
Tiba-tiba waktu Mendadak Berhenti
"Kenapa Nona pura-pura perutnya sakit?"
"Supaya orang tidak curiga." Jawab Alessandra.
"Luka Valen sangat parah karena terjatuh dari tangga."
"Betul sekali, itu akibatnya karena sangat jahat." Ucap Alessandra.
"Betul sekali."
Di cerita aslinya :
Alessandra keluar dari kamar Mommy Elisabeth dan berjalan perlahan menuruni anak tangga sambil membawa nampan.
Tiba di tengah lantainya sangat licin membuat Alessandra ke pleset dan jatuh berguling bersamaan jatuhnya mangkok dan gelas kotor yang menimbulkan bunyi yang sangat keras.
"Akhhhhh.." teriak Alessandra.
Prang
Wakil kepala pelayan yang mendengar suara teriakan bersamaan dengan suara yang keras seperti piring pecah berlari ke arah asal suara.
Kepala pelayan terkejut dan matanya membulat sempurna melihat Alessandra tidur terlentang di lantai dengan darah yang keluar dari mulut, hidung dan dari tengah - tengah pahanya.
Mommy Elisabeth yang mendengar suara menantunya dengan susah payah berjalan karena takut terjadi dengan menantunya. Di atas tangga Mommy Elisabeth terkejut dan matanya membulat sempurna melihat menantunya terkapar di lantai dengan darah yang keluar dari sekujur tubuhnya.
"Alessandra!!!! pak cepat bawa Alessandra!" perintah Mommy Elisabeth.
Tanpa berfikir panjang Wakil kepala pelayan menggendong Alessandra sambil berteriak meminta tolong.
Orang - orang yang mendengarnya langsung menuju ke arah tangga mereka semua terkejut tapi hanya dua gadis yang tersenyum bahagia karena rencananya berhasil.
Mommy Elisabeth berjalan menuruni tangga baru sampai ke tengah Mommy Elisabeth ke pleset dan jatuh terguling sampai ke lantai satu kemudian langsung tidak sadarkan diri.
Wakil kepala pelayan terkejut melihat kejadian tersebut dan seorang boyguard menggendong Mommy Elisabeth. Wakil kepala pelayan meminta bodyguard yang lainnya untuk menggendong Alessandra dan di suruh dimasukkan ke dalam mobil.
Wakil kepala pelayan berjalan dengan langkah hati - hati sambil memperhatikan tiap anak tangga. Sampai di tengah Wakil kepala pelayan terkejut melihat ada tumpahan minyak di dua anak tangga kemudian menfotonya.
Selesai menfoto Wakil kepala pelayan itupun langsung membalikkan badannya dan berjalan terburu - buru menuju ke garasi mobil. Wakil kepala pelayanpun masuk ke dalam mobil bersama sopir dan dua orang bodyguard.
Salah seorang bodyguard membuka pintu gerbang supaya mobilnya keluar dari mansion menuju rumah sakit.
Mereka semua sangat shock dan prihatin dengan Alessandra yang baik hati dan menghargai para pelayan, bodyguard dan sopir karena Alessandra sangat perduli dengan mereka membuat mereka sangat sayang padanya.
Sopir tersebut mengendarai mobil sangat kencang karena kuatir dengan keselamatan Alessandra. Hanya membutuhkan lima belas menit Mereka sudah sampai di rumah sakit.
Wakil kepala pelayan langsung keluar dari mobil sambil menggendong Alessandra begitu pula dengan bodyguard menggendong Mommy Elisabeth.
Masing-masing dua perawat membawa dua brangkar kemudian Mommy Elisabeth dan Alessandra diletakkan di brangkar tersebut. Wakil kepala pelayan dan bodyguard mengikuti dua brangkar tersebut di susul sopir yang merangkap sebagai bodyguard ke ruangan UGD.
Wakil kepala pelayan itupun menghubungi majikannya yang bernama Michael namun sayang sekali tidak di angkat sampai empat kali telephone tetap saja tidak di angkat.
Akhirnya Wakil kepala pelayan menghubungi asisten Michael yang bernama Mike namun jugq tidak di angkat. Wakil kepala pelayan mencoba kembali dan panggilan ke dua langsung di angkat.
📱"Hallo, ada apa pak?" tanya Mike tanpa basa basi.
📱"Maaf tuan Mike, tolong bilang ke Michael kalau Nyonya Besar Elisabeth dan Nyonya Muda Alessandra jatuh dari tangga dan sekarang ada di ugd." Jawab Wakil kepala pelayan
📱 "Apa?? bapak tidak bercandakan?" tanya Mike tidak percaya.
