
"Soalnya tadi aku melihat ruangan ini gelap dan tercium aroma busuk tapi tiba - tiba berubah menjadi terang benderang dan aroma busuk berganti menjadi harum. Aku pernah membaca buku kuno kalau ini namanya alam ilusi." jawab pemilik tubuh.
Wanita jahat itu menatap wajah pemilik tubuh sambil tersenyum namun senyuman nya sangat menakutkan membuat siapa saja yang melihatnya merinding begitu pula dengan pemilik tubuh.
Tiba - tiba wajah wanita cantik tersebut berubah sangat menyeramkan di tambah sepasang matanya yang berwarna merah, dua gigi taring seukuran jari telunjuk dan sepuluh kuku yang lumayan panjang.
"Akhhhhhhhh .... Hantu .... ! Teriak pemilik tubuh dan remaja pria tersebut secara bersamaan ketika melihat perubahan wujud wanita itu.
"Pertama - tama Aku akan menghisap darahmu lalu selanjutnya darahmu." Ucap wanita tersebut sambil menunjuk ke arah pemilik tubuh kemudian ke arah remaja laki - laki tersebut.
Mereka berdua ketakutan mendengar ucapan wanita tersebut hingga wanita tersebut mengarahkan tangannya agar pemilik tubuh langsung menuju ke arah dirinya dengan menggunakan sihirnya.
"Akhhhhh ....." teriak wanita tersebut ketika ada cahaya putih yang menghalanginya.
"Uhuk .... Uhuk .... Uhuk ..."
Bruk
Wanita itupun langsung terbatuk - batuk dan mengeluarkan darah segar yang keluar dari mulutnya. Wanita tersebut langsung ambruk ke lantai namun langsung berdiri sambil mengusap darahnya dengan kasar.
"Siapa Kamu?" tanya wanita tersebut.
Tiba - tiba muncul asap putih dan tidak berapa lama muncul Alesandra sambil tersenyum menyeringai.
"Apa kabar Ririn?"tanya Alesandra.
"Siapa kamu? Kenapa kamu bisa tahu siapa Aku?" Tanya Ririn dengan wajah terkejut.
"Aku sama sepertimu yang bisa melintasi waktu." Jawab Alesandra.
"Mana mungkin kamu bisa masuk ke dalam pagar pembatas yang Aku buat." Ucap Ririn tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Alesandra.
"Bisa saja, buktinya Aku bisa masuk." Jawab Alensandra sambil menjentikkan jarinya.
Tiba - tiba udara di kamar tersebut panas dan terang benderang membuat alam ilusi buatan wanita tersebut menghilang. Ririn langsung menutupi wajahnya dengan menggunakan kain panjang yang diikat di lehernya agar wajahnya tertutup dengan sinar yang sangat terang.
"Akhhhhh ... Hentikan!" Teriak Ririn yang merasakan tubuhnya terbakar.
Tiba - tiba keluar senjata yang berupa tongkat dari tangan Alesandra di mana tongkat tersebut mengeluarkan api yang menyala namun Alesandra tidak merasakan kepanasan. Lalu Alesandra mengarahkan tongkat tersebut ke arah wanita tersebut namun Ririn yang tahu kalau nyawanya dalam bahaya membuat Ririn menghilang dari hadapan Alesandra.
"Si*l wanita itu kabur." Ucap Alesandra dengan nada kesal.
"Kalian berdua akan masuk ke dalam kalungku agar kalian tidak menjadi korban kejahatan wanita itu." Ucap Alesandra sambil menjentikan jarinya.
Pemilik tubuh dan remaja laki - laki tersebut langsung masuk ke dalam kalung milik Alesandra kemudian Alesandra mengarahkan tongkat ke arah ranjang dan ranjang itupun langsung terbakar.
Alesandra keluar dari kamarnya dan berjalan mencari keberadaan Ririn yang bersembunyi hingga Alesandra melihat empat bodyguard berjalan ke arah dirinya untuk menyerang Alesandra.
"Kalian berempat sudah sering membunuh manusia yang tidak berdosa jadi terimalah kematian kalian." Ucap Alesandra sambil mengayunkan tongkatnya ke arah ke empat bodyguard tersebut.
"Akhhhhhhhhhhhhhhhh .... Panas!" Teriak ke empat bodyguard tersebut bersamaan sambil mengguling - gulingkan tubuhnya yang terasa sangat panas.
Tubuh ke empat bodyguard tersebut terbakar sedangkan teman - temannya yang ada di sekitar ruangan tersebut sangat terkejut dan langsung melarikan diri karena tidak ingin tubuhnya terbakar seperti ke empat temannya.
"Kemana wanita itu bersembunyi?" Tanya Alesandra pada sistem.
"Wanita itu bersembunyi di ruang bawah tanah sambil mengobati wajahnya yang sedikit terluka sekaligus mengambil pedang untuk membunuh Nona jika Nona memaksa masuk ke dalam ruang bawah tanah."
"Tunjukkan keberadaan wanita jahat itu." pinta Alesandra.
"Baik."
Alesandra melihat bayangan hitam di mana diatasnya ada gambar tengkorak kemudian Alesandra berjalan ke arah bayangan hitam tersebut.
"Baik, aku akan ke sana." Ucap Alesandra.
"Nona hati - hati karena pedangnya bisa membantu wanita itu untuk melawan Nona."
"Aku akan mengingatnya." Jawab Alesandra sambil masih berjalan.
Hingga Alesandra melihat ada lorong yang gelap gulita dan Alesandra sangat yakin kalau di dalam lorong ada tangga menuju ke ruang bawah tanah. Alesandra merasakan aura membunuh dari dalam lorong tersebut membuat Alesandra menghentikan langkahnya.
'Wanita ini mendapatkan kekuatan dari kuasa dunia kegelapan, apa yang harus aku lakukan?" tanya Alesandra sambil berpikir.