Alessandra

Alessandra
Bagian Ke 82



"Ibunya Michael sangat mencintai Ayah dari pemilik tubuh Nona tapi sayang cintanya bertepuk sebelah tangan karena itulah Ibunya Michael sangat membenci Ibu dari pemilik tubuh."


"Kalau Ibunya Michael mencintai Ayah dari pemilik tubuh, kenapa menikah dengan Ayahnya Kak Michael? Lalu kenapa setelah menikah dan hamil membunuh Ayahnya Kak Michael?" Tanya dokter Alessandra sambil berpikir.


"Ceritakan lebih jelas." Pinta dokter Alessandra.


"Ibu dari pemilik tubuh dan Ibunya Michael dulu bersahabat baik sejak mereka kecil. Hingga suatu ketika Ibunya Michael bertemu dengan seorang pujaan hati tapi sayang pujaan hatinya tidak mencintainya tapi mencintai Ibu dari pemilik tubuh."


"Ibunya Michael sangat marah terhadap sahabatnya kemudian menjebak sahabatnya dengan pria lain namun rencana jahatnya tidak berhasil."


"Ibu dari pemilik tubuh diselamatkan oleh Ayah dari pemilik tubuh di mana mereka akhirnya menikah karena melakukan hubungan suami istri akibat ulah jahat Ibunya Michael."


"Ayah dari pemilik tubuh sangat marah dan menyuruh orang kepercayaannya untuk melakukan hal yang sama terhadap Ibunya Michael dengan menyewa para preman."


"Karena tidak tega menyewa para preman di tambah orang kepercayaannya menyukai Ibunya Michael akhirnya orang kepercayaannya melakukannya. Ibunya Michael sangat marah dengan memaki Ayahnya Michael dan ingin membunuhnya."


"Ayahnya Michael yang awalnya ingin bertanggung jawab dan ingin menikahinya menjadi sangat marah. Hingga Ibunya Michael diikat dikamarnya dan dijadikan penghangat ranjangnya hingga akhirnya Ibunya Michael hamil."


"Ibunya Michael ingin menggugurkan kandungannya hal itu membuat Ayahnya Michael marah dan mengurungnya di mana anak buahnya mengawasinya agar janinnya baik - baik saja."


"Ayahnya Michael mengatakan menyesal mencintai Ibunya Michael. Selain itu juga mengatakan kalau seandainya ada dua pilihan, Ayahnya Michael akan memilih Ibu dari pemilik tubuh sekaligus sahabatnya Ibunya Michael."


"Ibunya Michael yang mendengarnya sangat marah dan semakin membenci sekaligus dendam terhadap Ibu dari pemilik tubuh."


"Hingga suatu ketika Ibunya Michael mempunyai rencana jahat yaitu bekerjasama dengan orang kepercayaan Ayahnya Michael untuk menghabisi Ayahnya Michael."


"Apakah rencananya berhasil?" Tanya dokter Alessandra.


"Berhasil. Ayahnya Michael meninggal dunia di tangan orang kepercayaannya."


"Apakah kematian ke dua orang tua pemilik tubuh ada hubungannya dengan Ibunya Kak Michael?" Tanya dokter Alessandra.


"Ada. Ibunya Michael menyuruh orang untuk merusak rem mobil hingga mengalami kecelakaan di mana mobilnya jatuh ke jurang di saat orang tua pemilik tubuh menghadiri pesta ulang tahun pernikahannnya."


"Ibunya Michael sangat jahat tapi Aku tidak bisa melukainya mengingat Ibunya Michael di novel satunya adalah Ibu mertuaku yang baik." ucap dokter Alesandra merasa serba salah untuk memberikan hukuman.


"Nona, tenang saja Ibunya Michael bukan Ibu mertua Nona."


"Bagaimana bisa?" Tanya dokter Alessandra dengan wajah bingung.


"Ibunya Michael seorang penjelajah seperti Nona di mana wanita tersebut sudah masuk ke dalam tubuh Ibunya Michael dan ingin mengubah takdirnya seperti yang Nona lakukan."


"Lalu Ibu mertuaku yang ingin masuk ke dalam tubuh Ibunya Kak Michael?" Tanya dokter Alessandra.


"Ibunya Tuan Michael masih berada di ruangan sistem bersama ke dua anak Nona dengan Tuan Michael."


"Kalau begitu Aku bisa menghukumnya untuk membalaskan kematian orang tua pemilik tubuh." Ucap dokter Alessandra.


"Oh ya, Aku minta obat penghilang nyeri ajaib agar Aku bisa menggerakkan tubuhku dengan bebas." Sambung dokter Alessandra.


"Pembelian obat penghilang nyeri ajaib berhasil, poin dikurangi dua ratus poin."


Tangan kanan dokter Alessandra langsung ada obat penghilang nyeri ajaib kemudian dengan perlahan memasukkan obat tersebut ke dalam mulutnya kemudian menelannya tanpa menggunakan air.


"Sekarang kamu pergilah!" Usir dokter Alessandra sambil tersenyum menyeringai.


"Senyuman Nona sangat jelek."


"Lebih jelek dirimu." Ucap dokter Alessandra.


Sistem tersebut menjulurkan lidahnya kemudian menghilang bersamaan pintu kamar mandi terbuka. Dokter Alessandra menatap ke arah pintu dan melihat Michael keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang menutupi bagian bawahnya.


