Alessandra

Alessandra
Bagian Ke 33



Ke dua bodyguard melepaskan ikatan ke dua tangan dan ke dua kakinya. Mereka berempat berkali - kali menelan Saliva nya dengan kasar melihat tubuh pelayan itu yang penuh tanda ke pemilikan milik mereka berempat dan juga luka lebam akibat perbuatan mereka.


"Tuan bolehkah kami melakukannya lagi?" tanya salah satu bodyguard penuh harap yang sudah ketagihan dengan tubuh pelayan yang tergeletak tanpa daya.


"Silahkan." jawab Federick dengan singkat.


Federick menatap mereka dengan tatapan yang berbeda tanpa di ketahui oleh ke 4 bodyguardnya.


Mereka serempak langsung melepaskan seluruh pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benang pun. Mereka melakukan perbuatan keji tersebut tanpa memperdulikan jika pelayan malang itu sudah tidak sadarkan diri dan berada antara hidup dan mati.


Federick mengambil 1 botol minuman anggur dan 4 gelas kosong kemudian diletakkan di mejanya. Federick melihat dua orang bodyguard bermain depan dan belakang secara bergantian sedangkan yang ke duanya menunggu gilirannya.


'Kenapa Aku bersama Sandra adik kecilku bangun? Aku jadi ingin melakukannya bersama Sandra.' Ucap Federick dalam hati.


'Oh ya Aku masih ada satu permintaan, nanti Aku minta melakukan itu bersama Sandra.' Sambung Federick dalam hati.


"Kalian berdua yang tidak bermain minum dulu agar stamina kalian kuat." ucap Federick sambil mengisi dua gelas kosong dengan botol minuman anggur.


Tanpa rasa curiga sedikitpun ke dua bodyguard meminum hingga habis tanpa sisa bertepatan ke dua temannya sudah selesai melakukannya kemudian ke dua bodyguard itupun bergantian melakukannya.


"Kalian berdua yang habis bermain, minum dulu biar adik kecilmu semakin kuat untuk bermain." ucap Frederick sambil menuang dua gelas yang masih baru.


Ke dua bodyguard yang habis melakukan tindakan keji tanpa curiga meminum gelas yang berisi anggur.


Ke dua pria yang sedang menikmati tubuh pelayan itu tiba - tiba kepala nya pusing kemudian ambruk dan tidak sadarkan diri.


bruk


bruk


"Tuan apa yang terjadi dengan teman kami?" tanya salah satu dari mereka berdua dengan wajah sangat terkejut.


"Anggur yang kalian minum sudah kuberi ramuan dan ketika kalian bangun adik kecil kebanggan kalian tidak akan berfungsi dan tubuh kalian lemah seperti tidak bertulang. Kalian berempatlah yang akan aku pakai buat eksperimen baruku nantinya." Jawab Federick menjelaskan dengan nada santai.


bruk


bruk


"Tuan apa salah kami?" tanya mereka berdua sambil berlutut.


"Aku paling tidak suka dengan sifat kalian yang tidak bisa menahan hawa nafsu kalian yang sangat tinggi. Bagaimana jika wanita yang aku cintai datang ke sini dan kalian pasti akan melakukannya juga dengan wanitaku di kala aku sedang pergi." ucap Federick dengan nada dingin sambil menatap tajam ke dua orang bodyguard nya.


Federick tidak ingin ketika sewaktu - waktu dokter Sandra datang dengan tiba - tiba ke mansion sedangkan dirinya tidak ada, maka bisa saja empat bodyguardnya melakukan hal yang sama seperti pelayan yang sudah mendekati ajalnya.


"Maafkan kami tuan, kami janji untuk menahan hawa nafsu kami." mohon dua orang bodyguard itu yang mulai kepalanya pusing.


"Tidak ada kata ampun buat kalian berempat. Aku akan memperlihatkan buat penghuni mansion yang lainnya untuk melihat kalian berempat dengan tubuh polos kalian agar menjadi pelajaran buat mereka nantinya." ucap Federick dengan nada dingin dan berwajah datar.


Karena tidak kuat akhirnya ke dua bodyguard itupun tidak sadarkan diri sedangkan Federick mengambil darah pelayan itu untuk di periksa kembali. Perlahan ke dua mata pelayan itu membuka matanya dengan sayu.


"Sudah sadar." ucap Federick dengan nada dingin.


"Tuan Muda, kenapa Aku jadi bahan percobaan?" Tanya pelayan itu dengan tatapan sendu sambil menahan rasa sakit pada sekujur tubuhnya.


"Salah siapa kamu cari masalah denganku." Jawab Federick dengan nada dingin sambil berjalan meninggalkan pelayan itu yang tubuhnya masih lemah.


Pelayan itu melihat ke 4 pria yang telah mengambil kehormatannya kini tergeletak tidak sadarkan diri. Pelayan itu hanya bisa menangis dan menyesali perbuatannya.


'Seandainya Aku tidak menggodanya? Seandainya saja Aku tidak menyiram air kotor ke pakaian wanita itu? Aku tidak akan seperti ini.' Ucap pelayan tersebut dalam hati menyesali perbuatannya.


'Seandainya saja Aku mendengarkan apa kata Kepala Pelayan untuk tidak merayu atau mencari masalah, hal ini tidak akan mungkin terjadi.' Sambung pelayan tersebut dalam hati.


"Kamu dan ke 4 pria yang telah mengambil kehormatanmu akan menjadi bahan percobaanku. Aku akan membebaskan kalian jika percobaan ku gagal dan otomatis kalian ikut mati." ucap Federick sambil melanjutkan langkahnya menuju ke lab nya.


