Alessandra

Alessandra
Novel : Suamiku Seorang Psycophath 30



"Pemindahan berhasil."


Di saat krisis ketika Leon ingin menyentuh salah satu gunung kembar Alessandra bersamaan terdengar suara dari sistem membuat Alessandra menghembuskan nafasnya dengan lega.


"Tadi Aku panggil kenapa diam saja?" Tanya Alessandra sambil keluar dari tubuh pemilik.


"Ada perbaikan sistem dan sekarang berlanjut ke misi berikutnya."


"Sudah selesai?" Tanya Alessandra dengan wajah terkejut.


"Sudah karena itulah berlanjut ke misi berikutnya."


"Bagaimana dengan dokter yang licik itu?" Tanya Alessandra


"Sudah di tangkap dan berada di markas milik Tuan Leon."


"Oh ya bukannya di akhir cerita kalau mereka akhirnya di bunuh oleh Kakaknya dokter itu?" Tanya Alessandra.


"Kebetulan dokter Bela bekerja sama dengan Kakaknya karena itulah ketika dokter Bela di tangkap Kakaknya melawan dan akhirnya di tembak mati oleh anak buah Tuan Leon."


"Berarti ceritanya berubah semuanya?" Tanya Alessandra.


"Betul sekali dan sekarang berlanjut ke misi berikutnya."


"Ok." Jawab Alessandra singkat.


Novel : Alessandra Si Gadis Culun


Pagi yang cerah Alessandra seperti biasa bangun pagi membersihkan muka dan sikat gigi kemudian turun ke lantai satu menuju dapur walau di rumah sudah ada pelayan tapi Alessandra selalu masak untuk dimakan dirinya dan ayahnya.


Setelah satu jam lamanya selesailah Alessandra memasaknya kemudian mandi dan bersiap dandan untuk berangkat ke kampus.


Memakai kacamata tebal sebenarnya kacamata anti radiasi karena Alessandra mempunyai hobby membuat novel. Tanpa kacamatapun sebenarnya Alessandra bisa tapi untuk menutupi kecantikannya maka Alessandra berpenampilan culun.


Rambut yang hitam panjang jika di rumah dibiarkan tergurai tapi jika di luar rambutnya sengaja di kepang. Memakai kaos kebesaran untuk menutupi buah dadanya yang besar.


Selesai berhias diri Alessandra turun dan mengetuk pintu kamar Daddy David.


tok


tok


tok


"Daddy, waktunya sarapan Alessandra sudah masak, makan yuk Dad." Ucap Alessandra.


"Sebentar sayang." jawab Daddy David dari dalam kamarnya.


ceklek


Pintu terbuka dan keluarlah Daddy David dengan memakai pakaian kerja karena Daddy David merupakan seorang CEO di perusahaan yang lumayan besar.


"Ayo sayang kita turun." jawab Daddy David.


"Ayo Daddyku sayang." balas Alessandra.


Walau saling memanggil dengan sebutan sayang bukan berarti mereka pacaran ataupun ada perasaan suka terlebih itu tidak mungkin karena mereka anak dan Ayah kandung.


Panggilan sayang merupakan kalau mereka saling sayang menyayangi antara anak dengan orang tuanya.


Merekapun turun ke lantai satu menuju meja makan hingga akhirnya mereka sampai di ruang makan dan duduk bersebelahan. Seperti biasa Alessandra mengambil makanan untuk Daddy David setelah itu barulah dirinya.


Mereka berdoa terlebih dahulu setelah itu mereka makan dalam diam tanpa mengeluarkan suara sedikitpun hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan minum.


"Masakanmu semakin hari semakin enak jadi kangen sama Mommy Mu." ucap Daddy David dengan wajah sedih ketika mereka sudah selesai makan.


Grep


"Daddy, Mommy sudah tenang di sana jadi Alessandra mohon ikhlaskan Mommy." ucap Alessandra sambil memegang tangan Daddy David


"Untung kamu hadir di kehidupan Daddy jadi Daddy terhibur dan tidak terlarut dalam kesedihan." ucap Daddy David dengan wajah sendu.


"Daddy, Alessandra ingin menanyakan pertanyaan yang sama sejak dulu sampai sekarang." Ucap Alessandra.


"Tanya tentang apa?" Tanya Daddy David.


"Kenapa Alessandra selalu berpenampilan culun seperti ini, teman - teman sering membuly Alessandra ?" tanya Alessandra sendu sambil mengingat masa lalu.


Waktu Alessandra sekolah SMP


"Hai gadis culun kalau makan jauh - jauh jangan dekat dengan kita nanti kita ketularan jelek!" usir siswi pertama.


"Iya, sudah jelek, culun lagi pergi sana ?" usir siswi ke dua.


"Heran gadis culun kok bisa sekolah disini, pergi... pergi!!!" usir siswi ke tiga.


Alessandra pun dengan sedih pindah dan duduk di pojok. Ketika lagi makan tiba - tiba siswi ke empat sengaja menyenggol makanan Alessandra hingga makanan yang hendak di makan jatuh ke lantai bukan itu saja siswi tersebut dengan sengaja menumpahkan air minuman siswi itu di kepala Alessandra kemudian ditertawakan oleh mereka secara bersamaan.


"Ups.. maaf... sengaja." ucap gadis ke empat sambil menahan tawa.


Alessandra yang menahan kesal membuatnya tidak tahan lagi. Alessandra berdiri dan menghadap siswi itu kemudian menatap nya dengan tatapan tajam.


plak


plak


Alessandra paling tidak suka makanan dibuang terlebih ini sengaja dilakukan oleh temannya karena kesal membuat Alessandra menampar temannya.


Melihat hal itu tentu saja teman yang lainnya membantu memukul Alessandra tapi karena Alessandra bisa bela diri maka dilawanlah teman - temannya hingga teman - temannya lah yang menjadi bulan-bulannan Alessandra hingga akhirnya mereka babak belur.


Guru - guru berdatangan dan memanggil masing - masing orang tua murid.


Orangtua murid yang anak perempuannya dipukul tidak terima dan akan melapor pihak kepolisian.


Daddy David Alessandra hanya mendengarkan apa yang dikatakan oleh orangtua temannya Alessandra, selesai mereka bicara barulah Daddy David angkat bicara.


"Alessandra, coba kamu ceritakan kenapa kamu memukul teman - temanmu" tanya Daddy David dengan nada santai tanpa memarahi putri kesayangannya.


Daddy David tahu dan sangat percaya kalau putrinya tidak mungkin memukul temannya tanpa sebab.


Alessandrapun menceritakan semuanya di depan guru - guru, Daddy David dan para orang tua murid temannya dan tidak ada satupun ditambahkan ataupun dikurangi.


"Begitu Daddy, kenapa Alessandra berbuat seperti itu, maafkan Alessandra Daddy." jawab Alessandra tertunduk sambil menangis.


"Kalian sudah mendengarkan cerita anak saya jadi jika kalian mau laporkan ke polisi silahkan yang ada malah anak - anak nyonya akan dihukum karena melakukan pembuly an. Untuk kepala sekolah saya minta keluarkan murid - murid yang melakukan pembuly an agar menjadi pelajaran mereka." ucap Daddy David.


Para orangtua murid terkejut dan meminta maaf tapi Daddy David tidak mentolerir sikap teman - temannya Alessandra yang semena - mena walau Alessandra sudah memaafkan tapi tetap saja mereka dikeluarkan dari sekolah karena merusak nama baik sekolah.


Sejak kejadian tersebut tidak ada lagi pembuly an di sekolah Alessandra.


Tapi waktu di SMA Alessandra mengalaminya lagi hingga Daddy David bertindak kembali. Teman - teman Alessandra yang SMA melakukan pembuly an dikeluarkan dari sekolah.


