
Satu jam lamanya barulah mereka sudah selesai memasak dan menyimpannya di kotak makanan. bertepatan ponsel milik dokter Karen berdering.
Dokter Karen mengambil ponselnya yang berada di atas meja makan untuk melihat siapa yang menghubungi dirinya ternyata suaminya.
("Hallo honey." panggil dokter Karen sambil tersenyum).
("Lagi apa sayang?" tanya David dengan suara lembut).
("Habis selesai masak honey, Aku sama sahabatku Alesandra rencana akan pergi ke kantor honey." Jawab dokter Karen).
("Apakah sambil membawa makanan?" Tanya David penuh harap).
("Tentu saja honey. Alesandra sudah masak buat Kak Michael sedangkan Aku sudah masak buat honey." jawab dokter Karen dengan suara lembut).
("Boleh sayang, Aku tunggu di sini." jawab David sambil tersenyum bahagia).
("Ok, honey. Aku berangkat dulu ke kantor honey." jawab dokter Karen).
("Ok. hati - hati." jawab David).
tut tut tut tut tut tut
Dokter Karen dan David memutuskan sambungan komunikasi secara bersamaan. Sedangkan dokter Alesandra yang melihat dokter Karen dan David sudah selesai telepon membuat dokter Alesandra menghubungi Michael.
Dokter Alesandra tahu kalau hari ini dirinya dan dokter Karen akan di serang oleh musuh dan dokter Alesandra akan pura - pura terluka untuk mendapat simpati Michael. Sambungan pertama tidak di angkat begitu pula sambungan ke dua namun dokter Alesandra tidak menyerah dan di sambungan ke empat barulah di angkat oleh Michael.
("Ada apa? Berisik, mengganggu aja!" Omel Michael dengan nada satu oktaf).
("Maaf Kak, setelah ini Aku tidak akan mengganggu Kak Michael lagi." Ucap dokter Alesandra dengan nada lembut).
("Selamat bahagia karena Aku tidak lagi mengganggu Kak Michael." Sambung dokter Alesandra).
Tut Tut Tut
Tanpa menjawab Michael memutuskan sambungan komunikasi membuat dokter Alesandra menghembuskan nafasnya dengan perlahan.
Dokter Alesandra menyimpan kembali ponselnya ke dalam tas kemudian tersenyum menatap dokter Karen.
"Kita berangkat naik mobilku ya." Ucap dokter Alesandra.
"Ok." Jawab dokter Karen dengan singkat.
Dokter Karen tahu kalau dokter Alesandra sedang sedih namun dirinya hanya diam sampai dokter Alesandra cerita barulah dokter Karen bicara.
"Oh ya, apa kamu ingin bertemu dengan ke dua orang tuamu?" Tanya dokter Alesandra.
"Tentu saja Aku sangat ingin bertemu dengan orang tuaku tapi ..." Ucap dokter Karen menggantungkan kalimatnya.
"Tulislah di kertas kecil dan dimasukkan ke dalam amplop lalu tempel di rantang." Ucap dokter Alesandra yang tahu kalimat selanjutnya.
"Maksudmu Aku tulis di kertas kecil kalau Aku sangat merindukan ke dua orang tuaku?" Tanya dokter Karen memastikan.
"Yup. Bilang saja anak kalian sangat merindukan Oma dan Opanya." Jawab dokter Alesandra.
'Maaf sebenarnya sebentar lagi kita akan berada di ruang ICU dan mengalami koma. Aku ingin Kak David dan Kak Michael bisa merubah sifatnya yang egois.' Sambung dokter Alesandra dalam hati.
"Kamu juga nulis?" Tanya dokter Karen yang melihat dokter Alesandra menulis di kertas kecil.
"Iya, Aku ingin kalau ini terakhir Aku memasak untuk Kak Michael." Jawab dokter Alesandra sambil menulis.
