
Moko yang emosi langsung menarik pisau yang berada di perutnya kemudian menusuk ke arah jantung wanita itu.
"Akhhhhhhhh !!!" teriak Valen kesakitan.
Wanita itu kesakitan dan akhirnya mati seketika membuat Moko terkejut dan menyesal karena emosi. Moko memeluk wanita yang dicintainya sambil meminta maaf, Mokopun mengambil ponselnya untuk menghubungi dokternya.
Setelah agak lama dokter itu datang, Moko menyuruh dokter tersebut mengecek wanita itu apakah masih hidup atau sudah mati walau Moko tahu kalau wanita itu sudah mati ditangannya tapi Moko masih belum percaya.
" Maaf nona sudah meninggal, sekarang saya periksa tuan terlebih dulu." ucap dokter.
Deg
Jantungnya terasa berhenti berdetak dan menyesal karena telah membunuh kekasihnya dan juga anak kandungnya yang berada di rahim kekasihnya. Dokter itu membersihkan luka Moko kemudian membalut luka Moko. Setelah melakukan tugasnya dokter itupun pergi meninggalkan Moko.
Moko pun memanggil 2 bodyguardnya untuk membereskan dan membersihkan darah yang menempel di ranjang sedangkan Moko pindah ke kamar lainnya. Moko diberikan kepercayaan oleh bosnya Michael untuk menjaga markasnya.
Waktu Tiba-tiba Berhenti
"Wanita itu mati dengan tragis dalam keadaan hamil."
"Wanita itu sangat jahat karena ingin membunuh janinnya dengan cara menggugurkan kandungannya di tambah wanita itu juga ingin membunuh pria itu padahal pria itu sudah mulai mencintai wanita itu. Jadi sudah sepantasnya wanita itu mati mengenaskan." Ucap Alessandra.
"Kata orang jika wanita hamil meninggal dunia akan menjadi kunti, apakah benar?"
"Entahlah." Jawab Alessandra sambil masih menatap ke arah wanita itu.
Entah kenapa Alessandra yang kesal dengan pria tersebut menendang bokong Moko membuat Moko terjatuh dan mencium lantai. Moko sangat terkejut sambil berusaha bangun kemudian membalikkan badannya.
"Siapa yang menendang bokongku?" Tanya Moko sambil memegangi bokongnya yang terasa sangat sakit.
Moko menatap sekeliling ruangan dan tidak ada siapa - siapa membuat bulu kuduk Moko berdiri.
"Jangan - jangan di kamar ini ada hantunya?" Tanya Moko sambil berlari keluar dari kamarnya.
Alessandra yang melihat Moko sejak tadi hanya tertawa karena Moko tidak dapat melihat dirinya. Tidak berapa lama Alessandra dan kucing tersebut menghilang bersamaan waktu berjalan seperti biasanya.
xxxx
Selesai mandi Alessandra memakai baju dres agak longgar kemudian menghias wajahnya dengan memakai pelembab dan bedak serta memakai lipstick warna bibir.
Selesai berhias Alessandra mengambil pakaian santai suaminya karena hari ini suaminya libur bekerja. Alessandra menyiapkan air hangat di bathup untuk suami tercintanya. Setelah selesai Alessandra membangunkan suaminya.
"Sayang, bangun donk?" pinta Alessandra.
"Eugghhhh... masih ngantuk yank?" ucap Michael dengan suara serak ciri khas bangun tidur.
"Sayang hari ini kan kita pergi ke dokter kandungan untuk mengecek perkembangan anak - anak kita, bangun ya." pinta Alessandra.
Michaelpun membuka ke dua matanya dan langsung duduk di samping istrinya kemudian mendekati wajahnya ke wajah istrinya.
cup
"Ciuman pagi." ucap Michael lalu berjalan ke arah kamar mandi.
Alessandra hanya tersenyum dan mulai membersihkan ranjang dan merapihkan bed cover dan selimutnya kemudian memungut pakaian suaminya yang berserakan di lantai.
Kebiasaan suaminya tidak pernah hilang yaitu membuka seluruh pakaiannya dan membuang secara asal kemudian dengan tubuh polosnya masuk ke dalam kamar mandi.
Selesai membereskan semua dan terlihat rapih Alessandra berjalan keluar kamar menuju ke meja makan. Sejak Alessandra hamil kembar, Michael merenovasi kamar bawah yang tadinya ada 2 kamar kini menjadi satu kamar pasalnya jika anak mereka lahir akan di gabung.
Michael dan Alessandra akan mengurus anak - anak mereka sendiri tapi jika sangat repot barulah akan memperkerjakan babby sister.
Alessandra duduk di kursi makan dan tidak beberapa lama muncullah mama mertua Michael dan di susul oleh suaminya yang bernama Michael.
Mereka makan sarapan pagi bertiga tanpa bersuara karena keluarga besar Michael melarang keras berbicara jika sedang makan.
Selesai makan Alessandra mengulurkan tangannya ke arah Mommy Elisabeth untuk mencium punggung tangannya kemudian berlanjut Michael mengecup punggung Mommy Elisabeth.
Selesai bersalaman Michael merangkul istrinya dari arah samping dan berjalan keluar. Seperti biasa ada dua pasang mata yang menatap mereka dengan tatapan tajam penuh rasa iri dan dendam.
'Sial mereka bertambah romantis, sudah sebulan lebih nona Alessandra tidak masak jadi aku tidak bisa memberinya garam, aku harus cari cara lain agar tuan Michael membencinya dan menceraikannya dan aku?.. aku akan menjadi istrinya. Hahaha.." tawa gadis itu jahat dalam hati.
'Bagaimanapun caranya Tuan Michael harus menjadi milikku. Karena Aku merasa bosan bekerja dan ingin hidup bersenang - senang tanpa memikirkan uang yang aku hambur-hamburkan.' Ucap gadis ke dua dalam hati.