Kembali Ke Cerita Yang sekarang


"Suatu saat Daddy akan menceritakan semuanya" ucap Daddy David yang enggan menceritakan kenapa Alessandra berpenampilan culun.


"Tapi sampai kapan, Dad? Dari dulu Daddy suatu saat terus." Ucap Alessandra dengan wajah cemberut.


"Baiklah, Dad." jawab Alessandra patuh dan pasrah.


Alessandra kemudian membereskan dan mencuci piring dan gelas yang kotor. Setelah selesai Alessandra mencium tangan Daddy David kemudian berangkat ke kampus dengan di antar bodyguard yang merangkap sebagai sopir.


Hal itu dikarenakan Daddy David tidak bisa mengantarnya karena hari ini ada meeting dengan para pemegang saham.


Sampai di kampus, Alessandra turun dari mobil dan berjalan ke arah ruangannya hingga dirinya bertemu dengan kekasihnya yang bernama Moko.


"Hallo Kak Moko?" sapa Alessandra sambil tersenyum manis.


"Hallo Alessandra, hari ini ulangan terakhir jadi jangan lupa, kasih contekan ya." pinta Moko sambil tersenyum manis namun dalam hatinya sangat mual.


'Jika bukan karena Alessandra pintar, malas banget Aku menjadi kekasihnya.' Sambung Moko dalam hati.


"Ok." jawab Alessandra singkat sambil tersenyum membalas senyuman Moko.


"Oh ya Alessandra, sebentar lagi wisuda rencana mau kemana?" tanya Moko basa basi.


"Rencana bantu Daddy kerja di kantor Daddy, Apakah kak Moko tetap rencana lulus kuliah menikah denganku?" Tanya Alessandra sambil tersenyum malu.


"Tentu saja yang penting jangan lupa kasih contekan dan aku janji akan menikah denganmu?" jawab Moko sambil memberikan senyuman maut.


"Ok kak Moko, Alessandra akan kasih contekan yang penting Kak Moko menikah denganku." balas Alessandra sambil senyum dan menunduk malu.


Alessandra kenal dengan Moko sejak masuk pertama kali kuliah hanya Moko yang mau berteman dengannya membuat para wanita iri dengan keberuntungan Alessandra.


Jika ada yang mengganggu Alessandra maka Moko selalu membelanya hingga tidak ada satupun yang berani atau usil ke Alessandra karena selama di kampus dimana ada Alessandra disitu juga ada Moko, seperti lem dan perangko.


Alessandra baru kali ini merasakan ada seseorang yang perduli padanya selain Daddy David. Membuat Alessandra sangat mencintai Moko sehingga dirinya tidak sadar kalau dirinya hanya dimanfaatkan oleh kekasihnya yang bernama Moko.


Alessandra sangat bahagia karena hubungan selama hampir tiga tahun, sebentar lagi akan diikat dengan pernikahan sakral.


Wisuda


Tidak terasa waktu yang ditunggu - tunggu akhirnya terjadi mereka lulus dan akan di wisuda.


Di gedung para wisudawan dan wisudawati serta para orang tua masing - masing duduk. Satu persatu dipanggil dan tiba waktunya Mahasiswa dan mahasiswi berprestrasi dipanggil untuk maju ke panggung.


"Nilai tertinggi jatuh pada Alessandra David." panggil pembawa acara.


"Nilai tertinggi ke dua jatuh pada Moko Kemprat." panggil pembawa acara selanjutnya.


"Nilai tertinggi ke tiga jatuh pada Valen Kamprat." panggil pembawa acara lagi.


" Silahkan namanya yang di panggil silahkan berdiri di panggung." ucap pembawa acara


Mereka bertiga berjalan ke arah panggung dan berdiri mendapat piala dan hadiah uang tunai.


Selesai acara wisuda merekapun berjalan dan duduk di tempat semula.


"Alessandra, sesuai janjiku wisuda ini aku akan menyatakan cintaku di cafe depan bareng teman - teman Kita untuk mengumumkan tentang pernikahan kita." ucap Moko sambil tersenyum manis.


"Benarkah Kak Moko?'' tanya Alessandra dengan matanya berbinar-binar saking bahagianya.


"Tentu, ayo kita jalan." ajak Moko.


Moko bisa mendapatkan juara ke dua berkat bantuan Alessandra memberikan jawaban soal - soal ujian.


Alessandra dan Moko serta teman - temannya kampus nya berjalan menuju cafe sebrang kampus karena itulah mereka berjalan kaki dengan memakai pakaian wisuda.


Sampai di cafe ternyata Moko sudah membooking untuk acara lamaran. Panggungnya dihias dengan indah, banyak balon dan dekorasi yang sangat indah hal itu tentu saja membuat Alessandra sangat bahagia terlebih melihat kekasihnya berdiri di panggung.


Hati Alessandra seperti berbunga - bunga dan tidak menyangka kalau kekasihnya sangat romantis terhadap dirinya.


Moko berdiri sambil tersenyum di panggung sambil memegang mic dan melihat teman - temannya yang sudah lulus kuliah.


"Mohon perhatiannya buat semua teman - temanku. Aku ada kabar bahagia yang ingin Aku sampaikan, bahwa Aku dan kekasihku akan merencanakan awal bulan depan untuk menikah." Ucap Moko.


"Aku sudah berpacaran dari awal masuk kuliah di mana sikap dan kebaikannya membuat diriku semakin mencintainya... " Sambung Moko menghentikan ucapannya sambil memperhatikan wajah Alessandra.


Alessandra tersipu malu dan hatinya berdebar sangat bahagia pernikahan diumumkan di depan teman - temannya. Moko laki - laki tampan yang banyak disukai gadis di kampus siapa yang tidak bangga dan tersanjung bisa menjadi kekasihnya.


"Saya minta maju ke depan saya untuk diperkenalkan ke teman - teman kita. Ayo sayang Valen Kamprat." panggil Moko dengan nada lembut sambil tersenyum manis.


Semua orang bertepuk tangan menyambut kabar baik tersebut tapi hanya satu orang yang sangat - sangat terkejut mendengar perkataan Moko. Hal itu membuat Alessandra menghampiri mereka dan menanyakan langsung ke Moko.


"Kak Moko, apa maksud dari semua ini, kamu bercandakan?" tanya Alessandra tidak percaya sambil menangis dan dadanya terasa sesak.


"Aku tidak bercanda dan Aku sangat serius mengatakan ini." Ucap Moko tanpa punya perasaan.


"Oh ya teman - teman Aku juga ingin memberitahukan kalau Aku sengaja berteman dengan Alessandra dan berpura - pura menjadi kekasihnya karena dia pintar dan orangtua Aku memaksa diriku untuk juara di kampus kalau tidak maka perusahaan tidak akan diberikan. Hal itulah yang membuatku terpaksa menjadi kekasihnya." ucap Moko menjelaskan yang sebenarnya.


"Bohong, Kamu bercandakan kan Kak Moko?" tanya Alessandra yang tidak percaya dengan apa yang didengarnya.


"Kutekan sekali lagi kekasihku adalah Valen Kamprat. Kalian lihatlah Dia sangat cantik dan seksi sedangkan Kamu gadis culun, pakai kaos seperti pembantu. Cih hanya orang gila yang mau denganmu, oh ya teman - teman ada yang mau sama Alessandra?" Tanya Moko sambil menatap rendah Alessandra.


"Tidak.. huuuuuuu..." teriak teman - temannya.


"Kamu dengarkan apa perkataan mereka? namamu memang sangat cantik yaitu Alessandra tapi sayang sekali orangnya culun, norak, pakai kaos kebesaran, kucir satu sedangkan aku tampan, populer dan kaya sungguh perbedaannya sangat jauh." ledek Moko sambil menatap Alessandra dengan sinis dan merendahkan.


Alessandra langsung berlari sambil menangis menuju ke arah parkiran kampus dan langsung naik ke mobil kemudian melajukan mobil dengan kecepatan tinggi.


Sampai di danau Alessandra menghentikan mobilnya kemudian menangis sambil berteriak dengan suara kencang untuk mengeluarkan segala rasa sesak di hatinya.


Alessandra sangat kecewa dengan Moko orang yang selalu di bantu dalam pelajaran bahkan sering membantu keuangan selain itu Alessandra sering ke apartemennya untuk mencuci pakaian dan membersihkan apartemen Moko. Tapi balasan yang di dapat sungguh sangat menyakitkan bagi Alessandra.


"Bodoh, Kamu sungguh bodoh Alessandra, laki - laki seperti Moko hanya memanfaatkanmu, kenapa Kamu tidak sadar? Dasar bodoh Kamu Alessandra." ucap Alessandra berbicara dengan dirinya sendiri.


Moko tidak ikut dengan orangtuanya, dia tinggal sendiri di apartemennya. Walau Alessandra sering ke rumah Moko. Mereka pacaran tidak pernah melakukan perbuatan aneh berpegang tangan saja tidak pernah apalagi berciuman.


Alessandra tidak mau karena bagi Alessandra jika sudah melakukan itu takut nanti sampai kemana - mana dalam arti takut melakukan sampai hubungan terlarang karena Alessandra ingin melakukan itu semua kalau sudah menikah.


Ternyata selama ini Moko hanya memanfaatkan dirinya. Sangat menyesal dan sangat kecewa dalam waktu bersamaan karena gara - gara ulah kekasihnya Moko, dirinya dipermalukan dan ditertawakan oleh teman - temannya.


Setelah merasa baikkan Karina mengambil air di danau dan membersihkan muka agar terasa segar dan menghilangkan mata sembab karena habis menangis.


"Moko suatu saat nanti jika kamu tahu siapa aku yang sebenarnya kamu akan bertekuk lutut padaku tapi aku tidak akan pernah mau dan tak akan sudi untuk kembali bersamamu. Walau kamu mengemis dan memohon - mohon padaku." ucap Alessandra karena menahan rasa kecewa yang teramat dalam terhadap mantan kekasihnya.


"Kamu jahat Moko!" teriak Alessandra.


"Aku benci Kamu." teriak Alessandra kembali.


"Tunggulah ketika aku mulai berubah, kamu akan menyesal telah menghinaku di depan teman - temanku." ucap Alessandra.


"Untuk Kalian teman - temanku setelah tahu siapa aku sebenarnya kalian akan terkejut dan tidak akan menghina dan merendahkanku lagi." ucap Alessandra.


Alessandra berteriak di danau yang sepi menghilangkan rasa sesak dihatinya. Setelah puas berteriak dan menangis Alessandra naik ke mobilnya melanjutkan perjalanan pulang.


Dalam perjalanan pulang lampu lalu lintas berwarna merah Alessandra menghentikan mobilnya. Sambil menunggu lampu hijau Alessandra tanpa sengaja melihat disampingnya Moko memeluk kekasihnya dari arah samping sambil mengendarai mobil dengan senyum kebahagiaan.


Alessandra langsung memalingkan wajahnya menghadap ke arah depan menghembuskan nafas dengan kasar untuk menghilangkan sesak dihatinya.


Ketika lampu lalu lintas berwarna hijau Alessandra melanjutkan perjalanan pulang. Untunglah hari ini Daddy David pergi ke luar kota selama tiga hari jadi tidak bisa melihat putrinya menangis. Karena jika tahu Daddy David akan bertindak dan menghancurkan perusahaan keluarga Moko karena itulah Alessandra tidak mau hal itu terjadi.


Alessandra berusaha ikhlas dan percaya pasti Tuhan akan mempertemukan dengan lelaki yang baik bukan seperti Moko.