📱 "Ok, kami akan segera ke sana kabarin kalau ada apa - apa." ucap Mike kuatir dan berharap nona muda baik - baik saja berserta ke dua janinnya.
tut tut tut tut
Brak
Mike langsung mematikan ponselnya dan masuk ke dalam ruang meeting agak kasar membuat orang berada di ruang meeting terkejut dan menatap ke arah Mike.
Michael yang sedang berbicara di depan pemegang saham menatap tajam ke arah Mike tapi Mike tidak memperdulikannya. Mike mendekati bosnya dan berbisik.
Michael yang mendengar berita itu sangat terkejut dan badannya langsung limbung untung saja Mike dapat menahan tubuh Michael.
"Maaf acara meeting antar pemegang saham di tunda, nanti kami kabarin, permisi." ucap Mike sambil memapah Michael yang badannya terasa lemas.
Michael tidak percaya dengan apa yang tadi di dengarnya padahal tadi pagi Michael sempat ngobrol dengan Mommy Elisabeth dan istrinya.
Mereka berdua langsung pergi meninggalkan kantor menuju rumah sakit. Sepuluh menit kemudian mobilpun sampai di rumah sakit xxxx. Michael turun di depan lobby rumah sakit sedangkan Mike memarkirkan mobilnya.
Michael berjalan menuju ke ruangan ugd dan Michael melihat Wakil kepala pelayan dan dua bodyguard menunggu di ruang ugd. Tidak berapa lama Mike datang di belakang Michael.
Tampak pakaian Wakil kepala pelayan dan dua orang bodyguard bau amis seperti bau darah. Wakil kepala pelayan dan dua orang bodyguard yang mendengar suara sepatu pantopel membalikkan badannya dan Mereka melihat Michael menahan amarah dan menatap tajam ke arah mereka bertiga.
"Kenapa Mommy dan istriku terluka? Apa tugas kalian hah!" bentak Michael sambil tangan kirinya menarik kerah Wakil kepala pelayan dan tangan kanannya mengarahkan ke arah wajah Wakil kepala pelayan.
Michael yang ingin memukul Wakil kepala pelayan namun tangannya di tahan oleh Mike.
"Tuan tahan emosi dan tenang ini rumah sakit." pinta Mike.
Michael menghembuskan nafasnya dengan perlahan untuk mengatur emosinya dan beberapa saat kemudian Michael melepaskan ke dua tangannya dan menatap tajam ke arah Mike.
"Bagaiman bisa Aku tenang, kamu tidak dengar kalau Mommy dan istriku jatuh dari tangga, hah!!" bentak Michael dengan nada masih satu oktaf.
"Tuan, Kami semua mengerti perasaan tuan karena kamipun juga sangat menyayangi nyonya besar Elisabeth dan Nyonya Muda Alessandra." Ucap Mike.
"Tapi maaf Tuan, ini rumah sakit kalau tuan memukuli Wakil kepala pelayan dan dua orang bodyguard bisa mengakibatkan dokter yang sedang berjuang mengobati nyonya besar Elisabeth dan Nyonya Muda Alessandra tidak bisa kosentrasi mendengar keributan." Sambung Mike memberikan penjelasan.
Michael pun menarik nafas lewat hidung dan mengeluarkan lewat mulut untuk menenangkan perasaan yang kacau balau.
Setelah mulai tenang, Michael mendekati Wakil kepala pelayan untuk menceritakan apa yang sebenarnya telah terjadi.
Wakil kepala pelayapun menceritakan semua yang di lihatnya sampai melihat Mommy Elisabeth tiba - tiba jatuh terguling pas di tengah tangga membuat Wakil kepala pelayan curiga dan mengecek setiap anak tangga dan ternyata kecurigaannya benar di mana ada minyak di salah satu anak tangga.
Selesai bercerita Wakil kepala pelayan pun memberikan gambar yang tadi di ambilnya di ponsel miliknya.
"Mike, Kamu cek cctv apa yang sebenarnya terjadi!" Perintah Michael.
"Baik Tuan." Jawab Mike.
Mike mengutak atik tabnya untuk mengecek cctv di mansion milik Mommy Elisabeth. Setelah mengetahuinya siapa dalangnya membuat Michael marah dan menghukum mati Valen.
Namun cerita itu berubah karena Alessandra ikut campur tangan di mana sekarang Valen yang terluka parah.
"Perbuatan Valen tidak bisa dimainkan karena sangat jahat mencelakai pemilik tubuh dan juga Ibunya Kak Michael." Ucap Alessandra sambil menatap Valen yang wajahnya sangat pucat karena kekurangan banyak darah.
"Betul sekali."
Alessandra hanya menganggukkan kepalanya kemudian kucing itupun menghilang bersamaan waktu berjalan seperti biasanya. Di mana Mereka pergi menuju ke rumah sakit.