Alessandra

Alessandra
Bagian Ke 31



"Kamu tahu sendiri Aku anak tunggal jadi mau tidak mau mengurus perusahaan milik orang tuaku yang nantinya akan menjadi milikku. Jadi untuk sementara Aku di minta untuk mengurus cabang perusahaan di negara S selama satu bulan setelah satu bulan barulah mengurus perusahaan pusat." Jawab dokter Alesandra menjelaskan.


"Lalu pekerjaan dokter?" Tanya dokter Sandra.


"Terpaksa Aku tidak bekerja lagi menjadi dokter kecuali ...." Ucap dokter Alesandra menggantungkan kalimatnya.


"Kecuali apa?" Tanya dokter Sandra begitupula dengan Michael yang sejak tadi diam mendengarkan percakapan mereka.


"Kecuali Aku menikah di mana suamiku bisa mengerti tentang bisnis maka Aku akan menyerahkan semua perusahaan milik orangtuaku ke suamiku." Jawab dokter Alesandra.


"Apakah kamu tidak takut?" Tanya dokter Sandra.


"Takut sama apa?" Tanya dokter Alesandra balik bertanya.


"Jika suatu saat nanti suamimu mengambil alih semua harta milikmu atas namanya lalu menikah dengan wanita lain." Jawab dokter Sandra.


"Jika seandainya itu terjadi maka Aku akan mengatakan ke suamiku : semoga bahagia dan jangan sakiti wanita yang akan dinikahinya, sudah cukup melukai hatiku saja." ucap dokter Alesandra.


"Kamu tidak marah jika semua harta milikmu di rebut?" Tanya dokter Sandra.


"Buat apa? Harta tidak bisa di bawa mati, hanya kebaikan - kebaikan yang kita lakukan selama kita hidup yang bisa kita bawa mati agar tidak masuk neraka." Jawab dokter Alesandra sambil melirik ke arah David dan Michael secara bergantian.


"Betul katamu karena itulah Aku dan Karen tidak pernah perduli dengan harta." Ucap dokter Karen membenarkan perkataan dokter Alesandra.


"Aku tidak percaya." celetuk Michael yang sejak tadi terdiam.


"Perasaan tadi tidak ada kabel tapi kenapa ada orang yang nyambung ya?" Tanya dokter Alesandra.


"Tahu nih." ucap dokter Sandra.


"Percaya atau tidak percaya terserah penilaian kak Michael dan kami tidak akan memaksanya." Ucap dokter Alesandra yang melihat wajah Michael memerah akibat ucapan dokter Alesandra.


"Betul sekali." sambung dokter Sandra.


"Biasanya wanita menyukai lebih tepatnya tergila - gila dengan pria yang berduit." Ucap Federick yang teringat dengan mantan kekasihnya.


"Tidak semua wanita seperti itu yang tergila - gila dengan pria berduit." Ucap dokter Sandra.


"Wanita seperti itu biasanya malas bekerja dan ingin menghambur - hamburkan uang kekasihnya atau suaminya hingga suaminya bangkrut kemudian wanita itu pergi meninggalkannya dan mencari pria lain." sambung dokter Alesandra yang tahu mantan Federick seperti itu.


"Tepat sekali." ucap dokter Sandra.


"Jika gaji suaminya kecil, pasti istrinya selingkuh." ucap Michael.


"Hanya wanita diluaran sana yang seperti itu karena yang pasti kami bertiga tidak akan melakukannya dan mengkhianati pernikahan yang sudah diucapkan di janji suci pernikahan." Ucap dokter Alesandra.


"Jika gaji suami kurang maka Aku akan bekerja membantu keuangan suami. Entah sebagai dokter, manager IT atau manager keuangan atau bisa juga manager HRD." sambung dokter Alesandra.


"Begitupula dengan diriku dan juga sahabatku Karen karena Kami bukan orang yang suka menghamburkan uang melainkan rajin bekerja." Ucap dokter Sandra.


"Tapi Aku tetap tidak percaya." ucap Michael.


"Terserah." Ucap dokter Alesandra dengan nada kesal.


"Oh iya Kak David, bubur buat Karen bagaimana? Karena Karen sampai sekarang belum sadar juga." tanya dokter Sandra mengalihkan pembicaraan.


