
Michael yang mendengar istrinya dikatakan wanita mu x ra x han tentu saja tidak terima. Hal itu membuat Michael menjentikkan jarinya dan tidak berapa lama datang manajer restoran tersebut.
"Selamat malam Tuan, ada yang bisa Kami bantu?" Tanya manajer restoran.
"Mulai sekarang dan seterusnya Mereka tidak boleh datang ke mall ini!" Perintah Michael dengan nada dingin.
"Baik Tuan." Jawab Manajer dengan patuh.
"Apa hak Tuan melarang Kami untuk datang ke sini!" teriak salah satu pria tersebut.
Tanpa menjawab Michael menjentikkan jarinya dan datang orang kepercayaannya bersama beberapa anak buahnya menghadap Michael namun sebelumnya memberikan hormat terlebih dahulu.
"Jika mempunyai perusahaan buat perusahaan milik Mereka bangkrut. Selain itu jika ada yang bekerja pecat Mereka dan tidak di terima dimanapun Mereka berada." Ucap Michael dengan nada dingin sambil memeluk istrinya untuk pergi dari restoran tersebut.
"Baik Tuan." Jawab orang kepercayaannya dengan patuh.
"Anda ..." Ucapan para pria dan para wanita terputus ketika masing-masing mendapatkan tamparan dari manajer restoran, orang kepercayaan dan juga anak buah Michael.
"Kalian sudah menyinggung Tuan Kami dan asal kalian tahu kalau pemilik mall ini adalah Tuan Muda Michael adalah pemilik mall ini yang diberikan untuk istrinya yang sangat dicintainya." Ucap Manajer restoran tersebut.
"Apa?" Tanya Mereka serempak dengan wajah terkejut.
"Bersiaplah perusahaan milik orang tua Kalian bangkrut karena Tuan Michael adalah orang terkaya di negara ini. Selain perusahaan Kalian bangkrut, Kalian tidak akan bisa di terima kerja di manapun." Ucap orang kepercayaan Michael.
"Sekarang kalian pergilah sebelum Kami mengusirnya secara paksa!" Usir orang kepercayaan Michael.
Merekapun pergi meninggalkan tempat tersebut dan pulang ke rumah masing - masing dengan wajah ketakutan karena Mereka tidak ingin tinggal di kolong jembatan.
Valen Kamprat mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi supaya cepat sampai rumah karena hatinya sangat kesal dengan suaminya dan ingin memarahinya karena telah membuatnya malu di depan teman- temannya dan pelayan restoran. Selain itu dirinya sangat marah dan dendam terhadap Alessandra karena mendapatkan pria yang sangat kaya melebihi suaminya.
Tidak berapa lama sampailah Valen Kamprat dimansionnya. Valen Kamprat membuka pintu mobil dengan kasar lalu menutup pintu mobil dengan sangat kencang.
Hal itu tentu saja membuat para Bodyguard yang menjaga mansion sampai kaget mendengar suara pintu mobil di banting dengan sangat keras.
Valen Kamprat berjalan menuju pintu utama sambil menghentak - hentakkan kaki meluapkan amarah hingga dirinya membuka pintu dengan kasar kemudian menutupnya dengan dibanting.
Semua orang memandang ke arah Valen Kamprat termasuk suaminya Moko. Valen Kamprat yang melihat suaminya langsung menghampiri dirinya membuat Valen Kamprat langsung berkacak pinggang.
"Kak Moko, kamu itu ya bikin malu aku tahu!! Katamu itu kartu tanpa batas limit tapi kenapa pas aku traktir teman - temanku kartunya di tolak?" Tanya Valen Kamprat dengan nada membentak.
"Oh, berarti seharian ini kamu belanja mentraktir semua temanmu?" tanya Moko sambil menahan amarahnya.
"Ya iyalah, memang kenapa keberatan?" tanya Valen Kamprat dengan nada ketus.
"Tentu saja Aku keberatan. Oh ya kenapa uang belanja bulanan yang Aku berikan ke bibi kamu ambil?" tanya Moko sambil masih menahan rasa kesal.
"Kak Moko kan bisa ngasih lagi, apalagi uang itu buat jaga - jaga kalau kurang?" ucap Valen Kamprat tanpa merasa bersalah sedikitpun.
"Kamu tahu, gara - gara kamu ambil uang itu. Aku mau makan tidak ada makanan. Istri macam apa itu yang seharian pergi? seharusnya istri itu siapin makanan dan menyambut suaminya pulang bukannya kelayapan ngga jelas." omel Moko
"Kau!!!" teriak Moko tak bisa menahan emosi lagi.
"Pelayan!" teriak Moko.
Salah seorang Pelayan yang di panggil itupun datang menghampiri Moko kemudian menundukkan kepalanya.
"Ada apa Tuan?" Tanya pelayan tersebut dengan nada sopan.
"Usir wanita ini keluar!!" teriak Moko
"Kak Moko, apa maksudmu?" tanya Valen Kamprat terkejut dan merubah suaranya menjadi lembut sambil berusaha menahan emosinya.
"Kamu bikin aku bangkrut, lebih baik kamu pergi atau kamu gantikan semua uang yang tadi kamu pakai!" teriak Moko.
"Apa???" teriak Valen Kamprat dengan wajah terkejut.
"Kamu tidak mau?" tanya Moko
"Tidaklah, Kak Moko kan sudah ngasih ke aku kartu kredit tanpa limit dan katanya terserah mau aku pakai buat apa? tapi kenapa sekarang protes?" tanya Valen Kamprat tidak terima.
"Ya benar, tapi bukan berarti di traktir oleh teman - temanmu." jawab Moko dengan nada ketus.
"Kak Moko kenapa sih kamu jadi berubah?" tanya Valen Kamprat dengan nada kesal.
plak
plak
Moko menampar pipi Valen Kamprat kanan dan kiri membuat ke dua sudut bibirnya mengeluarkan darah segar.
"Kamu ingin tahu kenapa? Karena gara - gara kamu, aku percaya kalau Alessandra tidak perawan? ternyata kamu kalah jauh dari Alessandra, dia sangat kaya, dia bisa memasak, cantik dan bisa melayani suaminya dengan puas!!!" teriak Moko dengan nada frustrasi.
"Oh gara - gara Alessandra kamu jadi berubah? memang dia kaya aku tahu semuanya karena dia orang paling kubenci waktu aku masih smp, gara - gara dia aku dikeluarin dari sekolah." ucap Valen Kamprat dengan kebencian dan dendam bercampur menjadi satu terhadap Alessandra.
plak
"Sungguh aku sangat menyesal menikah denganmu, pergi!!!." usir Moko sambil kembali menampar pipi Valen Kamprat.
Waktu Tiba-tiba Berhenti
"Nona akhirnya Mereka mendapatkan karmanya."
"Betul sekali namun ini belum seberapa karena perbuatan Mereka membuat pemilik tubuh menderita." Ucap Alessandra sambil menatap ke arah Moko dan Valen Kamprat yang terdiam bagaikan patung.
"Apakah Nona ingin ke dua orang ini hancur sehancurnya?"