" Kamu gila, kamu... kamu... seorang psycopath!!!" teriak pelayan itu dengan mengeluarkan suara sekuat tenaga nya.


Federick mulai mengecek darah pelayan itu di labnya hingga tidak terasa sudah 1 jam lebih Federick mencoba membuat ramuan membuatnya lapar. Federick pun keluar dari lab dan berjalan menuju ke meja makan untuk makan sore.


Selesai makan Federick memerintahkan bodyguard lainnya untuk membawa 4 bodyguard ke ruangan khusus tempat orang yang akan dijadikan eksperimen nya namun sebelumnya mereka di bawa ke ruang keluarga. Sedangkan untuk pelayan yang sudah digunakan eksperimen di bawa ke labnya untuk dibaringkan di ranjang.


Federick menunggu kedatangan bodyguardnya hingga yang di tunggu datang di mana Federick melihat bodyguardnya membawa 4 orang bodyguardnya yang masih setia memejamkan matanya dan tanpa sehelai benang pun.


"Letakkan mereka di lantai ruang keluarga dan untuk semua penghuni mansion kumpul!" Perintah Federick dengan nada setengah berteriak.


"Baik Tuan Muda." jawab para bodyguard dengan serempak.


Setelah semua berkumpul Federick berdiri di tengah - tengah mereka dan tidak berapa lama ke 4 bodyguard itupun mulai tersadar tapi tubuhnya tidak bisa digerakkan sama sekali.


"Perhatian semuanya, di tengah kalian ada 4 orang bodyguard tanpa menggunakan sehelai benang pun. Mereka berempat telah melakukan kesalahan fatal yaitu telah memperk**a tahanan ku. Akibatnya mereka berempat mendapat hukuman dariku yaitu adik kecil kebanggaan mereka tidak berfungsi lagi dan badan mereka tidak bertenaga sama sekali. Bukan itu saja mereka akan menjadi bahan eksperimen ku nantinya." ucap Federick sambil menatap ke 4 bodyguardnya dengan tatapan membunuh.


"Maafkan kami Tuan." mohon keempat bodyguardnya dengan serempak dengan wajah pucat pasi.


"Tidak ada maaf buat kalian. Ini juga berlaku untuk kalian semua penghuni mansion. Siapapun sanderaku ataupun kekasihku datang ke mansion jangan sekali - kali kalian sentuh atau akibatnya sama seperti mereka." ucap Federick dengan nada tegas.


"Apa kalian mengerti apa yang kukatakan?" tanya Federick.


"Mengerti Tuan Muda." jawab mereka dengan serempak.


"Bawa ke empat orang itu ke tempat khusus eksperimen ku karena hari ini aku banyak pesanan jadi aku bisa memakai mereka untuk bahan percobaan eksperimen ku." ucap Federick sambil berjalan meninggalkan mereka.


"Tuan Muda, maafkan kami." mohon ke 4 bodyguard tersebut dengan serempak.


Federick menulikan telinganya dan tidak memperdulikan permohonan maaf ke 4 bodyguardnya.


"Hukuman untuk ke 4 Bodyguard serem ya?" Tanya salah satu pria penghuni mansion.


"Iya benar, ih amit - amit mendingan cari wanita lain." jawab teman pria yang lainnya.


"Makanya sama perempuan itu menghormati. Mereka berempat kena karma nya karena hampir semua penghuni mansion ini kena korban kebuasan mereka." ucap pelayan wanita yang sangat membenci dengan ke empat bodyguard tersebut.


"Iya betul, temanku sampai bunuh diri karena kebuasan mereka." balas pelayan itu yang lain.


"Sudah - sudah, kalian bubar semua kembali kerja!" perintah kepala pelayan.


"Baik." jawab mereka dengan serempak.


Merekapun kembali bekerja seperti biasanya seperti tidak terjadi sesuatu. Tanpa mereka ketahui dua pasang mata menatap apa yang terjadi dari awal hingga akhir. Siapa lagi kalau bukan dokter Alesandra dan sistem yang hanya menatap kejadian demi kejadian tanpa ada niat untuk membantu.


"Kak Federick sangat kejam dan tidak punya perasaan. Aku tidak rela jika Kak Federick bersama Sandra di mana Sandra sangat baik." Ucap dokter Alesandra.


"Memang benar, karena itulah Tuan Federick dijodohkan dengan orang baik agar sadar dan bisa menghilangkan jiwa psychophat terlebih tidak lagi menjual racun."


"Oh ya kenapa Nona tidak menolong gadis itu ketika diperlakukan ke empat bodyguard?"


"Gadis itu sudah diperingatkan berkali - kali oleh kepala pelayan dan juga sengaja menyiram air kotor ke tubuh Sandra jadi sudah sepantasnya mendapatkan hukuman." Jawab dokter Alesandra.


"Sama seperti ke empat bodyguard yang sering melakukan tindakan semena - mena terhadap para pelayan terutama para wanita." Sambung dokter Alesandra.


"Nona memang benar, jika kita bantu pelayan itu bisa jadi pelayan itu akan menjadi boomerang untuk Nona Sandra mengingat ambisi pelayan itu yang menginginkan dengan cara instan."


"Itu kamu tahu." Ucap dokter Alesandra.


"Oh ya Mommy Elisabeth dan ke dua anak kembarku kemana?" Tanya dokter Alesandra.


"Mereka ada di tempat yang aman dan sengaja Aku pindahkan karena banyak adegan kekerasan dan adegan sepasang suami istri."


"Memang benar katamu, lebih baik begitu." Jawab dokter Alesandra yang setuju dengan ucapan sistem.