
"Iya orang tuamu sekaligus mertuaku." jawab David sambil tersenyum.
Dokter Karen perlahan bangun untuk duduk di ranjang dan David pun ikut membantu dokter Karen untuk duduk.
"Terima kasih sayang, ini hadiah yang paling indah sekaligus paling mahal dari pada hadiah yang lainnya." ucap dokter Karen sambil memeluk tubuh kekar suaminya.
"Benarkah? Bukankah lebih mahal mobil yang sangat mewah atau mansion yang sangat mewah atau perhiasan yang sangat mewah?" tanya David dengan wajah bingung sambil membalas pelukan istrinya.
"Bagiku, Honey dan orang tuaku adalah harta yang paling berharga. Sedangkan harta yang merupakan lebih mahal mobil yang sangat mewah atau mansion yang sangat mewah atau perhiasan yang sangat mewah ataupun sejenisnya itu bisa kita cari." Jawab dokter Karen sambil mendorong perlahan tubuh suaminya dan menatap mata David sambil tersenyum bahagia.
David menatap sepasang mata indah dokter Karen dan tidak ada kebohongan. Hal itu membuat David mulai menyadari kalau dokter Karen memang berbeda dengan orang tuanya juga dengan gadis - gadis lainnya.
"Aku bahagia bisa menikah denganmu sayang dan Aku semakin mencintaimu. Kini rasa dendam pada keluarga mu juga sudah mulai hilang. Terima kasih kamu sangat sabar menghadapi sifatku." ucap David sambil memeluk istrinya kemudian mengecup pucuk kepala dokter Karen.
"Terima kasih honey, hari ini aku merasakan sangat bahagia mendengar ucapan honey." ucap dokter Karen terharu sambil membalas pelukan suaminya.
"Sayang, setelah kamu sembuh kita ke notaris ya." ajak David sambil mendorong perlahan tubuh istrinya.
"Ke notaris? buat apa?" tanya dokter Karen dengan wajah bingung.
"Aku ingin memindahkan semua aset berharga ku atas namamu." jawab David.
"Tidak mau honey." tolak dokter Karen.
"Kenapa? Bukankah semua wanita tidak akan menolak semua kekayaanku di mana kekayaanku tidak akan pernah habis tujuh keturunan?" tanya David sambil memandang mata indah dokter Karen.
"Tidak semua wanita honey, bagiku honey mencintaiku dengan sangat tulus dan menyayangi anak kita itu sudah lebih dari cukup. Aku tidak mau menjadi wanita yang sangat serakah." Jawab dokter Karen sambil membalas tatapan mata David.
"Sayangku memang wanita yang sangat berbeda. Maaf Aku baru sadar kalau kamu memang wanita luar biasa." puji David.
"Honey, lebih luar biasa ... (menjeda kalimatnya) ... Dua kali malah (dengan suara pelan namun terdengar jelas di telinga David karena telinga David sangat tajam)." ucap dokter Karen sambil tersenyum penuh arti.
"Dua luar biasa apa?" tanya David mengulangi perkataan dokter Karen dengan wajah bingung.
"Luar biasa kuat kalau main di ranjang dan luar biasa adik kecilnya." ucap dokter Karen sambil menutupi sepasang matanya dengan menggunakan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya menunjuk wortel import milik suaminya.
ctak
"Aduh... sakit." ucap dokter Karen sambil mengusap keningnya yang di sentil suaminya.
"Makanya kalau Aku lagi bicara serius istriku jangan bercanda. Bicara seperti itu tidak nyambung tahu." ucap David sambil mengusap kening dokter Karen dan meniupnya.
"Pffftttt....Hahahaha... Kamu lucu..." ucap David sambil tertawa lepas.
Dokter Karen ikut tertawa walau dirinya bingung bagian mana yang lucu.
"Daddy, Mommy suapin lagi ya." ucap dokter Karen mengubah nama panggilan.
"Daddy, Mommy?" Tanya David mengulangi perkataan dokter Karen.
"Sebentar lagi kitakan menjadi orang tua jadi Aku mengubah nama panggilan Mommy dan Daddy. Apakah Daddy suka?" Tanya dokter Karen.
"Tentu saja sangat suka." Jawab David sambil memberikan rantang ke dokter Karen.
Dokter Karen melanjutkan menyuapi suaminya hingga tidak berapa lama makanan yang di rantang akhirnya habis.
David mengambil rantang yang berada di tangan dokter Karen kemudian diletakkan di meja dekat ranjang dokter Karen. Kemudian David meminum air bekas minuman dokter Karen hingga habis lalu mengisi gelas tersebut hingga penuh dengan menggunakan teko yang berisi air mineral.
"Sekarang Daddy sudah kenyang sekarang gantian Daddy yang menyuapi Mommy." ucap David.
Dokter Karen hanya menganggukkan kepalanya kemudian David mengambil mangkok yang berisi bubur dari atas meja dekat ranjang dokter Karen.
David dengan telaten menyuapi dokter Karen hingga dua belas menit kemudian bubur itupun habis tanpa sisa sedikitpun. David memberikan gelas yang sudah ada sedotannya kemudian dokter Karen meminumnya hingga habis.
"Sekarang Mommy istirahat biar cepat pulih." ucap David sambil merapikan selimutnya.
"Baik Daddy. Mommy ingin tidur di peluk Daddy, bolehkah?" tanya dokter Karen penuh harap.
"Tentu saja boleh." Jawab David sambil tersenyum.
Dokter Karen menggeserkan tubuhnya ke arah samping sedangkan David berbaring menghadap dokter Karen. Mereka tidur sambil berpelukan dengan kepala dokter Karen bersandar di dada bidang suaminya.
Tidak membutuhkan waktu lama mereka tidur dengan pulas hingga tiga puluh menit kemudian pintu ruang perawatan terbuka dengan perlahan. Dua orang masuk ke dalam ruangan tersebut sambil tersenyum devil.
'Matilah kalian berdua.' Ucap ke dua pria berseragam hitam tersebut sambil menarik pelatuknya.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx