
Michael melihat dokter Alesandra sudah selesai mengecek pasien membuat Michael mendekati dokter Alesandra.
"Kamu masih di sini? Siapa yang sakit?" tanya dokter Alesandra pura - pura tidak tahu.
"Nyonya Karen yang sakit." Jawab Michael.
"Apa sahabatku sakit?" tanya dokter Alesandra pura - pura terkejut dan pura - pura berteriak.
'Nona buat apa berteriak dekat dengan Michael? Bukankah Nona sudah tahu?"
'Sengaja untuk mengurangi emosiku terhadap suamiku.' Jawab dokter Alesandra dalam hati lewat telepati.
"Sstttt .... Berisik! Jangan berteriak." ucap Michael sambil membekap mulut dokter Alesandra.
Dokter Alesandra hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju barulah Michael melepaskan tangannya.
"Apakah sahabatku sakit karena di siksa Tuan David?" tanya dokter Alesandra pura - pura tidak tahu.
"Ya begitulah." Jawab Michael.
Tiba - tiba dokter Alesandra ingat akan sesuatu membuat dokter Alesandra langsung menarik tangan Michael membuat Michael terkejut.
"Ikut Aku. Ada yang ingin Aku katakan dan itu sangat penting." ucap dokter Alesandra sambil tetap menarik tangan Michael.
Michael pun dengan pasrah mengikuti langkah dokter Alesandra hingga sampai ke parkiran mobil.
"Kak Michael tolong kendarai mobilku kita makan di restoran xxxx nanti Aku ceritakan."ucap dokter Alesandra sambil menyerahkan kunci mobil ke Michael.
"Baiklah." jawab Michael dengan singkat.
Michael pun duduk di kursi pengemudi sedangkan dokter Alesandra duduk di samping pengemudi menuju ke restoran xxxx sesuai permintaan dokter Alesandra.
Hanya sampai 10 menit merekapun sudah sampai di sebuah restoran. Mereka masuk ke dalam restoran dan duduk di ruangan VVIP saling berhadapan dan hanya di batasi oleh meja.
"Kak Michael mau memesan apa?" tanya dokter Alesandra sambil mengambil buku menu.
"Apa saja, apa lebih baik kita bicara baru makan?" tanya Michael yang tidak suka menunda - nunda.
"Tidak, Aku lapar banget dan jujur perutku sudah perih sejaki tadi." Jawab dokter Alesandra.
"Baiklah." jawab Michael yang tidak tega dokter Alesandra kelaparan.
Dokter Alesandra pun melambaikan tangannya ke arah pelayan, setelah datang dokter Alesandra memesan makanan dan minuman.
"Sudah lama ikut David?" tanya dokter Alesandra pura - pura tidak tahu.
"Kadang Aku bingung denganmu." Ucap Michael yang tidak menjawab pertanyaan dokter Alesandra.
"Bingung kenapa?" tanya dokter Alesandra.
"Kadang manggil kak David, kadang memanggil dengan sebutan Tuan dan terkadang memanggil dengan sebutan David saja. Padahal Tuan Muda David memintamu dan sahabatmu memanggilnya dengan sebutan Kak David." ucap Michael.
"Suka - suka kamilah memanggil apa daripada salah memanggil dengan nama orang lain." ucap dokter Alesandra dengan nada cuek.
"Kamu itu dokter tapi bukan seperti dokter, ngeselin banget." ucap Michael dengan nada kesal.
"Khusus kak David dan kak Michael tapi untuk yang lain tidak." ucap dokter Alesandra dengan nada santai.
Michael menatap tajam ke arah dokter Alesandra tapi dokter Alesandra malah tidak takut sama sekali. Dimana dokter Alesandra ikut membalas dengan tatapan tajam ke arah Michael sambil mendekatkan wajahnya ke arah wajah Michael dan hanya menyisakan 3 cm sedangkan bibirnya nyaris bersentuhan.
"Kamu pikir Aku takut dengan tatapan tajam ...hmmpphht." ucap dokter Alesandra terpotong karena mendapatkan ciuman mendadak dari Michael.
Dokter Alesandra mendorong dengan sekuat tenaga dan menjauhkan wajahnya dari wajah Michael. Sedangkan Michael bisa menahan tubuhnya agar tidak terjatuh.
"Kau..."ucap dokter Alesandra dengan nada kesal dan jari telunjuknya diarahkan di dada Michael.
"Bibirmu terasa manis." ucap Michael sambil menjilati bibirnya.
"Ciuman pertamaku kamu ambil." ucap dokter Alesandra sambil menatap tajam ke arah Michael.
"Sama Aku juga ini ciuman pertamaku. Mau Aku kembalikan?" tanya Michael sambil tersenyum.
"Dalam mimpi, lebih baik ngomong sekarang dari pada menunggu makanan tidak da.." ucap dokter Alesandra terpotong karena seorang pelayan mengantarkan makanan yang sudah dipesan oleh dokter Alesandra.
"Seperti yang kamu katakan kita makan dulu baru bicara." ucap Michael dengan nada santai walau sebenarnya dari tadi jantung nya berdetak kencang sejak dokter Alesandra memegang tangannya dan di tambah ciuman pertama mereka membuat jantung Michael bertambah kencang.
Dokter Alesandra terdiam hanya makan tanpa memperdulikan Michael. Mereka pun makan tanpa ada yang bicara hanya suara sendok yang terdengar. Hingga lima belas menit kemudian merekapun sudah selesai makan dan minum.
"Aku tidak perlu berbasa-basi, Aku hanya ingin tanya apakah sekarang sahabatku Karen hamil?" tanya dokter Alesandra.
"Kamukan sahabatnya masa tidak tahu." ucap Michael sambil tersenyum sinis ke arah dokter Alesandra.
Dokter Alesandra menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian memegang tangan kanan Michael dengan ke dua tangannya.
"Kak Michael, terus terang Aku sangat sibuk karena belum ada pengganti sahabatku. Sahabatku dokter Sandra sebenarnya sebulan lalu sudah pulang tapi sampai sekarang belum ada kabar beritanya. Sedangkan aku menghubungi sahabatku Karen ponselnya juga tidak pernah aktif dan Aku mau ke rumahnya selalu sepi." Ucap dokter Alesandra sambil pura - pura memijat keningnya yang tidak pusing.
"Kini Aku mohon sama Kak Michael, apakah sahabatku Karen hamil atau tidak?" Tanya dokter Alesandra sambil menatap mata Michael.
Michael yang melihat dokter Alesandra seperti orang yang sedang berputus asa akhirnya tidak tega.
"Iya benar. Sekarang Nyonya Karen sedang hamil dan tadi pagi hampir saja keguguran." Jawab Michael.
"Kenapa bisa?" tanya dokter Alesandra dengan wajah pura - pura terkejut.
"Waktu pas sarapan pagi, Aku tidak sengaja mengungkit masa lalu Tuan Muda David dan membuat Tuan Muda David langsung marah dan mendorong Nyonya Karen hingga terjatuh dan mengalami pendarahan padahal Tuan Muda David dan Nyonya Karen waktu sarapan baik - baik saja." Jawab Michael menjelaskan apa yang terjadi secara singkat.
"Kenapa kak Michael mengingat kejadian masa lalu kak David?" tanya dokter Alesandra.
"Karena Aku melihat mereka bahagia dan Aku mengatakan : Tapi Aku ikut senang karena Tuan Muda David sekarang sayang sama Nyonya Karen dan melupakan dendamnya." Jawab Michael.
"Aku tidak menyangka perkataanku malah menjadi boomerang buat Nyonya Karen karena itulah Nyonya Karen masuk ke rumah sakit." Sambung Michael menunduk dan menyesali perkataannya dengan mata memerah menahan rasa sesak melihat Karen yang meringis kesakitan kemudian tidak sadarkan diri.
"Oh iya. Aku ingatkan padamu dan juga kasih tahu sahabatmu, jangan pernah mengatakan masa lalu Tuan Muda David karena bisa membahayakan nyawa Nyonya Karen." pinta Michael.
"Akan Aku ingat." ucap dokter Alesandra dengan wajah pura - pura sedih.
'Tanpa kamu kasih tahu, Aku juga sudah tahu kali.' Sambung dokter Alesandra dalam hati.
"Kenapa wajah sedihmu?" tanya Michael dengan wajah bingung.
Dokter Alesandra menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menatap mata Michael.
"Kak Michael kenal dengan kak Federick?" tanya dokter Alesandra tanpa menjawab pertanyaan Michael.
"Iya kenal, Dia sahabatku. Memangnya kenapa? Apakah kamu suka?" tanya Michael dengan wajah berbeda dan terlihat kalau Michael cemburu.
"Tidak. Kak Michael, bolehkah Aku memelukmu?" tanya dokter Alesandra sambil berjalan ke arah Michael dan duduk di samping Michael.
"Ada apa?" tanya Michael dengan perasaan senang.
Jantung Michael berdetak kencang ketika dokter Alesandra duduk sangat dekat seperti ini.