'Sebenarnya Aku ingin membuat Kak Michael merasa bersalah karena sudah membentakku.' Sambung dokter Alesandra dalam hati.
"Apa maksudmu kalau ini terakhir kamu memasak untuk Kak Michael?" Tanya dokter Karen dengan wajah terkejut.
"Lupakan yang Aku katakan." Jawab dokter Alesandra.
"Tulislah karena kita tidak ingin terlambat." Sambung dokter Alesandra mengalihkan pembicaraan.
Dokter Alesandra yang sudah selesai menulis di catatan kecil langsung memasukkan amplop kecil yang dibawanya.
Dokter Alesandra menarik kertas perekat yang ada di belakang amplop kemudian menempelkan di atas rantang.
"Ok." Jawab dokter Karen dengan singkat.
Dokter Karen menulis pesan setelah selesai barulah memasukkan amplop kecil pemberian dokter Alesandra dan melakukan hal yang sama seperti dokter Alesandra.
"Tunggu Aku di garasi mobil." Ucap dokter Alesandra.
"Kamu mau kemana?" Tanya dokter Karen.
"Aku ingin bicara dengan salah satu bodyguard mansion." Jawab dokter Alesandra.
"Nanti Aku ceritakan." Ucap dokter Alesandra ketika melihat dokter Karen ingin berbicara.
"Ok. Aku tunggu dan jangan lama." Pinta dokter Karen.
"Oke." Jawab dokter Alesandra dengan singkat.
"Sini Aku bawa rantangnya." Ucap dokter Karen.
"Tidak usah, Aku yang bawa saja." Ucap dokter Alesandra.
"Baiklah." Jawab dokter Karen.
Dokter Karen keluar dari pintu utama dan berjalan ke arah garasi mobil sedangkan dokter Alesandra membawa dua rantang di mana rantang tersebut satu untuk David dan satu untuk Michael.
Dokter Alesandra berjalan ke arah bodyguard yang berjaga di depan pintu mansion. Sampai di depan pintu mansion, dokter Alesandra menyerahkan dua rantang sambil berbicara dengan serius.
"Maaf Paman, tolong bawa dua rantang ini ke Rumah Sakit Pelita Kasih dan berikan ke Tuan David dan Tuan Michael." Ucap dokter Alesandra.
"Maaf Nona, bukankah Tuan David dan Tuan Michael berada di kantor?" Tanya bodyguard tersebut sambil menerima dua rantang tersebut.
"Memang benar tapi sebentar lagi pergi ke rumah sakit." Jawab dokter Alesandra.
"Warna biru muda untuk Tuan Muda David sedangkan warna biru tua untuk Tuan Muda Michael." Sambung dokter Alesandra sambil membuka tasnya.
"Baik Nona." Jawab bodyguard tersebut.
"Ini untuk Paman." Ucap dokteran Alesandra sambil memberikan sepuluh lembar uang warna merah.
"Tidak usah Nona." Ucap bodyguard tersebut yang tidak enak hati menerima uang dokter Alesandra.
"Tidak apa-apa Paman, ini sudah rejeki Paman." Ucap dokter Alesandra.
"Terima kasih Nona, semoga Nona selalu bahagia." Ucap bodyguard tersebut.
"Amin." Jawab dokter Alesandra.
"Kalau begitu, Aku pergi dulu Paman." Pamit dokter Alesandra.
"Hati - hati Nona." Ucap bodyguard tersebut.
Dokter Alesandra hanya menganggukkan kepalanya kemudian berjalan ke arah garasi mobil di mana dokter Karen sedabg menunggu dirinya.
Sampai di garasi mobil, dokter Alessandra duduk di kursi pengemudi sedangkan dokter Karen duduk di samping pengemudi.
"Lho rantangnya kemana?" Tanya dokter Karen.
"Di bawa sama bodyguard agar cepat sampai." Jawab dokter Alesandra beralasan.
"Kenapa kita tidak membawanya?" tanya dokter Karen.