Dokter Sandra terpaksa melakukan hal itu karena Michael tidak percaya dengan apa yang mereka katakan. Mereka malas berdebat dengan orang yang berbeda prinsip dan tidak saling percaya.


Di tambah sejak tadi dokter Sandra melihat dokter Karen masih tertidur dengan lelap sedangkan mereka sejak tadi mengobrol tapi dokter Karen sama sekali tidurnya tidak terganggu.


Dokter Sandra tidak tahu kalau dokter Karen meminum obat tidur karena dokter Alesandra belum mengatakannya mengingat waktunya terbatas untuk menjelaskan apa yang akan terjadi.


"Letakkan saja di atas meja." jawab David tanpa menoleh ke arah samping karena wajahnya masih setia menatap wajah dokter Karen yang masih setia memejamkan matanya.


"Kalau makanan untuk Kak David?" tanya dokter Alesandra.


"Sama taruh saja di meja." Jawab David.


"Kenapa istriku belum sadar?" tanya David.


"Tunggulah sebentar lagi istri Kak David sadar. Maaf Aku pergi dulu mau mengecek pasien." ucap dokter Alesandra sambil berdiri.


"Aku juga pamit ada janji dengan orang." sambung dokter Alesandra ikut berdiri kemudian memberikan jas milik Michael yang tadi menutupi ke dua pahanya.


Dokter Alesandra dan dokter Sandra meletakkan dua makanan dan dua minuman di atas meja dekat ranjang kemudian bersiap meninggalkan ruang perawatan.


"Pergilah!" usir Michael.


"Lain kali kalau Kak Michael makan kita tambahin bumbu." ucap Alesandra yang berjalan berdampingan dengan dokter Sandra.


"Bumbu apa?" tanya dokter Sandra dengan wajah bingung.


"Pencuci perut." Jawab dokter Alesandra sambil membuka pintu ruang perawatan.


"Lain kali Aku tidak akan mau makan." ucap Michael dengan nada ketus.


"Syukurlah, Aku pergi dulu." pamit dokter Alesandra sambil bersiap untuk keluar.


"Tunggu dulu." ucap David tiba - tiba.


Dokter Alesandra menahan pintu keluar kemudian membalikkan badannya dan menatap David begitupula dengan dokter Sandra, Michael dan Federick menatap ke arah David.


"Ada apa?" tanda dokter Alesandra.


David berdiri dan membalikkan badannya dan menatap dokter Sandra dan dokter Alesandra secara bergantian.


"Kalian berdua bertemu istriku sejak kapan? Hari ini atau kemarin malam?" tanya David sambil masih menatap ke arah ke dua gadis cantik tersebut.


"Kami bertemu semalam." jawab dokter Alesandra dan dokter Sandra dengan serempak.


"Kalian pergi kemana?" tanya David yang masih menatap ke arah mereka berdua.


Dokter Sandra dan dokter Alesandra saling memandang sambil memberi kode dan tanpa sepengetahuan mereka kalau David, Michael dan Federick tahu arti dari kode tersebut.


"Ke rumah sakit karena Karen ingin bertemu dengan kami." Jawab dokter Sandra berbohong.


"Iya benar, kami tidak bisa datang karena kami ada pekerjaan." sambung dokter Alesandra yang juga ikut berbohong.


'Pasti ketahuan dan sesuai dengan jalan ceritanya.' ucap dokter Alesandra dalam hati.


Dokter Alesandra tidak bisa mencegah hal itu terjadi karena permintaan dari sistem. Dokter Alensandra mengetahui jalan cerita selanjutnya karena itulah dokter Alesandra mengikuti alur ceritanya. Sedangkan ketiga pria tampan itu tahu kalau dokter Sandra dan dokter Alesandra berbohong.


"Aku sudah menghubungi penghuni mansion katanya istriku tidak ada dari semalam dan Aku sudah mengecek cctv di mana istriku pergi secara diam - diam." Ucap David.


"Jadi katakan dengan sejujurnya atau semua penghuni mansion Aku bunuh semua termasuk istriku. Orang yang pertama mati adalah istriku baru semua penghuni mansion." ucap David dengan nada mengancam dan wajahnya yang dingin sambil menatap tajam ke arah mereka berdua.


"Baiklah." jawab Federick.


Federick mengambil obat yang sangat beracun dan bersiap menyuntikkan ke tubuh dokter Karen. Dokter Sandra dan dokter Alesandra saling memandang kemudian dokter Sandra dan dokter Alesandra menatap Federick secara bergantian lalu menghembuskan nafasnya dengan kasar.


Dokter Sandra berlutut di depan Federick dan David dan diikuti oleh dokter Alesandra walau sebenarnya dokter Alesandra enggan melakukannya tapi demi mengikuti alur terpaksa melakukannya.


"Honey, Aku mohon jangan lakukan itu. Dia sahabat baik ku." Mohon dokter Sandra untuk pertama kalinya memohon dan berlutut di depan pria.


Dokter Sandra dan dokter Alesandra menangis sambil memohon agar obat itu jangan sampai masuk ke dalam tubuh dokter Karen yang masih setia memejamkan matanya.


"Maaf aku tidak bisa memenuhi permintaan mu." ucap Federick dengan nada dingin.


"Kalau begitu kita bukan pasangan kekasih lagi." ucap dokter Sandra dengan wajah kecewa.


"Aku tidak perduli masih banyak wanita lain." jawab Federick dengan nada santai.


Dokter Sandra sangat terkejut mendengar ucapan Federick dengan nada santai sedangkan dokter Alesandra hanya diam karena dirinya sudah tahu apa yang akan terjadi. Sedangkan untuk Federick, Federick paling benci yang namanya pembohong.


"Apalagi kamu juga ada 2 janji yang harus kamu lakukan." Ucap Federick.


"Sekarang Aku minta janji pertama mu yaitu kamu jawab pertanyaan David dan kamu selamanya milikku sampai Aku merasa bosan kemudian Aku akan membuangmu barulah kamu bebas dan untuk janji ke dua nanti Aku pikirkan lagi." ucap Federick sambil menatap dokter Sandra tanpa rasa bersalah kalau itu sangat melukai hatinya.


Dokter Sandra berdiri menatap Federick, perasaan yang teramat sangat kecewa dan kesedihan yang mendalam. Dokter Sandra berdiri dan diikuti oleh dokter Alesandra sambil menahan tubu dokter Sandra yang seperti tidak bertulang akibat ucapan kejam dari mulut Federick.


'Hal inilah yang paling Aku benci David, Federick dan Michael. Tiga pria yang tidak punya rasa empati sedikitpun padahal pasangannya sangat setia dan tulus mencintainya.' ucap dokter Alesandra dalam hati.


"Aku hitung sampai 3 kalau tidak obat itu akan masuk ke dalam tubuh istriku kemudian istriku akan mati dengan cara mengenaskan." Ucap Federick.


"Kalian pilih jujur maka sahabat baik kalian hidup atau tidak jujur tapi sahabat baik kalian mati di tambah semua penghuni mansion." Ucap David.


Mereka saling menatap dan saling menganggukkan kepalanya dengan wajah masing - masing kecewa dan menahan amarahnya. Dokter Alesandra terpaksa melakukannya karena dirinya tahu kalau ketiga pria psychophat tidak main - main dengan ucapannya.


"Memang benar kami yang bertiga menolong Tuan Muda David." Jawab dokter Alesandra yang mengubah nama panggilan Kak David menjadi Tuan Muda David.


"Ceritakan yang lengkap." ucap David yang tidak perduli dokter Alesandra merubah panggilannya.


Dokter Alesandra menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutupi. Ke tiga pria tampan tersebut menatap mata dokter Alesandra, apakah berbohong atau tidak. Karena ke tiga pria tampan itu bisa membaca ekspresi seseorang bohong atau jujur.


Sambil berbicara dokter Alesandra mengusap bahu dokter Sandra yang masih shock dengan ucapan Federick membuat dokter Sandra terdiam tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.


"Itulah yang sebenarnya terjadi." ucap dokter Alesandra mengakhiri ceritanya.


"Kenapa kalian membantu istriku?" tanya David penasaran begitu pula dengan Michael dan Federick.


"Karena kita bertiga adalah sahabat dan sebagai sahabat kita harus saling tolong menolong." jawab dokter Alesandra.


