginan Valen. Berulang - ulang bosnya melakukannya hingga Valen tumbang tapi bosnya tidak memperdulikannya.


Milik punya Valen masih sempit itulah yang membuatnya tidak berhenti melakukannya berulang - ulang. Hingga yang sekian kalinya barulah bosnya tumbang. Mereka berdua tidur sambil berpelukan.


Pagi hari Valen terbangun dan sangat terkejut karena bosnya memeluknya dan lebih terkejut lagi melihat dirinya polos tanpa sehelai benangpun.


Valen berusaha melepaskan tangan bosnya yang memeluknya dan mendorongnya hingga terjatuh membuat bosnya bangun dan marah karena telah mengganggu tidurnya.


"Apa yang kamu lakukan Valen?" tanya bosnya dengan nada membentak sambil bangun dari lantai dan berdiri menatap Valen tanpa sehelai benangpun


"Apa yang telah dilakukan tuan padaku? apa salahku tuan hiks.. hiks..hiks..?" tanya Valen sambil terisak tanpa menjawab pertanyaan tuannya dan membalikkan wajahnya karena tuannya tanpa sehelai benangpun sama seperti dirinya.


"Memperkosamu dan salahmu adalah kamu terlalu seksi dan cantik sayang kalau dianggurin." ucap bosnya tanpa merasa sedikitpun.


"Bukannya tuan mencintai istri tuan?" tanya Valen dengan perasaan hancur.


" Memang saya mencintai istriku dan Aku tidak mungkin bercerai dengannya hanya saja Aku merasa bosan jika berhubungan suami istri karena itu Aku mencari sensasi baru dan ternyata Aku ketagihan dan keterusan." ucap bosnya dengan nada santai.


"Tuan sudah mengambil harta berhargaku jadi tuan harus tanggung jawab." pinta Valen.


"Aku tidak mau bagaimana kalau Aku buat penawaran berupa uang, apartemen dan mobil. Jika Aku ingin main tugasmu melayaniku sampai aku bosan." ucap bosnya tanpa punya rasa empati sedikitpun.


"Dasar pria brengs*k!" bentak Valen dengan nada kesal.


Selesai mengatakan hal itu Valen mengambil selimut dan berjalan perlahan menuju pintu kamar mandi. Bosnya yang melihat noda merah di ranjang sangat senang karena dia pria pertama.


Bosnya menatap Valen membuat adik kecilnya menegang kemudian menarik Valen dengan kuat ke arah ranjang dan langsung menaikinya.


Valen berusaha berontak tapi tenaganya kalah jauh dengan bosnya. Bosnya bermain dengan sangat kasar hingga tubuh Valen penuh luka bekas pukulan bosnya jika Valen berteriak kesakitan.


Satu Minggu kemudian


Akhirnya Valen menyetujui permintaan bosnya karena setiap Valen kabur anak buah bosnya dapat menemukannya kembali.


Valen berada di apartemen milik bosnya dan senjata miliknya sudah di sita hingga Valen tidak berkutik.


Valen keluar dari apartemen dan di antar bodyguardnya menuju supermarket terdekat membeli beberapa pembalut, gunting dan lem perekat.


Valen bisa bela diri tapi kalah jauh dengan bodyguard tersebut. Bosnya sengaja menyewa bodyguard yang bisa bela diri agar Valen tidak bisa melawannya. Valen pernah bertarung dengan bodyguard bosnya tapi yang ada Valen malah babak belur.


Bosnya memberi kewenangan jika Valen berontak boleh di pukul tapi tidak boleh ditidu*i. Bodyguard pun patuh terhadap bosnya.


Valen masuk ke dalam toilet wanita kemudian menguncinya. Rambut Valen yang panjang digunting hingga mirip cowo, dan rambutnya panjang yang sudah di potong dibuat sebagai jambang menggunakan lem perekat. Valen sengaja memakai baju dobel. Baju yang diluar dibuang ke dalam toilet.


Valen yang berpenampilan baru dengan berjalan santai melewai bodyguard yang tidak mengenalinya. Valen naik taksi menuju ke stasiun kereta api. Valen pindah ke luar kota dengan menggunakan identitas baru supaya mantan bosnya tidak menemuinya.


FLASHBACK OFF


"Begitulah Nyonya cerita yang ingin Aku lupakan tapi sangat sulit." ucap Valen dengan mata tidak berhenti keluar.


Alessandra yang mendengar itu sangat sedih dan hatinya tersentuh kemudian berdiri dan memeluknya.


Valen dan Ririn terkejut melihat Nyonya mudanya berbuat seperti itu karena biasanya mereka sombong dan tidak mau perduli.


Valen pun membalas pelukan Alessandra setelah tangisan reda, Alessandra melepaskan pelukannya begitupula dengan Valen.


Waktu Tiba-tiba Berhenti


"Nona, nasib Mereka sangat menyedihkan tapi sayang karena Mereka iri hati dengan keberuntungan pemilik tubuh membuat Mereka berdua bekerja sama menyingkirkan Nona sekaligus pemilik tubuh."


"Aku tahu, tapi Aku akan memberikan kesempatan untuk Mereka tapi jika ternyata sikap Mereka tidak berubah terpaksa Aku akan menghukum Mereka." Jawab Alessandra.


"Hukuman apa yang akan Mereka terima jika ternyata Mereka melakukan kesalahan?"


"Kamu akan tahu." Jawab Alessandra.


Kucing itupun hanya bisa mendengus kesal kemudian menghilang dari pandangan Alessandra bersamaan waktu berjalan kembali seperti semula.


"Kamu harus kuat dan sabar lupakan masalalumu karena dendam tidak baik untukmu. Doakanlah agar pria itu sadar dan setia dengan istrinya." ucap Alessandra mencoba menasehatinya.


Valen hanya diam tidak menjawab ucapan Alessandra.


"Sekarang bagaimana denganmu Ririn?" tanya Alessandra yang juga pura-pura tidak tahu.