"Karena sekarang kamu lagi hamil jadi Aku mengendarai mobil tidak cepat - cepat. Aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan dirimu." Jawab dokter Alesandra.
"Terima kasih ya." Ucap dokter Karen terharu karena sahabatnya perhatian.
"Sama-sama." Jawab dokter Alesandra sambil masih mengendarai mobil.
Dokter Alesandra mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke kantor milik David.
xxxxxxx
Di tempat yang berbeda seorang pria paruh baya berdiri di balkon sambil menatap ke arah langit.
"Tenang sayang sebentar lagi Daddy akan membalaskan dendammu." Ucap pria paruh baya tersebut dalam hati.
Pria paruh baya tersebut menghembuskan nafasnya dengan perlahan dan tidak berapa lama ponselnya berdering. Pria paruh baya tersebut mengambil ponselnya dari saku kemejanya dan tanpa melihat siapa yang menghubungi dirinya langsung di angkat.
("Halo." Ucap pria paruh baya tersebut).
("Ikuti mobil mereka, jika berada di tempat sepi bunuh mereka berdua." ucap pria paruh baya tersebut dengan nada dingin dan tanpa ada iba sedikitpun).
("Baik Tuan." jawab anak buahnya dengan patuh).
Tut Tut Tut Tut Tut Tut Tut Tut
Panggilan komunikasi pun terputus secara sepihak oleh pria paruh baya.
xxxxxxx
Kembali lagi ke dokter Alesandra dan dokter Karen di mana mereka berdua sedang mengobrol di dalam mobil tentang masa lalu persahabatan mereka bertiga dokter Karen, Dokter Sandra dan Dokter Alesandra.
Hingga mata elang dokter Karen melihat ada dua mobil berwarna hitam dan kaca mobilnya pun juga sama, sama - sama berwarna hitam kecuali spion mobil karena yang ada gelap hehehehe....
Ke dua mobil tersebut mengikuti mobil milik dokter Alesandra sedangkan dokter Alesandra yang sudah tahu jalan ceritanya di mana mobil mereka akan di hadang oleh para penjahat pura - pura tidak tahu.
"Sepertinya ada yang mengikuti mobil kita." ucap dokter Karen.
Dokter Alesandra pura - pura melihat spion mobil yang berada di dalam mobil dan melihat ada dua mobil berwarna hitam mengikuti mobilnya.
"Kamu telp suamimu, apakah dua mobil itu yang mengawal kita atau musuh atau tidak sedangkan Aku akan telepon Michael." Ucap dokter Alesandra sambil menekan headseat untuk menghubungi Michael.
"Ok." Jawab dokter Karen dengan singkat.
Dokter Karen pun mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi suaminya dan deringan pertama langsung di angkat oleh David.
("Ada apa sayang?" tanya David).
("Honey, apakah honey meminta bodyguard milik honey untuk mengawalku?" tanya dokter Karen).
(" Tidak memang kenapa?" tanya David sambil mengerutkan keningnya).
("Karena ada dua mobil berwarna hitam mengikuti kami." Jawab dokter Karen memberitahukan ke suaminya).
("Berapa jumlah orang di dalam mobilnya?" tanya David penasaran).
("Tidak tahu karena kaca mobilnya juga gelap." jawab dokter Karen).
("Jangan melewati tempat yang sepi, cari jalan alternatif yang ramai." ucap David dengan nada panik).
("Sudah terlanjur ke tempat jalan yang se.." ucapan dokter Karen terpotong karena tiba - tiba mobil yang dibelakangnya menyalip mobil dokter Alesandra).
cittttt
("Akhhhh.. perutku sakit..." Teriak dokter Karen sambil memegang perutnya yang terasa kram).
Dokter Alesandra langsung mengerem hal itu dikarenakan mobilnya yang tadi menyalip mobil mereka langsung menghentikan mobilnya secara mendadak.