"Apakah kalian tahu kenapa istriku membantuku? Lalu bagaimana istriku tahu Aku berada di mana?" tanya David penasaran.


"Tanyalah pada istri Tuan Muda David ketika sudah sadar. Maaf Aku ada pasien." pamit dokter Sandra yang sudah bisa menguasai perasaannya sambil membalikkan badannya tanpa menatap Federick.


"Aku juga pamit." jawab dokter Alesandra sambil ikut membalikkan badannya.


"Jangan pergi ada yang ingin Aku tanyakan lagi." ucap David.


"Jika Tuan Muda David banyak pertanyaan tunggulah sampai sahabatku Karen sadar." ucap dokter Alesandra sambil menarik tangan dokter Sandra dan meninggalkan ketiga pria tampan tersebut.


"Berhenti lah jika tidak..." ucapan David terpotong oleh dokter Alesandra menuju ke arah pintu keluar.


"Lakukanlah jika memang Tuan Muda David menginginkan kematian sahabat ku dengan menyuntikkan racun ke tubuh Karen karena itu permintaan terakhir sahabatku." ucap dokter Alesandra sambil menutup pintu.


"Bagaimana David, apakah Aku suntik atau tidak?" tanya Federick memastikan.


"Tidak simpan saja. Kalian berdua keluarlah." Ucap David.


"Baik." jawab Federick dengan singkat.


"Baik Tuan Muda." jawab Michael bersamaan.


David kembali membalikkan badannya dan duduk di kursi samping ranjang istrinya sambil memegang tangan istrinya.


"Kenapa kamu membantuku? Padahal Aku sering menyiksamu tapi kamu sama sekali tidak membalasnya, kenapa? Bagaimana kamu tahu aku ada di mana?" tanya David dengan beruntun.


Karena lelah David membaringkan kepalanya di ranjang kemudian memejamkan matanya dan tidak berapa lama David tertidur dengan pulas sambil memegang tangan dokter Karen sebagai bantalannya.


Sepuluh menit kemudian dokter Karen merasakan tangan kanannya yang tidak terkena infus merasakan tangannya pegel dan kram serta berat. Dokter Karen menengok ke arah samping tampak suaminya sedang tertidur pulas sambil menggenggam tangannya.


Dokter Karen perlahan mengangkat tangan kirinya yang ada infusnya membelai wajah suaminya. David yang baru saja tertidur menjadi terganggu dan perlahan membuka matanya. Dokter Karen langsung menarik tangannya tapi di tahan oleh tangan David.


"Ssshhh.." desis dokter Karen sambil meringis menahan rasa sakit.


David terkejut langsung melepaskan tangannya dan langsung duduk dengan tegak.


"Maaf apakah sakit?" tanya David untuk pertama kalinya meminta maaf sambil memegang perlahan tangan dokter Karen kemudian meniupnya.


"Lumayan perih." Jawab dokter Karen.


Dalam hatinya yang paling dalam dirinya sangat senang diperhatikan oleh suaminya.


"Aku akan panggilkan dokter." ucap David dengan wajah kuatir.


David menekan tombol sampai dua kali dan muncullah dokter Alesandra dan seorang perawat.


"Kamu sudah sadar? Apa ada masalah?" tanya dokter Alesandra basa basi.


"Infus nya tolong diperbaiki." pinta David.


Dokter Karen dan dokter Alesandra terkejut karena baru kali ini mendengar ucapan David dengan kata tolong.


Dokter Alesandra pun memperbaiki infus nya karena darah dokter Karen masuk ke dalam selang infus yang dekat dengan jarum infus.


"Sudah selesai, apa ada yang sakit?" tanya dokter Alesandra.


"Sudah tidak ada lagi." jawab dokter Karen


"Ok. Kalau ada apa - apa kabarin Aku ya." Ucap dokter Alesandra.


"Ok. Terima kasih banyak ya." ucap dokter Karen sambil tersenyum.


Dokter Alesandra membalas senyuman dokter Karen dan pergi meninggalkan mereka berdua tanpa memperdulikan Michael yang sedang menatapnya ketika dirinya masuk dan keluar dari ruang perawatan.


'Sepertinya Aku harus rubah alur cerita novel ini agar ketiga pria ini menyesali dengan apa yang barusan dikatakan.' Ucap Alesandra dalam hati.