
"Kamu akan tahu." Jawab Alesandra sambil tersenyum devil.
Kucing tersebut hanya memutar bola matanya sedangkan Alesandra terbang menuju ke kamar Ayahnya Alesandra yang sedang menghubungi dokter karena pergelangan kakinya terkilir.
"Sebenarnya pria itu dan istrinya ada benarnya dan ada salahnya." Ucap Alesandra.
"Maksud Nona?"
"Pria itu benar karena sepasang suami istri selain mengurus rumah tangga juga melakukan hubungan suami istri agar menambah keharmonisan keluarga tapi salahnya pria itu tidak mengatakan apa keinginannya hanya memendamnya saja hingga akhirnya terjadi perselingkuhan." Jawab Alesandra.
"Sedangkan istrinya melakukan perbuatan baik mengurus orang tuanya yang sakit tapi dalam waktu bersamaan melakukan perbuatan salah yaitu melalaikan tugas sebagai seorang istri di mana suami membutuhkan kebutuhan bagian bawahnya." Sambung Alesandra.
"Kok Nona bisa tahu?"
"Cerita dari pemilik tubuh kalau setiap istrinya di ajak tidak pernah mau jadi pada akhirnya suaminya ada yang menggodanya dan terjadilah perselingkuhan. Sayangnya Mereka kurang komunikasi ketika terjadinya perselingkuhan karena masing - masing menganggap dirinya benar dan tidak ada yang salah." Jawab Alesandra.
"Dalam hal ini yang patut disalahkan wanita yang tidak tahu diri itu karena diberikan tempat tinggal dan sudah di anggap bagian dari keluarga malah menusuknya dari belakang." Sambung Alesandra.
"Karena itu Nona memberikan hukuman di mana wanita itu akhirnya jatuh dari tangga."
"Tepat sekali karena wanita itu sangat jahat dan tidak tahu terima kasih. Ibarat kata orang kacang yang lupa dengan kulitnya, wanita itu tidak ingat selama ini selalu di bully karena kemiskinannya namun pemilik tubuh mau berteman dan mengangkat derajat yang tinggi agar wanita ini tidak di hina lagi tapi malah membalasnya dengan sangat kejam." Ucap Alesandra yang sangat marah terhadap Valen.
"Apakah wanita jahat itu akan mendapatkan lagi hukuman?"
"Tentu saja dapat karena wanita itu sangat jahat dan sudah sepantasnya mendapatkan hukumannya." Jawab Alesandra.
"Panggil Roh istrinya waktu masih muda di mana pria itu jatuh cinta karena tubuhnya langsing dan seksi." Sambung Alesandra.
"Kenapa Nona melakukan itu?"
"Semenjak orang tuanya sakit istrinya jarang mengurus tubuhnya hingga tubuhnya agak bengkak karena orang tuanya memberikan makanan yang bikin orang gendut."
"Ternyata Ibunya bukan Ibu kandung melainkan Ibu tiri karena itulah menginginkan putrinyalah yang menikah dengan pria itu bukan putri tirinya."
"Tepat sekali karena itulah Ibunya berpura - pura sakit agar putri tirinya melalaikan tugasnya sebagai seorang istri. Ibu tirinya menginginkan Mereka bercerai lalu putri kandungnya menikah dengan pria itu." Ucap Alesandra.
"Pantas saja waktu meninggal dunia, Mereka mengatakan tidak bisa datang dengan alasan sakit."
"Tepat sekali karena itulah istrinya ingin masuk ke dalam mimpi suaminya dan ingin mengatakan sesuatu." Jawab Alesandra.
"Aku juga akan memberikan pelajaran ke Mereka karena ulah Mereka membuat putrinya meninggal dunia termasuk putri Mereka." Sambung Alesandra.
"Nona bilang pria itu mendapatkan hukuman? Lalu hukuman apa yang di terima pria itu?"
"Berupa penyesalan karena selama ini dirinya salah paham dan tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi dengan istrinya." Jawab Alesandra.
"Baiklah Aku mengerti sekarang. Sekarang Aku akan memanggil Roh istrinya agar masuk ke dalam mimpi pria itu."
"Oke. Oh ya bisakah Aku menemui Kak Michael dan ke dua anak kembarku? Aku sangat merindukan Mereka." Ucap Alesandra dengan tatapan sendu.
"Baik tapi hanya bisa tiga puluh puluh lima menit."
"Satu jam."
"Dua jam." Ucap Alesandra menawar lagi.
"****Satu setengah jam****."
"Nawar lagi di kurangi."
Kucing tersebut tahu kalau Alesandra akan menawar lagi karena itulah dirinya mengatakan hal tersebut membuat Alesandra menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian dengan pasrah menerima keputusan sistem, hingga kucing tersebut tiba - tiba teringat akan sesuatu.
"Oh ya pria itu ada hubungannya dengan pembunuhan ke dua anak kembar Nona. Apakah Nona tidak akan menghukumnya?''
"Untuk saat ini belum." Jawab Alesandra.
"Kenapa?"
"Kamu pasti tahu." Jawab Alesandra.
"Saat ini dirinya sangat menyesali perbuatannya dan ingin menikmati masa tua bersama putrinya hingga akhirnya Mereka meninggal dunia ketika putrinya akan menikah dikarenakan pria itu keluar dari organisasi mafia. Ternyata pria yang dinikahinya adalah anak dari ketua mafia yang tidak di ketahui oleh pria itu dan putrinya."
"Tepat sekali." Jawab Alesandra.
"Tugas Nona adalah menjaga agar Mereka tidak terbunuh oleh anggota mafia malah membantu Tuan Michael untuk melindungi ke dua anak kembar Nona dengan Tuan Michael."
"Tepat sekali dan akhirnya pemilik tubuh menikah dengan Kak Michael." ucap Alesandra.
Kucing tersebut hanya menganggukkan kepalanya kemudian waktu berjalan seperti biasanya. Alesandra menghilang sedangkan kucing tersebut memanggil Roh Ibunya Alesandra untuk datang ke dalam mimpi suaminya.
xxxxxx
Di tempat yang berbeda di mana Michael berdiri di balkon sambil memandangi langit. Dirinya sangat sedih dan memanggil nama istrinya untuk datang karena dirinya sangat merindukan istrinya.
"Kenapa Kamu pergi secepat itu? Aku sangat merindukanmu. Datanglah ke sini agar Kita bisa mengobrol karena Aku sangat kesepian padahal baru malam ini Aku sendiri. Bagaimana dengan malam - malam berikutnya tanpa dirimu?" Tanya Michael dengan wajah sendu.
"Memandangi fotoku lalu tidur." Jawab Alesandra.
"Aku sudah coba tapi tetap tidak bisa tidur karena itulah Aku berdiri di balkon." Jawab Michael tanpa sadar.
"Kalau begitu Aku akan temani suamiku yang sangat tampan tidur setelah tidur Aku akan pergi." Ucap Alesandra.
"Alesandra, Kamu jangan bercanda." Ucap Michael.
Michael belum sadar kalau Alesandra berdiri di belakang Michael sambil tersenyum hingga Alesandra memeluk tubuh Michael dari arah belakang.
"Aku juga sangat merindukanmu." Ucap Alesandra sambil menyandarkan kepalanya di punggung suaminya.
Deg Deg Deg
Jantung Michael berdetak kencang membuat Michael melepaskan pelukan Alesandra kemudian membalikkan tubuhnya untuk menatap Alesandra namun matanya menatap tajam ke arah Alesandra seakan ingin membunuhnya.