Hal itu membuat dokter Karen terkejut dan perut dokter Karen tiba - tiba terasa kram sedangkan dokter Alesandra memegang tubuh dokter Karen.
Dokter Alesandra yang tahu hal itu akan terjadi membuat dokter Alesandra sengaja memperlambat mobilnya kemudian mengerem.
Agar kepala dokter Karen tidak terkena dasbord mobil sedangkan dokter Alesandra tidak terkena stir kemudi seperti yang tertulis di novel.
("Sayang ada apa?" tanya David dengan wajah panik).
("Mobilnya tadi menyalip mobil Alesandra dan mendadak berhenti di depan mobil Alesandra. Karena itu Alesandra langsung mengerem mobilnya bersamaan perutku tiba - tiba terasa kram, honey." Jawab dokter Karen melaporkan apa yang terjadi).
dor
dor
("Akhhhhhhhhhhh ....!" teriak dokter Karen).
Dua orang keluar dari mobil dan langsung menembakkan pistolnya ke arah mobil milik dokter Alesandra. Dokter Karen sangat terkejut dan langsung berteriak untunglah mobil dokter Alesandra anti peluru hal itu membuat ponsel milik dokter Karen terjatuh di bawah kakinya.
Sedangkan dokter Alesandra mengeluarkan benda kecil dari dalam tasnya. Dokter Alesandra menarik benda tersebut hingga berbentuk tongkat panjang kemudian melepaskan sealbeatnya.
("Hallo Sayang, apa yang terjadi?... Hallo..." Teriak David dengan nada panik).
("Alesandra, perutku sangat sakit." ucap dokter Karen sambil memegangi perutnya dan tiba - tiba di sela - sela ke dua pahanya keluar darah segar membuat wajah dokter Karen bertambah pucat).
("Mereka total ada delapan orang yang keluar dari mobil sambil membawa senjata." ucap dokter Alesandra sambil membuka pintu mobil).
("Alesandra, lebih baik kamu selamatkan dirimu. Aku sudah tidak kuat lagi jadi Aku mohon tinggalkan Aku sendiri." Mohon dokter Karen).
Tidak berapa lama terdengar suara tembakan sebanyak delapan dari arah depan dan belakang. Mereka menembakkan kembali senjatanya ke arah mobil dokter Alesandra.
("Tidak akan. Kita adalah sahabat dan seorang sahabat tidak akan mungkin meninggalkan sahabatnya dalam bahaya. Jika kita memang ditakdirkan harus mati bersama maka Aku rela karena Aku tidak tega melihat sahabat baikku mati sendiri." ucap dokter Alesandra dengan nada tegas).
("Karen... ada darah... keluar dari sela - sela pahamu." ucap dokter Alesandra sambil menunjuk ke arah paha dokter Karen).
("Alesandra, Aku sudah tidak kuat. Jaga dirimu baik - baik dan jangan lupa pesanku. Sampaikan ke suamiku ke David kalau Aku mencintainya." ucap dokter Karen sambil tersenyum).
("Kamu harus kuat." Ucap dokter Alesandra).
("Aku ..." Ucapan dokter Karen terpotong oleh dokter Alesandra).
("Kaca mobil ini anti peluru tapi lama-kelamaan akan retak dan juga pecah jadi Aku akan keluar untuk melawan mereka. Kamu tunggu di sini dan jangan keluar." ucap dokter Alesandra).
("Kak David, tolong katakan pada Kak Michael kalau Aku sangat mencintainya dengan tulus dan maafkan jika Aku sering mengganggunya. Katakan juga semoga menemukan wanita yang lebih baik dariku." Ucap dokter Alesandra).
Dokter Alesandra tahu kalau ponsel milik David di loup speaker dan bisa dipastikan kalau Michael mendengar ucapannya. Karena itulah dokter Alesandra sengaja mengatakan ke David agar tidak di curigai oleh ke dua pria tampan tersebut.
