Alessandra

Alessandra
Batu Giok dan Pangeran Kesembilan Bagian Ke 19



Pemilik tubuh mendengar bisikan lewat telepati yang di mana Alesandra mengatakan sesuatu membuat pemilik tubuh menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


"Baiklah. Akan Aku beri waktu untuk berpikir." Ucap pemilik tubuh.


"Terima kasih sudah memberikan aku waktu untuk berpikir." Ucap Pangeran Ke 9 sambil tersenyum bahagia.


"Setelah misi ini selesai maka Aku akan meminta jawaban. Jika Pangeran Ke 9 tidak mencintaikku maka Aku akan pergi dari kehidupan Pangeran Ke 9 di mana Aku tidak akan tinggal di istana ini." Ucap pemilik tubuh.


"Jika jawabannya tidak sesuai, apakah kamu akan membenciku?" Tanya Pangeran Ke 9 sambil menatap pemilik tubuh.


"Aku tidak mungkin bisa membenci Pangeran Ke 9 ataupun wanita yang akan dicintai Pangeran Ke 9 karena Aku sangat tulus mencintai Pangeran Ke 9." Jawab pemilik tubuh.


"Apakah dihatimu tidak merasa sedih dan sakit hati?" Tanya Pangeran Ke 9 yang ingin mengetahui perasaan pemilik hati.


"Tentu saja sedih dan sakit hati tapi Aku ingat dengan perkataan Ibuku yang membuatku melepaskan orang yang Aku cintai." Jawab pemilik tubuh.


"Memang apa yang dikatakan oleh Ibumu?" Tanya Pangeran Ke 9 penasaran.


"Alangkah sakit hati jika orang yang Aku cintai menikah dengan orang lain tapi alangkah lebih sakit hati ketika pria yang Aku cintai menikah denganku tapi tidak bahagia." Jawab pemilik tubuh.


Pangeran Ke 9 sangat terharu dengan ucapan pemilik tubuh membuat Pangeran Ke 9 berjanji untuk memberikan jawaban secepatnya. Tidak berapa terdengar suara dari luar di mana dua pelayan yang ditugaskan Pangeran Ke 9 untuk membantu pemilik tubuh.


Pangeran Ke 9 menyuruhnya masuk sambil berjalan meninggalkan kamarnya sedangkan ke dua pelayan masuk ke dalam kamar milik Pangeran Ke 9 sambil menatap sinis ke arah pemilik tubuh.


Mereka sangat iri dengan pemilik tubuh karena Pangeran Ke 9 merupakan pria yang sangat dingin dan tidak pernah menyentuh wanita. Hanya satu gadis yang pernah di sentuh yaitu kekasihnya yang menghilang entah kemana tanpa mengetahui kalau kekasih Pangeran Ke 9 berinkarnasi.


"JIka kalian tidak ingin membantuku lebih baik pergilah." Ucap pemilik tubuh mengikuti perkataan Alesandra lewat telepati.


"Apa yang dikatakan temanku benar jadi Nona jangan mencari ...." Ucapan pelayan ke dua terpotong oleh seseorang.


"Jangan mencari apa?" Tanya Pangeran Ke 9 dengan nada dingin.


"Maafkan Kami Pangeran Ke 9." Ucap ke dua pelayan sambil membalikkan badannya kemudian tiarap dengan wajah ketakutan dan tubuh gemetar.


"Lebih baik Aku mandi sendiri." Ucap pemilik tubuh sambik berjalan ke arah ruangan khusus mandi.


"Mulai sekarang dan seterusnya di larang menginjak istanaku." Ucap Pangeran Ke 9 dengan nada masih dingin dan wajahnya datar.


"Maafkan Kami Pangeran Ke 9." Ucap ke dua pelayan sambil membalikkan badannya kemudian tiarap dengan wajah ketakutan dan tubuh masih gemetar.


"Tidak ada maaf untuk Kalian." Ucap Pangeran Ke 9 dengan nada tegas.


"Oh ya satu lagi, jika berita ini tersebar di mana ada seorang gadis di kamarku maka Aku tidak segan - segan untuk membunuh kalian beserta keluarga kalian." Ucap Pangeran Ke 9 dengan nada mengancam.


"Baik Tuan. Kami tidak akan mengatakannya." Ucap ke dua pelayan secara bersamaan dengan wajah ketakutan.


"Sekalian kalian berdiri lalu tinggalkan istana ini." Ucap Pangeran Ke 9 sambil menatap tajam ke dua pelayan tersebut.


Ke dua pelayan tersebut pergi meninggalkan istana milik Pangeran Ke 9 sambil menahan amarah dan dendam terhadap pemilik tubuh. Mereka berjanji untuk mencelakai pemilik tubuh agar meninggal dunia karena mereka sangat menginginkan seperti posisi pemilik tubuh.


Tanpa sepengetahuan mereka kalau pergerakan mereka terbaca oleh seorang pria tampan sambil menatap Pangeran Ke 9 dengan penuh kebencian dan menatap pemilik tubuh dengan tatapan mesum secara bersamaan.