Glek


Dokter Alessandra menelan salivanya dengan kasar melihat perut kotak - kotak Michael di tambah tetesan air dari dagunya menambah Michael berkali - kali lipat tampannya.


'Si*l, Aku jadi ingin melakukannya.' Ucap dokter Alessandra dalam hati sambil masih menatap Michael tanpa berkedip.


"Aku tahu kalau Aku tampan." Ucap Michael dengan narsis sambil berjalan ke arah dokter Alessandra.


"Calon suamiku memang sangat tampan dan membuatku ingin ..." Ucap dokter Alessandra menggantungkan kalimatnya.


Dokter Alessandra yang ingin duduk di sisi ranjang berpura - pura menahan nyeri karena obatnya langsung bereaksi dengan cepat.


"Kamu mau apa?" Tanya Michael sambil menahan tubuh dokter Alessandra agar tidak duduk.


Tanpa menjawab dokter Alessandra menarik tubuh Michael membuat Michael terkejut. Karena tidak ada persiapan membuat Michael jatuh dan menimpa tubuh dokter Alessandra.


Jantung Michael dan dokter Alessandra berdetak kencang ketika tubuh Michael berada di atas sedangkan dokter Alessandra berada di bawah.


'Aku ingin melakukannya.' Bisik dokter Alessandra sambil memegang ke dua pipi Michael kemudian menciumnya dengan singkat.


"Tapi kamu masih sakit." Ucap Michael yang juga menginginkan hubungan suami istri.


"Sudah mendingan, lakukanlah." Ucap dokter Alessandra.


"Kamu yakin?" Tanya Michael.


Dokter Alessandra hanya menganggukkan kepalanya membuat Michael tidak menyia -nyiakan hal itu. Mereka pun melakukan hubungan suami istri, awalnya dokter Alessandra merasakan perih namun lama - lama rasa perih berganti rasa nikmat.


Setelah hampir satu jam mereka sudah selesai melakukan hubungan suami istri. Di mana Michael memasukkan laharnya ke dalam rahim dokter Alessandra.


Cup


"Terima kasih, secepatnya kita menikah." Ucap Michael kemudian mencium kening dokter Alessandra dengan singkat.


Dokter Alessandra hanya menganggukkan kepalanya kemudian Michael menggendong tubuh polos dokter Alessandra.


"Kita mandi bersama dan lakukan sekali lagi setelah itu kita menemui Ibuku." Ucap Michael yang ketagihan dengan tubuh dokter Alessandra.


Dokter Alessandra hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka pun mandi bersama dan melakukan lagi.


Skip


Kini mereka sudah selesai mandi dan memakai pakaian santai. Mereka pergi meninggalkan apartemen milik dokter Alessandra menuju ke rumah Ibunya Michael.


"Kamu yakin ingin menemui Ibuku?" Tanya Michael.


"Yakin." Jawab dokter Alessandra dengan singkat.


"Memangnya kenapa?" Tanya dokter Alessandra sambil menatap wajah tampan Michael yang sedang mengendarai mobil.


"Jalanmu seperti itu." Jawab Michael dengan jujur.


"Maaf, Aku tidak bisa menolak permintaanmu." Sambung Michael merasa bersalah.


"Tidak apa - apa, jangan merasa bersalah. Apalagi Kak Michael adalah pria normal jadi wajar tidak bisa menolak godaan hanya saja ..." Ucap dokter Alessandra menggantungkan kalimatnya.


"Hanya saja apa?" Tanya Michael penasaran.


"Jika ada gadis atau wanita lain yang menggoda Kak Michael, Kak Michael tidak terpancing dan melakukan apa yang tadi Kita lakukan." Jawab dokter Alessandra.


"Kakak tidak mungkin melakukan itu, hanya saja Kakak minta kamu jangan suka memancing pria lain ataupun menggoda pria lain." Ucap Michael yang tidak suka dikhianati.


"Kakak tenang saja, Aku tidak mungkin melakukan itu." Ucap dokter Alessandra sambil menggenggam tangan Michael.


'Mana mungkin Aku selingkuh dengan suamiku, suami yang sangat Aku cintai seumur hidupku.' Sambung dokter Alessandra sambil menatap ke arah Michael.


Merekapun mengobrol seputar pekerjaan Michael dan dokter Alessandra sambil sesekali tertawa bersama hingga dua puluh dua menit kemudian mereka sudah sampai di rumah milik Ibunya Michael.


Skip


Kini mereka berada di ruang keluarga di mana Ibunya Michael bersama seorang gadis cantik dan seksi, namun lebih cantik dan seksi dokter Alessandra.


Tanpa diketahui oleh mereka dokter Alessandra tahu kalau gadis yang ada dihadapannya adalah orang yang akan dijodohkan oleh Ibunya Michael untuk putra semata wayangnya namun dokter Alessandra pura - pura tidak tahu.


"Ibu, kenalkan ini calon istriku." Ucap Michael sambil menatap ke arah dokter Alessandra.


"Selamat siang Bu." sapa dokter Alessandra sambil mengulurkan tangannya ke arah Ibunya Michael.


"Lebih cantik gadis yang Ibu jodohkan untukmu." Ucap Ibunya Michael tanpa membalas uluran tangan dokter Alessandra.