Dokter Alesandra sengaja tidak menutup pintu dengan rapat agar Michael dan David mendengar suara tembakan beruntun dan juga suara dirinya ketika nanti dirinya terkena luka tembak.
("Akhhhh perutku sakit !" Teriak dokter Karen sambil menahan rasa sakit yang luar biasa).
("Sayang, Aku sangat mencintaimu dan Aku ingin jujur padamu kalau saat ini ingin sekali bertemu dengan ke dua orang tuaku karena Aku sangat merindukannya." ucap dokter Karen dengan nada lirih).
Selesai mengatakan itu dokter Karen memejamkan matanya dan langsung tidak sadarkan diri. Dokter Karen tidak tahu kalau ponselnya masih terhubung dengan suaminya.
Sebenarnya dokter Karen ingin bertanya kenapa dokter Alesandra berbicara dengan David sedangkan David tidak ada. Namun rasa sakit pada bagian perutnya membuat dokter Karen tidak bertanya.
xxxxxxx
Di tempat yang berbeda lebih tepatnya di perusahaan milik David. Ketika mendengar suara dokter Karen merintih kesakitan membuat David berdiri dan mengambil jas miliknya yang berada di kursi kebesarannya dengan menggunakan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya memegang ponsel miliknya.
David melangkahkan kakinya dengan cepat untuk keluar dari ruang pribadinya dan berjalan ke arah pintu lift bertepatan dengan Michael keluar dari pintu lift.
"Tuan ada apa?" tanya Michael terkejut karena melihat aura gelap pada mata milik David yang memancarkan ingin membunuh seseorang.
"Kita pergi keluar." ucap David sambil masuk ke dalam pintu lift.
Michael yang tadi ingin keluar langsung tangannya menekan tombol lantai dasar menuju parkiran mobil.
"Karen dan Alesandra mobilnya di hadang dua mobil." ucap David sambil menurunkan ponselnya dan menekan tombol loud speaker.
Mereka berdua mendengar percakapan dokter Karen dengan dokter Alesandra membuat mata David dan mata Michael langsung berubah berwarna merah tanda aura iblisnya langsung keluar.
Michael yang mendengar ucapan dokter Alesandra merasa bersalah karena ketika dokter Alesandra menghubungi dirinya, Michael membentaknya.
Di tambah ketika dokter Alesandra menghubungi dirinya lagi membuat Michael merijeck ponselnya kemudian memblokir nomer dokter Alesandra.
'Kamu harus kuat dan bertahan dan Aku janji untuk lebih perduli padamu.' Ucap Michael dalam hati penuh harap.
'Sayang, Aku janji akan mempertemukanmu dengan ke dua orang tuamu asalkan kamu bertahan.' Ucap David dalam hati.
Ting
Pintu lift terbuka dan merekapun langsung keluar dari pintu lift dan melangkahkan kakinya dengan cepat menuju ke arah mobil milik David.
Michael membuka pintu mobil belakang kemudian David langsung masuk ke dalam mobil. Setelah David masuk ke dalam barulah Michael menutup pintu mobil dengan rapat.
Michael membuka pintu mobil kemudi dan masuk ke dalam mobil. Kemudian Michael langsung mengemudikan dengan kecepatan tinggi.
"Lebih cepat lagi!" perintah David sambil mengambil ponsel satunya untuk mengetahui letak posisi dokter Karen dan dokter Alesandra dengan menggunakan GPS di ponsel milik dokter Karen.
"Baik Tuan." Jawab Michael dengan patuh.
Tiba - tiba mereka mendengar suara tembakan beruntun bersamaan terdengar suara teriakan kesakitan dari mulut dokter Alesandra tanda kalau dokter Alesandra terkena luka tembak.
("Alesandra." Panggil Michael dengan perasaan takut jika Alesandra mati di tangan musuhnya).
("Kak Michael!" Teriak dokter Alesandra sengaja berbicara kencang agar Michael mendengarnya).